Hisyam bin Abdul-Malik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hisyām bin ‘Abdul-Malik
هشام بن عبد الملك
2هشام بن عبد الملك.png
Kaligrafi Hisyām ibn ‘Abdul-Malik
Khalifah
Berkuasa26 Januari 724 – 6 Februari 743
(19 tahun, 11 hari)
PendahuluYazid bin 'Abdul Malik
PenerusAl-Walid bin Yazid
Lahir691
Wafat6 Februari 743 (usia 52)
WangsaUmayyah (Marwani)
Nama lengkap
Hisham ibn Abd al-Malik ibn Marwan
Ayah'Abdul Malik bin Marwan
IbuFatimah binti Hisyam[1]
AnakMaslamah
Mu'awiyah
Sa'id
Sulayman
Siria (damasco), califfo hisham, dirhem omayyade, 724-743.JPG

Hisyam bin 'Abdul-Malik (691743; umur 51–52 tahun; Arab: هشام بن عبد الملك‎) adalah khalifah yang berkuasa sejak tahun 724 sampai 743. Dia berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani. Hisyam juga merupakan putra terakhir 'Abdul Malik yang menjadi khalifah. Di antara para khalifah Umayyah yang berkuasa dari Syria, Hisyam menjadi satu dari tiga khalifah yang memiliki masa kekuasaan terlama, dua yang lain adalah Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan 'Abdul Malik bin Marwan.

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Hisyam lahir pada tahun 691 di masa kekuasaan ayahnya, 'Abdul Malik bin Marwan. Kedua orangtuanya telah bercerai. Saat 'Abdul Malik bertempur melawan pasukan Mush'ab dan berhasil membunuhnya, berita kelahiran Hisyam sampai kepada 'Abdul Malik, dan itu diyakini sebagai pertanda baik. 'Abdul Malik memberinya nama Manshur, tetapi sang ibu, wanita dari Bani Makzhum, memberinya nama Hisyam yang merupakan nama ayahnya. 'Abdul Malik tidak menentangnya dan putra mereka akhirnya dinamai Hisyam.

Sebelum menjabat sebagai khalifah, Hisyam tinggal di istana Damaskus tanpa memegang jabatan penting di pemerintahan. Saat saudaranya seayah, Khalifah Sulaiman, menderita sakit parah, Raja' bin Haiwah mengumumkan keputusan khalifah bahwa 'Umar bin 'Abdul 'Aziz akan menjadi khalifah setelahnya, kemudian diikuti Yazid bin 'Abdul Malik. Hisyam menentang keputusan tersebut, tetapi kemudian mematuhinya setelah Raja' mengancam akan menggunakan kekerasan pada pihak yang menentang keputusan tersebut. Saat berada di atas mimbar, 'Umar meminta agar Hisyam yang pertama kali memberikan sumpah setia (bai'at) padanya. Hisyam kemudian maju membai'at 'Umar, diikuti hadirin yang lain.

'Umar mangkat karena diracun dan tampuk kekhalifahan kembali ke tangan keturunan 'Abdul Malik, kali ini kepada Yazid. Saudara seayah Yazid dan Hisyam, Maslamah, diberhentikan dari jabatannya oleh Yazid sebagai gubernur Iraq lantaran lebih mendukung Hisyam sebagai putra mahkota daripada Al-Walid yang merupakan putra Khalifah Yazid. Namun usia Al-Walid yang masih muda dipandang belum layak menjadikannya sebagai khalifah, sehingga akhirnya Yazid menetapkan Hisyam sebagai putra mahkota dan Al-Walid sebagai wakil putra mahkota. Saat Yazid mangkat pada 724, Hisyam dinobatkan sebagai khalifah.

Khalifah[sunting | sunting sumber]

Di antara empat putra 'Abdul Malik yang menjadi khalifah, Hisyam merupakan yang terakhir naik takhta dan paling lama berkuasa. Seperti saudaranya Al-Walid I, Hisyam merupakan pelindung seni yang besar, dan ia kembali mendorong berkembangnya seni di negaranya. Ia juga mendorong pengembangan pendidikan dengan membangun banyak sekolah, dan barangkali sumbangsih terpentingnya ialah mengawasi penerjemahan sejumlah karya besar sastra dan ilmiah ke dalam bahasa Arab.

Hisyam berusaha mengembalikan penafsiran syariah sebagaimana di masa 'Umar bin 'Abdul 'Aziz dan menjalankannya pula terhadap anggota keluarganya sendiri. Kemampuannya menyatukan garis keturunan Umayyah diperkirakan merupakan faktor penting dalam keberhasilannya.

Militer[sunting | sunting sumber]

Di bidang militer, Hisyam mengirimkan pasukan untuk mengakhiri pemberontakan Hindu di bawah pimpinan Jai Singh di Sind. Ini membuat Bani Umayyah dapat menegaskan kembali kekuasannya atas provinsi di India.

Di Spanyol, perseteruan dalam negeri selama bertahun-tahun diakhiri, dan Hisyam mengirimkan pasukan besar yang berangkat ke Prancis. Walau pada awalnya sukses, pasukan Islam kemudian dikalahkan dalam Pertempuran Tours (bahasa Arab: balat asy-syuhada) oleh Charles Martel. Meskipun demikian, kekhalifahan Islam tetap melanjutkan kekuasaannya atas Spanyol.

Di Afrika Utara, pemberontakan besar suku Berber berhasil ditumpas dengan tewasnya ratusan ribu pemberontak. Kemenangan ini selamanya mengakhiri pemberontakan di sana. Hisyam juga menghadapi pemberontakan oleh Zaid bin Ali, cucu Husain bin Ali, tetapi pasukan Zaid berhasil dikalahkannya.

Walaupun Hisyam sukses, kaum pendukung Bani Abbasiyah terus memperoleh tambahan kekuatan dan membangun basis mereka di Khurasan dan Irak. Namun, mereka belum cukup kuat untuk membuat gerakan terbuka terhadap Bani Umayyah pada masa pemerintahan Hisyam.

Wafat[sunting | sunting sumber]

Hisyam bin Abdul-Malik meninggal karena difteri pada tahun 743. Ia digantikan keponakannya Al-Walid II.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Bacharach, Jere L., Khalid Y. Blankinship, The End of Expansion: The Caliphate of Hisham A.D. 724-738/A.H. 105-120, Albany, SUNY Press, 1989.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]


Hisyam bin Abdul-Malik
Marwani
Cabang kadet Bani Umayyah
Lahir: 691 Wafat: 6 Februari 743
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Yazid bin 'Abdul Malik
Khalifah
26 Januari 724 – 6 Februari 743
Diteruskan oleh:
Al-Walid bin Yazid


  1. ^ Dr. Eli Munif Shahla, "Al-Ayam al-Akhira fi Hayat al-Kulafa", Dar al-Kitab al-Arabi, 1st ed., 1998, p. 238