Jagakarsa, Jakarta Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°20′03″S 106°49′17″E / 6.3343°S 106.8215°E / -6.3343; 106.8215

Jagakarsa
Lokasi kecamatan Jagakarsa di Jakarta Selatan
Lokasi kecamatan Jagakarsa di Jakarta Selatan
Negara Indonesia
ProvinsiJakarta
Kota AdministrasiJakarta Selatan
Pemerintahan
 • CamatH. Jayadi, SH
Populasi
 • Total311,484 diri (2.019)[1] jiwa
Kode Kemendagri31.74.09 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan6

Kecamatan Jagakarsa terletak di Jakarta Selatan. Di kecamatan ini terletak beberapa universitas ternama antara lain Universitas Pancasila, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Universitas Tama Jagakarsa, Institut Sains dan Tekhnologi Nasional (ISTN) dan asrama Universitas Indonesia terletak di kecamatan ini. Kecamatan Jagakarsa adalah kecamatan yang terdekat dari Kota Depok selain Kecamatan Cilandak dan Kecamatan Cimanggis.

Kecamatan dengan jumlah penduduk yang banyak, pertumbuhan penduduk yang tinggi, dan wilayah yang terluas ke-2 di Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak. Kantor Kecamatan Jagakarsa terletak di Kelurahan Jagakarsa, Jalan Sirsak No. 2.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tanjung Barat, Jagakarsa pada tahun 1760-1780-an

Sampai dengan tahun 1991, Jagakarsa hanya sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pasar Minggu setelah dikeluarkan dari Kabupaten Bogor pada tahun 1974. Pada tahun 1992, wilayah ini ditetapkan dari awalnya hanya kelurahan yang menonjol dibanding kelurahan-kelurahan lainnya yang ditetapkan menjadi Kemantren Jagakarsa dan cikal bakal Kecamatan Jagakarsa yang ditetapkan bersama dengan 2 kecamatan lainnya yang ada di Kotamadya Jakarta Selatan, yakni: Kecamatan Pancoran dan Kecamatan Pesanggrahan dengan camat awalnya H. Sudoyo.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Wilayah kecamatan Jagakarsa terbagi atas 6 kelurahan, 54 RW, dan 610 RT dengan luas 2.501 ha dan dihuni sekitar 350.000 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 4,8 % per tahun (menurut Data wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan pada tahun 2010). Kecamatan ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk per tahun yang tinggi di Kota Administrasi Jakarta Selatan setelah Kecamatan Cilandak, Kecamatan Kebayoran Lama, Kecamatan Pesanggrahan, dan Kecamatan Pasar Minggu.

Enam kelurahan di kecamatan Jagakarsa adalah sebagai berikut:

  1. Kelurahan Tanjung Barat, dengan kode pos 12530
  2. Kelurahan Lenteng Agung, dengan kode pos 12610
  3. Kelurahan Jagakarsa, dengan kode pos 12620
  4. Kelurahan Ciganjur, dengan kode pos 12630 [2]
  5. Kelurahan Srengseng Sawah, dengan kode pos 12640
  6. Kelurahan Cipedak, dengan kode pos 12650

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata belanja[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Lenteng Agung
  • Pasar Ciganjur
  • Pasar Cipedak
  • Mal Cinere

Wisata olahraga[sunting | sunting sumber]

  • Matoa Golf

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

  • Hutan kota Ciganjur
  • Hutan kota Cipedak

Wisata budaya[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Terminal bus[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Hanya kelurahan Tanjung Barat saja yang dilewati Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Ada berapa jalan raya yang dijangkau ke Kecamatan Jagakarsa, yakni: Jalan Lenteng Agung dan Jalan TB Simatupang menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke daerah Pasar Minggu, Cilandak, Pancoran, Lebak Bulus, Pasar Rebo dan TMII, Jalan Ciganjur dan Jalan Muhammad Kahfi menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Cinere, Gandul, Terminal Lebak Bulus, Pondok Labu, Ciputat, Citayam dan Bojonggede Kab. Bogor, Jalan Akses UI menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pal, Kelapa Dua, Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Cisalak dan Bogor, Jalan Margonda menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pusat Kota Depok dan Jalan Cipedak menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Tanah Baru, Pusat Kota Depok dan Sawangan.

Jalan tol[sunting | sunting sumber]

Akses ke Kecamatan Jagakarsa adalah keluar Gerbang tol Lenteng Agung di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta

Prasarana transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal bus[sunting | sunting sumber]

Terminal Lenteng Agung, Terminal Ciganjur dan Terminal Warung Sila adalah prasarana angkutan umum di Kecamatan ini. Terminal bus diantaranya yakni:

Rel dan Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Jagakarsa saat ini dilewati oleh Jalur kereta api rute Jakarta-Bogor memiliki 3 stasiun kereta api, yakni Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Lenteng Agung dan Stasiun Universitas Pancasila.

Transportasi umum lain[sunting | sunting sumber]

Ojek[sunting | sunting sumber]

Ojek adalah sarana transportasi umum yang melayani warga Kecamatan Jagakarsa yang hendak ke pasar, terminal bus, sekolah dan stasiun kereta api.

Ojek di wilayah Kecamatan Jagakarsa sudah mulai beroperasi sejak tahun 1992 menggantikan becak, Ojek beroperasi pada:

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi adalah salah satu sarana transportasi umum yang melayani Kecamatan Jagakarsa yang hendak berpergian ke terminal bus, pasar, sekolah, dll.

Becak[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1930-an sampai pertengahan 1990-an, Becak adalah sarana transportasi umum yang melayani warga Kecamatan Jagakarsa yang hendak berpergian ke pasar, sekolah, dll.

Becak di Kecamatan Jagakarsa biasanya mangkal di Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Tanjung Barat, pasar Lenteng Agung, terminal bus Lenteng Agung dan berbagai sekolah.

Namun, setelah munculnya ojek motor pada tahun 1994 dan taksi pada tahun 1995, maka becak di Kecamatan Jagakarsa telah berkurang.

Peristiwa yang sering terjadi[sunting | sunting sumber]

Mitos dan urban legend[sunting | sunting sumber]

Tidak banyak warga Jagakarsa yang belum pernah mendengar tentang "Tante Toel", seorang nenek (kurang waras?) yang diceritakan suka berkeliaran dan menghampiri siapa saja yang lewat untuk meminta uang untuk membeli nasi, di kawasan Jagakarsa dan sekitarnya, tetapi suka memakai perhiasan emas sepuhan yang berlebihan.[butuh rujukan]

Banjir Jakarta 2007[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Jagakarsa sering terjadi kebanjiran,[3] yang mengakibatkan 130 orang tewas dan 125.000 orang mengungsi.[4] Daerah rawan banjir di Kecamatan Jagakarsa, terjadinya di:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama BPS Jakarta Selatan 2020
  2. ^ Kodepos sudah lama, dari tahun 1999. Dilihat di peta Jakarta bulan Desember 1999.
  3. ^ Daerah Rawan Banjir Di Kecamatan Jagakarsa Diupdate 2007-3-14
  4. ^ Banjir menyebabkan 150 orang tewas dan 125.000 orang mengungsi Diupdate 2007-3-15

Pranala luar[sunting | sunting sumber]