Kejadian 25

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
pasal 24       Kejadian 25       pasal 26
Wickes-Accentuation-1887

Sebuah halaman dari Kodeks Aleppo, difoto pada tahun 1887 oleh William Wickes, memuat Kejadian 26:35 (החתי) sampai 27:30 (ויהי אך). Menunjukkan adanya pemisah parashah terbuka tunggal {S} pada 27:1 (ויהי כי זקן יצחק) sebagai sub-bagian Parashat Toledot
Kitab: Kitab Kejadian
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 1
Kategori: Taurat

Kejadian 25 (disingkat Kej 25) adalah pasal kedua puluh lima Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen yang termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1] Pasal ini berisi riwayat Abraham, putra-putranya, terutama Ishak dan Ismael, serta cucu-cucunya, Yakub dan Esau. [2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun (TB)[3]

Abraham meninggal 15 tahun setelah kelahiran Esau dan Yakub, cucu-cucu kembarnya yang dilahirkan Ribka bagi Ishak ({{#Ayat 26|Kejadian 25:26]]).

Ayat 26[sunting | sunting sumber]

Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub.
Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir. (TB)[4]

Ayat 31[sunting | sunting sumber]

Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu" (TB)[5]

Hak kesulungan (yaitu, hak yang dimiliki oleh anak sulung) terdiri atas:

  1. kepemimpinan dalam ibadah dan keluarga;
  2. bagian ganda dalam harta warisan, yaitu jika masing-masing anak mendapat 1 bagian, anak sulung mendapat 1 bagian tambahan, menjadi 2 bagian (setidak-tidaknya di kemudian hari, bandingkan Ulangan 21:17); dan
  3. hak memperoleh berkat perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Abraham.

Dengan menjual hak kesulungannya Esau menunjukkan bahwa dia memandang rendah berkat-berkat Allah dan janji-janji dari perjanjian. Ia bodoh ketika memilih kesenangan-kesenangan sesaat sebagai pengganti berkat-berkat jangka panjang. Jadi, ia "memandang ringan hak kesulungan" (Kejadian 25:34; bandingkan Ibrani 12:16). Yakub, pada pihak lain, menginginkan berkat-berkat rohani masa depan, dan dari dialah lahir kedua belas suku Israel.[6]

Ayat 34[sunting | sunting sumber]

Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu. (TB)[7]

Tradisi Yahudi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Kejadian 25:7 - Sabda.org
  4. ^ Kejadian 25:26 - Sabda.org
  5. ^ Kejadian 25:31 - Sabda.org
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  7. ^ Kejadian 25:34 - Sabda.org
  8. ^ Penanggalan parsyah

Pranala luar[sunting | sunting sumber]