Protes Rumania 2017

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Protes Rumania 2017
22 January Romanian protest Piata Victoriei.jpg
Demonstrasi di depan Istana Victoria, pusat pemerintahan Rumania, tanggal 22 Januari 2017
Tanggal18 Januari 2017–sekarang
Lokasi
Tujuan
  • Membatalkan dekrit pemerintah yang mengampuni beberapa kejahatan dan mengubah ketentuan hukum pidana tentang penyelewengan kekuasaan
  • Pengunduran diri pemerintah
  • Pemilihan umum lebih awal
Metode
StatusSedang berlangsung
Konsesi
yang diberikan
  • Pembatalan dekrit yang memicu protes (5 Feb)
  • Pengunduran diri Menteri Kehakiman Florin Iordache (8 Feb)
Pihak terlibat
Warga demonstran
Masyarakat sipil
Partai-partai oposisi (Partai Liberal Nasional, USR, PMP, UDMR)
Lembaga-lembaga Peradilan Negara
Gereja Ortodoks Rumania[2]
Universitas-universitas di Rumania[3]
Tokoh utama
Demonstran
Pemimpin masyarakat sipil
Klaus Iohannis (Presiden Rumania)
Laura Codruța Kövesi (Kepala DNA)
Nicușor Dan (Pemimpin USR)
Raluca Turcan (Presiden ad interim PNL)
Liviu Dragnea (Pemimpin PSD)
Sorin Grindeanu (Perdana Menteri)
Florin Iordache (Menteri Kehakiman)
Călin Popescu-Tăriceanu (Pemimpin ALDE)
Jumlah
18 Jan: 5.000
22 Jan: 30.000
29 Jan: 90.000
31 Jan: 37.000
1 Feb: 300.000
2 Feb: 222.000
3 Feb: 325.000
4 Feb: 366.000
5 Feb: 500.000-600.000
6 Feb: 53.000
7 Feb: 15.600
8 Feb: 17.000
9 Feb: 11.000
10 Feb: 14.500
11 Feb: 11.500
12 Feb: 80.000 sampai 102.000
Protes tandingan pendukung pemerintah:






5 Feb: sampai 2.500
6 Feb: 4.000[4]
7 Feb: 1.000
8 Feb: 400
9 Feb: 500
10 Feb: 500
11 Feb: 500
12 Feb: 1.000
Jumlah korban
Terluka5 terluka
Tertawan79

Pada Januari 2017, beberapa hari setelah pemerintahan Partai Sosial Demokrat pimpinan Sorin Grindeanu dilantik, protes massal terjadi di seluruh Rumania menentang rancangan undang-undang peraturan pemerintah yang diusulkan oleh Kementerian Kehakiman mengenai grasi terhadap terpidana tertentu, dan amendemen KUHP Rumania (terutama mengenai penyelewengan kekuasaan).[5]

Meskipun muncul reaksi negatif dari lembaga-lembaga hukum dan masyarakat, pemerintahan yang baru dilantik diam-diam[6] menyetujui sebuah peraturan yang mengubah KUHP dan Undang-Undang Prosedur Pidana pada malam tanggal 31 Januari, sehingga mengabaikan konsultasi publik yang berlangsung dan protes.[7] Penentang menuduh peraturan tersebut dimaksudkan untuk mendekriminalisasi korupsi pemerintah, dan membantu ratusan politisi sekarang dan sebelumnya melarikan diri dari investigasi kriminal yang sedang berlangsung dan/atau hukuman penjara.[8] Reaksi segera muncul dari segala lapisan masyarakat.

Segera setelah diumumkan bahwa peraturan disahkan, lebih dari 25.000 orang melakukan protes pada malam itu. Protes membludak pada hari berikutnya menjadi lebih dari 300.000 orang di seluruh negara, menjadikannya protes terbesar sejak kejatuhan komunisme dan penggulingan Nicolae Ceaușescu.[9] Protes telah berlangsung setiap hari sejak itu dan mencapai puncaknya pada tanggal 5 Februari ketika antara 500.000 dan 600.000 orang melakukan protes di seluruh negeri, sehingga menjadi yang terbesar dalam sejarah Rumania.[10][11]

Sejauh ini, demonstran telah berhasil memaksa pemerintah untuk membatalkan peraturan yang dipertentangkan (dengan persetujuan dari Parlemen Rumania,[12] dan Florin Iordache, yang sebagai Menteri Kehakiman secara resmi bertanggung jawab karena mengajukan peraturan, telah mengundurkan diri atas skandal yang terjadi.[13]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Meskipun pemerintah berulang kali membantah bahwa rancangan undang-undang peraturan pemerintah mengenai grasi dan amnesti terhadap terpidana, rumor kuat beredar di media bahwa pemerintah bermaksud untuk mengesahkan rancangan undang-undang tersebut pada tanggal 18 Januari 2017, hanya beberapa hari setelah pemerintah dilantik.[14] Karena pemerintah tidak mempublikasikan agenda rapat pemerintah untuk hari itu, Presiden mengambil inisiatif sendiri untuk menghadiri dan memimpin rapat tersebut, sebagaimana diatur oleh Pasal 87 Konstitusi.[15] Setelah rapat pribadi antara Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Kehakiman, rapat pemerintah diselenggarakan dan dipimpin oleh Presiden bersama dengan Perdana Menteri.[15] Meskipun muncul upaya awal Perdana Menteri untuk mengadang kehadiran pers dan menghindari pokok pembahasan berikutnya, Presiden mengumumkan kepada media bahwa kenyataanya terdapat dua rancangan undang-undang mengenai grasi terhadap pidana dan amendemen KUHP.[16] Lebih lanjut dia mengumumkan bahwa Perdana Menteri meyakinkannya bahwa peraturan-peraturan tersebut tidak akan disahkan tanpa proses yang transparan, termasuk konsultasi dengan lembaga hukum yang relevan, serta masyarakat.[15]

Segera setelah rapat pemerintah, Kementerian Kehakiman mempublikasikan rancangan undang-undang di situsnya dan mengirimnya ke lembaga hukum yang relevan untuk konsultasi. Alasan utama yang dinyatakan pemerintah untuk rancangan undang-undang tersebut adalah bahwa penjara yang penuh sesak dan untuk menghindari pembayaran denda kepada ECHR, langkah-langkah tersebut diperlukan untuk memperbaiki kondisi di penjara.[17]

Protes[sunting | sunting sumber]

18 Januari[sunting | sunting sumber]

Mengingat reaksi publik terhadap peristiwa pada hari Rabu, protes dadakan di beberapa kota diorganisasi melalui media sosial menentang rancangan undang-undang yang diusulkan.[18]

Sekitar 5.000 orang melakukan protes di seluruh Rumania, dengan hampir 4.000 pengunjuk rasa di Bukares melakukan pawai protes dari Alun-Alun Universitas menuju pusat pemerintahan di Lapangan Victory.[19]

22 Januari[sunting | sunting sumber]

Setelah mobilisasi yang signifikan di media sosial setelah protes awal, lebih dari 30.000 orang melakukan protes pada tanggal 22 Januari di Bukares.[20] Presiden Klaus Iohannis berpartisipasi dalam acara ini untuk menunjukkan solidaritasnya dengan para pengunjuk rasa, dan mengumumkan kepada wartawan bahwa "sebuah geng politisi yang memiliki masalah dengan hukum ingin mengubah undang-undang dan melemahkan negara hukum, dan hal ini tidak dapat diterima...rakyat Rumania benar-benar marah." [17] Liviu Dragnea, pemipin PSD, bereaksi dengan menuduh Iohannis memimpin sebuah Mineriadă dan melabelkan protes sebagai awal dari sebuah kudeta.[5] Pemimpin USR, Nicusor Dan, dan pemimpin sementara PNL, Raluca Turcan, juga hadir dalam protes untuk memberi dukungan kepada para demonstran.

Lebih dari 5.000 orang juga berpartisipasi dalam protes di Cluj-Napoca, dan 4.000 demonstran lainnya di Timisoara (bersama-sama dengan wali kotanya).[21][22] Ada juga protes yang menjadi perhatian di Sibiu, Iasi, Brasov, Bacau, dan Constanta, serta pertemuan solidaritas di Kopenhagen, Paris, London, dan Haugesund (di Norwegia).[23]

29 Januari[sunting | sunting sumber]

Demonstran di Alun-Alun Universitas, Bukares, 29 Januari.

Dalam apa yang digambarkan sebagai "protes terbesar setelah Revolusi",[24] puluhan ribu orang turun lagi ke jalan-jalan di kota-kota utama Rumania. Lebih dari 50.000 orang menghadiri protes di Bucharest, sementara puluhan ribu demonstran tercatat di seluruh bagian lain negara. Misalnya, sekitar 10.000 orang turun ke jalan-jalan di Cluj-Napoca.[25] Total lebih dari 90.000 orang menghadiri protes, menurut perkiraan oleh stasiun televisi Digi24.[24]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Protest la Polul Sud: Cum a protestat un marinar roman aflat in Antarctica". 
  2. ^ "Patriarhia Romana: Trebuie continuata lupta anticoruptie!". 
  3. ^ "Facultatile de Drept si nu numai critica ordonanta Iordache: Munca onesta si respectarea legii sunt pentru cei mai putin norocosi". 
  4. ^ "VIDEO Circa 4.000 de persoane au protestat la Palatul Cotroceni, cerand demisia presedintelui Iohannis: DNA fara cucuveaua". HotNews.ro. 6 February 2017. Diakses tanggal 7 February 2017. 
  5. ^ a b Carmen Paun (22 January 2017). "Romanians protest government plan to commute sentences". Politico. 
  6. ^ de Costin Ionescu (31 January 2017). "Romanian government secretly adopts emergency ordinances critics say undermine fight against corruption​". HotNews.  zero width space character di |title= pada posisi 104 (bantuan)
  7. ^ Carmen Paun (22 January 2017). "Romanians protest government plan to commute sentences". Politico. 
  8. ^ "Nucleara din justitie. Lista potentialilor beneficiari ai dezincriminarii mascate a abuzului in serviciu". HotNewsRo (dalam bahasa Rumania). Diakses tanggal 2017-02-02. 
  9. ^ Digi24 (1 February 2017). "Cel mai amplu protest din ultimii 25 de ani. Peste 300.000 de oameni au fost în stradă". Digi24 (dalam bahasa Romanian). 
  10. ^ Digi24 (5 February 2017). "#Ro-mânia, ziua a şasea: 600.000 de oameni în stradă, din care 300.000 la Guvern". Digi24. 
  11. ^ "Jumatate de milion de oameni au iesit in strada la Bucuresti si in tara. 500.000 de romani au cerut demisia guvernului Grindeanu, dar premierul i-a sfidat in direct la Antena 3. Momente inaltatoare in inima Capitalei". HotNews.ro (dalam bahasa Rumania). 5 February 2017. Diakses tanggal 6 February 2017. 
  12. ^ Digi24 (6 February 2017). "Ministrul Justiției, despre "scăparea" din OUG 14, care ar anula OUG 13". Digi24. 
  13. ^ George Sîrbu (8 February 2017). "Iordache si-a dat demisia din functia de ministru al Justitiei: Toate initiativele asumate sunt legale si constitutionale / Pentru opinia publica nu a fost suficient". HotNews. 
  14. ^ Dan Tapalaga (17 January 2017). "ALERTA SURSE Guvernul va adopta miercuri Ordonanta de Urgenta cu modificari importante in legislatia penala/ Vor fi gratiate o serie de pedepse si dezincriminate fapte (amnistie mascata)". HotNews. 
  15. ^ a b c News Editor (18 January 2017). "Miscare - surpriza a lui Iohannis: a venit pe nepregatite si a condus sedinta de Guvern in care urma sa se adopte gratierea si dezincriminarea unor infractiuni. Iohannis a anuntat ca Guvernul nu adopta azi ordonantele de urgenta". HotNews. 
  16. ^ News Editor (18 January 2017). "Moment inedit la sedinta de guvern: Klaus Iohannis nu a lasat presa sa iasa din sala pana nu a vorbit despre "cei doi elefanti de care nu vrea sa vorbeasca nimeni"". HotNews. 
  17. ^ a b Associated Press (22 January 2017). "Thousands march against prison pardons in Romania". Guardian. 
  18. ^ News Editor (18 January 2017). "Mai multe proteste anuntate in Bucuresti si in tara: "NU legii gratierii"". HotNews. 
  19. ^ Victor Cozmei, V.M. (18 January 2017). "Protest in Capitala impotriva amnistiei si gratierii. Mii de manifestanti au scandat "PSD, ciuma rosie", "DNA sa vina sa va ia" sau "Fara amnistie, va vrem la puscarie"". HotNews. 
  20. ^ Victor Cozmei (22 January 2017). "Protest masiv anti-amnistie si gratiere in Bucuresti. Circa 30.000 de persoane au parcurs traseul Piata Universitatii - Guvern - PSD - ALDE. Protestul a fost pasnic, dar RTV si Antena 3 vorbesc despre "lovitura de stat"". HotNews. 
  21. ^ News Editor (22 January 2017). "Proteste de amploare impotriva amnistiei si gratierii si in numeroase orase din tara: Peste 5.000 de manifestanti la Cluj, 3.000 la Timisoara si Sibiu, 2.000 la Iasi - "Dragnea, sa ajungi imbracat in dungi"". HotNews. 
  22. ^ Ștefan Both (22 January 2017). "UPDATE Aproximativ 5.000 de oameni au mărşăluit pe străzile Timişoarei: „Dragnea, nu uita, asta nu e ţara ta"". Adevărul. 
  23. ^ News Editor (22 January 2017). "Proteste anti-amnistie si gratiere in mai multe capitale europene. Zeci de oameni au iesit in strada la Londra, Paris, Milano, Haugesund si Copenhaga". HotNews. 
  24. ^ a b (Rumania) "Cel mai mare protest de după Revoluție: peste 90.000 de oameni se opun grațierii". Digi24. 29 January 2017. 
  25. ^ (Rumania) "Peste 10.000 de clujeni protestează împotriva OUG privind grațierea și modificarea codurilor penale". Ziua de Cluj. 29 January 2017.