Bleach

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bleach
Bleach cover 01.jpg
Volume pertama Bleach (diterbitkan di Jepang oleh Shueisha pada tanggal 5 Januari 2002) menampilkan Ichigo Kurosaki.
ブリーチ
(Burīchi)
GenrePetualangan, supernatural[1]
Manga
PengarangTite Kubo
PenerbitShueisha
Penerbit
Inggris
Viz Media
Penerbit
Indonesia
DemografiShōnen
ImprintJump Comics
MajalahWeekly Shōnen Jump
Majalah
bahasa Inggris
Terbit20 Agustus 200122 Agustus 2016
Volume74 (Daftar volume)
Seri anime televisi
Film anime
Film aksi langsung
Wikipe-tan face.svg Portal anime dan manga

Bleach (bahasa Jepang: ブリーチ, Hepburn: Burīchi) adalah sebuah seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Tite Kubo. Alur ceritanya mengisahkan petualangan remaja keras kepala bernama Ichigo Kurosaki yang mewarisi takdir orang tuanya, setelah ia mendapatkan kekuatan Shinigami (死神 Shinigami, terj. har. "Dewa Kematian")—sebuah personifikasi kematian yang mirip dengan Malaikat Maut—dari Shinigami lainnya, Rukia Kuchiki. Kekuatan baru ini memaksanya untuk melakukan tugas melindungi manusia dari roh-roh jahat dan menuntun jiwa-jiwa yang mati ke alam baka, dan membawanya ke petualangan-petualangan di berbagai alam spiritual yang ada.

Bleach telah diserialisasikan di majalah manga Jepang bertajuk Weekly Shōnen Jump sejak bulan Agustus 2001 hingga Agustus 2016, dan bab-babnya telah dibundel menjadi 74 volume tankōbon. Seri ini telah menghasilkan sebuah waralaba media seperti serial televisi anime yang diproduksi oleh Studio Pierrot dari tahun 2004 hingga 2012, dua episode animasi video asli, empat film animasi, sepuluh panggung musikal, dan sejumlah permainan video, begitu pula dengan banyaknya jenis pernak-pernik terkait Bleach. Sebuah adaptasi film aksi langsung dirilis pada tahun 2018. Perilisan Bleach versi bahasa Inggris dikoordinasikan oleh Viz Media, yang telah merilis beberapa volume manga ini setiap tahun sejak tahun 2004, dan menerbitkan bab-bab Bleach dalam majalah Shonen Jump milik mereka sejak bulan November 2007. Viz Media telah mengamankan hak tayang asing dan distribusi video rumahan untuk anime Bleach pada tahun 2006. Blok pemrograman Adult Swim milik Cartoon Network mulai menayangkan episode dub berbahasa Inggris untuk Bleach di Amerika Serikat pada musim gugur tahun yang sama, dan Hulu kemudian mulai menyiarkan versi subtitle bahasa Inggris dari anime ini seminggu setelah episode terbarunya tayang di Jepang. Viz Media juga telah merilis semua film Bleach dalam bahasa Inggris.

Bleach menerima Penghargaan Manga Shogakukan untuk demografi shōnen pada tahun 2005, dan termasuk salah satu manga terlaris di Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun terjadi penurunan yang signifikan baik di pasar manga berbahasa Jepang dan Inggris, Bleach selalu tampil baik secara komersial, dan telah terjual sebanyak lebih dari 90 juta kopi tankōbon di Jepang saja.[2][3] Hingga tahun 2018, seri ini telah terjual sebanyak lebih dari 120 juta kopi dalam bentuk cetak di seluruh dunia.[4]

Plot[sunting | sunting sumber]

Ichigo Kurosaki adalah seorang remaja dari Kota Karakura yang dapat melihat hantu, kemampuan yang nanti akan membawanya bertemu dengan sosok supernatural bernama Rukia Kuchiki. Rukia adalah seorang Shinigami, para prajurit yang dipercaya untuk menuntun jiwa-jiwa orang mati dari Dunia Nyata ke Soul Society (尸魂界 (ソウル·ソサエティ), terj. har. "Dunia Roh Mati")—sebuah alam baka spiritual yang merupakan tempat asalnya—dan juga untuk bertarung dengan Hollow, jiwa tersesat mirip monster yang dapat menyerang hantu dan manusia. Ketika Rukia terluka parah saat melindungi Ichigo dari Hollow yang dikejarnya, Rukia memberikan kekuatannya kepada Ichigo agar ia dapat menggantikannya sementara Rukia memulihkan diri. Rukia kemudian terperangkap dalam tubuh manusia biasa, dan menasihati Ichigo saat mencoba untuk menyeimbangkan tugasnya sebagai Shinigami pengganti sambil masuk sekolah. Untuk bantuan dalam memburu para Hollow, mereka berdua bergabung dengan trio remaja yang juga berkekuatan spiritual: teman sekelas Ichigo bernama Orihime Inoue, teman baiknya Yasutora "Chad" Sado dan seorang Quincy—manusia yang dapat bertarung melawan Hollow—bernama Uryū Ishida.

Kemudian, Rukia ditangkap oleh para Shinigami atasannya dan dihukum mati karena telah melakukan tindakan terlarang berupa pemberian kekuatan kepada manusia. Ichigo dan kawan-kawannya berangkat dengan bantuan dari ilmuwan sekaligus mantan Shinigami bernama Kisuke Urahara, yang juga membuat Ichigo dapat mengakses kekuatan Shinigaminya, untuk memasuki Soul Society dan menyelamatkan Rukia. Tak lama setelah mereka tiba di Soul Society, konflik muncul di tengah-tengah para kapten dari Gotei 13 saat kapten divisi kelima—Sōsuke Aizen—terbunuh, mengakibatkan para Shinigami mulai bertarung satu sama lain. Namun, saat Ichigo hampir berhasil menyelamatkan Rukia dan Soul Society dari ancaman perang saudara, Aizen kembali muncul dan mengungkapkan tujuannya untuk mendapatkan Hōgyoku (崩玉, terj. har. "Bola Remuk")—sebuah bola kecil dengan kemampuan besar—yang ditanamkan Urahara di tubuh manusia milik Rukia dengan cara memalsukan kematiannya dan mengatur eksekusi Rukia. Aizen dibantu oleh rekan sekomplotannya, Gin Ichimaru dan Kaname Tōsen yang merupakan kapten divisi ketiga dan kesembilan, dan mereka menggunakan para Hollow sebagai pengalih untuk melarikan diri ke alam spiritual Hollow, Hueco Mundo (虚圏 (ウェコムンド), terj. har. "Dunia Hollow"). Kemudian, Ichigo dan Rukia kembali bersahabat dengan para Shinigami, yang menilai Ichigo sebagai sekutu yang kuat dan mengakuinya sebagai Shinigami pengganti yang resmi.

Ichigo dan teman-temannya kemudian terlibat dalam serangkaian pertarungan dengan pasukan Aizen yang terdiri dari Hollow mirip manusia, yang disebut Arrancar, sementara Ichigo dan yang lainnya bersekutu dengan Visored—para Shinigami yang menjadi korban eksperimen Aizen dalam menciptakan hibrid Shinigami/Hollow. Ketika salah satu anggota Espada—10 orang Arrancar terkuat bawahan Aizen—menculik Orihime, Ichigo dan teman-temannya memasuki Hueco Mundo untuk menyerang istana Aizen. Namun, saat Ichigo menyelamatkan Orihime, Aizen mengungkapkan bahwa penculikannya hanyalah pengalih perhatian dari rencananya untuk menyerang Kota Karakura dalam rangka mengorbankan jiwa-jiwa manusia yang masih hidup untuk menciptakan kunci menuju Istana Raja Roh sehingga ia dapat membunuh Raja Roh yang menguasai Soul Society. Ketika para Visored bergabung dengan para Shinigami untuk melawan musuh yang sama, Gin mengungkapkan rencana pribadinya untuk membunuh Aizen. Namun, Aizen menggunakan Hōgyoku untuk berubah menjadi sosok mirip Hollow dan mengalahkan semuanya dengan mudah. Ichigo pada akhirnya berhasil mengalahkan Aizen dengan resiko kehilangan kekuatannya dan kembali menjadi manusia biasa.

Beberapa bulan kemudian, sambil menjalani kehidupan sehari-hari dan bersekolah, Ichigo kembali beraksi ketika Xcution, sekelompok Fullbringer—manusia yang diberkahi kekuatan supernatural seperti Chad—memanipulasi dirinya dan orang-orang di sekitarnya dalam rencana mereka untuk membangkitkan kemampuan Fullbring miliknya. Setelah rekan-rekannya dari Soul Society mengembalikan kekuatan Shinigaminya, dan mengetahui bahwa pemimpin Xcution Ginjo Kujo adalah pendahulunya dan bahwa Shinigami pengganti tidak sepenuhnya dipercaya, Ichigo mengalahkan Ginjo dan memutuskan untuk terus bertarung bersama dengan Soul Society.

Setelah Ichigo mendapatkan kembali kekuatannya, sekelompok tentara Quincy yang dikenal sebagai Wandenreich (見えざる帝国 (ヴァンデンライヒ), terj. har. "Kekaisaran Tak Terlihat") muncul dan menyatakan perang melawan Soul Society, setelah memperbudak para Arrancar. Kelompok ini dipimpin oleh Yhwach, pendahulu zaman kuno dari para Quincy yang berusaha membunuh Raja Roh dan menyingkirkan dunia dari rasa takut akan kematian. Dalam invasi pertama mereka, Wandenreich membunuh banyak Shinigami termasuk kapten kepala mereka. Uryū bergabung dengan Wandenreich sebagai sarana untuk mendekati Yhwach, yang bertanggung jawab atas kematian ibunya di antara para Quincy lainnya. Kemudian, Ichigo dan teman-temannya membantu Soul Society dalam melawan invasi kedua Wandenreich, tetapi Yhwach melanjutkan untuk membunuh Raja Roh. Dalam pertempuran terakhir, Yhwach kembali ke Soul Society untuk menaklukkannya, tetapi dengan bantuan ayah Uryū, Ichigo dan Uryū berhasil mengalahkan sang pemimpin Quincy tersebut.

Bertahun-tahun kemudian, Rukia menjadi kapten baru dari divisi ketiga belas dan memiliki seorang putri, seorang murid Shinigami bernama Ichika, dari pernikahannya dengan teman masa kecilnya, Renji Abarai. Sementara itu, Ichigo dan Orihime memiliki seorang putra bernama Kazui, yang juga berlatih untuk menjadi seorang Shinigami.

Produksi[sunting | sunting sumber]

Ide tentang Bleach pertama kali muncul dari keinginan Tite Kubo untuk menggambar seorang Shinigami (Dewa Kematian) berpakaian kimono, yang kemudian menjadi dasar untuk desain karakter para Shinigami dalam seri ini.[5][6] Pada awalnya, Kubo berpikir bahwa para Shinigami harus menggunakan senjata, sehingga judul awal untuk seri ini adalah "Snipe" (seperti dalam kata "sniper"); Namun, konsep ini diubah dan diganti dengan pedang.[7] Setelah itu, seri ini dinamai "Black" sesuai dengan warna pakaian para Shinigami, tetapi Kubo menganggap judul tersebut terlalu umum. Ia kemudian mencoba nama "White," tetapi kemudian lebih menyukai "Bleach" karena hubungannya dengan warna putih dan karena Kubo merasa bahwa fakta ini tidak terlalu jelas.[8] Konsep cerita aslinya dikirimkan ke Weekly Shōnen Jump segera setelah manga Kubo yang sebelumnya—Zombiepowder—dibatalkan, meskipun pada awalnya ditolak.[9] Mangaka Akira Toriyama melihat cerita tersebut dan menulis surat dukungan untuk Kubo.[6] Bleach kemudian diterima untuk dipublikasikan tak lama kemudian pada tahun 2001, dan pada awalnya dimaksudkan untuk menjadi seri yang berdurasi pendek, dengan panjang serialisasi maksimum selama lima tahun.[6] Rencana awal untuk ceritanya tidak memasukkan struktur hierarki dari Soul Society, tetapi memang menyertakan beberapa karakter dan elemen yang belum diperkenalkan ke dalam alur cerita hingga busur cerita Arrancar, seperti fakta bahwa Ichigo merupakan keturunan Shinigami.[5]

Menurut Kubo, pengaruh untuk unsur-unsur dalam Bleach berasal dari seri manga lainnya hingga musik, bahasa asing, arsitektur, dan film. Minatnya dalam menggambar unsur supranatural dan monster berasal dari GeGeGe no Kitaro karya Shigeru Mizuki dan fokus Bleach pada persenjataan yang menarik dan adegan pertarungan berasal dari Saint Seiya karya Masami Kurumada, manga yang dinikmati Kubo saat masih kecil.[5] Saint Seiya didasarkan pada mitologi Yunani dan Kubo juga menganggapnya sebagai sumber inspirasi untuk fokusnya pada mitos, monster, dan kehidupan setelah kematian.[7] Adegan laga dan proses penceritaan di Bleach terinspirasi oleh film bioskop, meskipun Kubo belum mengungkapkan film tertentu sebagai pengaruhnya untuk menggambarkan adegan pertarungan. Ketika dipaksa, ia mengatakan kepada pewawancara bahwa dirinya menyukai film Snatch tetapi tidak menjadikannya sebagai inspirasi.[10] Koreografi pertarungan Bleach justru diatur dengan bantuan musik rock, yang didengarkan Kubo sambil membayangkan perkelahian untuk memberinya rasa konsisten untuk pemotongan panel dan perubahan sudut gambar melalui adegan.[11] Kubo lebih menyukai untuk menggambar luka yang realistis demi membuat pertarungan lebih berkesan, dengan membuat para pembaca merasakan rasa sakit yang dirasakan para karakter.[12] Adegan-adegan pertarungan Bleach seringkali dijeda dengan lelucon singkat, yang disisipkan Kubo ketika ia bosan selama proses ilustrasi.[11]

Proses perencanaan Bleach berfokus di sekitar desain karakter. Ketika sedang menulis alur cerita atau kesulitan dalam menghasilkan material baru, Kubo memulainya dengan cara memikirkan karakter baru—seringkali secara "massal", dan membaca ulang volume terdahulu dari manga Bleach.[5][12] Kubo mengatakan bahwa dirinya suka membuat karakter yang memiliki penampilan luar yang tidak sesuai dengan sifat asli mereka—sebuah elemen yang dapat ditemukan dalam banyak karakter Bleach—karena ia "tertarik pada orang-orang dengan kontradiksi yang tampak tersebut" dan menemukan "dorongan untuk menggambar orang-orang seperti itu" ketika ia bekerja.[13] Istilah-istilah yang digunakan dalam Bleach memiliki beragam inspirasi, dan setiap kategori karakter memiliki tema linguistik yang berbeda. Kebanyakan nama pedang dan mantra yang digunakan oleh Shinigami terinspirasi oleh sastra Jepang kuno. Para Hollow dan Arrancar menggunakan istilah Spanyol. Para Fullbringer menggunakan kosa kata bahasa Inggris—dengan nama-nama yang merujuk kepada musik rock, sedangkan para Quincy dan Bount menggunakan bahasa Jerman. Berbagai istilah multibahasa ini, bersama dengan ragam etnis yang berkarakter, menekankan sifat internasional dari manga Bleach.[13]

Tema[sunting | sunting sumber]

Alur cerita Bleach menggabungkan kepercayaan tradisional Jepang tentang roh yang hidup berdampingan dengan manusia dan sifat mereka—baik atau jahat, tergantung pada keadaan.[14] Contohnya adalah latar belakang Orihime: ia dibesarkan sejak usia tiga tahun oleh kakaknya Sora, dan berdoa untuk kedamaian jiwanya setelah Sora meninggal dalam kecelakaan mobil.[15] Seiring berjalannya waktu, ia semakin jarang berdoa dan Sora menjadi cemburu dan berubah menjadi Hollow dan menyerang Orihime. Akademisi Patrick Drazen mengatakan ini adalah pengingat kepada khalayak penikmat Bleach untuk tidak meninggalkan cara lama atau mengambil risiko dengan menyinggung roh dan menyebabkan masalah di dunia.[16] Bleach juga menggabungkan tema Shinto tentang "pemurnian roh jahat melalui mantra, gulungan, doa, dan ritual lainnya".[14] Christopher A. Born menganggap Bleach telah menularkan nilai-nilai Konfusianisme.[17]

Von Feigenblatt mendeskripsikan Bleach sebagai manga yang sadar akan budaya dan agama, karena menggunakan beberapa unsur Kekristenan dan Santeria Karibia.[14] Istilah-istilah Spanyol merupakan hal lazim di alam Hueco Mundo,[14] sementara para Quincy dan Bount telah dikenal memiliki hubungan dengan bahasa Jerman, membuat dunia karakter milik Kubo tergolong beragam dalam hal ras dan bahasa.[13] Von Feigenblatt mencatat bahwa Quincy "jelas diilhami oleh Ordo Ksatria Kristen Katolik Roma seperti Ordo Militer Berdaulat Malta dan Ordo Berkuda Makam Kudus yang pengaruhnya ditunjukkan dalam bentuk seragam yang dikenakan oleh Quincy serta melalui simbolisme salib".[14]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "The Official Website for Bleach". Viz Media. Diakses tanggal 24 Oktober 2017. 
  2. ^ 歴代発行部数ランキング. Manga Zenkan (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 9 November 2014. 
  3. ^ "'Bleach' manga gets live-action film adaptation starring Fukushi". Asahi Shimbun. 15 September 2016. Diakses tanggal 27 November 2016. 
  4. ^ Official, Movie "BLEACH" (5 Februari 2018). "\\7⃣月2⃣0⃣日公開決定// 全世界でシリーズ累計1億2000万部を超える超人気コミック原作。悪霊・虚〈ホロウ〉 死神の戦いを、壮大なスケールで描くバトルアクション大作『#BLEACH』の公開日が、7月20日(金)に決定". Twitter. Diakses tanggal 5 Februari 2018. 
  5. ^ a b c d Aoki, Deb. "Interview: Tite Kubo (page 1)". About.com. Diakses tanggal 16 September 2008. 
  6. ^ a b c Solomon, Charles (28 Agustus 2008). "Creator Tite Kubo surprised by 'Bleach' success". Los Angeles Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 April 2009. Diakses tanggal 17 September 2008. 
  7. ^ a b "Tite Kubo's Big Comic-Con Adventure!". Shonen Jump #71. 6 (11): 18–20. November 2008. 
  8. ^ "Bleach: Interview with Tite Kubo". Anime Insider. Wizard Universe (61): 39. Oktober 2008. ISSN 1547-3767. 
  9. ^ "Tite Kubo". Metacritic. Diakses tanggal 5 Mei 2014. 
  10. ^ Shonen Jump #51. 5 (3): 328. Maret 2007. 
  11. ^ a b Aoki, Deb. "Interview: Tite Kubo (page 3)". About.com. Diakses tanggal 16 September 2008. 
  12. ^ a b Cha, Kai-ming (4 Agustus 2008). "Kubo Comes to Comic-Con". Publishers Weekly. Diakses tanggal 17 September 2008. 
  13. ^ a b c "Shonen Jump". 6. Viz Media. 6 Juni 2007: 12. 
  14. ^ a b c d e von Feigenblatt, Otto F. (Juli–Desember 2012). "Japanese Animation as a Global Product: The Lingering Traces of Nijonjinron and the Rise of Globalism and Hybridity". Journal of History & Social Sciences. 3 (2): 1–14. SSRN 2195562alt=Dapat diakses gratis. 
  15. ^ Kubo, Tite (2004). "Bab 6". Bleach, Volume 1. Viz Media. ISBN 1-59116-441-9. 
  16. ^ Drazen, Patrick (29 Juni 2011). A Gathering of Spirits: Japan's Ghost Story Tradition from Folklore and Kabuki to Anime and Manga. iUniverse. hlm. 11–12. ISBN 978-1462029426. 
  17. ^ Born, Christopher A. (1 April 2010). "In the Footsteps of the Master: Confucian Values in Anime and Manga". ASIANetwork Exchange: A Journal for Asian Studies in the Liberal Arts. 17 (2): 39–53. doi:10.16995/ane.206alt=Dapat diakses gratis. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]