Mirror (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mirror (film)
Film Mirror.jpg
Sutradara Hanny R. Saputra
Produser Novi Christina
Penulis Armantono
Ide cerita:
Leo Lumanto
Pemeran Nirina Zubir
Jonathan Mulia
Henidar Amroe
Ira Wibowo
Musik Dian HP
Penata suara:
Adityawan Susanto
Adimolana
Sinematografi Rei Supriyadi
Penyunting Wawan I. Wibowo
Distributor SinemArt
Durasi 115 menit
Negara Bendera Indonesia Indonesia

Mirror (bahasa Indonesia: "Cermin") merupakan sebuah film horor remaja romantis dari Indonesia yang dirilis pada tahun 2005. Film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra ini dibintangi antara lain oleh Nirina Zubir, Jonathan Mulia, Henidar Amroe, Ira Wibowo, M. Leo Lumanto, Ichi Nuraini, Indra Brasco, Unique Priscilla, Vida Sylvia Pasaribu, dan Joshua Pandelaki.

Film Mirror menceritakan tentang seorang gadis SMA yang mendapatkan kemampuan paranormal untuk dapat melihat kematian seseorang melalui cermin. Film ini didistribusikan oleh Sinemart di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2005. Film ini dinominasikan untuk beberapa kategori dalam ajang Indonesian Movie Awards 2006, memenangkan satu, yaitu Pemeran Utama Wanita Terfavorit untuk Nirina Zubir.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Berlatar di Jakarta, diceritakan Kikan (Nirina Zubir) adalah gadis SMA yang lincah, jahil dan suka menakut-nakuti teman-temannya. Akibat kejahilannya tersebut, suatu hari ia terjatuh dan terbentur kepalanya sehingga pingsan. Setelah pingsan, ia mendapat kemampuan paranormal yang tidak dimiliki oleh orang lain yang ia rasakan melalui cermin. Kejadian pertama yang dialaminya setelah pingsan adalah tidak dapat melihat bayangan salah satu penjaga sekolah di cermin toilet yang kemudian ditemukan Kikan sudah gantung diri di toilet.

Kejadian berikutnya yang dialami Kikan adalah saat ia menginap di rumah tetangganya (Unique Priscilla & Indra Brasco) karena ia dihantui oleh hantu penjaga sekolah tersebut di rumahnya. Besoknya, tetangganya berniat pergi liburan, dan sempat mengajak Kikan. Tapi Kikan menolak karena harus menjemput ibunya di bandara. Saat tetangganya sekeluarga itu asyik bermain, tiba-tiba di cermin Kikan kembali tidak melihat bayangan mereka sekeluarga. Di tengah perjalanan, Kikan melihat keluarga tetangganya tadi berjalan ke lain arah, dengan tubuh yang berdarah serta ekspresi wajah yang kosong. Ternyata telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan semua anggota keluarga tetangganya tersebut meninggal. Kikan kemudian menyimpulkan bahwa siapapun yang bayangannya tidak dapat dia lihat di cermin, maka orang tersebut akan meninggal dalam waktu dekat.

Kikan kembali mendapati kejadian yang sama dengan Ibu Yani (Henidar Amroe), guru sekolah yang sangat disayanginya seperti ibunya sendiri. Ia tidak dapat melihat bayangan Ibu Yani di cermin kecil miliknya. Kikan yang tidak ingin ibu gurunya meninggal, berusaha mencegahnya sekuat mungkin, tetapi Ibu Yani mengatakan bahwa semua manusia nantinya akan meninggal, dan bila dia memang akan meninggal, berarti Kikan tidak akan bisa mencegahnya. Kikan akhirnya merelakan Ibu Yani pergi dalam perjalanan ke Surabaya. Besok malamnya, Kikan kembali melihat di televisi tentang kecelakaan yang terjadi di jalan lintas Jakarta - Surabaya yang menimpa mobil yang ditumpangi Ibu Yani.

Setelah kematian Ibu Yani, Kikan dijauhi oleh teman-temannya karena dianggap menyebabkan kematian gurunya. Kikan merasa sangat sedih, karena tidak ada yang mau memahami keadaannya. Hanya Doni (Jonathan Mulia), teman dekatnya yang sedari dulu menaruh hati pada Kikan, tetap memperhatikan dan mau menerima Kikan. Di rumah, Kikan kembali dihantui kejadian paranormal. Kikan yang sangat ketakutan, terpaksa menuju rumah Doni. Di kamar Doni, Kikan menemukan begitu banyak surat cinta yang ingin dikirimkan Doni kepadanya. Hal ini kemudian menumbuhkan rasa cinta di hati Kikan kepada Doni, dan hubungan cinta mereka untuk sesaat berhasil menghilangkan rasa takut Kikan.

Di tengah hubungan cinta Kikan dan Doni, kejadian paranormal terjadi kembali. Hal yang paling ditakutkan Kikan terjadi, yaitu ketika dia tak dapat melihat bayangannya sendiri di cermin. Kikan menjadi guncang jiwanya dan berlari melintasi jalan di kota tanpa berhati-hati, untung Doni sempat melihatnya dan menyelamatkannya dari kecelakaan. Doni merawat dan menjaga Kikan di rumahnya, namun Kikan yang mengetahui nasib yang menanti dirinya menjadi semakin terguncang jiwanya. Kikan bahkan berusaha tidak tidur dengan memakan cabe rawit karena takut pada kematian yang menunggunya bahkan saat dia sedang tidur. Kikan dihantui mimpi buruk yang berkelanjutan, dan karena tak ingin menerima nasib, Kikan memutuskan untuk mencari pertolongan paranormal. Kikan mengendarai mobilnya dalam keadaan tidak sehat, membeli beberapa majalah dan tabloid misteri untuk menemukan alamat seorang paranormal. Kikan sibuk melihat majalah sambil menyetir, mobilnya oleng tabrakan dan hancur. Kikan keluar terguncang dari mobilnya, namun tertawa gembira karena dia tidak mati.

Kikan bertemu dengan paranormal yang dicarinya (Leo Lumanto), yang berkata bahwa Kikan tidak perlu takut dengan kematian, dan cinta sejatinya akan memberinya daya hidup. Kikan yang masih gundah kembali kerumahnya, dan kaget melihat rumahnya sedang dalam suasana duka. Kikan melihat banyak orang berkumpul di rumahnya, teman-temannya, sampai ayah Kikan (Joshua Pandelaki) yang hanya diam termenung dalam duka. Kikan mengira bahwa ibunya (Ira Wibowo) telah meninggal, ia menangis dan melihat ke dalam peti mati, terkejut karena ternyata yang terbaring di dalamnya adalah Kikan sendiri. Ibu Kikan menangis tersedu di samping peti. Kikan berusaha menggapai ibunya dan teman-temannya tapi tidak dapat meraih siapapun. Doni juga datang dan mengenakan kalung yang hendak dihadiahkannya pada jenazah Kikan. Kikan yang dalam keadaan terguncang tak dapat menerima semua kejadian ini dan berlari keluar rumah, berpapasan dengan sang paranormal dan mengetahui bahwa dia sebenarnya telah meninggal dalam kecelakaan mobil yang menimpanya. Paranormal tersebut berpesan pada arwah Kikan untuk menyelesaikan apa yang belum diselesaikan Kikan, untuk menyatakan cintanya kepada orang yang dicintainya.

Bagian akhir dari film memperlihatkan Doni yang sedang berdiri sendirian disebuah dermaga danau yang biasa didatanginya bersama Kikan. Doni merasakan kehadiran Kikan dan memanggil-manggil Kikan, menanyakan apakah Kikan juga mencintainya seperti dia mencintai Kikan. Doni tiba-tiba melihat serombongan kunang-kunang yang digemari Kikan. Doni menggapai salah satu kunang-kunang, kemudian melihat Kikan yang diterangi hamburan kunang-kunang, menyatakan cintanya pada Kikan sebelum Kikan pergi menghilang dengan tersenyum.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Catatan produksi[sunting | sunting sumber]

Syuting film Mirror dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Penataan suara dan penyelesaian film ini juga dilakukan di studio Siam Film Development di Bangkok, Kerajaan Thai. Leo Lumanto yang tampil sebagai tokoh paranormal dalam film Mirror juga merupakan penggagas ide cerita film ini dan seorang praktisi paranormal dalam kehidupan sehari-hari.[1]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Lagu tema[sunting | sunting sumber]

Jalur suara dalam film ini diambil dari album tahun 2005 Astrid dari artis Astrid Sartiasari, antara lain:

  1. Astrid - Cinta Itu (Dian HP dan Made G. Putrawan, aransemen oleh Tohpati) - Sony BMG Music Indonesia
  2. Astrid & Andi /rif - Ku Mau Kamu Selamanya (Dian HP dan Made G. Putrawan, aransemen oleh Oion) - Sony BMG Music Indonesia
  3. Astrid - Cahaya Cinta (Rieka Roeslan, aransemen oleh Ari Firman) - Sony BMG Music Indonesia
  4. Astrid - Perpisahan (Dewiq, aransemen oleh Baron) - Aquarius Pustaka Music

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ishmail Fahmi Lubish. Behind The Mirror (Di Balik Layar). Rilis DVD Film Mirror.