Bahula

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam mitologi Hindu, Bahula (Sanskerta: वहुल; Vahula) adalah nama seorang putri, istri Utama, putra Utanapada. Bahula tidak begitu setia pada suaminya. Dia tidak pernah puas atas perhiasan dan pakaian yang diberikan oleh suaminya. Pada suatu hari, Utama mengadakan pertemuan di aula istana. Ia meminum segelas anggur dan kemudian anggur tersebut ditawarkan kepada Bahula. Bahula menolaknya sehingga Utama merasa malu di hadapan para hadirin di ruangan tersebut. Utama menganggap penolakan Bahula sebagai penghinaan. Kemudian ia menyuruh pengawalnya untuk membuang Bahula ke tengah hutan.

Saat mengembara di tengah hutan, Bahula diculik oleh seekor naga yang bernama Kapotaka. Ia dibawa ke alam bawah tanah, kediaman para naga. Kapotaka ingin menikahi Bahula, tetapi ditentang oleh putrinya yang bernama Nanda, sebab Kapotaka sudah memiliki istri yang bernama Manorama. Maka, Nanda menyembunyikan Bahula agar Kapotaka tidak bisa menikahinya. Kapotaka menanyakan keberadaan Bahula kepada Nanda, tetapi Nanda tidak mau berterus terang. Akhirnya Kapotaka mengutuk agar Nanda menjadi bisu.

Setelah Utama menyesal telah membuang istrinya, ia memutuskan untuk berkumpul kembali dengan istrinya. Ia menanyakan keberadaan Bahula pada seorang resi sakti. Sang resi memberitahu bahwa Bahula disekap di alam bawah tanah oleh naga Kapotaka. Akhirnya Utama mengutus seorang raksasa bernama Walaka untuk menjemput Bahula di alam bawah tanah. Sementara itu, Utama menyelenggarakan upacara yang disebut Mitrawinda agar ia dan istrinya hidup rukun selamanya dan saling mencintai satu sama lain. Akhirnya Bahula berkumpul kembali bersama suaminya. Akan tetapi, Bahula memiliki satu permintaan. Ia ingin agar temannya, Nanda, tidak menjadi dungu lagi. Brahmana yang ditolong Utama pun menyelenggarakan suatu upacara khusus untuk mewujudkan permohonan tersebut. Setelah Nanda tidak menjadi bisu lagi, Nanda begitu gembira sehingga ia memberikan anugrah kepada Utama bahwa kelak Utama akan memiliki seorang putra yang sakti dan ditakdirkan untuk menjadi Manu. Akhirnya, Utama dan Bahula hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak yang ditakdirkan menjadi Manu ketiga. Anak tersebut bergelar Utama Manu.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]