Penciptaan Adam menurut Islam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penciptaan adam adalah kisah penciptaan manusia yang pertama. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur'an dan hadits Rasulullah Muhammad saw.

Menurut ajaran Islam, hanya ada empat makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan tanganNya, diantaranya adalah Al-'Arsy, Surga Al-‘Adn, Nabi Adam, dan Al-Qalam,[1] selebihnya adalah hanya dengan firman "kun" (jadilah).[2]

Ciptaan dari tanah[sunting | sunting sumber]

Allah telah memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanah sebagai bahan untuk menjadikan Adam.[butuh rujukan] Walau bagaimanapun, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil malah bersumpah dengan nama Allah bahwa dia tidak rela untuk menyerahkannya karena kebimbangannya seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat.[butuh rujukan]

Jibril kembali setelah mendengar sumpah tersebut lalu Allah mengutuskan pula Malaikat Mikail dan kemudiannya Malaikat Israfil tetapi kedua-duanya juga tidak berdaya hendak berbuat apa-apa akibat sumpah yang dibuat oleh bumi.[butuh rujukan] Maka, Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk melakukan tugas tersebut dan mendesak bumi agar tidak menolak walaupun bumi bersumpah karena tugas tersebut dijalankan atas perintah dan nama Tuhan.[butuh rujukan]

Maka, Izrail turun ke bumi dan mengatakan yang kedatangannya adalah atas perintah Allah dan memberi amanat kepada bumi untuk tidak membantah yang memungkinkan bumi mendurhakai Allah.[butuh rujukan] Menurut Ibnu Abbas, tanah bumi dan syurga digunakan untuk dijadikan bahan mencipta Adam.[butuh rujukan] Tanah tersebut adalah:

Penyempurnaan[sunting | sunting sumber]

Tubuh Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua di bawah badan yaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra. Lima panca indra dilengkapi dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk perasa seperti asam, asin, manis dan pahit dan kulit untuk sentuhan bagi panas, dingin, tekanan, viskositas dan sakit.

Ketika Allah menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, asin dan anyir beserta api dan angin. Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adam dengan pelbagai "sifat". Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut dan diletakkan di dalam Alam Malakut.[butuh rujukan] Tanah itu dicampurkan lagi dengan istilah wewangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan "Bahrul Uluhiyah". Kemudian, tubuh tersebut dibenamkan dalam "Kudral 'Izzah" iaitu sifat "Jalan dan Jammal" lalu disempurnakan tubuh tersebut.

Waktu kejadian manusia tidak disebut berapa lama walaupun melalui apa cara perhitungan sekalipun seperti dalam al-Quran: "Bukankah telah berlalu kepada manusia satu ketika dari masa (yang beredar), sedang dia (masih belum wujud lagi dan) tidak menjadi sesuatu benda yang disebut-sebut..." (Surat Al Insaan:1)

Menurut keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempoh 120 tahun,[butuh rujukan] 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau. Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Karena proses kejadian itu melalui peringkat yang "kotor", tidak heran Malaikat dan Iblis memandang rendah akan kejadian manusia yang diciptakan dari tanah.[butuh rujukan]

Masuknya ruh[sunting | sunting sumber]

Roh diperintah Allah untuk memasuki jasad Adam tetapi seperti makhluk lain, roh juga enggan, malas dan segan karena jasad yang seperti batu.[butuh rujukan] Dikatakan ruh berlegar-legar mengelilingi jasad Adam sambil disaksikan malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail memaksa ruh memassuki tubuh tersebut masuk ke dalam tubuh Adam. Ia memasukkannya ke dalam tubuh dan roh secara perlahan-lahan masuk hingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.[butuh rujukan] Setelah meresapi ke kepala Adam, maka berfungsilah otak dan tersusunlah urat saraf dengan sempurna.[butuh rujukan] Lalu, terjadilah mata dan terus terbuka melihat tubuhnya yang masih keras dan malaikat di sekelilingnya.[butuh rujukan] Telinga mulai berfungsi dan didengarnya kalimah tasbih para malaikat. Apabila roh tiba ke hidung, lalu ia bersin dan mulutnya juga terbuka.[butuh rujukan] Allah mengajarkan kalimah "Alhamdulillah" yang merupakan kalimah pertama diucapkan Adam dan Allah sendiri yang membalasnya.[butuh rujukan]

Kemudian, roh tiba ke dadanya lalu Adam berkeinginan untuk bangun padahal tubuhnya yang bawah masih keras membatu. Ketika itu ditunjukkan sifat manusia yang terburu-buru. Ketika roh sampai di perut, maka organ dalam dan perut tersusun sempurna dan saat itu Adam mula merasakan lapar. Akhirnya, roh meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan dan kaki dan berfungsilah dengan sempurna segala darah daging, tulang, urat saraf dan kulit.[butuh rujukan] Menurut riwayat, kulit Adam amat baik ketika itu berbanding kulit manusia di kini dan warnanya masih dapat dilihat di kuku sebagai peringatan kepada keturunan manusia.[butuh rujukan]

Ayat Seputar Penciptaan Adam[sunting | sunting sumber]

Di dalam Al Quran disebutkan ayat-ayat yang menceritakan tentang penciptaan Adam 'Alaihissalam. Berikut ayat-ayat tersebut:

  1. Al Furqon: 54 Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (mempunyai) keturunan dan musaharah dan Tuhanmu adalah Mahakuasa. (Al Furqon: 54)
  2. Ali Imran 23Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu. (Ali Imran: 59)
  3. Shad 71 (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. (Shad 71)
  4. Ar Rahman 14

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, Ar Rahman 14

Sumber artikel [3] yang diterjemahkan [4]

Hadits Tentang Penciptaan Adam[sunting | sunting sumber]

  1. “Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu, kamu semua berasal dari Adam. sedangkan Adam berasal dari tanah. (HR. Ahmad, 23536).
  2. “Wahai sekalian umat manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhanmu satu (esa). Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab terhadap bangsa selain Arab (Ajam), dan tidak ada kelebihan bangsa lain (Ajam) terhadap bangsa Arab. Tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah (puith) terhadap yang berkulit hitam, tidak ada kelebihan yang berkulit hitam dengan yang berkulit merah (putih), kecuali dengan taqwanya”. (HR. Ahmad, 22978). Sumber terjemahan [5]

Kajian sains[sunting | sunting sumber]

Kajian sains telah menunjukkan bahawa unsur kimia pada tubuh manusia terdiri daripada unsur yang terdapat pada tanah.[butuh rujukan] Nisbah unsur yang terdapat di dalam badan juga memberikan kesesuaian dalam sifat dan fungsi anggota setiap bahagian manusian. Antaranya unsur yang didapati adalah:[butuh rujukan]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Abdullah bin Umar pernah berkata, خلق الله أربعة أشياء بيده: العرش، وجنات عدن، وآدم، والقلم “Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya: Al-‘Arsy, Surga Al-‘Adn, Nabi Adam, dan Al-Qalam (pena).” (HR. Hakim dalam Mustadrak, Adz-Dzahani berkata dalam At-Talkhis Shahih)
  2. ^ Dalam riwayat yang lain, oleh At-Thabrabi dalam tafsirnya, قال لكل شيء كن فكان “(Kemudian Allah) berfirman kepada seluruh makhluk “kun” (‘jadilah’), maka jadilah ia.” Jadi selain empat hal yang disebutkan, makhluk lainnya diciptakan dengan kata “kun”.
  3. ^ "مراحل خلق أبونا آدم عليه السلام كما وردت في القرآن الكريم". e3arabi - إي عربي (dalam bahasa Arab). 2020-08-18. Diakses tanggal 2021-07-19. 
  4. ^ "Ayat Tentang Penciptaan Manusia". MuslimSolo.com (dalam bahasa Inggris). 2021-07-03. Diakses tanggal 2021-07-19. 
  5. ^ "Pesan-pesan Kemanusiaan dari Arafah". islam.nu.or.id. 2017-08-31. Diakses tanggal 2021-07-19. 

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  • Himpunan Kisah Teladan terbitan Syarikat Nurulh

as.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]