Kerajaan Franka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kerajaan Franka
Francia

 

Abad ke-3–843
 

 

Perkembangan ekspansi wilayah Kerajaan Franka
Ibu kota Tournai (431508)
Paris (508768)
Bahasa Franka Lama, Latin
Agama Katolik Roma
Pemerintahan Monarki
Raja Franka
 -  481511 Clovis I
 -  613629 Clotaire II
 -  629639 Dagobert I
 -  751768 Peppin yang Pendek
 -  768814 Charlemagne
Era sejarah Abad Pertengahan
 -  Didirikan Abad ke-3
 -  Clovis I dimahkotai menjadi Raja Franka 496
 -  Charlemagne dimahkotai menjadi Kaisar Kekaisaran Romawi Suci 25 Desember 800
 -  Perjanjian Verdun 843
Mata uang Denier
Sekarang bagian dari  Austria
 Belgium
 Croatia
 Czech Republic
 France
 Germany
 Liechtenstein
 Luxembourg
 Monaco
 Netherlands
 Italy
 San Marino
 Slovenia
 Spain
 Switzerland
 Vatican City
Sejarah Jerman
Coat of arms featuring a large black eagle with wings spread and beak open. The eagle is black, with red talons and beak, and is over a gold background.
Artikel ini adalah bagian dari serial
Sejarah Awal
Bangsa Jermanik
Periode migrasi
Kerajaan Franka
Abad Pertengahan
Franka Timur
Kerajaan Jerman
Kekaisaran Romawi Suci
Ostsiedlung
Modern Awal
Kleinstaaterei
Kerajaan Prusia
Penyatuan Jerman
Konfederasi Rhein
Konfederasi Jerman & Zollverein
Revolusi Jerman 1848
Konfederasi Jerman Utara
Negara Jerman (Deutsches Reich)
Kekaisaran Jerman
Sejarah Jerman selama Perang Dunia I
Revolusi Jerman 1918
Republik Weimar
Saar, Danzig, Memel, Austria, Sudeten
Jerman Nazi
Sejak 1945
Pendudukan + Ostgebiete
Perbatasan Oder-Neisse
Jerman Barat, Saar & Jerman Timur
Penyatuan kembali Jerman
Topik
Sejarah militer Jerman
Perubahan wilayah Jerman
Garis waktu sejarah Jerman

Portal Jerman
 v • d • e 

Franka (juga disebut Frankia atau Francia) adalah wilayah di Eropa Daratan Barat yang pada abad ke-3 hingga ke-10 dihuni dan diperintah oleh koalisi puak-puak Germanik yang dinamai sebagai orang Franka. Wilayah ini pada suatu periode secara politik berkembang menjadi Imperium Franka (bahasa Latin: imperium Francorum) serta Kerajaan Franka (bahasa Latin: regnum Francorum), meskipun secara formal pemimpinnya tidak disebut sebagai kaisar (bahasa Latin: imperator) atau raja (bahasa Latin: rex). Negeri ini berkembang menjelang akhir masa kejayaan Kekaisaran Romawi di Eropa Barat dan mencapai puncak dominasinya pada masa kekuasaan Charles Martel, Pippin yang Pendek, dan Charlemagne dari Kekaisaran Carolingia pada abad ke-9, sehingga para sejarawan menyebut Franka pada periode ini sebagai Kekaisaran Carolingia.

Wilayah kekuasaan orang Franka ini merupakan satu negara yang terbagi-bagi menjadi sejumlah regnum (kerajaan; jamak: regna) akibat tradisi pembagian wilayah kekuasaan di antara sanak-saudara lelaki. Batas geografi dan banyaknya kerajaan anggota bervariasi sepanjang waktu, namun istilah Franka umumnya hanya merujuk pada kawasan tunggal, yakni kawasan Austrasia, yang berpusat di antara Sungai Rhein dan Maas di Eropa Barat. Walaupun demikian, kadang-kadang istilah tersebut juga digunakan untuk mencakup kawasan Neustria di utara Sungai Loire dan bagian barat Sungai Seine. Kesalahkaprahan ini berakibat pada penggunaan nama Franka pada daerah lembah Seine yang mengelilingi Paris, yang sekarang disebut Île-de-France, dan menjadi asal kata Perancis. Sebagian wilayah timur Franka kelak juga dinamai menjadi Franken (bahasa Inggris: Franconia) oleh orang-orang Jerman, dan merupakan salah satu dari tiga Region dalam negara bagian Bayern (Bavaria).

Perubahan perbatasan wilayah kekuasaan orang Franka 481-814

Setelah kekuatan Romawi melemah, suku ini mulai menaklukkan suku-suku lain yang mendiami daerah tetangganya hingga pada abad ke-8 wilayah pengaruhnya telah mencapai sebagian besar wilayah di utara dan barat Pegunungan Alpen (sebagian besar wilayah Jerman dan Perancis sekarang). Pada saat ini, terjadi pula kristenisasi terhadap suku-suku Germanik di wilayah ini.

Pada saat pemerintahan Dinasti Merovingia, kerajaan Franka mencapai puncak kebesarannya. Pusat pemerintahannya berada di kota Aachen (bagian dari Jerman sekarang). Sejarah mencatat, Charles Martel mampu menahan serangan pasukan muslim dari Al-Andalus di Poitiers, yang menjadikannya pahlawan di kalangan kristen Eropa. Cucunya, Karel yang Agung tercatat sebagai pembuat undang-undang pertama.

Setelah masa Karel Yang Agung, kerajaan Franka mulai melemah karena ia membagi kerajaan menjadi tiga wilayah untuk diberikan kepada tiga cucu lelakinya. Wilayah barat mencakup wilayah yang sebagian besar menjadi bagian negara Perancis sekarang, wilayah timur yang sebagian besar merupakan bagian utara negara Jerman sekarang dan wilayah selatan, yang mencakup Jerman bagian selatan dan utara negara Italia sekarang. Pemisahan ini juga menandai dimulainya Kekaisaran Romawi Suci di Eropa.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Sumber primer
Sumber sekunder
  • Bachrach, Bernard S. Merovingian Military Organization, 481–751. Minneapolis: University of Minnesota Press, 1971. ISBN 0-8166-0621-8
  • Collins, Roger. Early Medieval Europe 300–1000. London: MacMillan, 1991.
  • Fouracre, Paul. "The Origins of the Nobility in Francia." Nobles and Nobility in Medieval Europe: Concepts, Origins, Transformations, ed. Anne J. Duggan. Woodbridge: The Boydell Press, 2000. ISBN 0-85115-769-6.
  • Geary, Patrick J. Before France and Germany: the Creation and Transformation of the Merovingian World. New York: Oxford University Press, 1988. ISBN 0-19-504458-4
  • James, Edward. The Franks. (Peoples of Europe series) Basil Blackwell, 1988. ISBN 0-631-17936-4
  • Lewis, Archibald R. "The Dukes in the Regnum Francorum, A.D. 550–751." Speculum, Vol. 51, No 3 (July 1976), pp 381–410.
  • McKitterick, Rosamond. The Frankish Kingdoms under the Carolingians, 751–987. London: Longman, 1983. ISBN 0-582-49005-7.
  • Murray, Archibald C. and Goffart, Walter A. After Rome's Fall: Narrators and Sources of Early Medieval History. 1999.
  • Nixon, C. E. V. and Rodgers, Barbara. In Praise of Later Roman Emperors. Berkeley, 1994.
  • Schutz, Herbert. The Germanic Realms in Pre-Carolingian Central Europe, 400–750. American University Studies, Series IX: History, Vol. 196. New York: Peter Lang, 2000.
  • Wallace-Hadrill, J. M. The Long-Haired Kings. London: Butler & tanner Ltd, 1962.
  • Wallace-Hadrill, J. M. The Barbarian West. London: Hutchinson, 1970.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]