Persitara Jakarta Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Persitara Jakarta Utara
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta Utara
JulukanLaskar Si Pitung
Berdiri29 Desember 1979 (1979-12-29) (41 tahun lalu)
StadionStadion Tugu
Jakarta Utara, Indonesia
(Kapasitas: 7.000)
PemilikPT Persitara Sejahtera[1]
LigaLiga 3
Kelompok suporterNJ Mania
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga

Persatuan Sepak bola Indonesia Jakarta Utara (atau disingkat sebagai Persitara Jakarta Utara) adalah sebuah klub sepak bola kecil yang bermarkas di Jakarta Utara. Persitara didirikan pada tahun 1979 .Sekarang tim yang berjuluk Laskar Si Pitung ini menjadi salah satu kontestan Liga 3 Zona DKI Jakarta.

Sejarah

Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta Utara atau lebih dikenal dengan sebutan Persitara adalah sebuah klub kecil yang berkedudukan di Utara ibu kota. Tim berjuluk Laskar Si Pitung adalah salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi paling elit di Indonesia pada saat itu.

Sama halnya dengan tim asal Jakarta lainnya, Persitara hidup dari sokongan dana APBD DKI Jakarta. Hanya saja, sejak berdirinya, Persitara tidak mendapatkan kucuran dana rakyat sama seperti yang diterima saudara tuanya Persija Jakarta.[2]

Puncaknya ketika tampuk kepemimpinan di DKI Jakarta dipegang Sutiyoso selama dua periode. Persitara sama sekali tidak diperhitungkan dan hanya dianggap sebagai tim pelengkap. Terlebih dengan munculnya wacana "Jakarta Satu". Yakni hanya satu tim sepak bola yang tampil mewakili Jakarta. Itu dilihat dari dana APBD yang diperoleh. Persija mendapat dana APBD sekitar Rp 22 miliar, sementara Persitara hanya kebagian Rp 3 miliar.[3]

Tak kunjung mendapat perhatian dari Pemprov DKI, prestasi Persitara pun terjun bebas, hingga berada di kasta terendah Divisi Dua pada musim 2002. Dari situlah tim yang diterima menjadi anggota PSSI sejak 1980 ini mulai merajut prestasi, hingga akhirnya bisa menembus Superliga, yang kali ini merupakan musim keduanya digelar.

Yang paling tragis tentunya adalah Persijatim Jakarta Timur, yang merupakan pecahan dari Persitara. Karena merasa kurang mendapat perhatian di ibu kota akhirnya tim ini dijual ke Pemprov Sumatra Selatan, yang kemudian berubah nama menjadi Sriwijaya FC (SFC).[4]

Di era perserikatan, prestasi terbaik Persitara terjadi pada musim 1985/86, ketika sukses menembus Divisi Utama Perserikatan.

Dualisme yang terjadi di kompetisi Indonesia pada 2011-2012, antara Indonesia Primer League (IPL) yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo milik PSSI dan PT Liga Indonesia operator Indonesia Super League (ISL) semakin meruncing.

Era 2010-an adalah masa sulit bagi Persitara. Dualisme kompetisi pada 2011-2013 dengan Batavia Union membuat klub ini terbelah. Selain itu, krisis finansial akut yang menggerogoti Laskar Si Pitung mulai menampakkan efeknya. Di Divisi Utama 2014, Persitara menunggak gaji pemain. Mereka bahkan sempat tak mampu menyewa Stadion Tugu sehingga gagal menggelar laga kandang. Persitara kemudian didegradasi ke Divisi Ketiga.

Situasi semakin kacau bagi Persitara. Ketiadaan manajemen yang kompeten membuat mereka terkatung-katung di Liga 3 dan menyebabkan dualisme kembali terjadi di tahun 2021 yang melibatkan "Persitara Jakarta Utara" versi PT Persitara Sejahtera dengan "Persitara 1979" versi PT Persitara Jaya Abadi.[5]

  • Mikasa Apparel
  • ACC (Aditya Citra Cemerlang)

Tahun Kejuaraan & Prestasi

  • 1994/1995: Divisi I
  • 1995/1996: Divisi I
  • 1996/1997: Divisi I
  • 1997/1998: Kompetisi dihentikan
  • 1998/1999: Semi-final Divisi I
  • 1999/2000: Peringkat ke-5 Divisi I Grup Tengah II
  • 2001: Peringkat ke-5 Divisi I Grup Tengah II
  • 2002: Degradasi ke divisi II
  • 2003: Peringkat ke-3 Divisi II Grup C
  • 2004: Delapan Besar Divisi II (Promosi ke Divisi I karena penambahan klub)
  • 2005: Peringkat ke-4 Divisi I (Promosi ke Divisi Utama)
  • 2006: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
  • 2007: Peringkat ke-6 Wilayah Timur (Promosi ke Superliga)
  • 2008/2009: Peringkat ke-14 Superliga
  • 2009/2010: peringkat ke-18 superliga (Terdegradasi)
  • 2010/2011: Divisi Utama
  • 2011/2012: Peringkat ke-5 Divisi Utama Liga Indonesia
  • 2012/2013: Juara ke-3 Divisi Utama Liga Premier Indonesia/Peringkat ke-5 Divisi Utama Liga Indonesia

Pemain

Mantan pemain Persitara

Referensi

Pranala luar