Stephen dari Inggris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Étienne, Raja Inggris)
Langsung ke: navigasi, cari
Étienne dari Blois
Stepan Blois.jpg
Raja Inggris (Pemerintahan 1; gelar...)
Memerintah 22 Desember 1135 – April 1141 (5 tahun)
Koronasi 26 Desember 1135
Pendahulu Henry I
Pengganti Matilda (diragukan)
Raja Inggris (Pemerintahan 1; gelar...)
Memerintah November 1141 – 25 Oktober 1154
Pendahulu Matilda (dipertentangkan)
Pengganti Henri II
Pasangan Mathilde dari Boulogne
Anak
Eustache IV
Guillaume I, Comte Boulogne
Marie I, Comtesse Boulogne
Gervase dari Blois
Gelar dan jabatan
Raja Inggris, Adipati Normandia
Comte Boulogne (jure uxoris)
Comte Mortain
Wangsa Wangsa Blois
Ayah Étienne II, Comte Blois
Ibu Adèle dari Normandia
Lahir sek. 1096
Blois, Perancis
Meninggal 25 Oktober 1154 (usia 57–58)
Dover, Kent, Inggris
Dikubur Biara Faversham, Kent, Inggris

Stephen dari Inggris atau Étienne (lahir sek. 1096 - wafat 25 Oktober 1154 pada usia 57 tahun), juga kerap disebut Étienne dari Blois (Bahasa Prancis: Étienne de Blois, Estienne de Blois), adalah seorang Raja Inggris dan cucu dari William sang Penakluk. Ia menjadi raja Inggris sejak tahun 1135 sampai dengan saat kematiannya, serta atas hak istrinya (juro uxoris) juga adalah Comte Boulogne. Masa pemerintahannya ditandai dengan terjadinya perang saudara melawan sepupu dan saingannya, yaitu Kaisarina Matilda, sehingga masa tersebut sering dijuluki dengan nama Anarki. Ia digantikan oleh putra Matilda, Henry II, yang menjadi raja pertama dari Wangsa Angevin (atau juga disebut Wangsa Plantagenet).

Étienne dilahirkan di Provinsi Blois di wilayah bagian tengah Perancis; ayahnya, Pangeran Étienne II Henri, wafat ketika Étienne masih kecil, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Adèle. Ditempatkan kedalam istana pamannya, Henry I, Étienne naik pamornya dan diberikan lahan-lahan yang luas. Étienne menikahi Mathilde dari Boulogne, mewarisi wilayah-wilayah tambahan di Kent dan Boulogne yang menjadikannya beberapa wilayah terkaya di Inggris. Étienne selamat dari bahaya tenggelam dengan putra Henry I, William Adelin, ketika Kapal Putih karam pada tahun 1120; kematian William meninggalkan suksesi tahta Inggris terbuka untuk diperebutkan. Ketika Henry I wafat pada tahun 1135, Étienne dengan cepat menyeberangi Selat Inggris dan dengan bantuan kakandanya Henri dari Blois, seorang rohaniwan yang kuat naik tahta, dengan alasan bahwa pemeliharaan ketertiban di seluruh kerajaan mengambil prioritas di atas sumpahnya sebelumnya untuk mendukung klaim putri Henry I, Kaisarina Matilda.

Tahun-tahun awal pemerintahan Étienne sangat sukses, selain serangkaian serangan atas wilayah-wilayahnya di Inggris dan Normandia dari Daibhidh I dari Skotlandia, pemberontakan-pemberontakan Wales dan suami Kaisarina Matilda, Geoffroy dari Anjou. Pada tahun 1138 saudara tiri Kaisarina Robert dari Gloucester memberontak melawan Étienne, mengancam terjadinya perang saudara. Bersama dengan penasehat dekatnya, Waleron de Beaumont, Étienne mengambil tindakan tegas untuk membela Inggris, termasuk menahan keluarga para uskup agung yang berkuasa. Ketika Kaisarina dan Robert menyerang pada tahun 1139, Étienne tidak dapat dengan cepat memadamkan revolusi tersebut, yang terjadi di selatan-barat Inggris. Ditangkap pada pertempuran Lincoln tahun 1141, Étienne diabaikan oleh para pengikutnya dan kehilangan kendali Normandia. Étienne hanya dibebaskan ketika istrinya dan William dari Ypres, salah satu komandan militernya, menangkap Robert di dalam Kekalahan Winchester, namun perang berlanjut selama bertahun-tahun dengan tidak ada pihak yang memenangkan keuntungan.

Étienne jadi bertambah khawatir untuk memastikan putranya, Eustache, akan mewarisi tahtanya. Raja berupaya untuk mendapatkan persetujuan gereja untuk memahkotai Eustache untuk memperkuat klaimnya: Paus Eugenius III menolak dan Étienne menemukan dirinya berada di dalam argumen yang semakin sengit dengan pendeta seniornya. Pada tahun 1153 putra Kaisarina, Henry FitzEmpress, menyerang Inggris dan membangun sebuah persekutuan baron-baron daerah yang berkuasa untuk mendukung tuntutannya atas tahta. Kedua pasukan tersebut bertemu di Wallingford namun tidak ada seorangpun dari pihak baron yang bernada antusias di dalam pertempuran itu. Étienne mulai memeriksa sebuah negosiasi damai, suatu proses yang dipercepat oleh kematian mendadak Eustache. Étienne dan Henry menyetujui Perjanjian Winchester kemudian dalam setahun, dimana Étienne mengakui Henry sebagai pewarisnya sebagai imbalan damai, melewati Guillaume, putra kedua Étienne. Étienne wafat setahun kemudian. Para sejarawan modern memperdebatkan sejauh mana kepribadian Étienne, peristiwa eksternal atau kelemahan situasi Normandia yang berkontribusi atas periode berkepanjangan perang sipil.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Henry I
Penguasa Inggris
Wangsa Blois

1096–1154
Diteruskan oleh:
Henry II