Pocong 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pocong 3
Pocong3 poster.jpg
Sutradara Monty Tiwa
Penulis Monty Tiwa
Pemeran Francine Roosenda
Darius Sinathrya
Gary Iskak
Elmayana Sabrenia
Rina Hasyim
Distributor Sinemart Pictures
Durasi 118 menit
Negara Indonesia
Didahului oleh Pocong 2


Pocong 3 adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradarai oleh Monty Tiwa ini dibintangi antara lain oleh Francine Roosenda, Darius Sinathrya, Gary Iskak, Rina Hasyim, dan masih banyak lagi. Tayangan perdana pada 10 Oktober 2007.

Film berdurasi 90 menit ini melewati proses syuting selama 9 hari (2 hingga 10 Agustus 2007) di Jakarta, dengan post production yang dilakukan di Jakarta dan India.


Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Seorang DJ di klub malam bernama Vendetta, Putri (Francine Roosenda) mendapat kabar kematian ayahnya yang sudah meninggalkannya sendirian selama sepuluh tahun. Kehidupan Putri yang sudah punya hubungan baik dengan teman-temannya di Vendetta diantaranya Thomas (Darius Sinathrya), Michelle (Elmayana Sabrenia) dan Bayu (Gary Iskak), menjadi berubah saat perlahan-lahan diteror oleh sesuatu.

Beberapa hari setelah ayahnya meninggal, adik ayahnya, Laksmi (Rina Hassim) mendatangi rumahnya. Laksmi berupaya untuk mengambil kembali barang kakaknya yang kini ada di tangan Putri, kendati Putri tidak mengijinkannya. Setelah menyambangi pesta di Vendetta dan bermaksud tidur, Putri dihantui oleh pocong yang terbaring menatapnya diatas tubuh Putri. Ketakutan, kini Laksmi disambangi Putri untuk diminta keterangan. Laksmi menceritakan bahwa mereka adalah keturunan dari Mandar Kemulo, pocong pertama di Indonesia yang dihukum mati karena ajaran sesatnya, kesaktian tubuhnya yang tidak ikut mati, diwariskan turun-temurun ke anak-cucunya. Dan terlebih, orang tersebut bisa mempunyai kuasa atas dunia orang mati. Ayahnya yang mendapat kekuatan itu dari kakeknya, memutuskan untuk meninggalkan Putri karena kekuatan yang dimiliki si Ayah bisa menjadikan pemiliknya jahat. Putri yang tidak percaya, digores lengannya dengan pisau oleh Laksmi, dan di rumahnya, Putri bisa melihat bahwa tangannya tidak terluka sama sekali.

Lalu, Putri menemui seorang paranormal. Paranormal tersebut, berkata pada Putri bahwa masalahnya bukanlah pocong, tetapi Si Merah, sosok kuntilanak berbaju merah yang selalu meneror Putri tanpa sepengetahuan Putri sendiri, Si Merah adalah jelmaan ilmu sesat yang berupaya untuk masuk ke dalam jiwa Putri. Dan mengenai sosok pocong, pocong itu adalah ayah Putri yang menjelma dalam bentuk pocong, dalam upaya menghalangi Si Merah memasuki jiwa Putri.

Kembalilah Putri ke Vendetta saat rekan atasannya si Michelle murka, dan kekuatan ilmu sesat yang ada pada Putri terbuka, membuat Michelle menjadi korban pertamanya. Dan di tempat kerjanya, arwah-arwah gentayangan mulai dilihatnya. Pada puncaknya, ia berlari saat melihat Si Merah yang berhadapan dengan pocong, yang tidak lain ayah Putri sendiri. Saat arwah Michelle mendatangi Putri, Michelle memperingatkan Putri bahwa Si Merah kini mengincar Tante Laksmi. Saat tiba di rumah Tante Laksmi, Putri menemukannya telah meninggal dan Putri yang sudah tidak tahan, menusuk dirinya sendiri dengan gunting. Lalu, memoarnya mengenai ayahnya kembali hadir, ayahnya berpesan agar Putri membakar jenazah ayahnya supaya arwah sang ayah bisa bebas kembali.

Setelah dibakar, ia menemui sosok ayahnya dan memeluknya. Kemudian, Putri menyadari bahwa yang tengah ia peluk bukanlah sang ayah, tetapi si Merah. Si Merah memasuki mimpinya dan berpura-pura sebagai ayah Putri, agar Putri membakar pocong ayahnya dan membuat perlindungan akan dirinya hilang, akhirnya Si Merah bisa mendapatkan Putri. Kemudian di Vendetta, Putri dengan kepribadian jahatnya tengah memutar DJ-nya, dibelakangnya, Si Merah hadir bersamana.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]