Ziarah Buddhis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Ziarah Buddhis adalah kunjungan ke tempat-tempat suci agama Buddha. Tempat-tempat ziarah terpenting dalam agama Buddha terletak di Dataran Rendah Indo-Gangga di India Utara dan Nepal Selatan, dalam wilayah antara New Delhi dan Rajgir. Ini merupakan wilayah di mana Buddha Gautama hidup dan mengajar, dan tempat-tempat utama yang terhubung dengan hidupnya sekarang menjadi tempat ziarah yang penting bagi umat Buddha dan Hindu. Namun, banyak negara yang mayoritas merupakan penganut agama Buddha memiliki tempat suci dan tempat yang dapat dikunjungi sebagai ziarah.

Peziarah, Tsurphu Gompa, Tibet, 1993

Tempat di mana Buddha pernah hidup[sunting | sunting sumber]

Empat tempat ziarah utama[sunting | sunting sumber]

Buddha Gautama dikatakan telah memperkenalkan empat tempat yang paling layak untuk berziarah bagi para pengikutnya, dengan mengatakan bahwa tempat-tempat tersebut akan membangkitkan perasaan urgensi spiritual. Tempat-tempat tersebut adalah:[1]

Empat tempat tambahan[sunting | sunting sumber]

Empat tempat tembahan merupakan tempat di mana peristiwa mukjizat tertentu dilaporkan terjadi:

  • Shravasti: Tempat terjadinya Mukjizat Ganda, di mana Buddha memperlihatkan kemampuan supernaturalnya dalam melakukan mukjizat. Shravasti juga merupakan tempat di mana Buddha menghabiskan banyak waktu, merupakan kota utama di India kuno.
  • Rajgir: Tempat di mana Buddha menjinakkan Nalagiri, gajah yang murka, melalui cinta kasih. Rajgir adalah kota utama lainnya di India kuno.
  • Sankassa: Tempat di mana Buddha pertama kali menyentuh bumi saat kembali dari Surga Tusita (setelah tinggal selama 3 bulan membabarkan Abhidharma kepada ibunya).
  • Vaishali: Tempat di mana Buddha menerima persembahan madu dari seekor monyet. Vaishali adalah ibu kota Republik Vajji di India kuno.
Delapan Tempat Agung dalam Buddhisme (Empat Tempat Agung Utama ditandai dengan warna merah).)

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Buddha mentions these four pilgrimage sites in the Mahaparinibbana Sutta. See, for instance, Thanissaro (1998)[1] and Vajira & Story (1998)[2].

Pranala luar[sunting | sunting sumber]