Air Mata Ummi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Air Mata Ummi
AirMata Ummi.jpg
Format Sinetron
Pembuat SinemArt
Penulis Yanti and Team
Sutradara Ahmad Yusuf
Pemeran Widyawati
Lucky Perdana
Atalarik Syah
Fathir Muchtar
Tsania Marwa
Nimaz Dewantary
Nadya Almira
Fera Feriska
Bobby Joseph
Komposer lagu tema Purwacaraka
Lagu pembuka Ummi, Sulis
Lagu penutup Ummi, Sulis
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah episode 28
Produksi
Produser Leo Sutanto
Lokasi Jakarta
Durasi 1 Jam
Siaran
Saluran asli RCTI
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Periode siaran 17 Juni 201212 Juli 2012

Air Mata Ummi adalah sebuah sinetron yang ditayangkan di RCTI. Sinetron ini diproduksi oleh SinemArt. Pemainnya antara lain ialah Widyawati, Neno Warisman, Atalarik Syah, Lucky Perdana, dan Fathir Muchtar.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Nama Pemeran Hubungan
Widyawati Ummi Salamah Ibunnya Haikal, Faiz, Yusuf, Najwa, dan Alya
Sahabat Hj. Maimunah
Atalarik Syah Haikal Zubair Anak pertama Ummi Salamah
Suami Sabrina
Fathir Muchtar Faiz Zubair Anak kedua Ummi Salamah
Suami Sarah
Lucky Perdana Yusuf Zubair Anak keempat Ummi Salamah
Nadya Almira Najwa Zubair Anak ketiga Ummi Salamah
Pacar Zacky
Nimaz Dewantary Alya Zubair Anak kelima Ummi Salamah
Pacar Dhani
Neno Warisman Hjh. Maimunah Sahabat Ummi Salamah
Tsania Marwa Sabrina Istri Haikal Zubair
Fera Feriska Sarah Istri Faiz Zubair
Rana Audi Marissa Yessa Gadis yang disukai Yusuf
Handika Pratama Nanang Anak Ibu Eti
Faris Nahdi Dhani Pacar Alya
Enno TB Eti Baran Istri Ustadz Baran
Eddy Riwanto Ustadz Baran Suami Eti Baran
Krisna Mukti Pak Fernando Ayah Dhani
Heidy Renata Ibu Fernando Ibu Dhani
Bobby Joseph Zacky Pacar Najwa
Gisela Cindy Kikan Teman Alya
Marcella Simon Aini Calon istri Yusuf
Jessica Mila Indira

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sinetron ini berkisah tentang perjalanan panjang seorang Ustadzah, Ummi Salamah (Widyawati) yang penuh haru-biru kehidupan dengan kelima orang anaknya, Haikal (Atalarik Syah), Fariz (Fathir Muchtar), Najwa (Nadya Almira), Yusuf (Lucky Perdana), dan Alya (Nimaz Dewantary). Masalahnya sebagai seorang janda datang hilir-mudik tanpa henti seiring beratnya jalan dakwah yang ia lalui. Ummi Salamah tak pernah mengira bahwa kehidupannya sebagai ustadzah dengan menyandang gelar janda akan membawa banyak petaka. Ummi berusaha menjadi wanita yang tegar menghadapi kerasnya jalan kehidupan, sekaligus juga beratnya jalan dakwah yang mesti ia lalui sebagai ustadzah, sosok panutan umat.

Hidup bukanlah hidup bila tidak menyimpan misteri. Dan satu persatu misteri kehidupan itu pun singgah pada rumah tangga Ummi Salamah yang timpang tanpa sosok suami. Haikal, sebagai anak pertama karakternya mulai banyak berubah karena dipengaruhi oleh istrinya, Sabrina (Tsania Marwa). Sabrina seorang artis, sehingga lama kelamaan Haikal pun terbawa pola kehidupan artis. Sebagaimana Ummi, Haikal menjadi sosok ustadz yang cukup dikenal juga. Haikal justru malah mendapat gelar baru, Ustadz Seleb. Haikal selalu ingin tampil di depan kamera, muncul di layar TV, tidak peduli dengan masalah apa yang ia bicarakan di TV tersebut.

Fariz, anak kedua dan yang mengalami kekecewaan berat sepeninggalan ayahnya. Ia berubah menjadi sosok yang makin dingin saat menghadapi kenyataan bahwa Haikal sang kakak yang pernah ia idolakan pun menjadi sosok yang mengecewakan batinnya. Fariz mulai terjerumus ke dunia perjudian, mabuk-mabukan, dan wanita malam. Hal ini membuat Sarah (Fera Feriska) sangat geram kepada Fariz, tetapi ia selalu bersabar karena ia tidak ingin mengecewakan Ummi.

Anak ketiga Ummi, Najwa meiliki sifat yang agak labil. Ia sulit ditebak dan kadang mengejutkan, kadang baik dan sangat baik, namun suatu ketika ia bisa berubah menjadi sangat jahat. Rupanya, sifat Najwa lebih banyak dipengaruhi oleh kekasihnya, Zacky (Bobby Joseph) yang merupakan seorang playboy pengangguran dan penjahat kambuhan bertampang keren. Najwa sudah sangat mencintai Zacky, padahal Najwa tidak tahu kalau di Zacky memiliki banyak kekasih.

Hanya Yusuf (Lucky Perdana) yang menjadi pelipur lara Ummi, karena ia yang menemani Ummi kemana pun Ummi pergi berdakwah. Yusuf juga yang menjadi supir Ummi, karena Ummi tidak mau memiliki supir pribadi. Yusuf juga yang menjadi manajer Ummi, mengatur jadwal ceramah Ummi setelah sebelumnya hal itu dilakukan Haikal. Yusuf sangat tampan, dia menjadi pesona para gadis. Kikan (Gisela Cindy) adalah salah satu gadis yang sangat mengidolakan Yusuf. ia adalah teman sekolah Alya, adik Yusuf. Yusuf tidak mencintai Kikan. Penolakan Yusuf terhadap Kikan berbuah sakit hati pada Kikan. Kikan lalu menyebar gosip yang tidak baik tentang Yusuf, dan menghasut Alya untuk mengikuti gaya hidupnya yang selalu hura-hura.

Akhirnya, Alya hidup terjebak dengan glamor kehidupan teman-temannya. Alya menjadi sosok gadis remaja masa kini yang lengkap dengan segala problematika seperti narkoba, pergaulan bebas, minuman keras, dan lain sebagainya. Alya sering tidak ada di rumah, dan tentu saja hal ini menjadikan rumah tangga Ummi sebagai bahan gunjingan terlaris para tetangga. Alyasempat menjalin hubungan asmara dengan seorang anggota grup musik, Dhany (Faris Nahdi). Dhany sendiri tidak tulus mencintai Alya. Dhany hanya berharap kariernya ikut terdongkrak jika pacaran dengan anak penceramah terkenal.

Perilaku Alya ini pernah dimanfaatkan Eti (Enno TB), istri dai Ustadz Baran (Eddy Riwanto) untuk menjatuhkan reputasi Ummi sebagai ustadzah. Eti selalu mencari peluang apa pun demi menjatuhkan karier Ummi dan menghancurkan keluarganya. Eti melakukan ini di luar pengetahuan Ustadz Baran. Di depan Ustadz Baran, Eti hanya selalu bicara tentang kenapa Ummi bisa melejit, sedangkan Ustadz Baran tidak. Usaha Eti ini sebenarnya dilakukan agar suaminya, Ustadz Baran bisa naik daun menggantikan Ummi. Eti berpikiran kalau suaminya melejit, maka akan banyak undangan, dan kalau banyak undangan untuk ceramah, maka akan banyak uang. Padahal, suaminya sendiri tidak terobsesi. Eti merupakan tokoh yang menyebalkan, licik, dan keji.

Semua masalah yang terjadi pada anak-anak Ummi tertuju dan kembali kepadanya sebagai sosok panutan. Caci dan umpatan orang dan tetangga bertebaran di mana-mana. Sosok ustadzah memiliki anak-anak yang hancur kehidupannya, Ummi sempat mengalami depresi. Ia selalu berusaha tetap berada di jalan dakwah yang telah dipilihnya. Keputusan Ummi pun didukung oleh sahabat dekatnya, Hj. Maimunah (Neno Warisman).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]