Grand Prix F1 Brasil 2007

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bendera Brasil   Grand Prix Brasil 2007
Detail lomba
Lomba ke-17 dari 17 dalam Formula Satu musim 2007.
Autódromo José Carlos Pace (AKA Interlagos) track map.svg
Date 21 Oktober 2007 (2007-10-21)
Nama resmi XXXVI Grande Prêmio do Brasil
Lokasi Autódromo José Carlos Pace, São Paulo, Brasil
Sirkuit Fasilitas balap permanen
4.309 km (2.677 mil)
Jarak tempuh 71 lap, 305.909 km (190.083 mil)
Cuaca 37 °C (Udara), 63 °C (Trek)
Pole position
Pembalap Bendera Brasil Felipe Massa Ferrari
Waktu 1:11.931
Lap tercepat
Bendera Finlandia Kimi Räikkönen Ferrari
Waktu 1:12.445 pada lap 66
Podium
Pertama Bendera Finlandia Kimi Räikkönen Ferrari
Kedua Bendera Brasil Felipe Massa Ferrari
Ketiga Bendera Spanyol Fernando Alonso McLaren-Mercedes

Grand Prix Brasil 2007 (atau bernama resmi XXXVI Grande Prêmio do Brasil) adalah acara lomba balap Formula Satu yang diselenggarakan di Autódromo José Carlos Pace di São Paulo, Brasil pada tanggal 21 Oktober 2007. Lomba yang berlangsung selama 71 lap ini merupakan seri ketujuh belas dan terakhir dari rangkaian kalender balap Formula Satu musim 2007. Lomba ini dimenangkan oleh pembalap Ferrari Kimi Räikkönen yang juga tampil sebagai juara dunia musim 2007.[1] Rekan setimnya Felipe Massa menyelesaikan lomba di urutan kedua, sementara pembalap McLaren Fernando Alonso menutup posisi podium dengan finis di posisi ketiga. Lewis Hamilton, yang sebelum lomba memiliki keunggulan selisih empat poin atas Fernando Alonso dan tujuh poin atas Räikkönen, mengalami masalah girboks di awal perlombaan. Ia lantas mencoba mengejar ketinggalannya dan berhasil finis di urutan ketujuh yang membuatnya kalah dalam klasemen pembalap dengan selisih satu poin atas Räikkönen. Alonso juga berselisih satu poin di belakang Räikkönen di klasemen akhir pembalap.[1]

Latar belakang jelang lomba[sunting | sunting sumber]

Perbaikan sirkuit[sunting | sunting sumber]

Panorama Autódromo José Carlos Pace, sirkuit tempat berlangsungnya Grand Prix Brasil.

Jelang perlombaan GP Brasil digelar, sebuah renovasi berskala besar dalam 35 tahun terakhir dilakukan di Autódromo José Carlos Pace yang bertujuan untuk memperbaiki masalah dan menanggapi beragam keluhan soal permukaan aspal sirkuit.[2][3] Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengganti lapisan aspal dan dilakukan pengaspalan baru.[4] Pada saat bersamaan, pintu masuk area pit lane juga direvisi dan ditingkatkan untuk alasan keamanan.[5] Sebagai konsekuensi dari rincian renovasi tersebut, sirkuit ditutup sementara dan tidak ada acara lomba balapan apapun dalam waktu lima bulan jelang gelaran acara GP F1 Brasil.[6]

Pergantian pembalap[sunting | sunting sumber]

Pembalap Williams Alexander Wurz memutuskan untuk pensiun dari arena balap F1 setelah lomba GP Tiongkok.[7] Williams lantas memilih menurunkan pembalap tes mereka Kazuki Nakajima, anak dari mantan pembalap Satoru Nakajima, untuk lomba GP Brasil.[8] Dengan demikian pada GP Brasil 2007 untuk pertama kali sejak GP Jepang 1995 ada tiga pembalap asal Jepang yang turun di akhir pekan resmi lomba F1.[9]

Klasemen sebelum lomba[sunting | sunting sumber]

Sebelum akhir pekan lomba resmi dimulai, posisi puncak klasemen pembalap masih dipegang oleh Lewis Hamilton dengan 107 poin. Ia unggul atas peringkat kedua yang juga rekan setim sekaligus juara bertahan musim 2006 Fernando Alonso yang mengoleksi 103 poin. Berbekal kemenangan di GP Tiongkok, Kimi Räikkönen menguntit di posisi ketiga dengan 100 poin atau selisih 7 poin dari Hamilton yang gagal finis di lomba tersebut.[10] Situasi jelang lomba GP Brasil mengingatkan penggemar F1 pada kejadian jelang lomba GP Australia 1986 dengan tiga pembalap yang bersaing ketat mencoba memperebutkan gelar. Saat itu Alain Prost yang berada di peringkat kedua klasemen saat memasuki lomba penutup musim sukses membalikan keadaan dan tampil sebagai juara setelah mengalahkan Nigel Mansell dan Nelson Piquet.[11]

Federasi Olahraga Balap Spanyol sempat mempertanyakan apakah McLaren akan memperlakukan kedua pembalapnya secara setara di akhir pekan GP Brasil. Alonso sempat berujar di GP Tiongkok bahwa ada kemungkinan timnya mengsiasati strategi untuk dirinya agar bisa membantu Hamilton memenangi kejuaraan meskipun pada akhirnya dugaan itu terbantahkan dengan gagal finisnya Hamilton di Shanghai.[12] FIA kemudian memutuskan bahwa akan menurunkan salah satu steward-nya untuk mengawal tim McLaren di Brasil meski kemudian Alonso meminta agar hal tersebut tidak perlu dilakukan.[13]

Sesi latihan bebas[sunting | sunting sumber]

Kazuki Nakajima menjalani debut lomba F1 pertamanya bersama tim Williams di sesi latihan bebas hari Jumat.

Latihan bebas hari Jumat pertama dijalankan dengan kondisi permukaan trej yang basah. Meskipun gerimis secara berkala berhenti, curah hujan menyirami trek hampir sepanjang sesi latihan. Kimi Raikkonen dan Felipe Massa sukses memuncaki sesi latihan pertama ini dengan jarak diantara keduanya yang mencapai setengah detik. Pembalap Renault Heikki Kovalainen dan pembalap Williams Nico Rosberg berada di urutan ketiga dan keempat sesi ini. Sementara itu Lewis Hamilton berada di urutan kelima dengan selisih 1,5 detik dari Raikkonen. Beberapa pembalap, salah satunya Fernando Alonso, memilih untuk tidak turun di sesi latihan bebas pertama untuk menjaga setelan mobil untuk situasi trek yang diramalkan kering di hari Sabtu dan Minggu.[14]

Pada sesi latihan bebas kedua, hujan tidak lagi turun dan trek mengering dengan cepat. Semua pembalap memanfaatkan kondisi ini untuk turun dan hasilnya Hamilton mampu berada di posisi pertama dengan waktu tujuh detik lebih cepat dari catatan Raikkonen di sesi pertama yang basah. Alonso, Massa dan Raikkonen menyusul dibelakang Hamilton di akhir sesi kedua ini.[15]

Paska sesi latihan, steward atau pengawas lomba dari FIA memeriksa seluruh mobil peserta dan menemukan kejanggalan pada set ban yang dipakai Hamilton, Jenson Button dan Takuma Sato yang diketahui menggunakan dua set ban basah yang berbeda di sesi latihan pertama. Sesuai peraturan F1 saat itu jika di sesi latihan hari Jumat turun hujan maka set ban yang boleh diambil untuk dipergunakan yaitu ban semi basah (intermediate) atau ban basah penuh. McLaren mengakui kesalahan penggunaan ban ini dan FIA kemudian mengeluarkan hukuman denda sebesar 15.000 Euro untuk tim McLaren, Honda dan Super Aguri. Sebagai langkah antisipasi kecurangan saat lomba, FIA juga menarik satu set ban basah baru yang segar dari ketiga pembalap tersebut.[16]

Sesi kualifikasi[sunting | sunting sumber]

Sesi kualifikasi hari Sabtu berlangsung dalam kondisi panas terik. Pada sesi Q1 seperti biasanya para pembalap tim papan bawah tereliminasi. Duet pembalap tim Spyker Adrian Sutil dan Sakon Yamamoto bersama duet Super Aguri Takuma Sato dan Anthony Davidson tersingkir bersama pembalap debutan Kazuki Nakajima dari Williams. Pembalap Renault Heikki Kovalainen juga tersingkir dari sesi Q1 kualifikasi.[17]

Pada sesi Q2, dua pembalap Honda yaitu Rubens Barrichello dan Jenson Button bersama duet Toro Rosso Sebastian Vettel dan Vitantonio Liuzzi tersingkir bersama Giancarlo Fisichella dalam balapan terakhirnya untuk Renault dan Ralf Schumacher dalam balapan terakhirnya untuk Toyota.

Dalam sesi Q3 yang menyisakan 10 pembalap, Nico Rosberg mncatat waktu tercepat urutan kesepuluh untuk Williams. Ia akan start di baris kelima bersama pembalap Red Bull Racing David Coulthard yang menduduki urutan kesembilan grid. Di baris keempat grid ada Jarno Trulli dari Toyota di urutan delapan dan Robert Kubica dari BMW Sauber di urutan ketujuh. Rekan setim Kubica yaitu Nick Heidfeld berada di urutan keenam dan Mark Webber yang tampil cukup baik di sesi kualifikasi berhasil meraih posisi start kelima. Di barisan kedua grid ada Fernando Alonso dari McLaren di urutan keempat dan Kimi Raikkonen di urutan ketiga. Felipe Massa sukses mencuri perhatian publik Brasil dengan meraih pole position diikuti Lewis Hamilton yang akan start di posisi kedua.[18][19]

Sesi perlombaan[sunting | sunting sumber]

Lap 1 sampai 14[sunting | sunting sumber]

Dua pembalap tim Ferrari melakukan start bagus di awal lomba.

Hanya 21 mobil yang mengikuti start di kotak grid karena ada masalah yang terjadi dengan mobil Spyker Adrian Sutil yang kemudian memilih memulai balapan dari pit lane. Saat start dimulai dua Ferrari, yaitu Felipe Massa dan Kimi Räikkönen, mampu melakukan start dengan sempurna dengan Raikkonen yang sukses menyalip Lewis Hamilton di area luar jelang masuk tikungan pertama.[20] Fernando Alonso lantas menyalip Hamilton dari sisi dalam dan kemudian di tikungan Reta Oposta ia mempertahankan diri dengan memblok dan mengerem keras untuk menghindari serangan balik dari Hamilton. Di sisi lain Hamilton mengerem dengan keras dan kemudian keluar dari jalur perlombaan saat ia mencoba meyalip kembali Alonso. Ia bergabung kembali dalam arena perlombaan di urutan delapan tepat di belakang mobil Toyota Jarno Trulli. Masih di lap pertama, Vitantonio Liuzzi kehilangan sayap depannya dan terpaksa menepi masuk ke pit untuk melakukan perbaikan. Memasuki lap kedua di tikungan pertama, Giancarlo Fisichella harus tersingkir dari perlombaan setelah ia melebar keluar trek dan kemudian ditabrak Sakon Yamamoto saat mencoba kembali memasuki trek.[21] Rubens Barrichello tertangkap komputer pengawas lomba mencuri start dan sebagai konsekuensinya ia harus menjalani penalti drive-through.

Di barisan depan Hamilton berusaha sangat keras untuk meraih kembali posisinya yang hilang. Di lap kedua ia berhasil menyalip Trulli dan naik ke urutan ketujuh. Selang empat lap kemudian ia menyalip Nick Heidfeld untuk menempati posisi keenam. Hal yang tidak diinginkan pun terjadi beberapa menit kemudian dengan masalah girboks mendadak yang menimpa Hamilton. Di area tikungan Reta Oposta, Hamilton tidak bisa melakukan pengoveran gigi dan terus melambat yang mengakibatkan ia dilewati para pembalap lainnya.[22][23] Setelah melaju lambat selama 30 detik, Hamilton berhasil mengatur ulang settingan girboks di mobilnya dan melaju normal kembali. Ia saat itu berada di posisi ke-18. Dengan dua Ferrari yang berada di posisi paling depan, Hamilton setidaknya membutuhkan finis kelima untuk bisa merebut gelar atau posisi ketujuh jika Raikkonen hanya finis kedua.[23]

Lap 15 sampai 30[sunting | sunting sumber]

Di bagian depan tidak ada posisi yang berubah: pada lap 15, Ferrari unggul hampir 12 detik di depan Alonso yang berada di posisi ketiga. Pada lap tersebut Hamilton naik ke peringkat 11 setelah melewati Rubens Barrichello, Ralf Schumacher, Anthony Davidson, Takuma Sato dan Kazuki Nakajima. Ia juga mengambil keuntungan dari tersingkirnya Mark Webber yang mengalami masalah girboks. Sebelum tersingkir Webber berada di posisi kelima.[24]

Setelah 20 lap, para pembalap di posisi depan mulai melakukan aktifitas pitstop untuk pertama kalinya. Robert Kubica menjadi pembalap pertama yang masuk pit dengan mengambil strategi tiga kali pitstop. Felipe Massa yang memimpin lomba juga masuk pit di lap yang sama sebelum kemudian disusul Kimi Raikkonen satu lap setelahnya dengan strategi bahan bakar yang lebih ringan untuk membantunya mencoba menyalip Massa di pitstop kedua nanti. Para pembalap lain diantaranya Fernando Alonso, Jarno Trulli, Sebastian Vettel dan Lewis Hamilton juga masuk pit di lap ke-22. Alonso bertahan dengan pemilihan ban yang keras sementara Hamilton mengadu nasib dengan mengubah strategi pitnya menjadi tiga kali yang merupakan sebuah strategi yang riskan di trek Brasil yang memiliki jalur pit panjang.[24] Hamilton memilih memakai ban lunak dan mengisi bahan bakar lebih sedikit. Nick Heidfeld jadi pembalap terakhir yang masuk pitstop pertama di lap ke-25.

Lap 31 sampai 60[sunting | sunting sumber]

Setelah putaran pertama pit stop, Massa kembali memimpin di posisi pertama dengan selisih 3,3 detik di Räikkönen. Alonso bertahan di posisi ketiga dengan tertinggal 17 detik. Hamilton kembali melorot ke posisi ke-13 dengan selisih 50 detik dari Massa dan kemudian sempat tertahan di belakang pembalap tuan rumah Barrichello. Sebuah insiden pitstop terjadi di lap 32 saat Kazuki Nakajima melakukan pitstop pertamanya yang kurang sempurna dengan ia yang menabrak dua mekanik pitnya.[25] Setelah kejadian ini kedua mekanik tersebut dibawa ke klinik sirkuit untuk diperiksa dan tidak mengalami luka serius.

Heikki Kovalainen menyaksikan jalannya lomba usai tersingkir dari perlombaan.

Di lap 34 Kubica, dengan isi tangki bahan bakar yang sedikit, sukses menyalip Alonso untuk menduduki posisi ketiga namun ia hanya bertahan selama lima lap sebelum kemudian masuk pit dan turun ke posisi ketujuh. Hamilton masuk pit di lap 37 dan beralih ke ban keras. Di lap yang sama Heikki Kovalainen, yang sebelumnya berhasil finis di 16 lomba di kalender musim balap 2007, melintir di arena Tikungan 3 dan menabrak tembok pembatas. Akibat dari insiden ini Kovalainen terpaksa tersingkir dari perlombaan dan ia kehilangan peluang langka untuk menjadi pembalap pendatang baru yang berhasil finis dalam seluruh lomba di musim berjalan.[24] Pada lap 40 giliran Barrichello yang tersingkir akibat masalah mesin. Bagi Barrichello musim 2007 menjadi musim yang paling buruk sepanjang kariernya dengan ia yang gagal mencetak poin selama satu musim berjalan.[24]

Pada lap 43, putaran kedua pit stop dimulai dengan pembalap yang pertama masuk pit adalah David Coulthard dari posisi 8 diikuti oleh Trulli (yang sedang berada di posisi enam) satu lap kemudian. Sementara itu di posisi depan Massa membuat kesalahan dan melebar di area tikungan Descida do Lago yang membuat Räikkönen merapat mendekatinya. Massa kemudian masuk pit di lap 50, diikuti oleh Alonso di lap 52 dan Räikkönen pada lap 53. Sebelum masuk pit Raikkonen mencetak beberapa lap tercepat dan dengan dibantu teknisi kru pit Ferrari yang handal, ia berhasil keluar pit didepan Massa.[24] Pada saat ini Raikkonen secara virtual tampil sebagai juara dunia. Kubica dan Alonso masih bersaing memperebutkan tempat ketiga namun Kubica masih harus menjalani satu kali pitstop lagi. Lewis Hamilton sendiri berada di posisi 8 dengan selisih satu menit dibelakang Raikkonen. Hamilton masuk pitstop untuk terakhir kalinya di lap 57 dan kembali ke posisi 9 sementara perjudian Kubica dengan strategi tiga pitnya gagal dengan ia yang jatuh ke posisi 6 setelah masuk pit di lap 59. Di lap ini juga Hamilton sukses salip Coulthard untuk posisi kedelapan dan mencetak lap tercepat.

Lap 61 sampai 71[sunting | sunting sumber]

Nick Heidfeld (kiri) vs. Nico Rosberg (kanan).
Kimi Raikkonen merayakan kemenangan GP Brasil dan gelar juara dunia pembalap musim 2007.

Di lap 61, Rosberg mencoba menyalip Heidfeld di area trek lurus garis start finis namun aksi Heidfeld yang mencoba memblok Rosberg (yang sudah sukses menyalip) malah membuat keduanya melebar ke luar trek saat memasuki tikungan pertama. Kubica mencoba mengambil keuntungan dari skema ini dan berhasil menyalip keduanya sekaligus dan naik ke posisi keempat.[20] Selanjutnya ada Coulthard yang bertarung melawan pembalap debutan Nakajima, Coulthard lantas melintir saat mencoba menyalip Nakajima namun ia masuk bisa melanjutkan lomba. Hamilton yang mulai putus asa masih terus berjuang agar bisa finis di urutan kelima. Ia naik ke posisi tujuh saat Trulli masuk pit.[20]

Di sisa lap-lap akhir Räikkönen sudah dekat dengan kejuaraan tapi jika ada pembalap lain di urutan delapan besar yang tersingkir maka masih memungkinkan gelar jatuh ke tangan Hamilton atau Alonso. Pertarungan yang paling menarik di akhir lomba adalah antara Rosberg dan Kubica pada lap ke-70 dengan Rosberg yang sukses menyalip Kubica dan naik ke posisi empat.[26][27] Pada saat bendera finis dikibarkan, Raikkonen berhasil memenangi lomba disusul Massa dan Alonso. Hamilton dengan kerja kerasnya harus puas finis di urutan tujuh dan gagal meraih gelar. Raikkonen sempat terkejut saat diberitahu oleh timnya bahwa ia tampil menjadi juara dunia dan selisih poinnya atas Hamilton dan Alonso di klasemen setelah lomba berakhir hanya satu poin saja.[20] Dalam klasifikasi, Hamilton dinyatakan meraih posisi kedua klasemen meski ia dan Alonso sama-sama mencetak empat kemenangan lomba sepanjang musim 2007 karena Hamilton lebih banyak meraih posisi finis kedua.

Paska lomba[sunting | sunting sumber]

Kimi Raikkonen menjadi juara dunia pembalap Formula Satu yang ketiga dari Finlandia setelah Keke Rosberg dan Mika Hakkinen.[29] Kesuksesan Raikkonen membalikan keadaan di akhir musim sangat langka setelah ia tertinggal 26 poin dari pemimpin klasemen di tengah musim setelah lomba di Indianapolis. Sebelum Raikkonen meraih gelar di musim 2007, hanya sekali saja pembalap di posisi tiga klasemen mampu membalikan keadaan dan memenangi gelar yaitu Giuseppe Farina yang memenangi lomba GP Italia 1950 sekaligus gelar musim 1950.[30]

Terkait kekalahannya di perebutan gelar musim 2007, Lewis Hamilton menyatakan dirinya tetap bergembira dengan hasil posisi kedua klasemen pembalap yang ia raih terlebih dirinya baru saja masuk F1 setelah naik kelas dari Seri GP2. Hamilton percaya McLaren sudah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu tim yang memiliki mobil tercepat dan kompetitif.[28] Sementara itu Fernando Alonso, yang terlibat perang dingin dengan tim McLaren dan Hamilton, berujar bahwa ia sama sekali tidak punya kesempatan melawan duet Ferrari saat lomba dan memilih bertahan di posisi ketiga sambil menunggu sesuatu terjadi. Praktis peluang dirinya mempertahankan gelar tertutup karena menggantungkan harapan pada kondisi keadaan orang lain.[28]

Dalam hasil pemeriksaan paska lomba, ditemukan bahwa mobil Rosberg, Kubica dan Heidfeld memiliki kadar bahan bakar yang terlalu dingin. Merujuk pada peraturan, bahan bakar hanya boleh 10 derajat lebih rendah dari temperatur udara. Bahan bakar yang dingin bisa meningkatkan performa mobil meski menurut analisis BBC, keunggulan yang didapatkan tidak akan lebih dari satu detik dalam satu jarak perlombaan.[31] Melihat hal ini, pihak pengawas lomba memeriksa secara teliti selama beberapa jam setelah lomba sebelum kemudian memutuskan tidak menghukum pembalap terkait permasalahan ini. Menurut pengawas perlombaan, pengukuran temperatur saat lomba berlangsung sangat tidak menentu dan tidak bisa diambil angka pasti. Seandainya keputusan pengawas lomba memutuskan tiga pembalap tersebut dihukum maka Hamilton akan naik ke posisi keempat dan sekaligus akan meraih gelar dunia. McLaren yang tidak puas akan keputusan ini kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi FIA yang kemudian pada tanggal 16 November memutuskan menolak permohonan banding McLaren dengan alasan prosedur protes yang diajukan oleh McLaren tidak tepat seperti alur yang diminta.[32][33] Hasil ini menegaskan juga bahwa hasil lomba di Brasil adalah pasti dan status gelar Raikkonen terkonfirmasi. Meskipun sebelum keputusan pengadilan keluar, sangat sulit untuk gelar juara dunia untuk berpindah tangan terkait kredibilitas F1 dan FIA yang juga akan ikut dipertanyakan. Meski mengaku kecewa, baik Alonso ataupun Hamilton juga menyatakan bahwa mereka tidak suka apabila gelar diraih melalui pengadilan.[34][35] Raikkonen sebagai juara mendapatkan dukungan dari Bernie Ecclestone dan Max Mosley dalam permasalahan ini.[36][37]

Sepekan setelah lomba, tersiar kabar bahwa Hamilton melakukan kesalahan sendiri yang mengakibatkan girboksnya macet di lomba GP Brasil.[38] Diyakini saat itu ia menekan tombol yang salah di setir mobilnya.[39] Tetapi tim McLaren kemudian membantah berita ini dan menegaskan bahwa kasus kejadian girboks macet di mobil Hamilton di Brasil diakibatkan karena faktor teknologi bukan faktor pembalap.[40] Salah satu penyebab faktor girboks Hamilton macet saat lomba adalah karena masalah mekanis perpindahan gigi atau masalah perangkat lunak.[40] Penegasan dari McLaren ini juga menjadi klarifikasi bagi media dan penggemar setelah banyaknya kesalahpahaman mengenai apa yang sebenarnya terjadi.[41]

Rekapitulasi[sunting | sunting sumber]

Kualifikasi[sunting | sunting sumber]

Pos. No. Pembalap Konstruktor Q1 Q2 Q3 Grid
1 5 Bendera Brasil Felipe Massa Ferrari 1:12.303 1:12.374 1:11.931 1
2 2 Bendera Britania Raya Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 1:13.033 1:12.296 1:12.082 2
3 6 Bendera Finlandia Kimi Räikkönen Ferrari 1:13.016 1:12.161 1:12.322 3
4 1 Bendera Spanyol Fernando Alonso McLaren-Mercedes 1:12.895 1:12.637 1:12.356 4
5 15 Bendera Australia Mark Webber Red Bull-Renault 1:13.081 1:12.683 1:12.928 5
6 9 Bendera Jerman Nick Heidfeld BMW Sauber 1:13.472 1:12.888 1:13.081 6
7 10 Bendera Polandia Robert Kubica BMW Sauber 1:13.085 1:12.641 1:13.129 7
8 12 Bendera Italia Jarno Trulli Toyota 1:13.470 1:12.832 1:13.195 8
9 14 Bendera Britania Raya David Coulthard Red Bull-Renault 1:13.264 1:12.846 1:13.272 9
10 16 Bendera Jerman Nico Rosberg Williams-Toyota 1:13.707 1:12.752 1:13.477 10
11 8 Bendera Brasil Rubens Barrichello Honda 1:13.661 1:12.932 11
12 3 Bendera Italia Giancarlo Fisichella Renault 1:13.482 1:12.968 12
13 19 Bendera Jerman Sebastian Vettel Toro Rosso-Ferrari 1:13.853 1:13.058 13
14 18 Bendera Italia Vitantonio Liuzzi Toro Rosso-Ferrari 1:13.607 1:13.251 14
15 11 Bendera Jerman Ralf Schumacher Toyota 1:13.767 1:13.315 15
16 7 Bendera Britania Raya Jenson Button Honda 1:14.054 1:13.469 16
17 4 Bendera Finlandia Heikki Kovalainen Renault 1:14.078 17
18 22 Bendera Jepang Takuma Sato Super Aguri-Honda 1:14.098 18
19 17 Bendera Jepang Kazuki Nakajima Williams-Toyota 1:14.417 19
20 23 Bendera Britania Raya Anthony Davidson Super Aguri-Honda 1:14.596 20
21 20 Bendera Jerman Adrian Sutil Spyker-Ferrari 1:15.217 21
22 21 Bendera Jepang Sakon Yamamoto Spyker-Ferrari 1:15.487 22
Sumber:[42]

Lomba[sunting | sunting sumber]

Pos. No. Pembalap Konstruktor Lap Waktu/Tersingkir Grid Poin
1 6 Bendera Finlandia Kimi Räikkönen Ferrari 71 1:28:15.270 3 10
2 5 Bendera Brasil Felipe Massa Ferrari 71 +1.493 1 8
3 1 Bendera Spanyol Fernando Alonso McLaren-Mercedes 71 +57.019 4 6
4 16 Bendera Jerman Nico Rosberg Williams-Toyota 71 +1:02.848 10 5
5 10 Bendera Polandia Robert Kubica BMW Sauber 71 +1:10.957 7 4
6 9 Bendera Jerman Nick Heidfeld BMW Sauber 71 +1:11.317 6 3
7 2 Bendera Britania Raya Lewis Hamilton McLaren-Mercedes 70 +1 lap 2 2
8 12 Bendera Italia Jarno Trulli Toyota 70 +1 lap 8 1
9 14 Bendera Britania Raya David Coulthard Red Bull-Renault 70 +1 lap 9
10 17 Bendera Jepang Kazuki Nakajima Williams-Toyota 70 +1 lap 19
11 11 Bendera Jerman Ralf Schumacher Toyota 70 +1 lap 15
12 22 Bendera Jepang Takuma Sato Super Aguri-Honda 69 +2 lap 18
13 18 Bendera Italia Vitantonio Liuzzi Toro Rosso-Ferrari 69 +2 lap 14
14 23 Bendera Britania Raya Anthony Davidson Super Aguri-Honda 68 +3 lap 20
Ret 20 Bendera Jerman Adrian Sutil Spyker-Ferrari 43 Rem 21
Ret 8 Bendera Brasil Rubens Barrichello Honda 40 Mesin 11
Ret 4 Bendera Finlandia Heikki Kovalainen Renault 35 Insiden 17
Ret 19 Bendera Jerman Sebastian Vettel Toro Rosso-Ferrari 34 Hidrolik 13
Ret 7 Bendera Britania Raya Jenson Button Honda 20 Mesin 16
Ret 15 Bendera Australia Mark Webber Red Bull-Renault 14 Girboks 5
Ret 21 Bendera Jepang Sakon Yamamoto Spyker-Ferrari 2 Tabrakan 22
Ret 3 Bendera Italia Giancarlo Fisichella Renault 2 Tabrakan 12
Sumber:[43]

Klasemen setelah lomba[sunting | sunting sumber]

  • Catatan: Hanya posisi lima besar yang dimasukan dalam klasemen diatas.
  • Teks tebal mengindikasikan Juara Dunia musim 2007.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Kimi Raikkonen Juara Dunia!, Detik.com, diakses 12 Desember 2017.
  2. ^ "Interlagos será fechado para reforma" (dalam bahasa portuguese). folhadaregiao.com.br/. 14 June 2007. Diakses tanggal 5 August 2007.  [pranala nonaktif]
  3. ^ "As obras em Interlagos" (dalam bahasa portuguese). autodromointerlagos.com/. 4 September 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 October 2007. Diakses tanggal 8 September 2007. 
  4. ^ "FIA tem uma justificada preocupação com o GP Brasil de Fórmula 1" (dalam bahasa portuguese). gpbrasil.com.br/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 August 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  5. ^ "Alargamento da entrada dos boxes, para maior segurança dos pilotos" (dalam bahasa portuguese). autodromointerlagos.com/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 August 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  6. ^ "Reforma deve acabar com problemas no asfalto de Interlagos" (dalam bahasa portuguese). clicabrasilia.com.br/. 13 June 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 5 August 2007. 
  7. ^ The AT&T Williams driver, Alex Wurz, today confirmed his retirement from active racing in Formula One., PitPass, diakses 1 Januari 2017.
  8. ^ Nakajima to debut for Williams in Brazil - Times of Malta, diakses 12 April 2015.
  9. ^ Kazuki Nakajima to make F1 race debut, F1 Fanatic, diakses 16 Agustus 2015.
  10. ^ Näin F1:n piste-ero kehittyi kauden aikana, diakses 14 April 2015.
  11. ^ Hamiltonin paineensieto puntariin F1-kauden päätöskisassa, diakses 14 April 2015.
  12. ^ Alonso Continues Attacks on McLaren and Hamilton, F1 Fanatic, diakses 18 April 2014.
  13. ^ FIA steward to ensure equality for McLaren duo | The Independent, diakses 17 Agustus 2014.
  14. ^ "Practice 1: Kimi heads Ferrari 1–2". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  15. ^ "Practice 2: Hamilton shades Alonso". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  16. ^ "Lewis escapes penalty over rule breach". ITV-F1. 19 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 October 2007. Diakses tanggal 20 October 2007. 
  17. ^ Kovalainen: Oma moka, MTV3 Finlandia, diakses 17 Agustus 2016.
  18. ^ Ferrari-leiri käärmeissään Hamiltonille, MTV3 Finlandia, diakses 17 Agustus 2016.
  19. ^ Hamilton pyysi anteeksi Räikköseltä, MTV3 Finlandia, diakses 17 Agustus 2016.
  20. ^ a b c d Raikkonen shatters Hamilton's dream, Crash.net, diakses 12 November 2015.
  21. ^ Yamamoto: Fisichella crash unavoidable, Autosport, diakses 12 November 2015.
  22. ^ Hamiltonin vaihteisto meni vapaalle, MTV3 Finland, diakses 17 Agustus 2016.
  23. ^ a b Lewis Hamilton and the Brazilian GP: Why hasn't he won at Interlagos?, Sky Sports, diakses 8 Januari 2018.
  24. ^ a b c d e Brazilian GP 2007 review: Raikkonen champion by a point, F1 Fanatic, diakses 2 Januari 2018.
  25. ^ Nakajima impresses despite pit lane fracas, Crash.net, diakses 12 Desember 2017.
  26. ^ Brazil Sunday quotes: BMW, Autosport, diakses 11 November 2017.
  27. ^ Rosberg celebrates best result yet, diakses 11 November 2017.
  28. ^ a b c Raikkonen champion as Lewis stalls, Cable News Network, diakses 8 Janurari 2018.
  29. ^ Finns stunned by Raikkonen's title success, Reuters, diakses 2 Januari 2018.
  30. ^ Raikkonen clinches F1 title by winning Brazilian GP, Brad Spurgeon, NY Times, diakses 1 Januari 2018.
  31. ^ McLaren submit Brazil GP appeal, BBC, diakses 2 Januari 2018.
  32. ^ FIA confirm McLaren appeal, RTE, diakses 1 Januari 2018.
  33. ^ McLaren lose Brazilian GP appeal, BBC, diakses 2 Januari 2018.
  34. ^ Alonso hopes Raikkonen's title stands, Autosport, diakses 1 Januari 2018.
  35. ^ Hamilton doesn't want a title won in appeal, Autosport, diakses 1 Januari 2018.
  36. ^ Ecclestone laittaa arvovaltansa peliin Räikkösen puolesta, MTV3 Finlandia, diakses 1 Januari 2018.
  37. ^ FIA:n Mosley puolustaa Räikkösen mestaruutta, MTV3 Finlandia, diakses 1 Januari 2018.
  38. ^ Revealing comments from Hamilton and Massa, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  39. ^ Did Hamilton press the wrong button?, PitPass, diakses 8 Januari 2018.
  40. ^ a b Did Hamilton cause his gearbox problem?, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  41. ^ Hamilton did not admit causing car failure in Brazil, F1 Fanatic, diakses 8 Januari 2018.
  42. ^ "FORMULA 1 Grande Prêmio do Brasil 2007 - Qualifying". Formula1.com. Formula One Group. 20 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 October 2013. Diakses tanggal 27 December 2015. 
  43. ^ "FORMULA 1 Grande Prêmio do Brasil 2007 - Race". Formula1.com. Formula One Group. 21 October 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 December 2014. Diakses tanggal 27 December 2015. 
  44. ^ a b Alan Henry (2008). Autocourse 2008–09. CMG Publishing. hlmn. 170–171. ISBN 978-1-905334-31-5. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Seri sebelumnya: Kejuaraan dunia FIA Formula Satu
musim 2007
Seri selanjutnya:
Grand Prix F1 Tiongkok 2007 Grand Prix F1 Australia 2008
Tahun sebelumnya: Grand Prix Brasil Tahun selanjutnya:
Grand Prix F1 Brasil 2006 Grand Prix F1 Brasil 2008