Kabupaten Boven Digoel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Digul)
Langsung ke: navigasi, cari
Kabupaten Boven Digoel

Peta lokasi Kabupaten Boven Digoel
Koordinat: 139° 90’ – 141° BT dan 4° 98’ – 7° 10’ LS
Provinsi Papua
Dasar hukum UU Nomor 26 Tahun 2002
Tanggal -
Ibu kota Tanah Merah
Pemerintahan
 - Bupati
 - DAU Rp. 660.845.140.000.-(2013)[1]
Luas 27.108 km2
Populasi
 - Total 35.376 jiwa (2000)
 - Kepadatan 1,31 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon -
Pembagian administratif
 - Kecamatan 15
 - Kelurahan 88
 - Situs web http://www.bovendigoelkab.go.id/

Kabupaten Boven Digoel (bahasa Belanda: boven berarti atas) adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanah Merah.

Kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten baru yang dibentuk dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Merauke, bersamaan dengan sejumlah kabupaten lain di bagian selatan, yakni Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Menurut UU No. 26 Tahun 2002, batas wilayah Kabupaten Boven Digoel adalah:

Utara Distrik Suator di Kabupaten Asmat dan Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang
Selatan Distrik Muting dan Okaba di Kabupaten Merauke
Barat Distrik Edera, Obaa dan Citak Mitak di Kabupaten Mappi
Timur Negara Papua Nugini

Boven Digoel pada masa pemerintahan Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Boven Digoel dikenal dengan sebutan Digul Atas, dan merupakan tempat pengasingan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Digul Atas terletak di tepi Sungai Digul Hilir.

Kamp Boven Digoel dipersiapkan dengan tergesa-gesa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menampung tawanan Pemberontakan PKI tahun 1926. Selanjutnya Boven Digul digunakan sebagai tempat pembuangan pergerakan nasional dengan jumlah tawanan tercatat 1.308 orang. Di antara tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dibuang ke sana antara lain Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Sayuti Melik, Marco Kartodikromo, Chalid Salim, Lie Eng Hok, Muchtar Lutfi, dan Ilyas Ya'kub.

Daerah seluas 10.000 hektar itu berawa-rawa, berhutan lebat, dan sama sekali terasing. Satu-satunya akses menuju kamp tersebut ialah menggunakan kapal motor melalui Sungai Digul. Di sepanjang tepian sungai berdiam berbagai suku yang masih primitif. Karena sarana kesehatan tidak ada, penyakit menular sering berjangkit, seperti penyakit malaria yang membawa banyak korban.

Tempat pembuangan tersebut terbagi atas beberapa bagian, yakni Tanah Merah, Gunung Arang (tempat penyimpanan batu bara), kawasan militer yang juga menjadi tempat petugas pemerintah, dan Tanah Tinggi. Sewaktu rombongan pertama datang, Digul sama sekali belum merupakan daerah permukiman. Rombongan pertama sebanyak 1.300 orang yang sebagian besar dari Banten, diberangkatkan pada Januari 1927. Pada akhir Maret 1927, menyusul ratusan orang lain dari Sumatera Barat. Mula-mula mereka ditempatkan di Tanah Merah. Dua tahun kemudian, melalui seleksi ketat, sebagian dipindahkan ke Tanah Tinggi.

Pada tahun-tahun pertama, ratusan orang meninggal karena kelaparan dan sakit. Penderitaan itu menyebabkan banyak orang buangan mencoba melarikan diri ke Australia. Mereka menggunakan perahu-perahu kecil buatan sendiri, tetapi sedikit saja yang berhasil. Sebagian terpaksa kembali, lainnya mati tenggelam.

Pada waktu Perang Pasifik meletus dan Jepang menduduki Indonesia, tawanan Boven Digoel diungsikan oleh Belanda ke Australia. Pemindahan itu didasari kekhawatiran tahanan akan memberontak jika tetap di Boven Digoel. Diharapkan orang-orang Indonesia yang dibawa ke Australia akan membantu Belanda. Ternyata tahanan politik itu mempengaruhi serikat buruh Australia untuk memboikot kapal-kapal Belanda yang mendarat di Benua Kanguru. Setelah sekutu berhasil memperoleh kemenangan, tawanan itu dikembalikan ke tempat asalnya di Indonesia.

Desa/Kampung per Distrik[sunting | sunting sumber]

No. Distrik Desa/Kampung
1 Ambatkwi Arimbit, Awaken, Ayumka, Kolopkam, Kuken
2 Arimop Bukit, Ginggimop, Maju, Patriot, Ujung
3 Bomakia Aifo, Bomakia I, Bomakia II, Somi, Uni
4 Firiwage Biwage, Biwage Dua, Firiwage, Karuwage, Waliburu
5 Fofi Bangun, Makmur, Sadar
6 Iniyandit Autriop, Langguan, Ogenatan, Tetop, Waritop
7 Jair Anggai, Asiki, Bhakti, Butiptiri, Getentiri, Meto, Ujungkia
8 Kombut Amuan, Kombut, Mokbiran, Kawangtet
9 Kouh Jair, Kawagit, Kombai, Kouh, Mandobo, Niop, Wanggom
10 Mandobo Ampera, Mariam, Mawan, Persatuan, Sokanggo
11 Manggelum Bayanggop, Burunggop, Gaguop, Kewam, Mangga Tiga, Manggelum
12 Mindiptana Anggamburan, Anggumbit, Emsembit, Epsembit, Imko, Kamka, Niyimbang, Osso, Sesnukt, Umap, Wanggatkibi, Wariktop
13 Subur Aiwat, Kaisa, Subur, Wagai
14 Waropko Ikcan, Inggembit, Kanggewot, Ninat, Nyum, Upkim, Winiktit, Wombon, Woropka, Upyetetko, Yetetkun
15 Yaniruma Fefero, Manggemahe, Wanggemalo, Yaniruma

Mulai Pemekaran Daerah awal 2015[sunting | sunting sumber]

Kota Tanah Merah[sunting | sunting sumber]

Ada 5 kecamatan di Kota Tanah Merah

Kabupaten Muyu Mandobo[sunting | sunting sumber]

Distrik yang mungkin bergabung ke dalam kabupaten ini meliputi :

  1. Mindiptana
  2. Waropko
  3. Kombut
  4. Ninati
  5. Sesnuk

Ibukota kabupaten ini terletak di Mindiptana.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.