Perumpamaan benih yang tumbuh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan julukan
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
KronologiKelahiranSilsilah
PembaptisanPelayananMukjizat
PerumpamaanPerjamuan TerakhirPenangkapan
PengadilanPenyalibanKematian
PenguburanKebangkitanKenaikan
Kedatangan keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Perumpamaan benih yang tumbuh adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Markus 4:26-29 Perumpamaan ini diberikan setelah Perumpamaan seorang penabur dan Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran, serta diikuti oleh Perumpamaan biji sesawi.

Benih yang tumbuh[sunting | sunting sumber]

Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.

Penjelasan[sunting | sunting sumber]

Perumpamaan ini dapat dilihat berkaitan dengan Perumpamaan seorang penabur,[1] meskipun tidak langsung mengikuti perumpamaan tersebut. Salah satu penafsiran adalah perumpamaan ini berfungsi sebagai "koreksi untuk murid-murid, baik pada zaman dahulu maupun sekarang, yang mungkin mengecil nyalinya melihat jumlah pekerjaan yang tak menghasilkan buah yang mereka kerjakan terhadap orang-orang" yang gagal mendengar pesan yang diucapkan dalam Perumpamaan seorang penabur.[1] Meskipun sang petani tidur, benih yang menggambarkan Kerajaan Allah itu terus tumbuh. Pertumbuhannya adalah atas kehendak Allah, bukan manusia,[2] dan mengikuti jadwalnya sendiri.[3]

Tidak seperti pada Perumpamaan seorang penabur, benih di sini melambangkan Kerajaan Allah itu sendiri.[4] Perbedaan dalam penafsiran merupakan akibat perbedaan penekanan pada aspek-aspek perumpamaan ini, misalnya, benih, penabur, atau tanah.[5]

Pengutipan[sunting | sunting sumber]

Sebuah versi dari perumpamaan benih yang tumbuh ini ditemukan dalam Injil Tomas, suatu kitab yang tidak tergolong kanon, diperkirakan ditulis pada abad ke-4 M, bagian 21d.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b George R. Knight, Exploring Mark: A Devotional Commentary, Review and Herald Pub Assoc, 2004, ISBN 0-8280-1837-5, pp. 107-108.
  2. ^ Richard N. Longenecker, The Challenge of Jesus' Parables, Eerdmans, 2000, ISBN 0-8028-4638-6, p. 97.
  3. ^ James R. Edwards, The Gospel According to Mark, Eerdmans, 2002, ISBN 0-85111-778-3, pp. 142-144.
  4. ^ Klyne Snodgrass, Stories with Intent: A comprehensive guide to the parables of Jesus, Eerdmans, 2008, ISBN 0-8028-4241-0, p. 213.
  5. ^ Klyne Snodgrass, Stories with Intent: A comprehensive guide to the parables of Jesus, Eerdmans, 2008, ISBN 0-8028-4241-0, pp. 184-190.
  6. ^ Gospel of Thomas: Lamb translation and Patterson/Meyer translation.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]