Jailangkung (film 2017)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jailangkung
Jailangkung 2017.jpg
Sutradara
Produser
  • Sukhdev Singh
  • Wicky V. Olindo
Penulis skenarioBaskoro Adi Wuryanto
Pemeran
Penata musikJoseph S. Djafar
SinematograferJose Poernomo
PenyuntingWawan I. Wibowo
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 25 Juni 2017 (2017-06-25) (Indonesia)
Durasi87 menit
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Pendapatan
kotor
Rp 93,9 miliar

Jailangkung merupakan film horor Indonesia yang dirilis pada 25 Juni 2017 dan disutradarai oleh Jose Poernomo serta Rizal Mantovani. Film ini dibintangi oleh Amanda Rawles dan Jefri Nichol, dan menjadi kolaborasi kedua mereka setelah film Dear Nathan. Film ini berhasil meraup 2.550.271 penonton saat masa penayangannya di bioskop pada Lebaran 2017.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Bella, anak kedua dari pengusaha tambang Ferdi, ingin menguak misteri yang dialami ayahnya. Seminggu yang lalu, Ferdi ditemukan tak sadarkan diri oleh Kapten Wardana di sebuah vila di Pulau Alaskramat yang terletak di Jawa Timur. Secara medis, Ferdi sehat-sehat saja, tetapi dia tetap tak kunjung bangun. Bella meminta bantuan dari Rama, seorang mahasiswa yang tertarik pada hal metafisika. Bersama dengan kakak dan adik Bella, Angel dan Tasya, mereka berdua menuju ke Alaskramat.

Di Alaskramat, Bella mengetahui bahwa selama enam bulan terakhir, Ferdi telah menggunakan sebuah jailangkung untuk berkomunikasi dengan mendiang istrinya, Sarah. Setelah beberapa kali berkomunikasi, Sarah memohon Ferdi untuk tidak memanggilnya lagi, karena bila dia melakukannya, dia akan memanggil makhluk gaib bernama Matianak. Ferdi tetap keras kepala dan pada akhirnya memanggil Matianak. Rama menduga bahwa Matianak telah menempel pada Ferdi; selama dia tidak dikembalikan ke tempatnya, Ferdi tidak akan bisa bangun. Bella, Rama, dan Angel memainkan jailangkung supaya Matianak dapat kembali. Alih-alih terkembalikan, Matianak menyerang Tasya dan membuatnya tak sadarkan diri, persis seperti Ferdi.

Keesokan harinya, Rama bertanya kepada eyangnya mengenai Matianak. Eyang mengatakan bahwa Matianak adalah makhluk gaib yang diasuh oleh dukun. Matianak pernah didatangkan di tiga tempat berbeda: satu di Gunungmati, Jawa Tengah, satu di Angkerbatu, Jawa Barat, dan satu di Alaskramat. Salah satu leluhur Bella sendiri, Mangoenharto Djojonegoro, bertanggungjawab atas pembunuhan dukun terakhir yang mengasuh Matianak di Alaskramat. Namun, Eyang menjelaskan bahwa Matianak tidak dapat mati dan dapat sewaktu-waktu lahir kembali. Sementara itu, Angel hamil secara mistis dan melahirkan didalam liang lahat. Ferdi bangun pada saat yang bersamaan, tetapi dia masih diganggu oleh Matianak. Eyang akhirnya menyarankan bahwa bila Ferdi ingin keluarganya lepas dari kutukan Matianak, dia harus melakukan ritual permainan jailangkung dengan afdal; seperti dia telah memanggil Matianak dengan menggendongnya, dia harus membopong Matianak ke alam lain.

Bella, Rama, dan Ferdi kembali ke Alaskramat dengan membopong Angel dan Tasya. Angel siuman sesampainya di pulau, sementara Tasya siuman setelah Bella dan Rama memanggil Matianak secara fisik. Pada akhirnya, Ferdi dapat menyelesaikan ritual untuk mengembalikan Matianak. Film berakhir di rumah sakit tempat Ferdi, Angel, dan Tasya dirawat, dimana diungkapkan bahwa bayi yang Angel lahirkan adalah seorang Matianak.[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Film Jailangkung di filmindonesia.or.id, diakses pada 25 April 2017