Perumpamaan dua macam dasar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan julukan
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
KronologiKelahiranSilsilah
PembaptisanPelayananMukjizat
PerumpamaanPerjamuan TerakhirPenangkapan
PengadilanPenyalibanKematian
PenguburanKebangkitanKenaikan
Kedatangan keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Perumpamaan dua macam dasar adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Kisah ini tercantum di dalam Matius 7:24-27 dan Lukas 6:47-49.

Dua macam dasar[sunting | sunting sumber]

Perumpamaan ini menceritakan tentang dua orang, yang seorang bijaksana dan yang lain seorang yang bodoh. Orang yang bijaksana digambarkan mendirikan rumahnya di atas batu, sedangkan orang yang bodoh mendirikannya di atas pasir (Matius) atau tanah tanpa dasar (Lukas). Kemudian kedua rumah tersebut dilanda hujan dan banjir serta angin; rumah orang yang bijaksana digambarkan tetap berdiri setelah badai berlalu sebab dibangun dengan dasar yang kuat, yaitu batu; sedangkan rumah orang yang bodoh itu roboh setelah dilanda badai sebab dibangun di atas dasar yang mudah goyah, yaitu pasir.[1]

Penjelasan[sunting | sunting sumber]

Yesus sendiri yang menjelaskan tentang perumpamaan ini. Orang yang mendirikan rumahnya di atas batu melambangkan orang yang mendengar perkataan Yesus dan melakukannya, maka ketika hidupnya dilanda badai, ia akan tetap setia karena landasannya teguh; sedangkan orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir melambangkan orang yang mendengar perkataan Yesus tetapi tidak melakukannya, maka ketika hidupnya dilanda badai, ia akan jatuh karena ia tidak mempunyai landasan yang kokoh.[2]

Dua macam
orang
Dua macam
landasan
Dihadapkan dengan
topan badai
Dua macam
pendengar
Dihadapkan dengan
badai kehidupan
Orang bijaksana Membangun rumah
di atas batu
Dilanda badai tetap berdiri Pendengar yang melakukan ajaranNya Dihadapkan kesulitan
tidak goyah
Orang bodoh Membangun rumah
di atas pasir
Dilanda badai lalu roboh Pendengar yang tidak melakukannya Dihadapkan kesulitan
maka menyerah

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]