Asam tartarat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Asam tartarat[1]
Tartaric acid.svg
Tartaric-acid-3D-balls.png
Nama
Nama IUPAC
2,3-dihydroxybutanedioic acid
Nama lain
2,3-dihydroxysuccinic acid
threaric acid
racemic acid
uvic acid
paratartaric acid
Penanda
3D model (JSmol)
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.121.903
Nomor E E334 (antioksidan, ...)
KEGG
MeSH tartaric+acid
Sifat
C4H6O6 (Basic formula)
HO2CCH(OH)CH(OH)CO2H (Structural formula)
Massa molar 150.087 g/mol
Penampilan white powder
Densitas 1.79 g/mL (H2O)
Titik lebur 171–174 °C (L-tartaric)
206 °C (DL, racemic)
146–148 °C (meso)[2]
133 g/100ml (20 °C)
Keasaman (pKa) L(+) 25 °C :
pKa1= 2.95 pKa2= 4.25
meso 25 °C:
pKa1= 3.22 pKa2= 4.85
Bahaya
Klasifikasi EU {{{value}}}
Frasa-R R36
Senyawa terkait
Kation lainnya
Monosodium tartrate
Disodium tartrate
Monopotassium tartrate
Dipotassium tartrate
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Asam tartarat (bahasa Inggris: tartaric acid, Racemic acid, (R,R)-Tartaric acid, DL-Tartaric acid, 2,3-Dihydroxybutanedioic acid, tartrate, Traubensaure, 2,3-Dihydroxysuccinic acid, Uvic acid, DL-Tartrate) merupakan senyawa organik turunan asam askorbat, seperti asam oksalat dan asam treonat.[3] Asam tartarat memiliki 4 gugus hidroksil dan merupakan salah satu asam primer yang dijumpai pada anggur selain asam malat dan asam sitrat.

Dari hasil penggalian arkeologi di Abydos, yang diproses dengan menggunakan tes radiokarbon, spektrometri FTIR dan HPLC dan test Feigl spot, diketahui bahwa asam tartarat telah digunakan paling tidak sejak zaman Naqada IIIa2 pada sekitar tahun 3.150 sebelum masehi, di Mesir.[4].


Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Tartaric Acid - Compound Summary, PubChem.
  2. ^ Lide, D. R., ed. (2005). CRC Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-ke-86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5. 
  3. ^ (Inggris)"Ascorbate as a Biosynthetic Precursor in Plants". l of Agriculture, Food and Wine, University of Adelaide; Seth Debolt, Vanessa Melino, dan Christopher M. Ford. Diakses tanggal 2011-05-17. 
  4. ^ (Inggris)"Ancient Egyptian herbal wines". Museum Applied Science Center for Archaeology, University of Pennsylvania Museum of Archaeology and Anthropology, Scientific Services Division, Alcohol and Tobacco Tax and Trade Bureau, U.S. Treasury; Patrick E. McGovern, Armen Mirzoian, dan Gretchen R. Halla. Diakses tanggal 2011-05-17.