Perumpamaan berjaga-jaga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Perumpamaan berjaga-jaga atau Nasihat supaya berjaga-jaga adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 24:37-44, Markus 13:33-37, dan Lukas 21:34-36. Ini adalah satu-satunya perumpamaan Yesus yang berbentuk nasihat. Nasihat ini hampir sama isinya dengan perumpamaan hamba yang menantikan tuannya.

Berjaga-jaga[sunting | sunting sumber]

Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!
 
— Markus 13:33-37

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]