Jagakarsa, Jakarta Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jagakarsa
Kecamatan
Locator Kecamatan Jagakarsa di Jakarta Selatan.png

Peta lokasi Kecamatan Jagakarsa
Negara  Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Selatan
Pemerintahan
 • Camat H. Jayadi, SH
Luas 2805 km²
Jumlah penduduk 311.484 jiwa[1]
Kepadatan - per km²
Desa/kelurahan 5

Kecamatan Jagakarsa terletak di Jakarta Selatan. Di kecamatan ini terletak beberapa universitas ternama. Sebagian wilayah kampus Universitas Indonesia terletak di kecamatan ini. Kecamatan Jagakarsa adalah kecamatan yang terdekat dari Kota Depok selain Kecamatan Cilandak.

Kecamatan dengan jumlah penduduk yang banyak, pertumbuhan penduduk yang tinggi dan wilayah yang terluas ke-2 di Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak. Kantor Kecamatan Jagakarsa terletak di Kelurahan Jagakarsa, Jalan Sirsak No. 2.

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah kecamatan Jagakarsa terbagi atas 6 kelurahan, 54 RW dan 610 RT dengan luas 2.501 ha dan dihuni sekitar 350.000 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 4,8 % per tahun (menurut Data wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan pada tahun 2010).

Daerah ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk per tahun yang tinggi di Kota Administrasi Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak, Kecamatan Kebayoran Lama, Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Pasar Minggu.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sampai dengan tahun 1991, Jagakarsa hanya sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pasar Minggu. Pada tahun 1992, wilayah ini ditetapkan dari awalnya hanya kelurahan yang menonjol dibanding kelurahan-kelurahan lainnya yang ditetapkan menjadi Kemantren Jagakarsa dan cikal bakal Kecamatan Jagakarsa yang ditetapkan bersama dengan 2 kecamatan lainnya yang ada di Kotamadya Jakarta Selatan, yakni: Kecamatan Pancoran dan Kecamatan Pesanggrahan dengan camat awalnya H. Sudoyo.

Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jagakarsa terdiri dari 6 kelurahan, yakni :

  1. Kelurahan Tanjung Barat, dengan kode pos 12530
  2. Kelurahan Lenteng Agung, dengan kode pos 12610
  3. Kelurahan Jagakarsa, dengan kode pos 12620
  4. Kelurahan Ciganjur, dengan kode pos 12630 [2]
  5. Kelurahan Srengseng Sawah, dengan kode pos 12640
  6. Kelurahan Cipedak, dengan kode pos 12630

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Lenteng Agung
  • Pasar Ciganjur
  • Pasar Cipedak
  • Mal Cinere

Wisata olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Matoa Golf

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

  • Hutan kota Ciganjur
  • Hutan kota Cipedak

Wisata budaya[sunting | sunting sumber]

Wisata sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Terminal bus[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Hanya kelurahan Tanjung Barat saja yang dilewati Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Ada berapa jalan raya yang dijangkau ke Kecamatan Jagakarsa, yakni: Jalan Lenteng Agung dan Jalan TB Simatupang menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke daerah Pasar Minggu, Cilandak, Pancoran, Lebak Bulus, Pasar Rebo dan TMII, Jalan Ciganjur dan Jalan Muhammad Kahfi menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Cinere, Gandul, Terminal Lebak Bulus, Pondok Labu, Ciputat, Citayam dan Bojonggede Kab. Bogor, Jalan Akses UI menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pal, Kelapa Dua, Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Cisalak dan Bogor, Jalan Margonda menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pusat Kota Depok dan Jalan Cipedak menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Tanah Baru, Pusat Kota Depok dan Sawangan.

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Akses ke Kecamatan Jagakarsa adalah keluar Gerbang tol Lenteng Agung di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta

Prasarana transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal bus[sunting | sunting sumber]

Terminal Lenteng Agung, Terminal Ciganjur dan Terminal Warung Sila adalah prasarana angkutan umum di Kecamatan ini. Terminal bus diantaranya yakni:

Rel dan Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Jagakarsa saat ini dilewati oleh Jalur kereta api rute Jakarta-Bogor memiliki 3 stasiun kereta api, yakni Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Lenteng Agung dan Stasiun Universitas Pancasila.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Besertaan dengan pembangunan Jalur kereta api pertama kali di Semarang pada tahun 1864 dengan rute Kemijen-Tanggung, Maka, Jalur kereta api rute Jakarta-Bogor juga dibangun pada tahun 1871-1873 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij dimana Stasiun Tanjung Barat yang dimiliki NIS terletak di Jalan TB Simatupang dibuka pada tanggal 31 Januari 1873.

Kemudian pada tahun 1882, rel ini diperpanjang sampai ke Sukabumi dan kemudian diperpanjang lagi sampai ke Bandung.

Pada tahun 1913, jalur kereta api lintas Jakarta-Bogor kemudian diambil alih ke Staats Spoorwegen (SS), kemudian pada tahun 1928 dibangun Stasiun Tanjung Barat yang dimiliki SS terletak di Jalan Lenteng Agung dan dibuka pada tahun 1932. Pada tahun 1929, telah dibangun sebuah halte kereta api bernama Rawa Bambu.

Kemudian, pada tahun 1934, telah dibangun percabangan ke Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih dengan gauge 1,435 mm (4 ft 8 12 in).

Kemudian pada tahun 1936, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) diluncurkan kereta api lokal jurusan Manggarai-Jatiasih, Manggarai-Cikampek, Manggarai-Cianjur dan Manggarai-Jonggol yang ditarik Lokomotif uap dengan tarif 12.000 gulden + dapat air minum 1 liter (pada tahun 1970-an tarifnya Rp9.000 + dapat air minum 1 liter, tahun 1982 tarifnya Rp10.000 + dapat air minum 500 mL, tahun 1986 tarifnya Rp10.500 + dapat air minum 1 liter dan tahun 1990-an tarifnya Rp12.000 + dapat air minum 1 liter).

Setahun lalu, tepatnya tahun 1935, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mendatangkan 6 lokomotif uap yakni B25, B51, B52, C12, C18 dan C23, dari Pabrik Werkspoor di Belanda dan Pabrik Beyer Peacock di Inggris

Kemudian pada tahun 1930-an, Jalur kereta api Batavia-Buitenzorg dielektrifikasi oleh Electrische Staats Spoorwegen (ESS).

Namun kini, pada awal tahun 1990-an, Jalur kereta api Jakarta-Bogor telah berubah menjadi Rel ganda.

Sarana dan prasarana[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jagakarsa memiliki 3 stasiun kereta api, yakni Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Lenteng Agung dan Stasiun Universitas Pancasila.

Jalur kereta api Manggarai-Padalarang[sunting | sunting sumber]
Stasiun Lenteng Agung[sunting | sunting sumber]

Stasiun Lenteng Agung (LNA) merupakan stasiun kereta api kelas 3 yang berada di Lenteng Agung, Jagakarsa dan dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. stasiun kereta api ini melayani Commuter Line rute Jakarta-Bogor. Jam buka stasiun kereta api adalah:

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Lenteng Agung, terdapat percabangan ke Ciganjur. Di Halte Kebagusan, dari jalur 2, terdapat jalur cabang ke daerah tambang batu bara di Kebun Sancang (sekarang daerah Universitas Indonesia).

Jalur ini dibuka pada tahun 1921 oleh Perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) untuk mengangkut penumpang dan batu bara di sekitar Ciganjur. Di era kolonial, jalur ini dikelola oleh Staatsspoor- en Tramwegen (Westerlijnen) (SS-WL).

Ditutup sejak dibongkar oleh Jepang pada tahun 1942 untuk dibawa ke Bayah, Pekanbaru dan Burma untuk membangun jalur rel kereta api di sana.

Dahulu dari jalur 4, adapula jalur cabang ke Cibubur dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) yang ditutup sejak Kerusuhan Mei 1998.

Stasiun Tanjung Barat[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tanjung Barat (TNT) merupakan stasiun kereta api kelas 3 yang berada di Tanjung Barat, Jagakarsa dan dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. stasiun kereta api ini melayani Commuter Line rute Jakarta-Bogor.

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat, terdapat percabangan ke Jatiasih [3] Di Stasiun Jatimekar, dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede. Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung. Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri, Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) dari Jatiasih). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur, dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih, serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak, rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor (kemungkinan bekas turntable trem uap DpSM [4] berada di depan Pasar Cisalak), lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina, serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Depok. Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/RW 17.

Stasiun Tanjung Barat[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tanjung Barat (TNT) merupakan stasiun kereta api kelas 3 yang berada di Tanjung Barat, Jagakarsa dan dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. stasiun kereta api ini melayani Commuter Line rute Jakarta-Bogor.

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat, terdapat percabangan ke Jatiasih. Di Stasiun Jatimekar, dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede. Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung. Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri, Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) dari Jatiasih). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur, dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih, serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak, rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor, lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina, serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Depok. Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/RW 17.

Stasiun Tanjung Barat[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tanjung Barat (TNT) merupakan stasiun kereta api kelas 3 yang berada di Tanjung Barat, Jagakarsa dan dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. stasiun kereta api ini melayani Commuter Line rute Jakarta-Bogor.

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat, terdapat percabangan ke Jatiasih. Di Stasiun Jatimekar, dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede. Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung. Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri, Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) dari Jatiasih). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur, dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih, serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak, rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor, lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina, serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Depok. Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/RW 17.

Stasiun Tanjung Barat[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tanjung Barat (TNT) merupakan stasiun kereta api kelas 3 yang berada di Tanjung Barat, Jagakarsa dan dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. stasiun kereta api ini melayani Commuter Line rute Jakarta-Bogor dan persilangan kereta api barang.

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat, terdapat percabangan ke Jatiasih. Di Stasiun Jatimekar, dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede. Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung. Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri, Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 mm (1 ft 11 58 in) ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) dari Jatiasih). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur, dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih, serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak, rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor, lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina, serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1,067 mm (3 ft 6 in) ke Stasiun Depok. Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/RW 17.

Transportasi umum lain[sunting | sunting sumber]

Ojek[sunting | sunting sumber]

Ojek adalah sarana transportasi umum yang melayani warga Kecamatan Jagakarsa yang hendak ke pasar, terminal bus, sekolah dan stasiun kereta api.

Ojek di wilayah Kecamatan Jagakarsa sudah mulai beroperasi sejak tahun 1992 menggantikan becak, Ojek beroperasi pada:

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi adalah salah satu sarana transportasi umum yang melayani Kecamatan Jagakarsa yang hendak berpergian ke terminal bus, pasar, sekolah, dll. Tarif taksi adalah:

Taksi di Kecamatan Jagakarsa sudah mulai beroperasi tanggal 17 Juli 1995 menggantikan becak, Taksi beroperasi pada:

Taksi di Kecamatan Jagakarsa, adalah:

  • Taksi Bluebird 021-7761280
  • Taksi Gamya 021-86113002

Becak[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1930-an sampai pertengahan 1990-an, Becak adalah sarana transportasi umum yang melayani warga Kecamatan Jagakarsa yang hendak berpergian ke pasar, sekolah, dll.

Becak di Kecamatan Jagakarsa biasanya mangkal di Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Tanjung Barat, pasar Lenteng Agung, terminal bus Lenteng Agung dan berbagai sekolah.

Namun, setelah munculnya ojek motor pada tahun 1994 dan taksi pada tahun 1995, maka becak di Kecamatan Jagakarsa telah berkurang.

Peristiwa yang sering terjadi[sunting | sunting sumber]

Banjir Jakarta 2007[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jagakarsa sering terjadi kebanjiran [5], yang mengakibatkan 130 orang tewas dan 125.000 orang mengungsi [6]. Daerah rawan banjir di Kecamatan Jagakarsa, terjadinya di:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010, BPS Provinsi DKI Jakarta, diakses tanggal 15 Juni 2011.
  2. ^ Kodepos sudah lama, dari tahun 1999. Dilihat di peta Jakarta bulan Desember 1999.
  3. ^ "Telusuri jalur mati sekitar Jatiasih". Semboyan35.com, diakses 2010-1-9
  4. ^ Jejak jalur rel Depok Stoomtram Maatschappij (DpSM diupdate 2011-2-19
  5. ^ Daerah Rawan Banjir Di Kecamatan Jagakarsa Diupdate 2007-3-14
  6. ^ Banjir menyebabkan 150 orang tewas dan 125.000 orang mengungsi Diupdate 2007-3-15