Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Moskwa)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
Собор Непорочного Зачатия Пресвятой Девы Марии
A cathedral with pinnacles
Koordinat: 55°46′02″N 37°34′18″E / 55.767279°N 37.571760°E / 55.767279; 37.571760
LokasiMoskwa
NegaraRusia
DenominasiKristen Katolik
Sejarah
Didirikan21 Desember 1911 (1911-12-21)
Kejadian pentingDirekonstruksi pemerintah Uni Soviet untuk kepentingan sipil pada tahun 1956
Arsitektur
StatusKatedral
Status fungsionalAktif
GayaArsitektur Neo-Gotik
Administrasi
ParokiSanto Petrus dan Paulus
Keuskupan AgungMoskwa
Klerus
Uskup AgungPaolo Pezzi

Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda adalah gereja Katolik berarsitektur Neo-Gotik di pusat kota Moskwa yang difungsikan sebagai gereja katedral Keuskupan Agung Moskwa. Gedung yang terletak di wilayah Okrug Administratif Tengah ini adalah salah satu dari tiga gereja Katolik di kota Moskwa, dan merupakan gereja Katolik terbesar di Rusia.[1]

Rencana pembangunannya disetujui Menteri Dalam Negeri Kekaisaran Rusia pada tahun 1894. Upacara peletakan batu pertama dilangsungkan pada tahun 1899, dan kegiatan pembangunan mulai berjalan sejak tahun 1901 sampai rampung sepuluh tahun kemudian. Gereja katedral dengan tiga jalur panti umat ini dibangun menggunakan bata merah mengikuti rancangan arsitek Tomasz Bohdanowicz-Dworzecki. Tampilan bangunan dipengaruhi bentuk gereja Westminster Abbey dan gereja katedral Milan. Berkat dukungan dana dari paroki-paroki Katolik di Rusia maupun di negara-negara tetangga Rusia, gereja ini akhirnya rampung dan diberkati pada tahun 1911 untuk digunakan sebagai kapel paroki umat Polandia di kota Moskwa. Seusai Revolusi Rusia tahun 1917, kaum Bosyewik menggulingkan Pemerintahan Sementara Rusia, dan Rusia pun akhirnya menjadi bagian dari negara Uni Soviet pada tahun 1922. Karena propaganda paham ateisme oleh negara adalah salah satu unsur ideologi Marxisme–Leninisme, banyak gereja disegel pemerintah Uni Soviet. Gereja ini disegel pada tahun 1938. Di tengah Perang Dunia II, gedung ini sempat hendak dirubuhkan, tetapi akhirnya digunakan untuk kepentingan sipil seusai perang, yakni sebagai gudang dan kemudian sebagai asrama. Sesudah Komunisme tumbang pada tahun 1991, gedung ini kembali difungsikan sebagai rumah ibadat umat Kristen Katolik pada tahun 1996. Pada tahun 2002, statusnya ditingkatkan menjadi katedral. Sesudah menjalani program rekonstruksi dan renovasi besar-besaran, gereja katedral ini akhirnya diberkati kembali pada tahun 2005.

Pada abad ke-21, sesudah 58 tahun lamanya digunakan untuk keperluan-keperluan di luar urusan agama, gereja katedral ini kembali menjadi tempat penyelenggaraan ibadat dalam berbagai bahasa (bahasa Rusia, bahasa Polandia, bahasa Korea, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Armenia, dan bahasa Latin) dan dimanfaatkan pula sebagai pentas pergelaran konser-konser amal yang menampilkan permainan orgel dan pertunjukan seni musik Gereja. Orgel yang ada sekarang adalah orgel ketiga semenjak gereja ini pertama kali berdiri, dan didapatkan sebagai barang hibah dari gereja Basler Münster. Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda kini terdaftar sebagai salah satu bangunan warisan sejarah dan monumen yang dilindungi negara Federasi Rusia.[2][3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Periode konstruksi pertama[sunting | sunting sumber]

Gambar rancangan arsitek Tomasz Bohdanowicz-Dworzecki

Hanya ada dua bangunan gereja Katolik di kota Moskwa pada akhir abad ke-19, yakni gereja Saint Louis des Français bagi umat Katolik asal Prancis dan gereja Santo Petrus dan Paulus bagi umat Katolik asal Polandia. Karena jumlah umat Polandia membengkak menjadi kira-kira 30.000 jiwa, gereja Santo Petrus dan Paulus pun mulai terasa sempit. Menindaklanjuti surat permohonan yang diajukan kepada Gubernur Jenderal Moskwa, dewan pemerintah kota Moskwa mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak untuk mengizinkan pendirian gereja baru pada tahun 1894. Pembangunan diizinkan sepanjang memenuhi beberapa syarat, antara lain dua syarat yang berkaitan dengan lokasi bangunan, yakni harus jauh dari pusat kota tua dan tidak bertempat di sekitar situs-situs suci Kristen Ortodoks.[4]

Dengan memperhatikan syarat-syarat yang ditetapkan dewan pemerintah kota Moskwa, Paroki Santo Petrus dan Paulus membeli sebidang tanah seluas 10 hektar (22 ekar) di Jalan Malaya Gruzinskaya pada tanggal 16 Mei 1895. Daerah sekitar Jalan Malaya Gruzinskaya ketika itu adalah daerah pinggiran kota Moskwa, dan dikelilingi ladang-ladang serta kebun-kebun sayur. Daerah tersebut kini termasuk dalam wilayah Okrug Administratif Tengah, di luar lingkup Jalan Lingkar Taman yang menandai bekas lokasi tembok kota tua, persis di seberang Jalur Koltsevaya Metro Moskwa, dan dikelilingi area pembangunan wilayah perkotaan abad ke-20. Tanah dibeli dengan dana sumbangan sebesar 10.000 rubel dalam bentuk emas (sekitar US$7.200.000 hingga 2012).[5] Akta jual-beli dan daftar lengkap penerimaan sumbangan kini tersimpan di lembaga arsip kota Moskwa dan Sankt-Peterburg.[4][6]

Dewan pemerintah kota Moskwa menetapkan satu lagi persyaratan tambahan yang berbunyi: "Mengingat kondisi dua gereja Katolik Roma yang sudah ada, gereja yang akan dibangun harus lebih besar, dilengkapi sebuah salib pada puncak tebar layar, tetapi tanpa limas-limas lancip dan patung-patung di sebelah luar bangunan".[4] Gambar rancangan dikerjakan Tomasz Bohdanowicz-Dworzecki, arsitek Rusia keturunan Polandia. Meskipun menyalahi persyaratan tambahan tersebut, gambar rancangannya diterima. Gedung dirancang agar mampu menampung tempat duduk bagi 5.000 orang. Upacara peletakan batu pertama diselenggarakan pada tahun 1899, sementara pekerjaan pembangunan berlangsung dari tahun 1901 sampai tahun 1911. Biaya pembangunan mencapai 290.000 rubel dalam bentuk emas (sekitar US$207.000.000 hingga 2012). Sebagian besar dari jumlah tersebut berasal dari sumbangan umat paroki Polandia kota Moskwa. Paroki-paroki Katolik di seluruh Rusia, Polandia, dan Belarusia.[4][5][6]

Gedung diberkati pada tanggal 21 Desember 1911 dan diberi nama "Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda". Tak lama kemudian, gedung ini mendapatkan status kapel di wilayah paroki Santo Petrus dan Paulus. Upacara pemberkatan diliput banyak wartawan dari berbagai media massa di Rusia maupun Polandia. Surat kabar Moskwa, Ruskoye Slovo, memberitakannya sebagai berikut:

Di daerah Jalan Malaya Gruzinskaya yang kumuh dan suram, jauh dari rahmat Allah maupun perhatian pemerintah kota, berdiri gereja Katolik Roma yang baru, kukuh berseni dan menakjubkan, dipersembahkan kepada Santa Perawan Maria Yang Dikandung Tanpa Noda. Gedung raksasa yang menjulang tinggi ini, ... dengan sekian banyak turet dan menara merunjung bermustaka salib. Katedral baru ini betul-betul mengagumkan ... [tiap bagian] tampak memukau dan agung. Tak setitik pun cela pada keindahan seninya yang terlihat maupun terdeteksi.[4]

Dari tahun 1911 sampai tahun 1917, dilakukan pengumpulan uang untuk mendanai pengadaan perabot. Selain dari altar utamanya yang indah memukau, semua perabot relatif sangat bersahaja (perabot asli bertahan sampai era 1930-an). Beberapa unsur dari rancangan asli batal dikerjakan. Latain gedung hanya dari beton curah saja, tidak dilapisi marmer sebagaimana rencana semula, sementara muka bangunan tidak dipasangi mustaka-mustaka. Sumber-sumber pustaka menyajikan keterangan yang berbeda-beda terkait waktu pemasangan mustaka-mustaka. Menurut beberapa sumber, mustaka-mustaka dikerjakan pada tahun 1923,[5] sementara beberapa sumber lain menyebutkan bahwa mustaka-mustaka baru dipasang ketika katedral ini direnovasi pada tahun 1999.[4][6] Pihak-pihak pemberi keterangan waktu pemasangan yang lebih awal mengemukakan bahwa mustaka-mustaka tersebut rusak pada masa Perang Dunia II, dan selama beberapa waktu dibiarkan begitu saja.[5]

Penyegelan dan alih fungsi[sunting | sunting sumber]

Dalam keadaan rusak sekitar tahun 1980

Seusai Revolusi Rusia tahun 1917, kaum Bolsyewik menggulingkan pemerintah sementara, dan Rusia dijadikan bagian dari negara baru Uni Soviet. Karena propaganda paham ateisme oleh negara adalah salah satu unsur ideologi Marxisme–Leninisme, banyak gereja disegel pemerintah Uni Soviet. Paroki Santo Petrus dan Paulus secara resmi dibubarkan pemerintah Uni Soviet pada tahun 1929, dan perayaan Misa dilarang. Sebagian besar halaman gereja diambil alih pemerintah pada tahun 1935 (dijadikan lokasi pembangunan sebuah gedung sekolah setahun kemudian), dan gereja akhirnya disegel pada tanggal 30 Juli 1938 (gereja Santo Petrus dan Paulus sudah lebih dahulu disegel 9 hari sebelumnya). Harta benda gereja habis dijarah sesudah penyegelan. Banyak barang, termasuk altar utama dan orgel, yang hilang tak berbekas. Bangunan gereja dimanfaatkan sebagai toko sayur-mayur selama beberapa bulan, kemudian direkonstruksi menjadi asrama empat lantai.[4]

Limas lancip menara utama dibongkar saat berlangsungnya Pertempuran Moskwa, agar tidak dimanfaatkan sebagai tengara tanah oleh Luftwaffe. Tak lama sesudah perang berakhir pada tahun 1945, sebagian halaman gereja dipakai sebagai lokasi pendirian satu blok apartemen. Kebakaran pada tahun 1956 meruntuhkan menara lentera di puncak kubah menara utama. Penghuni gedung dipindahrumahkan sedikit demi sedikit, dan gedung selanjutnya diambil alih para anggota lembaga penelitian Mosspetspromproekt (bahasa Rusia: Мосспецпромпроект). Kegiatan utama lembaga penelitian ini adalah membuat gambar-gambar proyek untuk fasilitas-fasilitas industri,[4] tetapi juga merancang kaldron api Olimpiade yang dipasang di Stadion Lenin dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 1980.[7]

Pada tahun-tahun era 1960-an dan 1970-an, bagian luar gereja kian rusak tak berbentuk.[4] Salah satu pihak yang prihatin melihat kerusakannya adalah musikus bard Rusia, Vladimir Vysotsky, yang rumahnya berseberangan jalan dengan gereja.[8] Pada tahun-tahun akhir era 1970-an, dewan pemerintah kota Moskwa berencana merenovasi gedung ini, mungkin untuk dijadikan balai konser resital orgel atau kantor pusat lembaga budaya. Rencana tersebut tak kunjung terlaksana karena ditentang lembaga penelitian Mosspetspromproekt.[4]

Kembali ke fungsi semula[sunting | sunting sumber]

Umat Katolik beribadat di dalam bekas bangunan gereja yang ditata menjadi tempat ibadat sementara sekitar tahun 1993

Kebijakan glasnost (keterbukaan), yang diberlakukan pada masa jabatan Mikhail Gorbachev, besar andilnya terhadap perkembangan kebebasan beragama di Uni Soviet.[9] Pada tahun 1989, sekelompok umat Katolik kota Moskwa dan paguyuban budaya "Rumah Polandia" (bahasa Rusia: Дом Польский, Dom Polskey) mengusulkan agar gedung ini difungsikan kembali untuk kepentingan keagamaan. Sesudah mendapatkan persetujuan dari dewan pemerintah kota Moskwa, untuk pertama kalinya sesudah 60 tahun berlalu perayaan Misa kembali dilaksanakan di situs ini. Misa tersebut dirayakan di tangga gedung pada hari raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda yang jatuh pada tanggal 8 Desember 1990. Perayaan Misa dipimpin oleh Padri Tadeusz Pikus, imam asal Polandia yang kemudian hari menjadi uskup-bantu di Keuskupan Agung Warsawa.[4][5]

Pada bulan Januari 1990, sekelompok umat Katolik kota Moskwa secara resmi membentuk Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Pada tanggal 13 April 1991, Paus Yohanes Paulus II menerbitkan ensiklik Providi quae yang menjadi dasar pembentukan "Administrasi Apostolik untuk Rusia Eropa". Administrator apostoliknya, Tadeusz Kondrusiewicz, mengeluarkan dekret rekonstruksi gereja pada tanggal 21 April 1991. Atas seizin dewan pemerintah kota Moskwa, untuk kedua kalinya perayaan Misa digelar di tangga gereja pada Hari Kebangsaan Polandia (tanggal 3 Mei). Tanggal 31 Mei secara resmi dicatat sebagai tanggal berdirinya Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda oleh departemen kehakiman pemerintah kota Moskwa. Ketika itu, beberapa bagian gereja disewakan lembaga penelitian Mosspetspromproyekt kepada sejumlah perusahaan.[4]

Mulai tanggal 7 Juni 1991, perayaan Misa dilaksanakan setiap hari Minggu di halaman gereja, karena bangunan gereja masih ditempati lembaga penelitian Mosspetspromproyekt. Pada tanggal 15 Juli 1991, Padri Josef Sanewski dari serikat Salesian Don Bosco, diangkat menjadi pastor paroki yang baru. Pelajaran agama diselenggarakan secara teratur oleh suster-suster Salesian sejak tanggal 29 November 1991. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga amal kasih pertama dibentuk untuk menyantuni dan membantu kaum papa. Wakil Wali Kota Moskwa, Yury Luzhkov, menandatangani dekret tertanggal 1 Februari 1992 yang berisi perintah kepada lembaga penelitian Mosspetspromproyekt untuk mengosongkan bangunan gereja pada tahun 1994. Umat Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda memasuki bangunan gereja pada tanggal 2 Juli 1992, dan menempati ruang kerja lembaga penelitian tersebut. Dewan pemerintah kota Moskwa sepakat mengizinkan ruangan tersebut digunakan sebagai tempat ibadat, sehingga ditemboki agar terpisah dari keseluruhan bangunan. Di dalam bekas ruang kerja inilah perayaan Misa kembali digelar secara teratur.[4][5]

Tampilan bangunan sebelum direnovasi (pertengahan era 1990-an). Tulisan pada spanduk berarti "Kembalikan gereja kami!" (Верните нам храм)

Dinding pembatas dibongkar umat paroki pada tanggal 7 Maret 1995, sementara pihak-pihak lain mulai membongkar rangka penopang. Lembaga penelitian pun meminta pertolongan polisi, OMON. Keesokan harinya, pecah konflik dengan polisi sampai-sampai beberapa umat paroki terluka, antara lain seorang biarawati. Yang lain ditahan, termasuk seorang imam dan seorang seminaris, tetapi dilepaskan pada hari berikutnya. Selepas kejadian-kejadian tersebut, Administrator Apostolik, Tadeusz Kondrusiewicz, melayangkan sepucuk surat terbuka kepada Presiden Rusia, Boris Yeltsin, pada tanggal 9 Maret 1995, berisi permohonan kepada presiden untuk turun tangan. "Tampaknya aniaya terhadap Gereja sudah tinggal sejarah. Benarkah demikian? Saya tidak ingat pernah melihat seorang imam diciduk, dan saya tidak ingat pernah melihat seorang biarawati digebuk," papar beliau di dalam surat tersebut.[4]

Akibatnya, Wali Kota Senior Moskwa, Yuri Luzhkov, salah seorang pejabat yang diangkat Yeltsin, menandatangani surat keputusan pemindahan lembaga penelitian Mosspetspromproyekt. Surat keputusan tertanggal 7 Maret 1995 itu berisi perintah kepada lembaga tersebut untuk mengosongkan bangunan pada tahun 1996. Lembaga penelitian Mosspetspromproyekt juga menyurati Yuri Luzhkov, menjelaskan kejadian-kejadian sebelumnya dari perspektif mereka, dan meminta ganti rugi lantaran kehilangan gedung kantor. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Polandia, Stanisław Ciosek, pada tanggal 15 Maret 1995, Pelaksana Tugas Wali Kota Moskwa, Alexander Musykantski, meyakinkan sang Dubes bahwa pengembalian gereja kepada jemaat akan tuntas pada akhir tahun itu juga.[5]

Pada tanggal 19 Maret 1995, Nunsius John Bukowski mengatur penyelenggaraan perayaan Misa di bagian gereja yang sudah berhasil didapatkan kembali. Nunsius menyampaikan berkat dari Sri Paus Yohanes Paulus II kepada segenap rohaniwan dan umat paroki. Melalui surat keputusan baru tertanggal 2 November 1995, Yuri Luzhkov memerintahkan lembaga penelitian Mosspetspromproyekt untuk mengosongkan bangunan selambat-lambatnya pada akhir tahun itu juga. Karena perintah tersebut tidak kunjung dijalankan, umat paroki menerobos masuk ke kantor lembaga penelitian Mosspetspromproyekt pada tanggal 2 Januari 1996 dan mulai mengosongkannya. Direktur lembaga penelitian Mosspetspromproyekt, Evgeny Afanasyev, sekali lagi memanggil polisi, tetapi kali ini polisi menolak mengintervensi. Oleh karena itu Evgeny Afanasyev meminta imam paroki memberi kelonggaran waktu bagi mereka untuk pindah selama dua minggu. Lembaga penelitian Mosspetspromproyekt akhirnya mengosongkan gedung pada tanggal 13 Januari 1996. Pada tanggal 2 Februari 1996, Keuskupan Agung Bunda Allah di Moskwa mendapatkan izin resmi untuk menggunakan bangunan gereja sampai batas waktu yang tidak ditentukan.[5]

Restorasi dan pemberkatan ulang[sunting | sunting sumber]

Tampilan gereja pada malam hari sesudah restorasi. Lampu-lampu luar dipasang pada akhir tahun 2005.[10]

Memasuki awal era 1990-an, Jawatan Perlindungan Monumen berencana untuk merestorasi gereja ini pada tahun 1997, bertepatan dengan peringatan 850 tahun berdirinya kota Moskwa. Rencana restorasi ini tidak dijalankan karena permasalahan seputar hak menempati bangunan. Meskipun demikian, pada tahun 1995, dewan pemerintah kota Moskwa memutuskan bahwa Paroki Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda adalah pihak yang bertanggung jawab menanggung dana restorasi. Sebuah komisi pelaksana restorasi pun dibentuk, diketuai oleh Josef Sanevski (pastor paroki), Stanislav Durnin (sejarawan Rusia), dan Grzegorz Tuderek (kontraktor bangunan sekaligus politikus Polandia).[4]

Dari tahun 1996 sampai tahun 1999, gereja ini direstorasi dengan bantuan para sponsor, yakni EnergoPol, sebuah perusahaan Polandia, dan Renovabis, lembaga amal Katolik di Jerman.[5] Pemerintah Rusia menyediakan dana menjelang rampungnya proyek restorasi.[4] Pekerjaan rekonstruksi mula-mula dijalankan di bawah arahan PKZ dan Budimex, perusahaan-perusahaan Polandia, yang meliputi perbaikan atap dan muka bangunan. Dari bulan September 1998, Padri Andrzey Stetskevich dan Jan Tajchman, arsitek dan ahli restorasi dari Toruń, Polandia, bersama-sama mengawasi pekerjaan rekonstruksi. Keduanya pernah mengepalai usaha restorasi Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga di Sankt-Peterburg. Padri Andrzey Stetskevich kemudian hari menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Moskwa. Kelengkapan ruangan dan altar baru dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli Ukraina, Belarusia, dan Rusia. Perusahaan-perusahaan di Moskwa menangani semua pekerjaan pemasangan marmer. Perabot dikerjakan di bawah pengawasan Vladimir Mukhin oleh siswa-siswa sekolah kejuruan renovasi Sankt-Peterburg. Kaca patri untuk tingkap mawar pada dinding muka bangunan dibuat di Toruń, sementara kaca-kaca patri untuk jendela-jendela lain dibuat oleh Tolotschko, sebuah perusahaan dari Hrodna, Belarusia.[4][5][11] Upacara pembukaan kembali Gereja katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda akhirnya digelar pada tanggal 12 Desember 1999. Pemberkatan ulang dilakukan oleh Kardinal Sekretaris Negara Takhta Suci Vatikan, Angelo Kardinal Sodano.[5] Bangunan katedral mencakup sebuah perpustakaan, kantor editor majalah Pewarta Katolik — Terang Injil (bahasa Rusia: Католический вестник — Свет Евангелия), dan kantor lembaga amal Caritas cabang Moskwa.

Arsitektur dan fasilitas[sunting | sunting sumber]

Mustaka-mustaka gereja, yang paling tengah dihiasi lambang kebesaran Paus Yohanes Paulus II

Katedral bergaya neo-Gotik ini adalah sebuah gedung pseudobasilika berdenah salib dan berlajur tiga, yakni memiliki tiga panti umat dan satu apsis. Seluruh badan bangunan menggunakan material batu-bata merah, dan sisi luarnya tidak diplester.

Orgel dan lonceng[sunting | sunting sumber]

Orgel Kuhn pada tahun 2007

Orgel yang ada saat ini adalah salah satu orgel terbesar di Rusia, dan merupakan orgel ketiga yang dipasang semenjak gereja ini berdiri. Orgel pertama disita negara pada tahun 1938, sementara orgel kedua adalah sebuah orgel elektronik dengan 60 register yang dipasang sewaktu gereja direnovasi pada tahun 1999. Orgel elektronik tersebut adalah sumbangan dari "Aid to the Church in Russia", lembaga amal Amerika Serikat pimpinan Padri Marcel Guarnizo, yang ditahbiskan menjadi diakon semasa renovasi berlangsung pada tahun 1997. Orgel elektronik diganti dengan orgel biasa pada kurun waktu tahun 2002–2005.[12][13]

Orgel katedral tersebut dibuat pada tahun 1955 oleh Orgelbau Kuhn AG di Männedorf, Swiss, untuk Basel Münster, katedral Kalvinis Injili di Basel, Swiss. Katedral Swiss ini menghibahkan orgel tersebut beserta semua pipanya, kecuali pipa terbesar (Nr.65 bas utama 32 kaki). Orgel dibongkar pada tahun 2002 dan dikirim ke Moskwa. Pipa-pipanya dibungkus dengan pakaian-pakaian baru, sumbangan dari masyarakat Basel yang nantinya dibagi-bagikan kepada fakir miskin di kota Moskwa. Pemasangan orgel di Moskwa dikerjakan perusahaan Orgelbau Schmid dari Kaufbeuren, Jerman, di bawah pimpinan Gerhard Schmid, yang menolak diberi imbalan jasa. Ketika pekerjaan pemasangan sedang berjalan, Schmid tewas akibat terjatuh dari perancah pada tanggal 9 September 2004. Kegiatan pemasangan orgel dituntaskan putranya, Gunnar Schmid.[12][14]

Pipa sepanjang 32 kaki (10 meter) yang tersisa di Swiss kemudian hari disatukan dengan orgel baru Katedral Münster, milik Khazanah Benda Budaya Swiss Bersignifikansi Nasional dan Regional. Pipa ini mampu menghasilkan nada berfrekuensi 16,35 Hz, not bas C0 empat oktaf di bawah C tengah. Pipa sejenis dibuat ulang di Moskwa dan disatukan dengan orgel hibahan pada tahun 2009.[13]

Lonceng-lonceng Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Lima buah lonceng gereja dipasang pada struktur atas gedung di balik dinding dengan tiga serangkai pelengkung runcing di sebelah kiri muka bangunan. Semuanya dicetak tuang oleh perusahaan pembuat lonceng Felczyński di Przemyśl, Polandia, dan merupakan sumbangan dari Uskup Wiktor Skworc[4][15] Lonceng-lonceng tersebut digerakkan secara elektronis. Lonceng terbesar berbobot 900 kilogram (2.000 pon) dan diberi nama "Bunda Maria Fátima". Nama lonceng-lonceng yang lain, dari yang terkecil sampai yang terbesar, adalah "Yohanes Paulus II", "Santo Yudas Tadeus" (nama santo pelindung Uskup Agung Tadeusz Kondrusiewicz), "Ulang Tahun 2000", dan "Santo Viktor" (nama santo pelindung Uskup Wiktor Skworc).[4][15]

Abad ke-21[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 11 Februari 2002, Paus Yohanes Paulus II membentuk kepengurusan Keuskupan Agung Moskwa dan mengangkat Administrator Apostolik Tadeusz Kondrusiewicz menjadi uskup agung sekaligus metropolit. Langkah ini dikecam Batrik Alexey II, yang menyebutnya sebagai "tindakan yang tidak bersahabat", karena yakin bahwa Gereja Katolik melihat Rusia sebagai lahan garapan misionaris.[16] Pada saat yang sama, Gereja Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda ditetapkan menjadi katedral Keuskupan Agung Moskwa. Pada bulan Maret 2002, umat gereja katedral Keuskupan Agung Moskwa dan umat Katolik di kota-kota Eropa lainnya ikut serta dalam doa rosario bersama yang dipimpin Sri Paus lewat konferensi video. Semenjak dibuka kembali, berbagai ibadat diselenggarakan setiap hari di katedral ini. Bahasa liturgi utama untuk perayaan Misa adalah bahasa Rusia, tetapi ada pula penyelenggaraan ibadat dalam bahasa Polandia, bahasa Inggris, bahasa Prancis, bahasa Spanyol, bahasa Korea, bahasa Latin, dan bahasa Armenia (dengan Ritus Armenia).[17]

Orgel baru (dilengkapi 74 tuas register, 4 jajar tuts, dan 5.563 batang pipa) diberkati Uskup Agung Moskwa, Tadeusz Kondrusiewicz, pada tanggal 16 Januari 2005. Seusai perayaan Misa, digelar konser pembuka Festival Internasional Musik Orgel yang pertama. Festival yang berlangsung sebulan penuh ini beberapa kali menggelar konser orgel di dalam gereja. Konser penutup menampilkan James Edward Goettsche, organis utama Basilika Santo Petrus.[18] Konser-konser orgel maupun musik Gereja secara berkala dilangsungkan di dalam gereja ini. Selain konser-konser tertentu yang menjual karcis masuk, konser-konser yang digelar di dalam gereja ini biasanya boleh ditonton secara cuma-cuma. Pada tanggal 12 April 2010, gereja ini menjadi tempat dilangsungkannya ibadat peringatan arwah para korban kecelakaan Tu-154 Angkatan Udara Polandia tahun 2010.[5]

Baca juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Russlands größte katholische Kirche" [Gereja Katolik terbesar di Rusia] (dalam bahasa Jerman). Deutschlandradio. Diakses tanggal 29 Januari 2012. 
  2. ^ "Kath. Kathedrale in Moskau verlegt Gottesdienste" [Katedral Katolik di Moskwa kembali digunakan untuk peribadatan] (dalam bahasa Jerman). Priesterbruderschaft St. Pius X. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 September 2012. Diakses tanggal 27 Desember 2011. 
  3. ^ храм римско-католический [Gereja Katolik Roma] (dalam bahasa Rusia). Министерство культуры Российской Федерации—Главный инофрматционно-Вычислителый центр. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Februari 2012. Diakses tanggal 30 Desember 2011. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s История кафедрального собора в Москве [Sejarah gereja katedral Moskwa] (dalam bahasa Rusia). Catholic.ru. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 
  5. ^ a b c d e f g h i j k l О Храме [Tentang gereja] (dalam bahasa Rusia). Situs web resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 March 2009. Diakses tanggal 30 March 2009. 
  6. ^ a b c Film dokumenter televisi mengenai Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda di Moskwa, dari serial "Mitos dan Legenda" yang tayang di saluran televisi Stolitsa; (dalam bahasa Rusia), temu balik tanggal 30 Maret 2009
  7. ^ "I. Фонды учреждений, организаций, предприятий-разравотчиков проектной дукументации" [Dokumentasi agen pendanaan, organisasi, proyek pengembangan ekonomi] (dalam bahasa Rusia). Московское Городское Объединение Архивов. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 April 2012. Diakses tanggal 3 Januari 2012. 
  8. ^ Dari sudut pandang Vladimir Vysotsky mengenai Moskwa dan pahlawan-pahlawan sastranya, esai karangan Lyubov Ossipova, Mei 1985; tonton daring (dalam bahasa Russia), temu balik tanggal 30 Maret 2009
  9. ^ Watch 1991, hlm. 74, 147–149.
  10. ^ Московские власти проводят подсветку католического собора [Lightning implemented on the Catholic Cathedral by Russian administrations] (dalam bahasa Russian). NEWSru.com. Diakses tanggal 30 March 2009. 
  11. ^ "Instytut Zabytkoznawstwa i konsewatorstwa" [Lembaga Warisan dan Pelestarian Budaya] (dalam bahasa Polandia). Universitas Nikolaus Kopernikus di Toruń. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 September 2009. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 
  12. ^ a b Jan Smirnitski (17 Januari 2005). Дядя, дай подудеть! [Bolehkan saya merokok, Paman?] (dalam bahasa Rusia). Moskovskij Komsomolets. Diarsipkan dari versi asli tanggal 26 April 2012. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 
  13. ^ a b "Organ" [Orgel] (dalam bahasa Inggris). Lembaga Amal "De Boni Arte". Diarsipkan dari versi asli tanggal 30 March 2012. Diakses tanggal 30 Desember 2011. 
  14. ^ "Firmenportrait 1955–2005" [Potret Perusahaan 1955–2005] (dalam bahasa Jerman). Orgelbau Schmid Kaufbeuren e.K. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 
  15. ^ a b О Храме » Архитектура храма [Tentang gereja» Arsitektur] (dalam bahasa Rusia). Situs web resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Maret 2009. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 
  16. ^ Greg Watts (14 Februari 2004). "Rusia dan Roma mempertimbangkan ulang ihwal menjalin hubungan". The Sunday Times. (perlu berlangganan)
  17. ^ О Храме » Расписание Богослужений [Tentang gereja» Keanggotaan] (dalam bahasa Rusia). Situs web resmi Gereja Katedral Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 April 2009. Diakses tanggal 21 April 2009. 
  18. ^ Международный фестиваль органной музыки. [Festival Internasional Musik Orgel] (dalam bahasa Rusia). 10 Februari 2005. Diakses tanggal 30 Maret 2009. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]