Benci Bilang Cinta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Benci Bilang Cinta
Sutradara Tema Patrosza
Produser Leo Sutanto
Penulis Lintang Wardhani
Genre drama remaja
Rumah produksi Sinemart
Stasiun televisi SCTV
RCTI
MNC The Indonesian Channel (segera)
Astro Aruna (segera)
Periode tayang 12 Juli 2006 - (masih tayang)
Jam tayang setiap Rabu, 19:00 - 20:30 WIB

Benci Bilang Cinta merupakan Sinetron bertemakan drama remaja yang diproduksi oleh Sinemart dengan Lagu pengiring dengan judul Benci Bilang Cinta oleh Radja

Pemain[sunting | sunting sumber]

Kontroversi kemiripan dengan sinema lain[sunting | sunting sumber]

Princess Hours (Goong)

Sinetron Benci Bilang Cinta memiliki kemiripan dengan drama serial Korea yang berjudul Princess Hours. Namun jika di sinema aslinya berlatar keluarga kerajaan, maka di sinetron ini diganti menjadi Bagio Group yang kaya raya.

Jalan cerita dan adegan-adegan di sinetron ini mirip dengan ceritanya mirip dengan drama aslinya.


Perbandingan Benci Bilang Cinta Dengan Princess Hours (Goong)
Benci Bilang Cinta Princess Hours (Goong)
Dimas beserta para pengawalnya
Lee Shin beserta para pengawalnya
Dimas dan Claudia sedang berbicara empat mata
Lee Shin dan Hyo Rin sedang berbicara empat mata
Winda sedang menguping pembicaraan
Chae Gyung sedang menguping pembicaraan
Dimas mengancam Winda agar tutup mulut
Lee Shin mengancam Chae Gyung agar tutup mulut
Winda dan Claudia bertabrakan
Chae Gyung dan Hyo Rin bertabrakan


Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Dimas Subekti pewaris Bagio Group yang sangat berkuasa harus menikahi seorang gadis miskin, tapi manis dan polos, bernama Winda. Hal in karena dia harus memenuhi amanat dan perjanjian antara almarhum Jendral Subagio Subekti puluhan tahun dulu dengan ayahnya Kuncoro kakek Winda. Dimas sendiri sebenarnya sudah mempunyai tambatan hati bernama Claudia seorang yang bercita-cita menjadi violin professional, yang rela meninggalkan Dimas untuk mengejar beasiswa sekolah baletnya.

Sementara itu ada seseorang bernama Aditia yang sebenarnya pewaris utama Bagio Group. Aditia adalah anak dari putra pertama Subagio bernama Darmawan Subekti dengan Anyelir. Tapi ketika Darmawan meninggal Anyelir dan Aditia disuruh meninggalkan Indonesia karena Subagio mengetahui kalau Anyelir pernah selingkuh dengan Darian adiknya Darmawan. Setelah 15 tahun tinggal di Inggris Aditia pulang ke Indonesia karena Anyelir ingin mengembalikan Aditia sebagai pewaris Bagio Group. Aditia sendiri tumbuh menjadi anak yang baik yang sebenarnya tidak terlalu memikirkan untuk kembali diakui keluarga Subagyo.

Subagio sendiri sebenarnya mengakui kalau Aditia itu memang cucu kandungnya maka dalam wasiatnya nama Aditia tetap dia cantumkan.Carita Mantan Pacaran Dimas Semasa SMP Pondok Indah , Carita Sangat Membenci Dimas Ia Memarahi Claudia.

Waktu pulang ke Indonesia Aditia bertemu dengan Winda di-kampus dimana mereka sama-sama kuliah. Mereka kemudian jadi teman baik.

Setelah menikah dengan Dimas, ternyata Winda benar-benar kesulitan untuk menyusuaikan diri dengan pola kehidupan keluarga besar Subagyo. Walaupun selalu ada yang melayani, Winda merasa kesepian dilingkungan rumah mewah ini karena dia jauh dari keluarganya. Hanya Aditia yang membuat dia terhibur dengan sering mendatanginya. Aditia sendiri sebenarnya mempunyai perasaan khusus terhadap Winda, dan Winda sendiri pernah bilang kalau seandainya dia lebih dahulu ketemu dengan Aditia mungkin dia akan jatuh cinta padanya.Carita Ia Menjadi Peri Jahat.

Sementara itu Claudia merasa menyesal mendengar perkawinan Dimas dengan Winda, ia akhirnya membatalkan beasiswanya dan kembali ke Indonesia untuk mendapatkan kembali hati Dimas. Dan Anyelir yang juga telah kembali ke Indonesia memulai rencananya dengan memanfaatkan rasa penyesalan Ny. Rahmayani karena telah memaksa Anyelir dan Aditia meninggalkan keluarga Subekti. Aditya sendiri juga mulai berpikir untuk mendapatkan kembali pengakuan keluarga Subagio karena menginginkan Winda yang dilihatnya selalu disia-siakan Dimas.[1]

Artikel Terkait[sunting | sunting sumber]


Pranala luar[sunting | sunting sumber]