Kaum minoritas di Turki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kelompok etnis di Turki (World Factbook)[1]
Kelompok etnis Persentase
Turki (Turki Anatolia)
  
70–75%
Kurdi
  
18%
Lainnya
  
7–12%

Berbagai macam kelompok Minoritas di Turki menyusun komposisi demografi di negara tersebut. Kaum Minoritas di Turki dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu minoritas secara etnis dan minoritas secara agama. Kaum minoritas terbesar di Turki datang dari golongan minoritas secara etnis, adalah suku bangsa Kurdi dengan persentase mencapai 18% dari keseluruhan populasi penduduk di Turki.[2] Berdasarkan Perjanjian Lausanne yang ditandatangani oleh pihak Turki dan negara-negara blok Sekutu pasca Perang Dunia Pertama, Pemerintah Republik Turki mengakui secara resmi keberadaan beberapa etnis minoritas, seperti etnis Armenia, etnis Yunani, dan keturunan Yahudi. Namun, pengakuan secara resmi ini tidak didapatkan oleh etnis minoritas muslim lainnya. Etnis muslim seperti suku bangsa Kurdi tidak diakui menurut kosntitusi dan undang-undang negara Turki meskipun jumlah orang Kurdi di Turki cukup signifikan, sekitar 18%. Pada umumnya orang-orang Kurdi di Turki digolongkan (dianggap) sebagai orang dari etnis Turki. Generalisasi ini juga seringkali diterapkan pada etnis lainnya, seperti etnis Albania, etnis Yunani Pontos, etnis Arab, etnis Bosnia, suku bangsa Sirkasia, dan suku Chechen.[3][4]

Sebagian besar kaum minoritas secara etnis di Turki (etnis Albania, etnis Bosnia, orang Tatar Krimea, dan berbagai suku bangsa yang tinggal di kawasan Kaukasus termasuk suku bangsa Turki itu sendiri) berasal dari bekas wilayah koloni Kesultanan Utsmaniyah yang mengungsi ke negara Turki akbiat Kesultanan Utsmaniyah mengalami kekalahan dalam perang.[5] Seiring berjalannya waktu para pendatang tersebutsecara alami berasimilasi terhadap budaya dan bahasa setempat serta banyak pula diantara mereka menikah dengan orang Turki dan melanjutkan keturunannya.[4][6]

Walaupun banyak diantara kaum etnis minoritas di Turki tidak mendapatkan pengakuan secara resmi oleh pemerintah Turki, Türkiye Radyo ve Televizyon Kurumu (Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio Turki) menyiarkan beberapa program dengan menggunakan beberapa bahasa dari etnis minoritas di Turki.[7] Pelajaran bahasa selain bahasa Turki juga diajarkan di tingkat sekolah dasar.[8]

Tabel statistik populasi kaum minoritas di Turki[sunting | sunting sumber]

Sebaran suku bangsa di Semenanjung Anatolia[9]
Survei resmi Kesultanan Utsmaniyah tahun 1910
Sanjak (distrik) Etnis Turki Etnis Yunani Etnis Armenia Etnis Yahudi Etnis Lainnya Jumlah
Istanbul 135.681 70.906 30.465 5.120 16.812 258.984
İzmit 184.960 78.564 50.935 2.180 1.435 318.074
Aidin (İzmir) 974.225 629.002 17.247 24.361 58.076 1.702.911
Bursa 1.346,387 274.530 87.932 2.788 6.125 1.717.762
Konya 1.143,335 85.320 9.426 720 15.356 1.254.157
Ankara 991.666 54.280 101.388 901 12.329 1.160.564
Trebizond 1.047,889 351.104 45.094 Tidak ada Tidak ada 1.444.087
Sivas 933.572 98.270 165.741 Tidak ada Tidak ada 1.197.583
Kastamon 1.086,420 18.160 3.061 Tidak ada 1.980 1.109.621
Adana 212.454 88.010 81.250 Tidak ada 107.240 488.954
Bigha 136.000 29.000 2.000 3.300 98 170.398
Jumlah 8.192.589 1.777.146 594.539 39.370 219.451 10.823.095
Persentase 75,7% 16,42% 5,50% 0,36% 2,03%  
Data Survei Patriak Ekumenis Konstantinopel tahun 1912
Jumlah 7.048,662 1.788.582 608.707 37.523 218.102 9.695.506
Persentase 72,7% 18,45% 6,28% 0,39% 2,25%  
Sebaran suku bangsa di Trakia Timur
Survei resmi Kesultanan Utsmaniyah tahun 1910[10]
Sanjak (distrik) Etnis Turki Etnis Yunani Etnis Bulgaria Etnis Lainnya Jumlah
Edirne 128.000 113.500 31.500 14.700 287.700
Kirk Kilisse 53.000 77.000 28.500 1.150 159.650
Tekirdağ 63.500 56.000 3.000 21.800 144.300
Gallipoli 31.500 70.500 2.000 3.200 107.200
Çatalca 18.000 48.500 Tidak ada 2.340 68.840
Konstantinopel 450.000 260.000 6.000 130.000 846.000
Jumlah 744.000 625,500 71.000 173.190 1.613.690
Persentase 46,11% 38,76% 4,40% 10,74%  
Data Survei Patriak Ekumenis Konstantinopel tahun 1912
Jumlah 604.500 655.600 71.800 337.600 1.669.500
Persentase 36,20% 39,27% 4,30% 20,22%  
Populasi umat Muslim dan non-Muslim di Turki pada rentang tahun 1914 hingga 2005[11]
Tahun 1914 1927 1945 1965 1990 2005
Muslim 12.941 13.290 18.511 31.139 56.860 71.997
Krsiten Ortodoks Yunani 1.549 110 104 76 8 3
Krsiten Ortodoks Armenian 1.204 77 60 64 67 50
Yahudi 128 82 77 38 29 27
Lainnya 176 71 38 74 50 45
Jumlah 15.997 13.630 18.790 31.391 57.005 72.120
Persentase non-Muslim 19,1% 2,5% 1,5% 0,8% 0,3% 0,2%

Etnis minoritas[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah nama-nama etnis minoritas yang terdapat di Turki :

Abdal[sunting | sunting sumber]

Suku Abdal adalah suku bangsa minoritas yang umumnya dapat ditemukan di kawasan tengah dan barat Semenanjung Anatolia. Suku Abdal masih menjalankan hidup secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Suku Abdal menuturkan bahasa argot dengan versinya sendiri. Pada umumnya suku Abdal menganut kepercayaan Syi'ah dari sekte Alevi.[12]

Orang-orang keturunan Afganistan[sunting | sunting sumber]

Orang-orang Afganistan di Turki sebagian besar berasal dari latar belakang pengungsi. Gelombang migrasi orang-orang Afganistan di Turki pertama kali terjadi pada zaman Perang Soviet–Afganistan. Jumlah orang keturunan Afganistan di Turki tidak diketahui secara pasti, namun sebuah artikel pada koran nasional Turki Hurriyet terbitan tahun 2002 menyatakan terdapat "ribuan" orang-orang keturunan Afganistan tinggal di Turki. Mayoritas orang Afganistan di Turki terdiri dari etnis Persia dan etnis Uzbek.[13]

Orang-orang keturunan Afrika[sunting | sunting sumber]

Seorang kepala kasim Kesultanan utsmaniyah yang berasal dari keturunan Afrika di tahun 1912.

Kehadiran orang-orang keturunan Afrika di Turki berawal dari sejarah perdanganan budak di Kesultanan Utsmaniyah. Budak-budak Afrika yang dibawa ke Kesultanan Utsmaniyah berasal dari Niger, Arab Saudi, Libya, Kenya, dan Sudan yang umumnya didatangkan melalui Pulau Zanzibar.[14] Wilayah dengan populasi orang keturunan Afrika di Turki adalah Kawasan Aegea, terutama İzmir, Aydın, dan Muğla. Terdapat pula komunitas orang-orang keturunan Afrika di pedesaan dan kota-kota besar di Provinsi Antalya dan Provinsi Adana.[15] Jumlah orang-orang keturunan Afrika di Turki tidak diketahui secara pasti.[16]

Etnis Albania[sunting | sunting sumber]

Laporan Dewan Keamanan Nasional Turki (bahasa Turki: Milli Güvenlik Kurulu, MGK) tahun 2008 menyatakan sekitar 1,3 juta orang yang memiliki darah keturunan Albania menetap di Turki. Lebih dari 500.000 orang keturunan Albania di Turki masih mempertahankan budaya dan bahasa Albania di kehidupan sehari-hari mereka. Menurut sumber-sumber lain orang-orang keturunan Albania di Turki mencapai 5 juta orang.[17][18] Sebagian besar dari mereka berasal dari etnis Albania Kosovo/Makedonia dan Cameria Tosk yang melarikan diri dari penganiayaan orang Yunani dan Serbia pasca Perang Balkan. Terdapat juga beberapa orang Albania dari Montenegro dan Albania di Turki.

Sebuah lembaga Turkish-Albanian Brotherhood Culture and Solidarity Association dibentuk untuk melestarikan tradisi dan budaya Albania. Lembaga ini sering mengadakan festival-festival folklor dan malam budaya Albania di Turki. Organisasi ini berpusat di Bayrampaşa di kota Istanbul dan memiliki tiga cabang yang terletak di Küçükçekmece dan terdapat di Provinsi Ankara dan Provinsi Bursa. Setiap tahun lembaga ini menyediakan kelas-kelas bahasa Albania dan menyelenggarakan perayaan-perayaan untuk memperingati kemerdekaan Albania.

Etnis Arab[sunting | sunting sumber]

Jumlah orang-orang keturunann Arab di Turki berkisar antara 800.000 hingga satu juta jiwa. Sebagian besar etnis Arab di Turki tinggal di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Suriah, terutama di daerah Hatay dimana orang-orang Arab menyusun dua pertiga dari populasi di Hatay. Sebagian besar dari etnis Arab ini menganut agama Islam aliran ahlus sunnah wal jamaah, sebgaian lainnya menganut agama Islam Syi'ah dari sekte Alawi.[19]

Etnis Armenia[sunting | sunting sumber]

Para pengungsi etnis Armenia yang menjadi tawanan perang pada tahun 1915.

Suku bangsa Armenia adalah penduduk asli dataran tinggi Armenia yang sekarang wilayahnya terbagi menjadi wilayah kedaulatan Republik Turki, Republik Armenia, bagian selatan dari negara Georgia, wilayah barat dari negara Azerbaijan, dan bagian barat laut negara Iran.[20] Pada tahun 1880 pemerintah Turki melarang penggunakaan kata "Armenia" di kalangan pers, buku-buku sekolah, dan pemerintahan. Pemerintah Turki mengganti kata "Armenia" dengan istilah lain seperti Anatolia Timur atau Kurdistan bagian Utara.[21][22][23][24] Populasi orang keturunan Armenia di Turki telah mengalami penurunan yang signifikan akibat peristiwa Pembantaian Hamidian dan Genosida Armenia. Diperkirakan lebih dari satu setengah juta etnis Armenia menjadi korban jiwa dalam peristiwa Pembantaian Hamidian dan Genosida Armenia. Sebelum terjadinya genosida, etnis Armenia di Turki pada tahun 1914 tercatat berjumlah 1.914.620 jiwa.[25][26]

Sebelum pecahnya peristiwa genosida terhadap etnis Armenia, diketahui terdapat 2.300 buah bangunan gereja berdiri dan 700 buah sekolah dibanguan dengan jumlah siswa sekitar 82.000 orang.[27] Angka ini belum termasuk jumlah bangunan gereja dan sekolah dari denominasi Protestan dan Paroki Katolik Armenia.[27] Setelah peristiwa genosida etnis Armenia berakhir, diperkirakan 200.000 orang etnis Armenia tersisa di Turki.[28] Saat ini diperkirakan jumlah etnis Armenia di Turki berjumlah sebesar 40.000 hingga 70.000 jiwa.[29][30]

Saat Turki memasuki babak baru sebagai negara Republik sekuler dan mulai membuat berbagai kebijakan untuk mencoba menghapuskan warisan kebudayaan Armenia di Turki. Contoh dari kebijakan-kebijakan tersebut antara lain adalah pemaksaan menggunakan nama belakang ala Turki, perubahan nama-nama geografis, penyitaan properti, hingga penggantian nama binatang.[31] Orang-orang etnis Armenia di Turki sekarang banyak terkonsentrasi di kota paling besar di Turki, Istanbul. Sebagian besar orang-orang etnis Armenia di Turki menjalankan media cetak koran dan sekolah. Mayoritas orang Armenia di Turki menganut agama Kristen Ortodoks Armenia, sebagian kecil lainnya menganut agama Kristen Katolik, Gereja Injili Armenia.[27]

Asiria[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa Asiria dulunya pernah menjadi suku bangsa minoritas dengan jumlah yang signifikan di Kesultanan Utsmaniyah. Namun, akibat terjadinya peristiwa genosida Asiria selama Perang Dunia yang Pertama, banyak orang-orang dari etnis Asiria dibunuh, dideportasi, atau melarikan diri dari wilayah Turki.[32] Terdapat pula orang-orang etnis Asiria yang bertahan hidup di bawah pemerintahan Turki, mereka ini adalah komunitas Asiria yang menjadi pribumi di wilayah bagian tenggara Turki dan kota Istanbul (meskipun banyak juga suku bangsa minoritas lain yang mengalami hal yang serupa, seperti etnis Armenia dan etnis Yunani). Jumlah populasi etnis Asiria di Turki diperkirakan sekitar 30.000 orang.[33]

Etnis Bosnia[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa Bosnia adalah termasuk kaum minoritas etnis yang tergolong cukup dominan di Turki. Keberadaan etnis Bosnia dapat ditemukan dengan mdah di negara ini. Di kota-kota besar seperti İstanbul, Eskişehir, Ankara, İzmir, atau Adana sangat mudah untuk ditemui distrik, jalan, toko-toko, atau rumah makan yang menggunakan nama-nama seperti Bosna, Yenibosna, Mostar, atau Novi Pazar yang identik dengan negara Bosnia dan Herzegovina.[34] Meskipun jumlah etnis Bosnia di Turki terbilang cukup banyak, namun sangat sulit untuk menentukan berapa jumlah pasti populasi suku bangsa Bosnia di Turki. Beberapa peneliti asal Bosnia menyatakan bahwa jumlah populasi orang Bosnia di Turki mencapai empat juta jiwa. Para politisi di Turki menyadari akan eksistensi etnis Bosnia di Turki. Pada tahun 2010 Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoğlu mengatakan "Terdapat lebih banyak orang keturunan Bosnia tinggal di Turki dibandingkan dengan yang tinggal di Bosnia dan Herzegovina."[35]

Suku bangsa Britania Raya[sunting | sunting sumber]

Terdapat sekitar 34.000 orang yang berasal dari Britania Raya (Briton) yang tinggal di Turki.[36] Sebagian besar dari mereka adalah warga negara Britania Raya yang menikah dengan pasangan orang Turki. Orang Britania Raya yang tinggal di Turki umumnya adalah pelajar dan ekspatriat yang bekerja di berbagai bidang industri.[37]

Etnis Bulgaria[sunting | sunting sumber]

Terdapat sejumlah orang etnis Bulgaria di Turki yang sebagian besar terdiri dari orang-orang dari suku bangsa Pomak dan sebagian kecil lainnya adalah orang-orang etnis Bulgaria yang beragama Krsiten Ortodoks.[38][39][40] Menurut seorang ahli etnologi, terdapat sekitar 300.000 jiwa etnis Pomak di Turki yang menuturkan bahasa Bulgaria sebagai bahasa ibu mereka.[41] Sangat sulit mengetahui jumlah pasti orang Bulgaria khususnya etnis Pomak di Turki karena banyak orang Pomak yang sudah berintegrasi dan berasimilasi dengan budaya dan bahasa setempat.[42] Menurut laporan Milliyet dan Berita Harian Turki, jumlah etnis Pomak dan orang Pomak yang sudah berasimilasi dengan etnis Turki berjumlah sekitar 600.000 jiwa.[43][42] Menurut Kementerian Urusan Luar Negeri Bulgaria terdapat komunitas Kristen Ortodoks Bulgaria di Turki dengan jumlah sekitar 500 orang.[44]

Suku Bangsa Turki dari Asia Tengah[sunting | sunting sumber]

Suku Kazakh[sunting | sunting sumber]

Terdapat sekitar 30.000 orang keturunan Kazakh menetap di Zeytinburnu, di kota Istanbul. Selain di Istnabul komunitas orang Kazakh juga terdapat di wilayah lainnya di Turki, seperti di wilayah Manisa di kota Konya. Gelombang migrasi orang-orang Kazakh ke Turki terjadi pada tahun 1969 dan 1954. Pada mulanya mereka menetap di wilayah Salihi, Develi, dan Altay.[45] Terdapat beebrapa organisasi bagi para keturunan Kazakh di Turki, seperti Yayasan Kazakh-Turki (bahasa Turki: Kazak Türkleri Vakfı)[46] dan Organisasi Diaspora Kazakh di Turki (bahasa Turki: Kazak Kültür Derneği).[47]

Kirgiz[sunting | sunting sumber]

Kawasan sekitar Danau Van di Turki adalah rumah bagi pengungsi etnis Kirgiz dari Afganistan.[48] Turki menjadisalah satu tujuan tempat pengungsian bagi para pengungsi etnis Kirgiz selama Perang Soviet–Afganistan.[49] Terdapat sebuah organisasi bagi etnis Kirgiz di Turki yang bernama Persahabatan dan Masyarakat Budaya Kirgiztan (bahasa Kirgiz: Кыргызстан Достук жана Маданият Коому, bahasa Turki: Kırgızistan Kültür ve Dostluk Derneği Resmi Sitesi).[50] Tidak diketahui secara pasti jumlah etnis Kirgiz di Turki.

Uzbek[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa Uzbek berjumlah sekitar 45.000 jiwa di Turki. Pada dekade 1800-an wilayah utara Bogrudelik di Konya dikuasai oleh orang Tatar Bukharlyks. Pada tahun 1981 gelombang pengungsi dari etnis Uzbek di wilayah Pakistan bermigrasi ke Turki. Pemukiman pertama mereka terletak di Kayseri, Izmir, Ankara, dan Zeytinburnu.[45]

Uighur[sunting | sunting sumber]

Terdapat sekitar 50.000 jiwa etnis Uighur di Turki.[51] Kota Kayseri menerima sejumlah pengungsi etnis Uighur melalui Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi pada rentang tahun 1966 hingga 1967. Komunitas Uighur dapat ditemui di kota Istanbul. Kantong populasi etnis Uighur di Istanbul terletak di distrik Küçükçekmece, Sefaköy, dan Zeytinburnu. Terdapat dua buah masjid (masjid Tuzla dan masjid Zeytinburnu) yang digunakan komunitas Uighur di Istanbul.[52][53] Pada tahun 2015 pemerintah Turki membuka diri untuk menerima pengungsi Uighur yang tinggal di Thailand. Keputusan Turki untuk membuka diri bagi etnis Uighur ini ditentang oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok.[54]

Sirkasia[sunting | sunting sumber]

Menurut laporan laporan surat kabar Turki, Milliyet, ada sekitar 2,5 juta etnis Sirkasia tinggal di Turki.[43] Namun, menurut laporan Uni Eropa terdapat tiga hingga lima juta keturunan Sirkasia di Turki.[55] Kelompok etnis lain seperti Abazin dan Abkhaz seringkali digolongkan sebagai suku bangsa Sirkasia. Orang-orang Sirkasia adalah imigran dari kawasan Kaukasus. Etnis Sirkasian di Turki sudah berasimilasi dengan bahasa dan budaya Turki. Sebagian besar orang Sirkasia menganut agama Islam Sunni dengan mazhab Hanafi.[56]

Etnis Yunani[sunting | sunting sumber]

Orang-orang keturunan Yunani di Turki sebagian besar tinggal di Istanbul, Kepulauan Pangeran, Pulau Imbros, dan Pulau Tenedos (bahasa Turki: Gökçeada dan Bozcaada). Komunitas keturunan Yunani di Istnabul berjumlah sekitar 67.550 jiwa di tahun 1955. Namun, peristiwa Kerusuhan Istanbul pada tanggal 6 dan 7 September 1955 menyebabkan sejumlah kasus persekusi terhadap etnis minoritas Yunani di kota Istanbul sehingga membuat beberapa etnis Yunani menjadi korban jiwa dan ribuan lainnya keluar dari negara Turki. Laporan tahun 2006 menyatakan etnis Yunani hanya tersisa sekitar 2.500 orang saja.[57]

Tahun Jumlah
1923 80.000–100.000
1955 48.000
1978 7.000[58]
2006 2.500[57]

Etnis Yahudi[sunting | sunting sumber]

Bangsa Yahudi hadir di Turki sejak abad ke-5 Masehi. Terdapat pula gelombang migrasi orang-orang Yahudi dari kawasan Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) ketika masa Kesultanan Utsmaniyah berkuasa di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Turki. Sebagian besar orang Turki keturunan Yahudi telah bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat, namun masih terdapat populasi orang Yahudi yang bertahan tinggal Turki. Etnis Yahudi di Turki diperkirakan berjumlah sekitar 17.400 sampai 18.000 jiwa.[59][60] Sebagian besar orang-orang Yahudi di Turki berasal dari subetnis Yahudi Sefardim dengan persentase sebesar 96% dari keseluruhan populasi Yahudi yang ada di Turki. Sebagian kecil orang Yahudi lainnya di Turki berasal dari subetnis Yahudi Ashkenazi.[61]

Sebagian besar etnis Yahudi menetap di kota Istanbul. Terdapat juga komunitas orang Yahudi di kota İzmir dengan total sekitar 2.300 jiwa dan terdapat sekitar seratus orang Yahudi di Kota Ankara, Bursa, dan Adana. Sebagian orang Yahudi mencari nafkah dibidang indsutri, insinyur, kerajianan seni, dan berdagang. Terdapat 100 orang keturunan Yahudi dari sekte Yahudi Karait menetap di Turki, namun kebanyakan dari orang Yahudi Karait ini tidak ikut berintegrasi dengan kelompok Yahudi lainnya.[61]

Kurdi[sunting | sunting sumber]

Peta sebaran populasi etnis Kurdi di seluruh wilayah negara Turki.[62]

Suku bangsa Kurdi (bahasa Kurdi: Kurdên li Tirkiyeyê; bahasa Turki: Türkiye'deki Kürtler) adalah kelompok etnis minoritas terbesar di Republik Turki. Menurut beberapa survei, jumlah orang Kurdi di Turki menyusun sekitar 15,7% hingga 25%[63] dari total populasi penduduk Turki.[63] Menurut organisasi Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICHEF) terdapat sekitar 10% hingga 30% etnis Kurdi di seluruh Turki. [64] Tidak seperti orang Turki pada umumnya, orang-orang Kurdi berbicara dalam bahasa Kurdi yang tergolong kedalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Orang-orang keturunan Kurdi terdapat di seluruh wilayah kedaulatan Turki, tetapi sebagian besar terkonsentrasi di bagian timur dan tenggara Turki, terutama di wilayah Kurdistan Utara.[65]

Etnis Kurdi di Turki banyak melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Republik Turki. Pemberontakan ini didasari atas ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh orang-orang Kurdi di Turki. Menurut catatan sejarah militer Turki, pemberontakan etnis Kurdi di Turki telah terjadi di Semenanjung Anatolia selama lebih daru dua abad lalu. Pemberontakan etnis Kurdi kembali terjadi pada masa dekade-dekade akhir berdirinyaKesultanan Utsmaniyah. Konfik antara pemerintah Turki dan orang-orang Kurdi pada zaman modern dimulai pada tahun 1922 sejak kemunculan gerakan nasionalisme Kurdi dan bersamaan dengan pembentukan Republik Turki.[66] Pada tahun 1925, dibentuk sebuah gerakan separatis yang menuntut Kurdistan merdeka dari Turki. Gerakan ini dipimpin oleh Shaikh Said Piran.[67][68] Sampai sekarang konflik antara kelompok etnis Kurdi dan Republik Turki masih berlangsung.[69]

Agama Minoritas[sunting | sunting sumber]

Ateis[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar dari penduduk Turki menganut agama Islam. Meskipun begitu terdapat pula kelompok orang-orang yang tidak menganut suatu agama apapun di Turki. Keberadaan orang tanpa agama (Ateis atau Agnostisik) di Turki termasuk sebagai hal yang tidak umum.[70][71] Memetakan dan menghitung populasi orang yang tidak beragama di Turki bukanlah perkara yang mudah, hal ini disebabkan oleh kategori 'tidak beragama' tidak diperhitungkan dalam sensus penduduk nasional di Turki. Laporan sebuah lembaga survei tahun 2013 menunjukkan 4.500.000 penduduk Turki merupakan orang-orang yang tidak beragama. Dari lembaga survei yang sama melaporkan bahwa di tahun 2015 jumlah orang yang mengaku tidak beragama mengalami peningkatan menjadi sekitar 5.500.000 orang atau dengan kata lain 9,4% dari keseluruhan penduduk Turki adalah kaum tidak beragama. Dari 85% orang-orang yang mengaku tidak memiliki agama tersebut adalah golongan yang terbilang muda, yaitu dibawah umur 35 tahun.[72]

Karena kerap mendapatkan sentimen negatif dari sebagian besar masyarakat Turki, komunitas orang-orang tidak beragama ini umumnya berkomunikasi satu sama lain melalui media internet.[73][74][75] Di Turki terdapat sebuah organisasi bagi para kaum yang tidak mempercayai agama bernama Asosiasi Ateisme Turki (Ateizm Dernegi) yang didirikan pada tahun 2014.[76] Organisasi ini adalah lembaga ateis pertama yang ada di kawasan Timur Tengah dan Kaukasus.[75]

Bahá'í[sunting | sunting sumber]

Kediaman pendiri agama Baha'i, Bahá'u'lláh, selama masa pengasingannya di Edirne.

Penganut kepercayaan Baha'i adalah tergolong mikro minoritas di Turki. Terdapat sekitar 10.000 jiwa penganut kepercayaan Baha'i di Turki. Turki menyimpan sejarah panjang mengenai kepercayaan Baha'i. Pendiri agama Baha'i, Bahá'u'lláh diasingkan di kota Konstantinopel dan Adrianopel (Istanbul dan Edirne) yang pada saat itu adalah termasuk wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah. Di tempat pengasingannya ini Bahá'u'lláh banyak menuangkan pemikiran-pemikiran dan hal yang dianggap sebagai wahyu dalam bentuk tulisan. [77][78] Sampai saat ini kota Istanbul dan Edirne dianggap sebagai tempat suci bagi para penganut agama Baha'i di seluruh dunia.[78]

Kristen[sunting | sunting sumber]

Agama Kristen telah hadir jauh lebih dulu daripada agama Islam yang menjadi agama sebagian besar penduduk Turki saat ini. Agama Kristen memiliki sejarah panjang di wilayah Asia Kecil dan dataran tinggi Armenia yang kini masuk kedalam wilayah kekuasaan negara Turki. Turki menjadi tempat lahirnya beberapa orang suci dan salah satu dari dua belas murid Yesus. Tokoh-tokoh Kristen tersebut antara lain adalah Paulus dari Tarsus, Santo Timotius, Santo Nikolas dari Myra, Santo Polikarpus., dan masih banyak lainnya.[79][80]

Jumlah orang Kristen di Turki mengalami penurunan yang sangat signifikan pada rentang tahun 1914 hingga 1927. Tercatat jumlah penganut agama Kristen di tahun 1914 adalah 19% dari total penduduk Turki dan menyusut tajam menjadi hanya 2,5% saja di tahun 1927.[15] Hal ini terjadi karena perubahan struktur demografi Turki akibat dampak Perang Dunia Pertama. Gelombang emigrasi orang-orang Kristen yang tinggal Turki; seperti orang Asiria, orang Yunani, orang Armenia dan lain-lain; ke luar meninggalkan Turki ke negara lain (sebagian besar ke benua Eropa dan benua Amerika). Saat ini tercatat ada sekitar 160.000 atau 0,2% penganut agama Kristen dengan berbagai denominasi menetap di Turki.

Kristen Ortodoks[sunting | sunting sumber]

Sebuah Gereja Ortodoks Armenia di kota Vakifli, Turki.

Sebagian besar pemeluk agama Kristen di Turki adalah kaum Kristen Ortodoks yang terdiri dari berbagai macam denominasi.[51] Terdapat sekitar 80.000 jemaat Gereja Ortodoks Oriental, sekitar 18.000 orang menjadi jemaat Gereja Antiokhia Yunani, dan 5.000 orang jemaat Gereja Ortodoks Yunani.[4] Wilayah Hatay, Antakya, dan kota Istanbul adalah pusat kantong populasi orang Krsiten Ortodoks di Turki. [15][51]

Terdapat pula sebagian kecil orang Turki yang menganut agama Kristen Ortodoks, kebanyakan dari mereka bergabung menjadi jemaat Gereja Ortodoks Yunani ataupun Gereja Ortodoks Siria. Orang-orang Turki yang menganut agama Kristen ini banyak terdapat di kota Istanbul dan Kota İzmir, Orang Turki Kristen seringkali salah dianggap sebagai orang Yunani. Sebagian dari mereka memang memiliki latar belakang keturunan Yunani, namun secara etnis mereka adalah termasuk kedalam golongan orang Turki. Populasi orang Kristen Turki ini terbentuk sejak zaman Kekhalifaan Utsmaniyah, mereka berasal dari orang-orang Turki asli yang menolak untuk masuk Islam. [81] Tercatat ada 236 buah gereja yang aktif melakukan pelayanan di seluruh wilayah negara Turki.

Katolik[sunting | sunting sumber]

Teradapat sekitar 35.000 orang penganut Katolik di negara Turki atau sekitar 0,05% dari total populasi penduduk Turki. Gereja Katolik yang terdapat di Turki umumnya adalah Gereja Katolik ritus latin, Gereja Katolik Kaldea, Gereja Katolik Armenia, dan Gereja Katolik Bizantin. Pemeluk agama Katolik banyak ditemukan di kota Istanbul.[82][83]

Protestanisme[sunting | sunting sumber]

Kelompok protestan di Turki menyusun sebagian kecil dari populasi penganut agama Kristen di Turki. Terdapat tiga buah Gererja Protestan Armenia yang berdiri sejak abad ke-19 Masehi.[84] Konstitusi negara Turki mengakui keberadaan agama Kristen di Turki.[85]

Yudaisme[sunting | sunting sumber]

Sebuah lukisan yang menggambarkan seorang laki-laki Yahudi Sefardim pada masa Kesultanan Utsmaniyah tahun 1779.

Bangsa Yahudi hadir di Turki sejak abad ke-5 Masehi. Terdapat pula gelombang migrasi orang-orang Yahudi dari kawasan Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) ketika masa Kesultanan Utsmaniyah berkuasa di wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Turki. Sebagian besar orang Turki keturunan Yahudi telah bermigrasi ke Israel dan Amerika Serikat, namun masih terdapat populasi orang Yahudi yang bertahan tinggal Turki. Orang Yahudi di Turki diperkirakan berjumlah sekitar 17.400 sampai 18.000 jiwa.[59][60] Sebagian besar orang-orang Yahudi di Turki berasal dari subetnis Yahudi Sefardim dengan persentase sebesar 96% dari keseluruhan populasi Yahudi yang ada di Turki. Sebagian kecil orang Yahudi lainnya di Turki berasal dari subetnis Yahudi Ashkenazi.[61]

Sebagian besar orang-orang Yahudi menetap di kota Istanbul. Terdapat juga komunitas etnis Yahudi di kota İzmir dengan total sekitar 2.300 jiwa dan terdapat sekitar seratus orang Yahudi di Kota Ankara, Bursa, dan Adana. Sebagian orang Yahudi mencari nafkah dibidang indsutri, insinyur, kerajianan seni, dan berdagang. Terdapat 100 orang keturunan Yahudi dari sekte Yahudi Karait menetap di Turki, namun kebanyakan dari orang Yahudi Karait ini tidak ikut berintegrasi dengan kelompok Yahudi lainnya.[61]

Lembaga pendidikan ala Yahudi dapat ditemui di beberapa tempat di Turki. Terdapat satu sekolah Yahudi di Istanbul dan juga satu sekolah Yahudi lainnya di kota İzmir. Kursus untuk membaca dan mendalami isi kandungan Talmud dan Taurat juga terdapat di Turki. Komunitas Yahudi di Turki menjalankan sebuah media cetak berupa koran berbahasa Turki dan Ladino sebagai media informasi antara anggota komunitas. Fasilitas tempat ibadah dapat ditemui di kota-kota yang menjadi kantong populasi Yahudi di Turki. Terdapat 17 buah sinagoga di kota Istanbul dan 10 buah sinagoga di kota İzmir. Di dua kota ini juga komunitas Yahudi memproduksi makanan yang memenuhi kriteria kosher untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.[61]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ CIA World Factbook: Turkey
  2. ^ "Who are the Kurds?". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2017-10-31. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  3. ^ Saunders, Robert A. (2011). Ethnopolitics in Cyberspace: The Internet, Minority Nationalism, and the Web of Identity (dalam bahasa Inggris). Lexington Books. ISBN 9780739141946. 
  4. ^ a b c sitesi, milliyet.com.tr Türkiye'nin lider haber. "Türkiye'deki Kürtlerin sayısı!". MİLLİYET HABER - TÜRKİYE'NİN HABER SİTESİ. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  5. ^ sitesi, milliyet.com.tr Türkiye'nin lider haber. "Türkiye'deki Kürtlerin sayısı!". MİLLİYET HABER - TÜRKİYE'NİN HABER SİTESİ. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  6. ^ "Alleged Coup Leader in Turkey 'Born in Kosovo' :: Balkan Insight". www.balkaninsight.com. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  7. ^ "TRT - Anasayfa". TRT (dalam bahasa Turki). Diakses tanggal 2017-12-11. 
  8. ^ "Turkey 'to allow Kurdish lessons'". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2012-06-12. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  9. ^ Pentzopoulos, Dimitri (2002). The Balkan exchange of minorities and its impact on Greece. C Hurst & Co. hlm. 29–30. ISBN 978-1-85065-702-6. 
  10. ^ Pentzopoulos, Dimitri (2002). The Balkan exchange of minorities and its impact on Greece. C. Hurst & Co. Publishers. hlm. 31–32. ISBN 978-1-85065-702-6. 
  11. ^ Icduygu, A., Toktas, S., & Soner, B. A. (2008). The politics of population in a nation-building process: Emigration of non-Muslims from Turkey. Ethnic and Racial Studies, 31(2), 358-389.
  12. ^ Abdal by Peter Alford Andrews pages 435 to 438 in Ethnic groups in the Republic of Turkey / compiled and edited by Peter Alford Andrews, with the assistance of Rüdiger Benninghaus (Wiesbaden : Dr. Ludwig Reichert, 1989) ISBN 3-88226-418-7
  13. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-06-01. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  14. ^ "Turks with African ancestors want their existence to be felt". 2008-08-27. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  15. ^ a b c "Yerleşim Yerleri ve Göç". Afroturk.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 February 2009. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  16. ^ Afrika'nın kapıları İzmir'e açılıyor Diarsipkan 17 February 2009 di Wayback Machine., Yeni Asır, 21 November 2008. Diakses tanggal 2017-12-10.
  17. ^ http://sablon.sdu.edu.tr/dergi/sosbilder/dosyalar/27/OS_16.pdf
  18. ^ Robert A. Saunders. Ethnopolitics in Cyberspace: The Internet, Minority Nationalism, and the Web of Identity. Lexington Books. hlm. 98. 
  19. ^ Turkey: A Country Study, Federal Research Division, Kessinger Publishing, June 30, 2004 - 392 pages. Page 140 [1].
  20. ^ Modern History of Armenia in the Works of Foreign Authors [Novaya istoriya Armenii v trudax sovremennix zarubezhnix avtorov], edited by R. Sahakyan, Yerevan, 1993, p. 15 (in Russian)
  21. ^ Blundell, Roger Boar, Nigel (1991). Crooks, crime and corruption. New York: Dorset Press. hlm. 232. ISBN 9780880296151. 
  22. ^ Balakian, Peter. The Burning Tigris: The Armenian Genocide and America's Response. HarperCollins. hlm. 36. ISBN 9780061860171. 
  23. ^ Books, the editors of Time-Life (1989). The World in arms : timeframe AD 1900-1925 (edisi ke-U.S.). Alexandria, Va.: Time-Life Books. hlm. 84. ISBN 9780809464708. 
  24. ^ K. Al-Rawi, Ahmed (2012). Media Practice in Iraq. Palgrave Macmillan. hlm. 9. ISBN 9780230354524. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  25. ^ history.com/books/Arm-pop-Ottoman-Emp.pdf THE POPULATION OF THE OTTOMAN ARMENIANS by Justin McCarthy
  26. ^ Raymond H. Kevorkian and Paul B. Paboudjian, Les Arméniens dans l'Empire Ottoman à la vielle du génocide, Ed. ARHIS, Paris, 1992
  27. ^ a b c Bedrosyan, Raffi (August 1, 2011). "Bedrosyan: Searching for Lost Armenian Churches and Schools in Turkey". The Armenian Weekly. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  28. ^ "ONLY 200,000 ARMENIANS NOW LEFT IN TURKEY". New York Times. October 22, 1915. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  29. ^ Turay, Anna. "Tarihte Ermeniler". Bolsohays: Istanbul Armenians. Diakses tanggal 2017-12-11.  Hapus pranala luar di parameter |publisher= (bantuan)
  30. ^ Hür, Ayşe (2008-08-31). "Türk Ermenisiz, Ermeni Türksüz olmaz!". Taraf (dalam bahasa Turkish). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-09-02. Diakses tanggal 2017-12-11. Sonunda nüfuslarını 70 bine indirmeyi başardık. 
  31. ^ "Turkey renames 'divisive' animals". BBC. 8 March 2005. Diakses tanggal 16 January 2013. Animal name changes: Red fox known as Vulpes Vulpes Kurdistanica becomes Vulpes Vulpes. Wild sheep called Ovis Armeniana becomes Ovis Orientalis Anatolicus Roe deer known as Capreolus Capreolus Armenus becomes Capreolus Cuprelus Capreolus. 
  32. ^ Hovannisian, Richard G. (2007). The Armenian Genocide: Cultural and Ethical Legacies (dalam bahasa Inggris). Transaction Publishers. ISBN 9781412806190. 
  33. ^ Refugees, United Nations High Commissioner for. "Refworld | World Directory of Minorities and Indigenous Peoples - Turkey : Assyrians". Refworld (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-11. 
  34. ^ Bernard Lewis. The Emergence of Modern Turkey. hlm. 87. 
  35. ^ http://www.todayszaman.com/news-313388-the-impact-of-bosnians-on-the-turkish-stateby-karol-kujawa-.html
  36. ^ Brits Abroad: BBC
  37. ^ Yavuz, Hande. "The Number Of Expats Has Reached 26,000". Capital. 
  38. ^ The Balkans, Minorities and States in Conflict (1993), Minority Rights Publication, by Hugh Poulton, p. 111.
  39. ^ Richard V. Weekes; Muslim peoples: a world ethnographic survey, Volume 1; 1984; p.612
  40. ^ Raju G. C. Thomas; Yugoslavia unraveled: sovereignty, self-determination, intervention; 2003, p.105
  41. ^ Gordon, Raymond G. Jr., ed. (2005). "Languages of Turkey (Europe)". Ethnologue: Languages of the World (edisi ke-Fifteenth). Dallas, Texas: SIL International. ISBN 978-1-55671-159-6. 
  42. ^ a b "Trial sheds light on shades of Turkey". Hurriyet Daily News and Economic Review. 2008-06-10. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-03-23. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  43. ^ a b "Milliyet - Turkified Pomaks in Turkey" (dalam bahasa Turki). www.milliyet.com.tr. Diakses tanggal 2017-12-11. 
  44. ^ "Българската общност в Република Турция "
  45. ^ a b Espace populations sociétés. Université des sciences et techniques de Lille, U.E.R. de géographie. 2006. hlm. 174. 
  46. ^ Kazak Türkleri Vakfı Resmi Web Sayfası http://www.kazakturklerivakfi.org/index.php?limitstart=118.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  47. ^ Kazak Kültür Derneği http://www.kazakkultur.org/.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  48. ^ Lonely Planet (1 June 2014). Great Adventures. Lonely Planet Publications. ISBN 978-1-74360-102-0. 
  49. ^ Finkel, Michael (February 2013). "Wakhan Corridor". National Geographic. Diakses tanggal 30 August 2016. 
  50. ^ Кыргызстан Достук жана Маданият Коому (Kırgızistan Kültür ve Dostluk Derneği Resmi Sitesi) https://web.archive.org/web/20131008052336/http://www.kyrgyzstan.org.tr/tr.html. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-11.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  51. ^ a b c "ISIL recruits Chinese with fake Turkish passports from Istanbul". BGNNews.com. Istanbul. April 9, 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-12-11. 
  52. ^ S. Frederick Starr (4 March 2015). Xinjiang: China's Muslim Borderland. Routledge. hlm. 391–. ISBN 978-1-317-45137-2. 
  53. ^ J. Craig Jenkins; Esther E. Gottlieb (31 December 2011). Identity Conflicts: Can Violence be Regulated?. Transaction Publishers. hlm. 108–. ISBN 978-1-4128-0924-5. 
  54. ^ Indonesia, CNN. "Turki Terima Ratusan Warga Uighur, China Meradang". CNN Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-11. 
  55. ^ Bernard Lewis. The Emergence of Modern Turkey. hlm. 94. 
  56. ^ "The History of Circassians". ccat.sas.upenn.edu. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  57. ^ a b "Radikal-çevrimiçi / Yaşam / 6-7 Eylül Olayları (3)". 2008-09-16. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  58. ^ Kilic, Ecevit (2008-09-07). "Sermaye nasıl el değiştirdi?". Sabah (dalam bahasa Turkish). Diakses tanggal 2008-12-25. 6-7 Eylül olaylarından önce İstanbul'da 135 bin Rum yaşıyordu. Sonrasında bu sayı 70 bine düştü. 1978'e gelindiğinde bu rakam 7 bindi. 
  59. ^ a b "Turkey Virtual Jewish History Tour". www.jewishvirtuallibrary.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-12. 
  60. ^ a b Maltz, Judy (2016-04-15). "Why Jews in Terror-stricken Turkey Aren't Fleeing to Israel – Yet". Haaretz (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-12. 
  61. ^ a b c d e Congress, World Jewish. "Community in Turkey". www.worldjewishcongress.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  62. ^ "Kürt Meselesi̇ni̇ Yeni̇den Düşünmek" (PDF). KONDA. July 2010. hlm. 19–20. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  63. ^ a b Sandra Mackey , “The reckoning: Iraq and the legacy of Saddam”, W.W. Norton and Company, 2002. Excerpt from pg 350: “As much as 25% of Turkey is Kurdish.”
  64. ^ [2][3] UNICEF Children in the Population
  65. ^ "Kurdistan-Turkey". GlobalSecurity.org. 2007-03-22. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  66. ^ Birand, Mehmet Ali (2017-12-12). "How many Kurdish uprisings till today?". Turkish Daily News. Diakses tanggal 2008-07-30.  Diterjemahkan dari bahasa Turki oleh Nuran İnanç.
  67. ^ (Olson 2000)
  68. ^ (Olson 1989)
  69. ^ Gurbuz, Mustafa (2017-03-21). "Analysis | Turkey's Kurdish conflict has surged again. Here is why". Washington Post (dalam bahasa Inggris). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  70. ^ "Opinion". The Telegraph (dalam bahasa Inggris). 2016-03-16. ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  71. ^ "Araştırma: Türkiye'nin yüzde 95'i tanrıya inanıyor, yüzde 74'ü 'dindar' - Diken". Diken (dalam bahasa Inggris). 2017-04-19. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  72. ^ "Atheists raising their voice in Turkey amid polarized reactions". Hürriyet Daily News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  73. ^ (www.dw.com), Deutsche Welle. "Uneasy neighbors in Turkey: atheism and Islam | Europe | DW | 26.05.2015". DW.COM (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  74. ^ Jones, Dorian. "Turkey's Atheists Face Hostilities, Death Threats". VOA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  75. ^ a b "Atheists, the "Ultimate Other" in Turkey | Inter Press Service". www.ipsnews.net. Diakses tanggal 2017-12-10. 
  76. ^ "The first Atheist Association in Turkey is founded". turkishatheist.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  77. ^ "The Bahá'í Faith in Turkey". bahai-library.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  78. ^ a b "Baha'i Holy Places in Turkey - Bahai Kutsal Yerleri - Resmi Web Sitesi - Ana Sayfa". hp.bahaitr.org (dalam bahasa Turki). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  79. ^ Online, Catholic. "Saints & Angels - Catholic Online". Catholic Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  80. ^ Phd, Verling Chako Priest (2012-03). Paulus of Tarsus: A Man Driven by the Word (dalam bahasa Inggris). Trafford Publishing. ISBN 9781466920910. 
  81. ^ "Turkish Protestants still face "long path" to religious freedom". The Christian Century (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-10. 
  82. ^ "Turkey". U.S. Department of State (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-12. 
  83. ^ "Archdiocese of Izmir, Turkey". GCatholic. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  84. ^ "German Site on Christians in Turkey". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2017-12-12. 
  85. ^ "Le gouvernement turc va restituer des biens saisis à des minorités religieuses". La Croix (dalam bahasa Prancis). 2011-08-29. ISSN 0242-6056. Diakses tanggal 2017-12-12.