Besi(III) klorida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Besi(III) klorida
Gambar
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 7705-08-0
PubChem 24380
Nomor EINECS 231-729-4
ChEBI 30808
ChemSpider 22792
Nomor RTECS LJ9100000
SMILES Cl[Fe](Cl)Cl
InChI 1S/3ClH.Fe/h3*1H;/q;;;+3/p-3
Sifat
Rumus molekul FeCl3
Massa molar 162,2 g/mol (anhidrat)
270,3 g/mol (heksahidrat)
Penampilan hijau-hitam oleh pantulan cahaya; ungu-merah oleh transmisi cahaya
heksahidrat: padatan kuning
larutan akuatik: coklat
Bau sedikit berbau HCl
Densitas 2,898 g/cm3 (anhidrat)
1,82 g/cm3 (heksahidrat)
Titik lebur 306 °C
Titik didih 315 °C (599 °F; 588 K) (anhidrat, terdekomposisi)
280 °C (536 °F; 553 K) (heksahidrat, terdekomposisi)
Kelarutan dalam air 74,4 g/100 mL (0 °C)[1]
92 g/100 mL (heksahidrat, 20 °C)
Kelarutan dalam Aseton
Metanol
Etanol
Dietil eter
63 g/100 ml (18 °C)
sangat mudah larut
83 g/100 ml
sangat mudah larut
Viskositas 40% larutan: 12 cP
Struktur
Struktur kristal Heksagonal
Geometri
koordinasi
Oktahedral
Bahaya
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
2
0
 
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Besi(III) fluorida
Besi(III) bromida
Kation lainnya Besi(II) klorida
Mangan(II) klorida
Kobalt(II) klorida
Rutenium(III) klorida
Koagulan terkait Besi(II) sulfat
Polialuminium klorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Besi(III) klorida, atau feri klorida, adalah suatu senyawa kimia yang merupakan komoditas skala industri, dengan rumus kimia FeCl3. Senyawa ini umum digunakan dalam pengolahan limbah, produksi air minum maupun sebagai katalis, baik di industri maupun di laboratorium.

Warna dari kristal besi(III) klorida tergantung pada sudut pandangnya: dari cahaya pantulan ia berwarna hijau tua, tapi dari cahaya pancaran ia berwarna ungu-merah. Besi(III) klorida bersifat deliquescent, berbuih di udara lembap, karena munculnya HCl, yang terhidrasi membentuk kabut.

Bila dilarutkan dalam air, besi (III) klorida mengalami hidrolisis yang merupakan reaksi eksotermis (menghasilkan panas). Hidrolisis ini menghasilkan larutan yang coklat, asam, dan korosif, yang digunakan sebagai koagulan pada pengolahan limbah dan produksi air minum. Larutan ini juga digunakan sebagai pengetsa untuk logam berbasis-tembaga pada papan sirkuit cetak (PCB). Anhidrat dari besi(III) klorida adalah asam Lewis yang cukup kuat, dan digunakan sebagai katalis dalam sintesis organik.

Sifat-sifat fisika dan kimia[sunting | sunting sumber]

Besi(III) klorida memiliki titik lebur yang relatif rendah dan mendidih pada 315 °C. Uapnya merupkan dimer Fe2Cl6, yang pada suhu yang semakin tinggi lebih cenderung terurai menjadi monomer FeCl3, daripada penguraian reversibel menjadi besi(II) klorida dan gas klorin [2]

Reaksi kimia[sunting | sunting sumber]

FeCl3 + Fe2O3 → 3 FeOCl
2 FeCl3 + 6 C2H5OH + 6 NH3 → (Fe(OC2H5)3)2 + 6 NH4Cl
  • Besi(III) klorida bereaksi dengan cepat terhadap oksalat membentuk kompleks [Fe(C2O4)3]3−. Garam-garam karboksilat lainnya juga membentuk kompleks, seperti sitrat dan tartarat

Struktur[sunting | sunting sumber]

Besi(III) klorida memiliki struktur BI3, dimana pusat-pusat Fe(III) oktahedral saling berhubungan melalui koordinat-dua ligan klorida

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pradyot Patnaik (2002), Handbook of Inorganic Chemicals, McGraw-Hill, ISBN 0-07-049439-8 
  2. ^ Holleman, A.F.; Wiberg, E. (2001). Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. ISBN 0-12-352651-5.