Muwahhidun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Dinasti Almohad
الموَحدون
Al-Muwaḥḥidūn
ⵉⵎⵡⴻⵃⵃⴷⴻⵏ
Imweḥḥden
Ruling dynasty of Morocco dan Kekhalifahan Al-Andalus

1121–1269

Bendera

Kekiasaran Almohad pada puncak kejayaannya ,sek. 1180-1212.[1][2]
Ibukota Tinmel (1121–1147)

Marrakesh (1147–1269)[3]

Agama Islam Sunni
Pemerintahan Monarki
Khalifah
 -  1121–1130 Abd al-Mu'min
 -  1266–1269 Abu al-Ula al-Wathiq Idris
Sejarah
 -  Didirikan 1121
 -  Almoravids overthrown 1147
 -  Marinid suzerainty 1248
 -  Dibubarkan 1269
Luas 1.621.393,5 km² (626.024 mil²)
Mata uang Dinar[4]
Didahului oleh
Digantikan oleh
Dinasti Almoravid
Dinasti Marinid
Emirat Granada
Abdalwadid
Dinasti Hafsid
Taifa Orihuela
Taifa Niebla
Taifa Arjona
Kerajaan Kastilia
Kerajaan Aragon
Kerajaan Portugal
Kerajaan Leon
Sekarang bagian dari  Algeria
 Gibraltar( UK)
 Libya
 Morocco
 Portugal
 Spain
 Tunisia
 Western Sahara
Warning: Value specified for "continent" does not comply
Timur dekat tahun 1200 SM, menunjukan Kekaisaran Muwahidun dan tetangganya.

Almohad (Muwahhidun) adalah Dinasti Berber (1133-1269) yang mematahkan kekuasaan Almoravid, sehingga menguasai hampir seluruh Afrika Utara.[5][6] Dinasti ini menganut ajaran tauhid yang keras seperti yang diajarkan oleh Ibnu Tumart, kepercayaan pada Mahdi (yang mendapat petunjuk dari Tuhan).[5] Pengikut Ibnu Tumart yang menggantikannya adalah Abdul Mukmin, dari suku Zanata, yang mengembangkan ajaran gurunya ke seluruh Atlas dan Rif (Afrika Utara).[5] Pada tahun 1147, dia berhasil menguasai daerah Almoravid, AlJazair (1152), Tunisia dan Tripolitania (1160).[5] Selama masa kekuasaan putra Abdul Mukmin, Abu Ya’kub Yusuf (1163-1184), kekuasaan Almoha meluas sampai ke Andalus (Spanyol) di mana dia menetap di Seville.[5] Dinasti ini mencapai puncak kejayaannya di masa kekuasaan Abu Yusuf Ya’kub al Mansur (1184-1199).[5] Dirinya mampu mengalahkan pasukan raja Alfonso VIII, raja Castile dalam pertempuran Alarkos (1195), bahkan dirinya berhasil maju sampai ke Madrid dan Guadalajara.[5] Kekuasaan Almohad masih bertahan di Andalus setelah pasukan gabungan Kristen yang terdiri dari raja-raja Aragon, Navarra, dan Castile (1212) menimbulkan kerugian besar pada pasukan Muhammad An-Nasir (1199-1213).[5] Setelah Muhammad An-Nasir wafat, mulai tampak kemunduran di dalam kerajaan karena pemberontakan suku-suku dan perebutan kekuasaan di kalangan istana.[5] Almohad berhasil mengembangkan kekuasaanya di Afrika Utara dan Andalus karena ajaran Ibnu Tumart yang mengatur kehidupan agama, bidang sosial, politik, dan militer.[5]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.qantara-med.org/qantara4/public/show_carte.php?carte=carte-05&lang=en
  2. ^ http://www.qantara-med.org/qantara4/public/show_carte.php?carte=carte-06&lang=en
  3. ^ Le Moyen Âge, XIe- XVe siècle, par Michel Kaplan & Patrick Boucheron. p.213, Ed. Breal 1994 (ISBN 2-85394-732-7)[1]
  4. ^ (Perancis) P. Buresi, La frontière entre chrétienté et islam dans la péninsule Ibérique, pp.101-102. Ed. Publibook 2004 (ISBN 9782748306446)
  5. ^ a b c d e f g h i j Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve. Hal 164
  6. ^ "AlMohads". Encyclopedia Britannica. Diakses 27 juni 2014. 


Pranala luar[sunting | sunting sumber]