The Real Pocong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
The Real Pocong
The Real Pocong.jpg
poster film
Sutradara Hanny R. Saputra
Produser Leo Sutanto
Mitzy Christina
Penulis Armantono
Pemeran Nabila Syakieb
Ashraf Sinclair
Sakinah Dava Erawan
Kinaryosih
Agastya Kandou
Distributor Sinemart
Durasi 102 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia

The Real Pocong merupakan film Indonesia yang dirilis pada 2009. Film ini disutradarai oleh Hanny R. Saputra dan dibintangi antara lain oleh Nabila Syakieb, Ashraf Sinclair, Sakinah Dava Erawan, Kinaryosih, dan Agastya Kandou.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Ditengah beberapa tahun perkawinan mereka, pasangan muda bernama Ivan (Ashraf Sinclair) dan istrinya Rini (Nabila Syakieb) bersama buah hati mereka Laura (Sakinah Dava Erawan) memutuskan untuk pindah rumah ke sebuah bukit, rumah kecil tempat mereka akan tinggal, dijual dengan harga murah tanpa diketahui oleh Rini alasannya. Laura, yang pada saat tiba disana mengikuti seorang anak kecil di tengah hutan pinus, secara tidak sengaja tersesat ke sebuah gudang kayu yang sudah lapuk, dan setelah kehilangan anak kecil itu, sebuah sumur di dekat gudang yang berair penuh bemunculan sebuah pocong. Rini yang berada di rumah, mencari Laura dan saat menemukannya, Laura yang masih terkejut atas peristiwa tadi menjadi paranoid akan lingkungan sekitarnya. Termasuk saat ia dikenalkan dengan tetangga mereka, seorang wanita lajang bernama Nila (Kinaryosih) yang menjadi seorang dokter.

Hanyalah sebuah kucing misterius yang berhasil menenangkan Laura, juga nyanyian pengantar tidur dari seseorang yang dikiranya adalah Rini. Ketika Laura yang sedang menunggu kucing misterius yang menghilang, sebuah pocong muncul kembali. Konfirmasi yang dilakukan Laura esok paginya sangat aneh, Rini tidak pernah menyanyikan lagu pengantar tidur seperti itu, dan pada akhirnya, Ivan dan Rini tidak mendalami lebih jauh. Saat berada di tengah hutan untuk mencari kucing, Laura yang masuk ke dalam gudang kayu terperangkap di dalamnya. Rinipun mencari Laura, namun tidak ditemukan. Ivan dimintanya ke rumah, untuk membantu mencari Laura. Dokter Nila yang datang ke rumah, menceritakan kisah bahwa rumah yang selama ini mereka diami memang berhantu. Sebuah keluarga yang beranggota sama dengan keluarga Ivan, 3 orang, dahulu tinggal di rumah tersebut ketika ada perampokan, sang istri diperkosa di depan mata suaminya dan ketika sang istri yang keadaan psikologisnya tak kunjung membaik, menenggelamkan diri sendiri setelah meminumkan racun kepada anaknya.

Rini kemudian memanggil paranormal tanpa sepengetahuan Ivan. Ivan yang mengetahui hal itu, mengusir paranormal tersebut dengan berkata bahwa yang dikatakannya adalah bohong. Sang paranormal membalas dengan berkata, bahwa bila ingin menyelamatkan anaknya, ia harus melewati gerbang antara dunia ini dengan dunia gaib. Dan untuk memasukinya, sebuah jimat milik paranormal itu bisa memunculkan gerbang.

Ivan menyusuri hutan pinus dan melewati sebuah rangkaian ranting yang diatasnyua terdapat kaitan-kaitan mainan. Ivan menelusuri gerbang dan melewatinya, melihat sekumpulan anak-anak berlari dari rumah Dokter Nila dan diantaranya terdapat Laura. Nila adalah penjahatnya, ia pura-pura tidak mengetahui keberadaan hantu dan ketika ditunjukkan jimat Ivan, Nilapun menghilang bersama anak-anak, kecuali Laura. Ketika mereka melewati gudang kayu, Ivan terperosok dan menjatuhkan jimat. Kemudian Nila hadir kembali dan membakar Ivan, Laurapun berhasil selamat saat ia mengalungkan jimat dan lari dari situ. Namun Ivan yang terbakar, menenggelamkan diri di sumur agar apinya padam.

Laura berhasil bersama Rini kembali, Ivan kembali kepada mereka, namun tidak disadari Rini dan Laura, dari baju Ivan muncul tanah kotor yang menandakan bahwa itu bukanlah Ivan. Sejak sampai di rumah, Ivan bertingkah aneh dengan memaksa Laura untuk melepaskan jimat tersebut. Laura yang tidak mau, dipaksa terus hingga keesokan harinya, Rini yang ingin pindah dari sana harus mengambil kunci rumah temannya di kota dan kembali untuk membereskan barang. Laura dan Ivan sendirian, Ivan mulai meminum dan memakan apa saja secara tidak lazim dan setelah beberapa saat, sosok Ivan berganti menjadi Nila. Dalam ketakutannya, Laura berhasil menelepon ibunya walaupun telepon itu dihancurkan oleh Nila.

Rini yang ditelepon menjadi cemas dan memutar arah kembali ke rumah. Sesampai di rumah, Nila memaksa Laura untuk meminum racun dengan maksud agar mereka berdua bisa bersama, dalam pemaksaan, Nila berubah menjadi Ivan dan mencekik Laura. Rinipun datang, ia menemukan mereka dan memukul pingsan Ivan/Nila. Lalu, Rini dan Laura kembali ke mobil, menabrakkan mobil ke Ivan/Nila dan berlalu hingga berada di depan rumah Nila, mobilnya mogok. Ketika memeriksa mesin mobil, Nila datang dan mengatakan bahwa ia punya aki mobil di rumahnya, membuat Rini pergi dan meninggalkan Laura sendirian. Rini yang sampai di rumah Nila bertemu dengan seorang pria (Agastya Kandou) yang ternyata adalah suaminya. Terbuktilah bahwa semua yang dilihat keluarga Ivan selama ini hanyalah ilusi yang dibuat Nila agar bisa memiliki anaknya. Nila yang waktu itu menceritakan kenapa rumah itu berhantu, menceritakan kisahnya sendiri dan alasan kenapa rumah itu terkunci, adalah karena rumah itu kepunyaan suaminya yang setiap hari pergi ke kota sambil mengunci pintu. Rini dan suami Nila pergi ke mobil dan menyadari bahwa Laura telah diambil Nila, jimat yang dikalungkan Laura tergeletak disana dan diambil oleh Rini.

Di dalam gudang kayu, saat Nila menggendong Laura, Rini dan suami Nila datang dan memaksa Nial untuk mengembalikan Laura. Nila dalam wujud hantunya menjadi jelas, ia meneror keluarga yang mendiami rumahnya dan membuat ia bisa dipercayai, kemudian menghancurkan keluarga tersebut dengan mengambil nyawa anak mereka. Sembari suami Nila memaksa Nila untuk pergi ke alamnya, Rini melemparkan jimat ke tubuh Nila, membuat seisi gudang berguncang keras, Laura yang kembali kepada ibunya, bersama suami Nila, menyaksikan Nila berubah menjadi pocong dan terhisap ke dalam tanah.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]