Lompat ke isi

Aceh Mulia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Aceh Mulia

Himne kebangsaan Aceh
Penulis lirikMahrisal Rubi
KomponisMahrisal Rubi, 2018
Terbit28 November 2018
Sampel audio
Aceh Mulia

Aceh Mulia (Aksara Jawoë: اچيه مليا) merupakan Himne resmi Aceh. Lagu itu dinyanyikan setelah Shalawat Badar dan lagu Indonesia Raya. Himne Aceh yang merupakan ciptaan seniman Aceh Mahrisal Rubi telah ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Aceh[1] sesuai dengan Qanun Nomor 2 Tahun 2018 tentang Himne Aceh di Aceh setelah lagu kebangsaan Indonesia Indonesia Raya. DPRA bersama Pemerintah Aceh telah menetapkan Qanun Nomor 2 Tahun 2018 tentang Himne Aceh.[2][3] Aceh saat ini merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki lagu kebangsaan resmi.

Aceh memiliki berbagai kewenangan khusus (lex specialis) seperti yang diamanahkan dari hasil kesepakatan Nota Kesepahaman di Helsinki perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Pemerintahan Aceh yaitu Aceh berhak memiliki bendera, lambang, dan hymne sudah selesai ditetapkan dalam bentuk Qanun Aceh.[4][5][6]

Qanun Himne Aceh berisi puji-pujian supaya muncul rasa memiliki dan kebanggaan rakyat Aceh kepada daerahnya. Himne ini mengiringi di setiap pengibaran Bendera Aceh dalam peringatan-peringatan hari besar Aceh yang dibawakan dengan penuh khidmat.[7]

Seharusnya selain himne, Pemerintah Aceh berhak menentukan dan menetapkan bendera dan lambang sendiri, yang akan disandingkan dengan bendera Merah Putih. Himne Aceh, diciptakan untuk menjadi pengiring pengibaran bendera Aceh. Lagu Himne Aceh dinyanyikan secara resmi pertama kali dalam pelantikan 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, periode 2019-2024. Pelantikan berlangsung di gedung DPR Aceh yang berada di Jalan Teungku Daud Beureueh, Banda Aceh.[8]

Dasar Hukum

[sunting | sunting sumber]

Pembentukan himne Aceh mempunyai legal standing yang sangat kuat, yakni pasal 18b ayat (1) Undang-undang dasar tahun 1945, Undang-undang nomor 44 tahun 1999 dan pasal 248 ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang nomor 11 tahun 2006 yang merupakan turunan dari butir 1.1.5 dari MoU Helsinki. Dasar hukum itu menetapkan bahwa pengaturan lebih lanjut tentang Himne Aceh akan dituangkan dalam Qanun Aceh.[9]

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh bersama Pemerintah Aceh telah menetapkan Qanun Nomor 2 Tahun 2018 tentang Hymne Aceh. Qanun yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT dan Sekda Aceh Drs Dermawan MM, pada 28 November 2018 itu juga sudah diundangkan dalam Lembaran Aceh dengan nomor registrasi 8-248/2018.[10][11]

Lirik dalam Bahasa Aceh Terjemahan Terjemahan Inggris
Literal[12] PON Aceh-Sumut 2024

Bumoë Acèh nyoë keuneubah raja
Sigak meubila bansa
Mulia nanggroë, mulia dum syuhada,
Meutuwah bijèh Acèh mulia

Ë ya Tuhanku, rahmat beusampoë
Neubri Acèh nyoë beumulia
Rahmat neulimpah meutuwah asoë
Aréh keu kamoë beusijahtra
Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Peukateuën Aceh meulimpah bagoë
Beumeusaho meucèëdara
Beusapeuë pakat beusaboh nyoë meuneumat
Syari'at Islam keu hukôm bansa

Ë ya Tuhanku, rahmat beusampoë
Neubri Acèh nyoë beumulia
Rahmat neulimpah meutuwah asoë
Aréh keu kamoë beusijahtra
Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Acèh meusyeuhu, makmu ngön meugah
Sabé tajaga Acèh mulia

Bumi Aceh ini warisan raja
Siap membela bangsa
Mulia negeri, mulia para syuhada
Bertuah benih Aceh mulia

Ya Tuhanku, rahmat sampaikan
Berikanlah Aceh ini kemuliaan
Rahmat limpahkan, bertuah isinya
Semua kami sejahtera
Aceh mashyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga Aceh mulia

Ciri khas Aceh melimpah bagai
Bersama bersaudara
Serupa pendapat, bersatu pegangan
Syariat Islamlah hukum bangsa

Ya Tuhanku, rahmat sampaikan
Berikanlah Aceh ini kemuliaan
Rahmat limpahkan, bertuah isinya
Semua kami sejahtera
Aceh mashyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga Aceh mulia

Aceh mashyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga Aceh mulia

Bumi Aceh, warisan dari masa lalu
Teguh membela bangsa
Mulialah negeri, mulialah semua syuhada
Bertuahlah/terbaiklah semua generasi di Aceh mulia

Ya Tuhanku, doa kerahmatan kami sampaikan
Berilah Aceh ini kemuliaan
Berilah rahmat yang melimpah, berilah kesehatan
Berilah kearifan dan kesejahteraan bagi kami
Aceh termahsyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga kemuliaan Aceh

Adat di Aceh melimpah ruah
Hendaklah bersatu dan bersaudara
Hendaklah bersepakat dengan satu pegangan
Bahwa syariat islam menjadi hukum bangsa di Aceh

Ya Tuhanku, doa kerahmatan kami sampaikan
Berilah Aceh ni kemuliaan
Berilah rahmat yang melimpah, berilah kesehatan
Berilah kearifan dan kesejahteraan bagi kami
Aceh termahsyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga kemuliaan Aceh

Aceh termahsyur, makmur dan megah
Selalu kita jaga kemuliaan Aceh

O land of Aceh, the heritage of kings
We're willing to fight for you
Noble is our state, noble too are our martyrs
May noble Aceh's generations be prosperous
 
O my Lord, bestow us your grace
Bestow our Aceh greatness
Bestow us your grace, may our land be prosperous
Prosperity be all upon us
O Aceh, famed, affluent and grand
May we always protect our noble Aceh
 
Aceh, rich with culture and identity
All united together as brothers
United in thought, united in guidance
With Islamic law as our state's law
 
O my Lord, bestow us your grace
Bestow our Aceh greatness
Bestow us your grace, may our land be prosperous
Prosperity be all upon us
O Aceh, famed, affluent and grand
May we always protect our noble Aceh
 
O Aceh, famed, affluent and grand
May we always protect our noble Aceh

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Lagu 'Kebangsaan' Aceh Dinyanyikan saat Kunjungan Jokowi ke Rumoh Geudong - Acehkini.ID". 2023-06-27. Diakses tanggal 2023-10-04.
  2. ACEHKINI, Tim. "Mengenal Lagu 'Kebangsaan' Aceh, Resmi Dinyanyikan Usai Indonesia Raya". Kumparan. Diakses tanggal 2022-02-14.
  3. Abonita, Rino (2019-02-05). Apriyono, Ahmad; Ige, Edhie Prayitno (ed.). "Makna Filosofis di Balik Himne Aceh". Liputan6.com. Diakses tanggal 2022-02-14.
  4. Hasyim, Ansari (2018-12-23). "Hymne 'Aceh Mulia' Resmi Jadi Lagu 'Kebangsaan' Aceh, Begini Kekuatan Lirik dan Iramanya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-10-08.
  5. Dokumen Nota Kesepahaman antara Pemerintah Reublik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia
  6. Memorandum of Understanding between the Government of the Republic of Indonesia and the Free Aceh Movement
  7. Arabiyani, Nfn (2018/07/29). "Kepastian Hukum Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera Dan Lambang Aceh / Legal Certainty Of Qanun Aceh Number 3 Year 2013 On Aceh Flag And Symbol". Jurnal Hukum dan Peradilan. 7: 195. doi:10.25216/JHP.7.2.2018.195-212. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  8. "Himne Aceh Resmi Dinyanyikan Pertama Kali Saat Pelantikan DPR Aceh". Kumparan. Diakses tanggal 2022-02-14.
  9. "Pemerintah Aceh | Badan Legislasi DPRA Bahas Qanun Himne Aceh". acehprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-08. Diakses tanggal 2019-10-08.
  10. "QANUN Prov. NAD No. 2 Tahun 2018 tentang Himne Aceh [JDIH BPK RI]". peraturan.bpk.go.id. Diakses tanggal 2019-10-08.
  11. Qanun Aceh Nomor 2 tentang Himne Aceh
  12. Himne Aceh Mulia

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]