Kejadian 13

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
pasal 12       Kejadian 13       pasal 14
Leningrad Codex Genesis

Kitab Kejadian lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab Kejadian
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 1
Kategori: Taurat

Kejadian 13 (disingkat Kej 13) adalah pasal ketiga belas Kitab Kejadian dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Termasuk dalam kumpulan kitab Taurat yang disusun oleh Musa.[1] Pasal ini berisi riwayat Abram (kemudian dinamakan Abraham) dan istrinya, Sarai (kemudian dinamakan Sara) serta Lot bin Haran, keponakan Abraham, setelah kembali dari Mesir.[2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:

Tempat[sunting | sunting sumber]

Tempat-tempat yang disebut dalam pasal ini

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. (TB)[3]

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora.-- (TB)[4]
  • "Dilihatnyalah": Alkitab menyatakan bahwa "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah" (1 Samuel 16:7). Lot hanya melihat lembah yang berkelimpahan air. Allah melihat penduduk Sodom yang "sangat jahat dan berdosa" (Kejadian 13:13). Kegagalan Lot untuk melihat dan menentang kejahatan mendatangkan kematian dan tragedi dalam hidup keluarganya (lihat Kejadian 13:12).[5]

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom (TB)[6]

Kegagalan Lot yang terbesar ialah dia lebih mengasihi keuntungan pribadi daripada membenci kejahatan Sodom (ayat Kejadian 13:10-13).

  1. Jikalau dia cukup mengasihi kebenaran (Ibrani 1:9), pastilah dia akan tetap memisahkan diri dari kehidupan jahat penduduk itu. Sebaliknya, dia bersikap toleran terhadap kejahatan dan memilih untuk tinggal di Sodom yang jahat (Kejadian 13:13). Mungkin dia berpikir bahwa keuntungan-keuntungan materiel dan kultural, kesenangan-kesenangan yang menarik dari Sodom, melebihi bahaya-bahaya, dan bahwa dia cukup kuat secara rohani untuk tetap setia kepada Allah. Maka, dia membuka dirinya dan keluarganya kepada kejahatan dan kemesuman Sodom, dan kelak mendapat pelajaran yang pahit bahwa keluarganya tidak cukup kuat untuk melawan pengaruh jahat itu (lihat Kejadian 19:24-26,30-38).
  2. Orang-tua harus berhati-hati untuk tidak menempatkan dirinya atau anak-anak mereka di "Sodom," supaya jangan mereka rusak secara rohani seperti keluarga Lot.[5]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN. (TB)[7]

Ayat 15[sunting | sunting sumber]

[Berfirmanlah Tuhan kepada Abram:] "Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu." (TB)[8]

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

[Berfirmanlah Tuhan kepada Abram:] "Sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya." (TB)[9]

Dalam naskah Apokrifon Kitab Kejadian yang ditemukan di antara Naskah Laut Mati (diperkirakan salinannya dibuat sekitar abad ke-2 SM dan termasuk kitab apokrif, jadi bukan bagian resmi Alkitab), terdapat catatan yang panjang mengikuti ayat ini, dimana dituliskan tempat-tempat yang dikunjungi oleh Abram di segenap penjuru dan bagian tanah Kanaan, sampai akhirnya ia tiba kembali untuk "menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN", sebagaimana ditulis pada Kejadian 13:18.[10]

Ayat 18[sunting | sunting sumber]

Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN. (TB)[11]

Tradisi Yahudi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ Kejadian 13:7 - Sabda.org
  4. ^ Kejadian 13:10 - Sabda.org
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Kejadian 13:12 - Sabda.org
  7. ^ Kejadian 13:13 - Sabda.org
  8. ^ Kejadian 13:15 - Sabda.org
  9. ^ Kejadian 13:17 - Sabda.org
  10. ^ Tales of the Patriarchs 1QapGen=1Q20; terjemahan dan komentar oleh Lesley Faulk dan Amanda Scott. Kolom 21. Kutipan: [Allah berkata kepada Abraham:] "Aku akan memberikan seluruh tanah ini kepada keturunanmu; dan mereka akan mewarisinya selamanya. Aku akan membuat keturunanmu banyak seperti pasir di bumi sehingga tidak terhitung jumlahnya. Keturunanmu akan menjadi tidak terhingga jumlahnya. Bangkitlah dan berjalanlah keliling dan pergilah "melihat betapa panjangnya dan betapa lebarnya semua itu, sebab Aku akan memberikannya kepadamu dan keturunanmu setelahmu selamanya."
  11. ^ Kejadian 13:18 - Sabda.org
  12. ^ Tales of the Patriarchs 1QapGen=1Q20; terjemahan dan komentar oleh Lesley Faulk dan Amanda Scott. Kolom 21. Kutipan: Kemudian aku, Abraham, berjalan berkeliling untuk memeriksa tanah itu. Aku memulai perjalanan keliling di sungai Gihon, aku berjalan sepanjang Laut Tengah sampai mencapai gunung Banteng (bahasa Inggris: Bull). Aku berkeliling dari pantai laut besar dari sungai yang asin, menyusuri gunung Banteng, dan meneruskan ke timur melalui lebar tanah itu sehingga mencapai sungai Efrat. Aku menyusuri sungai Efrat sampai aku mencapai Laut Merah di timur, di mana aku menyusuri pantai Laut Merah sampai aku mencapai cabang Laut Teberau (bahasa Inggris: Reed Sea), yang menjorok dari Laut Merah. Dari sana aku menyelesaikan perjalanan keliling, bergerak ke selatan sampai ke sungai Gihon. Kemudian aku pulang ke rumah dengan selamat dan mendapati semuanya baik dengan orang-orangku. Kemudian aku pergi dan berdiam dekat pohon-pohon ek di Mamre, yang terletak di timur laut Hebron. Di sana aku membangun mezbah dan mempersembahkan persembahan bakaran dan biji-bijian kepada Allah yang Mahatinggi. Aku makan dan minum di sana, aku dan semua orang dalam rumah tanggaku, dan mengundang Mamre, Arnem, dan Eshkol, tiga orang saudara dari orang Amori dan sahabat-sahabatku. Mereka makan dan minum bersamaku.
  13. ^ Penanggalan parsyah

Pranala luar[sunting | sunting sumber]