Perumpamaan ragi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
"Perumpamaan ragi", karya Dalziel Bersaudara, 1864

Perumpamaan tentang ragi adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 13:33 dan Lukas 13:20-21 sebagai kelanjutan dari perumpamaan biji sesawi. Kedua versi ini hampir serupa. Perumpamaan ini merupakan salah satu perumpamaan terpendek yang digunakan Tuhan Yesus.

Ragi[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat[1] sampai khamir seluruhnya." (Matius 13:33)
Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Lukas 13:20-21)

Penjelasan[sunting | sunting sumber]

Sama seperti zaman sekarang, pada zaman Yesus, ragi adalah bahan adonan yang dicampurkan ke dalam tepung terigu sehingga adonan tersebut akan mengembang ketika dipanggang. Tepung terigu yang tidak dicampur dengan ragi tidak akan mengembang ketika dipanggang dan tidak akan dapat dimakan. Sama seperti perumpamaan biji sesawi, perumpamaan ini menunjukkan bahwa firman Tuhan yang tidak mencolok, pekerjaan Tuhan yang dimulai dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak kelihatan (dilambangkan dengan ragi) diperlukan oleh setiap manusia (dilambangkan dengan adonan tepung) untuk bertumbuh dengan benar.

Bahan adonan pengembang roti yang dicampurkan oleh perempuan itu biasanya mengandung lactobacillus dan khamir/ragi[2] dan diaduk ke dalam sejumlah besar tepung (sekitar 8½ galon atau 38 liter[3]). Organisme hidup di dalam adonan itu tumbuh semalaman, sehingga pada pagi harinya seluruh adonan telah terpengaruh oleh khamir.[2]

Ragi orang Farisi[sunting | sunting sumber]

Selain dalam perumpamaan di atas, Yesus dalam Matius 16:6-12 dan Matius 8:15-21 juga menggunakan lambang ragi untuk memperingati murid-muridNya:

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." (Matius 16:6b)
"Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." (Markus 8:15b)

Orang Farisi dan Saduki adalah pemimpin agama Yahudi pada waktu itu yang oleh Yesus dianggap membebani orang Israel dengan hukum-hukum yang mereka sendiri tidak taati, dan menganggap diri mereka lebih suci daripada semua orang lain. Raja Herodes, yang disebut di dalam Lukas, adalah seorang Saduki ─ Herodes dapat pula berarti kaum Herodian yaitu suatu entitas politik pendukung Herodes. Yesus lalu mengisyaratkan secara tidak langsung bahwa ragi yang Ia maksudkan adalah pengajaran orang Farisi dan Saduki, dan Yesus mengajari supaya murid-muridNya berhati-hati terhadap ajaran sesat, tidak peduli hal tersebut di dalam gereja maupun politik sipil.

"Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksudNya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki. (Matius 16:11-12)

Nasihat Paulus tentang ragi[sunting | sunting sumber]

Paulus, senada dengan Yesus menasihatkan dalam suratnya kepada jemaat gereja di Galatia di dalam Galatia 5:9

Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.[4]

Naskah lain[sunting | sunting sumber]

Sebuah versi perumpamaan ini juga didapati pada naskah di luar Alkitab yang dinamai "Injil Tomas" (perkataan 96[5]).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sukat adalah ukuran isi pada zaman itu yang kurang lebih setara dengan 12 liter
  2. ^ a b I. Howard Marshall, The Gospel of Luke: A commentary on the Greek text, Eerdmans, 1978, ISBN 0-8028-3512-0, pp. 561–562.
  3. ^ John Nolland, The Gospel of Matthew: A commentary on the Greek text, Eerdmans, 2005, ISBN 0-8028-2389-0, p. 553–554.
  4. ^ Galatia 5:9 versi Terjemahan Baru.
  5. ^ Gospel of Thomas: terjemahan Lamb dan terjemahan Patterson/Meyer.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]