Pocong 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pocong 2
Pocong 2.jpg
Sutradara Rudi Soedjarwo
Produser Novi Christina
Mitzy Christina
Cindy Christina
Heru Hendriyarto
Rudi Soedjarwo
Dani Sapawie
Penulis Monty Tiwa
Pemeran Revalina S. Temat
Ringgo Agus Rahman
Risty Tagor
Dwi Sasono
Agung Basuki
Eddy Karsito
Ronald Kansil
Otig Pakis
Fadiptya Hadi
Vedie Bellamy
Distributor SinemArt
Durasi 90 menit
Didahului oleh Pocong
Diikuti oleh Pocong 3

Pocong 2 adalah sebuah film horor Indonesia yang diproduksi oleh Sinemart dan dibintangi oleh Revalina S. Temat dan Ringgo Agus Rahman. Film ini muncul pertama kali di bioskop pada tanggal 28 Desember 2006.[1] Film Pocong direncanakan akan diproduksi tahun 2007, namun, Lembaga Sensor Film melarang film ini disedarkan, oleh sebab itu, Sinemart mempercepat jadwal produksi film Pocong 2.[1] Sinemart juga mempercepat produksi untuk merilis 3 film dalam satu tahun,[1] sehingga pada tahun 2006, Sinemart merilis film Jomblo, Mendadak Dangdut dan Pocong 2.[1]

Film ini disutradai oleh Rudi Soedjarwo dan naskahnya ditulis oleh Monty Tiwa. Keduanya juga terlibat dalam pembuatan film Pocong 1 yang dilarang beredar.[1] Pocong 2 dibintangi oleh Revalina S. Temat, Ringgo Agus Rahman, Dwi Sasono, Henidar Amroe dan Risty Tagor.

Pocong berkisah tentang dua perempuan yang bernama Maya dan Andin (adik Maya) yang menempati apartemen baru yang mereka sewa. Di apartemen tersebut, Andin terus-terusan diganggu Pocong, serta banyak terjadi kejadian-kejadian aneh.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Film ini diawali dengan adegan pemerkosaan terhadap seorang gadis. Si pemerkosa yang telah menghajar si gadis memocongkannya dan menguburnya hidup-hidup. Belum juga menguburkan seorang, seseorang yang membela si gadis datang dan menghajarnya, tetapi si pemerkosa turut membunuhnya.

Empat tahun kemudian. Seorang asisten dosen bernama Maya (Revalina S. Temat) memutuskan untuk pindah kesebuah apartemen yang berharga murah bersama adiknya yang bersikap acuh, Andin (Risty Tagor) yang usia pendidikannya baru sampai 3 SMA. Penyebab kerenggangan mereka adalah kematian orang tua mereka dan pertunangan Maya dengan Adam (Ringgo Agus Rahman). Di apartemennya, banyak kejanggalan, seperti kemisteriusan sikap pengurus apartemen yang bernama Slamet, jadwal pemadaman listrik bergilir setiap jam 3, bau asap menusuk dan sepinya apartemen.

Situasi mulai berubah mencekam saat Andin mulai dihantui pocong di apartemennya. Maya yang menduga bahwa Andin hanya mabuk berat dan depresi tidak mempercayainya, namun keesokan harinya pocong kembali menghantui hingga Andin menjadi depresi berat. Terdorong untuk menolong adiknya, ia meminta bantuan seorang paranormal utnuk membantunya. Paranormal tersebut mengatakan bahwa pocong hadir kepada orang yang akan mendapat bahaya dengan tujuan untuk memperingatinya, dan ada kekuatan jahat yang mengancam nyawa Maya dan adiknya. Dan dalam tujuan menyelamatkan Andin, Maya dibuka mata batinnya oleh si paranormal, yang membuat ia bisa melihat makhluk halus. Terorpun kini beralih kepada Maya, lewat riset dosennya (Henidar Amroe), Maya mengetahui bahwa pocong pertama kali digunakan sebagai pengekang akan jiwa yang seharusnya bebas dari jasadnya, dan hal itulah yang membuat jiwa yang belum terbebas memberitahu tanda-tanda musibah yang berada di alam roh ke dunia ini.

Saat Maya sedang mandi, ia menemukan seragam sekolah Andin yang berlumur darah dan dipinggir bajunya ada badge nama sekolahnya. Andin menyangkal bahwa baju sekolahnya ditempelkan badge karena sistem tersebut berakhir 4 tahun yang lalu. Maya mendatangi sekolah dan mendapat informasi tentang seorang murid bernama Rahma yang meninggal secara tidak wajar akibat kebakaran di rumahnya sendiri. Sang kakak, Wisnu, adalah satu-satunya orang yang berhasil selamat dari kebakaran tersebut. Maka Maya mendatangi alamat Rahma dan menanyakan orang yang pernah berkaitan dengan keluarga Pak Sugeng. Oleh seorang mantan pekerjanya, diceritakan Pak Sugeng dan keluarga sangat baik, dan saat itu, ia menceritakan juga tentang keberadaan Wisnu yang kini terakhir didengar tengah mencari seseorang bernama Rustam, seorang pekerja yang dendam karena dipecat dan memalas dendam dengan membakar rumah majikannya sendiri.

Maya kemudain diberikan foto keluarga Pak Sugeng, menunjukkan, Wisnu tampak sama seperti wajah tetangga Maya dan Andin di apartemen mereka. Juga wajah Pak Sugeng, sama persis dengan wajah Pak Slamet si pengurus apartemen. Apalagi di tambah dakta bahwa kebakaran rumahnya terjadi jam 3 sore, menandakan bahwa Pak Sugeng menghantui apartemen tersebut. Lalu Maya memacu mobilnya ke apartemen dan menyadari bahwa Andin hilang. Lalu, Maya menuruni tangga darurat dengan mematok sebuah pintu berlabel "8 M" dari lantainya, kemudian saat ia menuruni tangga, tulisan tersebut masih berada di lantai di bawahnya tanpa henti. Maya yang putus asa terperangkap dalam kegelapan dan menyadari dirinya tengah berada di hutan.

Maya mencari Wisnu yang diketahuinya, ternyata sudah meninggal di hutan tersebut, Maya menyadarkannya untuk tidak menyalahkan siapa-siapa lagi atas kematian adiknya karena semua itu tidak salah siapapun. Adegan pemerkosaan pada awal film adalah titik puncak dari pemerkosaan Rahma, dan arwah Wisnu menuntut balas atas kematian adiknya. Kemudian Maya mendatangi Andin yang sudah dikafani dan membebaskannya, kemudian Adam datang, memberitahu bahwa lokasi hutan itu semestinya adalah apartemen, mengartikan bahwa selama ini apartemen itu adalah bentuk ilusi pikiran dan arwah Wisnu, yang menggunakan ayahnya sendiri sebagai penjaga apartemen.

Kemudian di akhir film ketika Maya, Adam, dan Andin keluar dari hutan, mata Wisnu masih menanar menatap mereka.[2]

Pocong 1 dilarang beredar[sunting | sunting sumber]

Film Pocong direncanakan akan diproduksi tahun 2007, namun, Lembaga Sensor Film melarang film ini diedarkan dengan alasan sadis, membuka luka lama karena kerusuhan, memiliki unsur suku, ras, agama dan budaya, pemerkosaan yang terlalu brutal dan banyak alasan lainnya.[3]

Menurut Rudi, untuk merevisi kembali film Pocong tidak mungkin, karena film tersebut sudah diatur sedemikian rupa dan keinginan untuk membuat film horor yang berbeda dari film lainnya.[3] Produser film Pocong yang bernama Leo juga meminta agar tidak merasa sedih dan kesal, tetapi lebih baik membuat film baru [3] yaitu Pocong 2 yang akan dibuat lebih cepat. Sinemart mempercepat jadwal produksi film Pocong 2[1] dengan tujuan untuk merilis 3 film dalam satu tahun,[1] sehingga pada tahun 2006, Sinemart merilis film Jomblo, Mendadak Dangdut dan Pocong 2.[1]

Produksi[sunting | sunting sumber]

Sutradara film ini, Rudi Soedjarwo, mengaku ia berusaha membuat film horor yang tipe dan trik yang tidak sama dengan film lainnya karena jika sama, film tersebut akan dibandingkan dengan film lain, dan jika mengikuti cara film lainnya seperti The Ring, tidak terdapat keistimewaan pada film yang hendak ia buat.[4] Rudi mencoba mencampur drama, ketegangan, psikologis, penampakan, dan lain-lain pada film ini.[4] Ia mengaku memilih setan pocong untuk film karena pocong berbaur dengan orang yang sudah meninggal, orang Islam yang meninggal akan "dipocong".[4]

Untuk membuat film ini, bentuk pocong yang asli harus dilihat. Selain itu, pendapat masyarakat mengenai pocong berbeda-beda,[4] maka pembuat film tersebut mendatangi seorang ustad untuk mengetahui bentuk pocong yang sebenarnya dan dibandingkan dengan orang lain yang sudah pernah melihat penampakan pocong. Bentuk yang dipilih adalah bentuk yang paling banyak disebut orang.[4]

Naskah film ini ditulis oleh Monty Tiwa. Ia mengaku karena film Pocong sebelumnya dilarang beredar, naskah tidak terlalu sulit dibuat karena konsep film Pocong 2 sudah ada di film Pocong 1.[4]

Pengambilan gambar film Pocong 2 dilakukan dari tanggal 1-7 November 2006. Dwi Sasono, aktor yang berperan sebagai Wisnu pada film ini, melaporkan bahwa saat pengambilan gambar terakhir di kuburan, ia mendengar suara tertawa kuntilanak, dan tidak ada orang lain yang mendengar suara tertawa kuntilanak tersebut selain ia sendiri.[5]

Pocong 2 dirilis[sunting | sunting sumber]

Setelah pengambilan gambar selama 7 hari, film ini dirilis pada tanggal 28 Desember 2006 di kota-kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Cilegon, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Samarinda, Pekanbaru, Palembang, Manado, Denpasar, Batam dan Pontianak.[6]

Tokoh[sunting | sunting sumber]

  • Maya: diperankan oleh Revalina S. Temat. Di film ini, ia adalah seorang asisten dosen yang memiliki adik perempuan yang bernama Andin. Mereka telah ditinggal oleh kedua orang tuanya, oleh sebab itu, Maya berusaha memberi perhatian lebih ke Andin, karena Andin masih dirundung rasa kehilangan. Maya pindah ke tempat tinggal baru agar adiknya dapat memenuhi segala kebutuhannya.
  • Andin: diperankan oleh Risty Tagor. Ia adalah adik dari Maya yang kurang kasih sayang karena orang tuanya telah meninggal dan kakaknya sering terlambat menjemputnya. Ia juga tidak setuju dengan pernikahan kakaknya dengan Adam (Ringgo Agus Rahman). Saat pindah ke tempat baru, ia selalu diganggu oleh pocong.
  • Adam: karakter pada film Pocong 2 yang diperankan oleh Ringgo Agus Rahman. Pada film ini, Adam adalah kekasih Maya yang berencana menikah dengan Maya, namun, Andin, adik Maya, tidak setuju dengan hal ini. Ia adalah orang yang tidak pernah mengalami hal-hal berbau mistik dan tidak percaya dengan hal-hal yang berbau mistik.[7]
  • Wisnu diperankan oleh Dwi Sasono
  • Pocong diperankan oleh Agung Basuki
  • Darno diperankan oleh Eddy Karsito
  • Slamet diperankan oleh Ronald Kansil
  • Gendeng Mangkulangit diperankan oleh Otig Pakis
  • Donny diperankan oleh Fadiptya Hadi
  • Tyo diperankan oleh Vedie Bellamy

Sekuel[sunting | sunting sumber]

Pocong 3[sunting | sunting sumber]

Pocong 3 merupakan sekuel dari film Pocong 2. Film Pocong 3 ditulis dan disutradai oleh Monty Tiwa, yang sebelumnya merupakan penulis naskah film Pocong 2. Pocong 3 akan dirilis pada bulan Oktober tahun 2007. Film Pocong 3 dibintangi oleh Francine Roosenda, Darius Sinathrya, Elmayana Sabrenia, Gary Iskak dan Rina Hasyim. Pocong 3 diproduksi oleh Sinemart yang sebelumnya juga memproduksi film Pocong 2.

40 Hari Bangkitnya Pocong[sunting | sunting sumber]

Sekuel 40 Hari Bangkitnya Pocong dirilis pada tahun 2008. Film ini dibintangi oleh Irwansyah, Raffi Ahmad, Sabai Morscheck, dan Connie Suteja, dengan tayangan perdana pada 6 Maret 2008.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]