Ketura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Ketura (bahasa Ibrani: קְטוּרָה, Ktura ,Qəṭûrā, artinya "dupa atau kemenyan"; bahasa Inggris: Keturah) adalah istri ke-3 (atau gundik[1]) Abraham menurut Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama Alkitab Kristen.[2] Abraham mengambil Ketura sebagai istrinya setelah Sara meninggal[3] dan sebelum Ishak dan Ribka mempunyai anak, sebab Ribka pada mulanya dianggap mandul[4] dan baru melahirkan anak-anak ketika Abraham berusia 160 tahun (Ishak berusia 60 tahun).[5]

Anak-anak[sunting | sunting sumber]

Ketura melahirkan 6 putra untuk Abraham:[6][7]

  1. Zimran
  2. Yoksan, yang memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum.
  3. Medan
  4. Midian, yang memperanakkan Efa, Efer, Henokh (atau Hanokh), Abida dan Eldaa.
  5. Isybak
  6. Suah
Nahor
istri
Terah
istri
Sara
Abraham
Ketura
Haran
Nahor
Hagar
Milka
Yiska
Zimran
Us
Ismael
Yoksan
Bus
Lot
istri
Medan
Kemuel
Nebayot
Midian
Kesed
putri sulung
putri bungsu
Kedar
Isybak
Hazo
Adbeel
Suah
Pildash
S. Moab
S. Amon
Mibsam
Yidlaf
Misyma
Betuel
Ishak
Mahalat
Ribka
Laban
Esau
Yakub
Lea
Bilha
Zilpa
Rahel
Duma
S. Edom
Masa
Hadad
1. Ruben
5. Dan
7. Gad
11. Yusuf
Tema
2. Simeon
Yetur
3. Lewi
6. Naftali
8. Asyer
12. Benyamin
Nafish
4. Yehuda
Kedma
9. Isakhar
10. Zebulon
Dina Venus symbol.svg

Warisan[sunting | sunting sumber]

Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka—masih pada waktu ia hidup—meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.[8] Keturunan anak-anak Ketura menjadi suku-suku Arab yang tinggal di selatan dan timur Kanaan.

Tafsiran[sunting | sunting sumber]

  • Sejumlah filsuf Yahudi menganggap Ketura sama dengan Hagar, di mana Abraham mengambilnya kembali menjadi istrinya setelah Sara mati[9][10][11] Tafsiran ini dicatat pada Midrash[12] dan didukung oleh rabi-rabi Rashi, Gur Aryeh, Keli Yakar, dan Obadiah dari Bertinoro. Tafsiran yang berlawanan, bahwa Ketura berbeda dengan Hagar, didukung oleh rabi-rabi Rashbam, Abraham ibn Ezra, Radak, dan Nahmanides (atau Ramban). Silsilah Ketura and Hagar di Kitab 1 Tawarikh jelas berbeda.[13]
  • Penganut ajaran Bahá'í percaya bahwa pendiri kepercayaan ini, Bahá'u'lláh, adalah keturunan baik Ketura maupun Hagar.[14]
  • Sejumlah penulis pada abad ke-18 beranggapan keturunan Ketura adalah orang-orang Afrika, untuk menjelaskan kemiripan sejumlah kebiasaan sebagian orang Afrika dan orang Yahudi. Olaudah Equiano mengutip teolog John Gill yang menganut paham ini dalam bukunya.[15]
  • Filsuf Reb Yakov Leib HaKohain dalam pengajaran Donmeh West dari Neo-Sabbatean menyebutkan bahwa keturunan Ketura pindah ke timur dan menjadi pendiri agama Hindu, Buddha dan Shinto, yang bisa dihitung sebagai agama-agama yang berasal dari Abraham.[16]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 1 Tawarikh 1: 32
  2. ^ Kejadian 25:1
  3. ^ Kejadian 23:2
  4. ^ Kejadian 25:21
  5. ^ Kejadian 25:26
  6. ^ Kejadian 25:2-4
  7. ^ 1 Tawarikh 1: 32-33
  8. ^ Kejadian 25:5-6
  9. ^ "The Return of Hagar" ("Kembalinya Hagar"), komentar Parshat Chayei Sarah, Chabad Lubavitch.
  10. ^ "Who Was Ketura?" ("Siapa Ketura"), Parashat Hashavua Study Center, Bar-Ilan University , 2003.
  11. ^ "Parshat Chayei Sarah", Torah Insights, Orthodox Union, 2002.
  12. ^ Bereshit Rabbah 61:4.
  13. ^ 1 Tawarikh 29-33
  14. ^ Hatcher, W.S.; Martin, J.D. (1998). The Bahá'í Faith: The Emerging Global Religion. Wilmette, IL: Bahá'í Publishing Trust. p. 131. ISBN 0877432643. 
  15. ^ The interesting narrative and other writings, Olaudah Equiano (selected by Vincent Carretta), p. 44
  16. ^ Donmeh West - "Commentary on Rabbi Azriel of Gerona's 12th Century

Pranala luar[sunting | sunting sumber]