Koefisien UEFA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam sepak bola Eropa, koefisien UEFA adalah statistik yang dibuat berdasarkan rata-rata aritmatika tertimbang serta digunakan untuk pembibitan tim di kompetisi klub dan internasional. Koefisien ini diperkenalkan pada tahun 1979 untuk turnamen sepak bola pria,[1] kemudian diterapkan di sepak bola wanita dan futsal; serta dihitung oleh UEFA, yang mengurus persepakbolaan di Eropa, Armenia, Israel, dan wilayah Asia dari sebagian negara lintas benua.

Koefisien tim nasional[sunting | sunting sumber]

Koefisien tim nasional UEFA berasal dari hasil masing-masing tim nasional sepak bola Eropa, dan hanya dihitung oleh UEFA setiap dua tahun sekali pada bulan November.

Tujuan dari koefisien ini adalah UEFA bisa menentukan timnas mana yang masuk status unggulan untuk undian babak kualifikasi hingga putaran final Euro. Dengan menerapkan koefisien UEFA dalam sebuah drawing, tim-tim besar akan saling menghindar di babak kualifikasi. Namun untuk Piala Dunia, koefisien UEFA tidak lagi berlaku, melainkan ranking FIFA.

Perhitungan poin[sunting | sunting sumber]

Sebelum Euro 2008, koefisien ini hanya ditentukan melalui hasil yang diraup timnas. Caranya dengan membagikan total perolehan poin yang diraih (tiga poin untuk kemenangan, satu untuk hasil seri) dengan jumlah pertandingan yang dimainkan dalam dua babak kualifikasi dari Piala Dunia atau Piala Eropa. Hasil dari babak play-off tidak dianggap. Untuk beberapa tim, hanya satu babak kualifikasi yang dianggap, apabila mereka tuan rumah dalam satu dari dua turnamen terakhir.

Metode seperti ini diubah usai Euro 2008, di mana sebuah tim memperoleh poin dari setiap pertandingan dalam lima kualifikasi turnamen terakhir atau putaran final Piala Dunia atau Piala Eropa.[2][3][4]

Berikut penentuan perolehan poin:

  1. 10.000 poin diberikan untuk setiap pertandingan yang dimainkan.
  2. Diberikan tambahan 30.000 poin untuk setiap kemenangan, 20.000 poin untuk kemenangan melalui adu penalti, dan 10.000 poin untuk hasil seri atau kalah adu penalti.
  3. Tambahan poin yang berkisar dari 6.000 hingga 38.000 diberikan untuk babak play-off atau putaran final.
  4. Setiap gol yang dicetak, 501 poin diberikan, dan 500 poin berkurang untuk setiap gol kemasukan.
  5. Jumlah poin dari semua hasil di atas dibagikan dengan jumlah pertandingan yang dimainkan timnas bersangkutan.
  6. Rumusnya sedikit berbeda untuk negara tuan rumah yang tidak mengikuti babak kualifikasi.
  7. Turnamen yang lebih baru bobotnya dua kali lebih tinggi dengan turnamen yang paling lama.

Peringkat 2017[sunting | sunting sumber]

Koefisien dari 2017 yang digunakan untuk penempatan benih dan pot dalam pengundian untuk Liga Negara UEFA 2018-19, dihitung untuk setiap negara dengan rata-rata:

Penempatan seeding dan pot dari tim-tim dalam pengundian Liga Negara UEFA 2018-19 didasarkan pada koefisien UEFA, ditentukan pada tanggal 11 Oktober 2017, yaitu sebagai berikut:[5]

Tim Koeff. Rank
 Jerman 40,747 1
 Portugal 38,655 2
 Belgia 38,123 3
 Spanyol 37,311 4
 Prancis 36,617 5
 Inggris 36,231 6
 Swiss 34,986 7
 Italia 34,426 8
 Polandia 32,982 9
 Islandia 31,155 10
 Kroasia 31,139 11
 Belanda 29,866 12
 Austria 29,418 13
 Wales 29,269 14
 Rusia 29,258 15
 Slowakia 28,555 16
 Swedia 28,487 17
 Ukraina 28,286 18
 Republik Irlandia 28,249 19
Tim Koeff. Rank
 Bosnia dan Herzegovina 28,200 20
 Irlandia Utara 27,127 21
 Denmark 27,052 22
 Ceko 27,028 23
 Turki 26,538 24
 Hongaria 26,486 25
 Rumania 26,057 26
 Skotlandia 25,662 27
 Slovenia 25,148 28
 Yunani 24,931 29
 Serbia 24,847 30
 Albania 24,430 31
 Norwegia 24,208 32
 Montenegro 23,912 33
 Israel 22,792 34
 Bulgaria 22,091 35
 Finlandia 20,501 36
 Siprus 19,491 37
 Estonia 19,441 38
Tim Koeff. Rank
 Lituania 18,101 39
 Azerbaijan 17,761 40
 Makedonia Utara 17,071 41
 Belarus 16,868 42
 Georgia 16,523 43
 Armenia 15,846 44
 Latvia 15,821 45
 Kepulauan Faroe 15,490 46
 Luksemburg 14,231 47
 Kazakhstan 13,431 48
 Moldova 13,130 49
 Liechtenstein 10,950 50
 Malta 10,870 51
 Andorra 10,240 52
 Kosovo 9,950 53
  San Marino 8,190 54
 Gibraltar 7,550 55

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah penghitungan ulang peringkat koefisien untuk siklus 2007, Italia menduduki peringkat teratas setelah kemenangan Piala Dunia FIFA mereka di 2006. Runner-up Prancis berada di belakang mereka di tempat kedua, disusul Republik Ceko. Spanyol mengambil alih Italia untuk mendapatkan tempat pertama setelah kemenangan mereka UEFA Euro 2008, dengan finalis yang kalah Jerman pindah ke posisi kedua; Belanda berada di urutan ketiga.

Spanyol mengkonsolidasikan posisi teratas mereka dengan memenangkan Piala Dunia FIFA 2010, dengan Belanda melompati Jerman dengan finis kedua di turnamen. Pada peringkat 2013, Spanyol mempertahankan posisi teratas dengan memenangkan kompetisi besar ketiga berturut-turut - UEFA Euro 2012. Jerman mendapatkan kembali kedua, dengan Belanda jatuh kembali ke tempat ketiga setelah gagal keluar dari grup mereka.

Jerman naik ke peringkat teratas tahun 2015 sebagai hasil dari keberhasilan mereka Piala Dunia FIFA 2014; Spanyol tertinggal di belakang mereka. Inggris mencapai posisi tertinggi mereka di peringkat - peringkat ketiga. Jerman bertahan di posisi teratas pada 2017, dengan juara Eropa baru Portugal di posisi kedua; Belgia berada di urutan ketiga.

Tahun Pertama Kedua Ketiga
Tim Koeff. Tim Koeff. Tim Koeff.
2007[3]  Italia 36,986  Prancis 36,219  Ceko 36,025
2009[6]  Spanyol 39,964  Jerman 38,294  Belanda 37,821
2011[7] 43,116  Belanda 40,860  Jerman 40,446
2013[8] 42,158  Jerman 41,366  Belanda 38,541
2015[9]  Jerman 40,236  Spanyol 37,963  Inggris 35,963
2017[5] 40,747  Portugal 38,655  Belgia 38,123

Koefisien liga[sunting | sunting sumber]

Koefisien liga digunakan untuk tujuan ranking liga-liga Eropa, sekaligus menentukan jumlah klub yang berpartisipasi di Liga Champions dan Liga Eropa. Koefisien liga dihitung berdasarkan hasil yang diraih klub dalam liga bersangkutan di Liga Champions dan Liga Europa dari lima musim terakhir.

Untuk babak-babak awal di Liga Champions dan Liga Europa, jumlah poin yang diperoleh klub-klub dari liga bersangkutan dibagi dua, dan diberikan poin bonus untuk:

  • Lolos ke babak grup Liga Champions = 4 poin tambahan
  • Lolos ke babak 16 besar Liga Champions = 5 poin tambahan
  • Lolos ke babak perempat-final, semi-final dan final Liga Champions dan Liga Europa = masing-masing 1 poin tambahan
Catatan;
Poin bonus ditambahkan ke total poin yang diraih dalam satu musim.

Peringkat saat ini[sunting | sunting sumber]

Peringkat di bawah ini memperhitungkan kinerja masing-masing asosiasi di kompetisi Eropa dari musim 2018–2019 hingga 2022–2023, dengan musim 2022–2023 yang sedang berlangsung.

Peringkat akhir pada akhir musim 2022–2023 akan digunakan untuk menentukan jumlah tempat untuk setiap asosiasi di kompetisi antarklub UEFA 2024–2025,

Per 23 Februari 2023 koefisiennya adalah sebagai berikut:[10][11]

Peringkat Asosiasi anggota
(L: Liga, C:Kejuaraan domestik, LC: Piala liga[a])
Koefisien Klub[b] Tempat pada musim 2024–2025
2023 2022 Prgrk 2018–2019 2019–2020 2020–2021 2021–2022 2022–2023 Total UCL UEL UECL Total
1 1 0 Inggris Inggris (L, C, LC[a]) 22,642 18,571 24,357 21,000 17,285 103,885 7/7 TBA TBA TBA TBA
2 2 0 Spanyol Spanyol (L, C) 19,571 18,928 19,500 18,428 13,285 89,712 5/7
3 4 1 +1 Jerman Jerman (L, C) 15,214 18,714 15,214 16,214 15,250 80,606 7/8
4 3 -1 –1 Italia Italia (L, C) 12,642 14,928 16,285 15,714 14,785 74,354 7/7
5 5 0 Prancis Prancis (L, C) 10,583 11,666 7,916 18,416 11,750 60,331 2/6
6 7 1 +1 Belanda Belanda (L, C) 8,600 9,400 9,200 19,200 10,900 57,300 4/5
7 6 -1 –1 Portugal Portugal (L, C) 10,900 10,300 9,600 12,916 11,000 54,716 3/6
8 13 5 +5 Belgia Belgia (L, C) 7,800 7,600 6,000 6,600 11,400 39,400 4/5
9 9 0 Skotlandia Skotlandia (L, C) 6,750 9,750 8,500 7,900 3,500 36,400 0/5
10 8 -2 –2 Austria Austria (L, C) 6,200 5,800 6,700 10,400 4,900 34,000 0/5
11 11 0 Serbia Serbia (L, C) 6,000 6,000 5,500 9,500 5,375 32,375 0/4
12 20 8 +8 Turki Turki (L, C) 5,500 5,000 3,100 6,700 11,200 31,500 3/5
13 14 1 +1 Swiss Swiss (L, C) 3,900 6,400 5,125 7,750 6,500 29,675 2/4
14 12 -2 –2 Ukraina Ukraina (L, C) 5,600 7,200 6,800 4,200 5,500 29,300 1/5
15 16 1 +1 Ceko Republik Ceko (L, C) 6,500 2,500 6,600 6,700 6,750 29,050 0/4
16 17 1 +1 Norwegia Norwegia (L, C) 5,375 3,750 6,500 7,625 5,750 29,000 0/4
17 18 1 +1 Denmark Denmark (L, C) 4,875 5,125 4,125 7,800 5,900 27,825 0/5
18 19 1 +1 Kroasia Kroasia (L, C) 5,750 4,375 5,900 6,000 3,375 25,400 0/4
19 15 -4 –4 Yunani Yunani (L, C) 5,100 4,900 5,100 8,000 2,125 25,225 0/4
20 22 2 +2 Israel Israel (L, C) 2,625 2,375 7,000 6,750 6,250 25,000 0/4
21 21 0 Siprus Siprus (L, C) 6,125 5,125 4,000 4,125 5,100 24,475 1/5
22 23 1 +1 Swedia Swedia (L, C) 4,125 5,750 2,500 5,125 6,250 23,750 1/4
23 10 -13 –13 Rusia Rusia (L, C)[Cat. RUS] 7,583 4,666 4,333 5,300 0,000[c] 21,882 0/0
24 27 3 +3 Hongaria Hungaria (L, C) 3,250 4,500 4,250 2,750 5,875 20,625 1/4
25 25 0 Rumania Rumania (L, C) 2,375 5,875 3,750 2,250 6,250 20,500 0/4
26 24 -2 –2 Bulgaria Bulgaria (L, C) 4,000 4,125 4,000 3,375 4,500 20,000 0/4
27 28 1 +1 Polandia Polandia (L, C) 2,250 2,125 4,000 4,625 6,250 19,250 1/4
28 30 2 +2 Slowakia Slowakia (L, C) 5,125 3,000 1,500 4,125 5,500 19,250 1/4
29 26 -3 –3 Azerbaijan Azerbaijan (L, C) 2,375 3,375 2,500 4,375 4,000 16,625 0/4
30 29 -1 –1 Kazakhstan Kazakhstan (L, C) 4,250 3,375 1,000 2,875 1,125 12,625 0/4
31 31 0 Slovenia Slovenia (L, C) 3,125 2,000 2,250 3,000 2,125 12,500 0/4
32 33 1 +1 Moldova Moldova (L, C) 1,125 0,750 1,375 5,250 3,750 12,250 1/4
33 39 6 +6 Kosovo Kosovo (L, C) 2,500 1,500 1,833 2,333 2,875 11,041 0/4
34 49 15 +15 Liechtenstein Liechtenstein (C)[d] 1,500 2,500 0,500 0,000 6,500 11,000 0/1
35 38 3 +3 Latvia Latvia (L, C) 1,625 2,250 1,375 2,625 2,750 10,625 0/4
36 40 4 +4 Republik Irlandia Republik Irlandia (L, C) 1,000 1,250 1,875 2,875 3,375 10,375 0/4
37 36 -1 –1 Finlandia Finlandia (L, C) 0,875 1,625 1,375 3,750 2,625 10,250 0/4
38 34 -4 –4 Lituania Lituania (L, C) 2,625 1,625 1,625 1,750 2,375 10,000 0/4
39 41 2 +2 Armenia Armenia (L, C) 1,500 2,750 1,375 1,875 2,375 9,875 1/4
40 32 -8 –8 Belarus Belarus (L, C) 5,000 2,500 1,500 0,250 0,625 9,875 0/4
41 35 -6 –6 Bosnia dan Herzegovina Bosnia dan Herzegovina (L, C) 2,000 1,500 2,625 1,625 2,000 9,750 0/4
42 37 -5 –5 Luksemburg Luksemburg (L, C) 2,625 3,000 1,000 1,250 1,125 9,000 0/4
43 44 1 +1 Kepulauan Faroe Kepulauan Faroe (L, C) 1,125 1,125 2,750 1,500 2,250 8,750 0/4
44 42 -2 –2 Irlandia Utara Irlandia Utara (L, C) 0,500 2,375 2,833 1,625 1,250 8,583 0/4
45 46 1 +1 Malta Malta (L, C) 1,500 0,750 1,500 1,875 2,625 8,250 0/4
46 47 1 +1 Georgia Georgia (L, C) 1,625 2,250 1,750 1,250 1,125 8,000 0/4
47 45 -2 –2 Estonia Estonia (L, C) 0,500 0,875 1,375 3,666 1,166 7,582 0/3
48 52 4 +4 Islandia Islandia (L, C) 1,500 0,625 0,625 1,500 3,000 7,250 0/3
49 43 -6 –6 Albania Albania (L, C) 1,000 0,750 2,000 1,625 0,875 6,250 0/4
50 50 0 Wales Wales (L, C) 1,000 1,000 1,500 1,500 1,166 6,166 0/3
51 51 0 Gibraltar Gibraltar (L, C) 1,000 1,000 1,666 1,250 0,875 5,791 0/4
52 48 -4 –4 Makedonia Utara Makedonia Utara (L, C) 1,000 0,500 1,750 0,625 1,625 5,500 0/4
53 54 1 +1 Andorra Andorra (L, C) 0,833 1,500 0,666 1,500 0,666 5,165 0/3
54 53 -1 –1 Montenegro Montenegro (L, C) 0,375 1,000 1,625 0,750 1,000 4,750 0/4
55 55 0 San Marino San Marino (L, C) 0,500 0,000 0,500 0,166 0,833 1,999 0/3
  Menunjukkan asosiasi masih memiliki semua klub yang berpartisipasi pada kompetisi antarklub UEFA musim ini (baik pada Liga Champions, Liga Eropa, maupun Liga Konferensi Eropa.)
  Menunjukkan asosiasi masih memiliki beberapa klub yang berpartisipasi pada kompetisi antarklub UEFA musim ini.
  Menunjukkan asosiasi tidak memiliki klub yang berpartisipasi pada kompetisi antarklub UEFA musim ini.
  1. ^ a b Pemenang piala liga dari Inggris diberikan satu tempat di Liga Konferensi Eropa UEFA dengan izin khusus dari UEFA (menggantikan tim liga utama dengan peringkat terendah yang seharusnya lolos).
  2. ^ Jumlah klub yang masih berpartisipasi baik pada Liga Champions, Liga Eropa, maupun Liga Konferensi Eropa musim ini.
  3. ^ Tidak tampil pada kompetisi antarklub UEFA pada musim tersebut.
  4. ^ Asosiasi Sepak Bola Liechtenstein tidak menyelenggarakan kompetisi liga sepak bola domestik dan ketujuh klub sepak bola di Liechtenstein berkompetisi pada liga sepak bola di Swiss.[12][13] Sehingga wakil Liechtenstein pada kompetisi antarklub UEFA adalah pemenang Piala Sepak Bola Liechtenstein, yang lolos ke Liga Konferensi Eropa UEFA.[13]

Catatan

  1. ^ Rusia (RUS): Pada 28 Februari 2022, seluruh klub sepak bola dari Rusia dan tim nasional sepak bola Rusia ditangguhkan dari kompetisi FIFA dan UEFA karena Invasi Rusia ke Ukraina 2022.[14] Pada 2 Mei 2022, UEFA mengumumkan bahwa klub-klub sepak bola Rusia tidak akan tampil pada kompetisi antarklub UEFA musim 2022–2023 dan diberikan koefisien paling rendah dari lima musim terakhir (4,333) untuk musim 2022–2023.[15] Namun, UEFA kemudian mengganti koefisien Rusia untuk musim 2022–2023 menjadi nol.[16]

Koefisien klub[sunting | sunting sumber]

Koefisien klub ditentukan melalui jumlah poin yang diperoleh sebuah klub pada Liga Champions, Liga Eropa, dan Liga Konferensi UEFA selama lima musim terakhir atau 20% koefisien liga selama periode yang sama, nilai lebih tinggi yang akan digunakan.[17] Koefisien klub digunakan oleh UEFA untuk menentukan posisi unggulan sebuah klub dalam undian kompetisi antarklub UEFA, termasuk pada babak kualifikasi dan babak grup Liga Champions, Liga Eropa, dan Liga Konferensi Eropa.

Klub meraih dua poin untuk kemenangan, satu poin untuk hasil seri, dan nol poin untuk kekalahan pada setiap pertandingan kompetisi utama Liga Champions, Liga Eropa, dan Liga Konferensi Eropa. Hasil pertandingan setelah perpanjangan waktu termasuk dalam metode perolehan poin ini, namun hasil tidak hasil pertandingan setelah adu penalti (yang dianggap sebagai hasil seri). Poin bonus untuk kelolosan baik ke babak grup Liga Eropa maupun babak grup Liga Konferensi Eropa bukan merupakan poin tambahan kemenangan/hasil seri; melainkan jatah poin minimum klub-klub partisipan, sementara poin bonus untuk kelolosan ke babak grup Liga Champions (dan setiap klub yang lolos ke babak gugur) menjadi poin tambahan kemenangan/hasil seri.

Hasil babak kualifikasi hanya diperhitungkan jika sebuah klub tersingkir pada salah satu babak kualifikasi (lihat tabel di bawah). Jika tidak, hasil babak kualifikasi hanya diperhitungkan untuk koefisien liga dan dibagi dua.[18] Setiap klub tidak mendapat poin pada babak kualifikasi Liga Champion dan babak kualifikasi Liga Eropa karena klub-klub tersebut dapat berpindah ke Liga Eropa dan/atau Liga Konferensi Eropa dan mendapat poin dari partisipasi pada kompetisi tersebut.[19][20]

Alokasi poin klub; musim 2021–2022 dan seterusnya[sunting | sunting sumber]

Babak Perolehan poin
Liga Champions Liga Eropa (LE) Liga Konferensi Eropa (LKE)
Babak penyisihan dipindah menjadi Q2 LKE
Babak kualifikasi pertama (Q1) dipindah menjadi Q2 LKE 1
Babak kualifikasi kedua (Q2) dipindah menjadi Q3 LE 1,5
Babak kualifikasi ketiga (Q3) dipindah menjadi PO LE dipindah menjadi PO LKE 2
Babak perebutan tempat babak grup/play-off (PO) dipindah menjadi BG LE dipindah menjadi BG LKE 2,5
Partisipasi pada babak grup (BG) 4 3 (minimum) 2,5 (minimum)
Setiap kemenangan mulai dari babak grup dan babak selanjutnya (kecuali babak perebutan tempat 16 besar LE/LKE) 2 2 2
Setiap hasil seri mulai dari babak grup dan babak selanjutnya (kecuali babak perebutan tempat 16 besar LE/LKE) 1 1 1
Juara grup 4 2
Juara kedua grup 2 1
Partisipasi pada babak 16 besar 5 1
Partisipasi pada perempat final 1 1
Partisipasi pada semifinal dan final 1 1 1

Alokasi poin klub; sebelum musim 2021–2022[sunting | sunting sumber]

Babak Perolehan poin
Liga Champions Liga Eropa (LE)
Babak penyisihan 0,5
Babak kualifikasi pertama (Q1) 1
Babak kualifikasi kedua (Q2) 1,5
Babak kualifikasi ketiga (Q3) 2
Babak perebutan tempat babak grup/play-off (PO) 2,5
Partisipasi pada babak grup (BG) 4 3 (minimum)
Setiap kemenangan mulai dari babak grup dan babak selanjutnya 2 2
Setiap hasil seri mulai dari babak grup dan babak selanjutnya 1 1
Partisipasi pada babak 16 besar 5
Partisipasi pada perempat final, semifinal dan final 1 1

Sebelum peringkat klub 2018, setiap tim memperoleh jumlah poin yang mereka peroleh selama lima musim terakhir ditambah 20% dari koefisien asosiasi klub.[18][19]

Sebelum 1999, sejumlah tim kuat di Piala UEFA menjadi unggulan sedemikan rupa sehingga mereka tidak saling bertemu pada dua babak pertama. Penentuan tim-tim tersebut adalah dengan urutan tertinggi jumlah dari rasio poin yang diraih per jumlah pertandingan yang dimainkan masing-masing tim, yang dihitung dalam lima musim terakhir.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Patric Andersson; Peter Ayton; Carsten Schmidt (2009). Myths and Facts about Football: The Economics and Psychology of the World's Greatest Sport. Newcastle upon Tyne: Cambridge Scholars Publishing. hlm. 136. ISBN 978-14-4381-525-3. 
  2. ^ "EXCO approves new coefficient system". UEFA (dalam bahasa Inggris). 20 Mei 2008. Diakses tanggal 11 Mei 2014. 
  3. ^ a b "New UEFA National Team Coefficient Ranking System" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UEFA. 20 Mei 2008. Diakses tanggal 11 Mei 2014. 
  4. ^ "National Team Coefficient Ranking -Technical explanation" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UEFA. Oktober 2009. 
  5. ^ a b "National Team Coefficients Overview" (PDF). UEFA.com. Union of European Football Associations. 11 Oktober 2017. Diakses tanggal 11 Oktober 2017. 
  6. ^ "National Team Coefficients Overview" (PDF). UEFA. Diakses tanggal 6 Maret 2018. 
  7. ^ "National Team Coefficients Overview" (PDF). UEFA. 12 Oktober 2011. Diakses tanggal 6 Maret 2018. 
  8. ^ "National Ranking UEFA 2013". footballseeding.com. Diakses tanggal 6 Maret 2018. 
  9. ^ "National Ranking UEFA 2015". footballseeding.com. Diakses tanggal 6 Maret 2018. 
  10. ^ "UEFA Country Ranking 2023". kassiesa.net. Diakses tanggal 23 Februari 2023. 
  11. ^ uefa.com. "Member associations - UEFA rankings - Country coefficients – UEFA" (dalam bahasa Inggris). UEFA. Diakses tanggal 23 Februari 2023. 
  12. ^ "Border crossing" (dalam bahasa Inggris). When Saturday Comes (WSC). Juli 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 April 2016. Diakses tanggal 14 April 2016. 
  13. ^ a b "Liechtenstein making strides (Liechtenstein's profile)". UEFA. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 April 2016. Diakses tanggal 14 April 2016. 
  14. ^ "Ukraine crisis: Fifa and Uefa suspend all Russian clubs and national teams". BBC Sport (dalam bahasa Inggris). 28 Februari 2022. Diakses tanggal 28 Februari 2022. 
  15. ^ "UEFA decisions for upcoming competitions relating to the ongoing suspension of Russian national teams and clubs". uefa.com (dalam bahasa Inggris). Uni Sepak Bola Eropa. 2 Mei 2022. Diakses tanggal 2 Mei 2022. 
  16. ^ "Country coefficients". uefa.com (dalam bahasa Inggris). Uni Sepak Bola Eropa. Diakses tanggal 26 Desember 2022. 
  17. ^ "How the club coefficients are calculated". uefa.com. Uni Sepak Bola Eropa. Juli 2018. 
  18. ^ a b "UEFA Coefficients calculation method" (dalam bahasa Inggris). Bert Kassies. Diakses tanggal 28 Agustus 2010. 
  19. ^ a b "UEFA Club Coefficients 2012-2013". uefa.com (dalam bahasa Inggris). Uni Sepak Bola Eropa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Maret 2016. Diakses tanggal 20 November 2012. 
  20. ^ Bonus points. uefa.com (Laporan) (dalam bahasa Inggris). Uni Sepak Bola Eropa. Diakses tanggal 21 September 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]