Kapur (zaman)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Zaman Kapur)
Fosil ikan dari periode Kapur.

Zaman Kapur atau Periode Kapur (bahasa Inggris: Cretaceous) adalah salah satu periode pada skala waktu geologi yang bermula pada akhir periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau sekitar 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu, dari peristiwa kepunahan kecil yang menutup Periode Jura hingga peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen. Periode ini merupakan periode geologi yang paling lama dan mencakup hampir setengah dari era Mesozoikum. Akhir periode ini menandai batas antara Mesozoikum dan Kenozoikum.

Zaman Kapur
~145.0 – 66.0 Ma
Kronologi
Etimologi
Nama resmiFormal
Informasi penggunaan
Benda angkasaBumi
Penggunaan regionalGlobal (ICS)
Skala waktuSkala waktu ICS
Rentang waktu
Satuan kronologisPeriode
Satuan stratigrafikSistem
Jangka waktu resmiFormal
Ambang batas jangka waktu
Bawah
Tidak terdefinisi secara resmi
Kandidat
Kandidat GSSP
-
Atas
Lapisan Iridium yang melimpah terkait dengan dampak meteorit besar dan Peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen
Versi GSSP
El Kef Section, El Kef, Tunisia
Peta36°09′13″N 8°38′55″E / 36.1537°N 8.6486°E / 36.1537; 8.6486
Ratifikasi GSSP
1991

Periode ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama kali oleh ahli geologi Belgia, Jean d'Omalius d'Halloy, pada tahun 1822 dengan menggunakan stratum di Basin Paris dan mendapat namanya berdasarkan banyaknya lapisan kapur (kalsium karbonat yang terbentuk oleh cangkang invertebrata laut, terutama coccolith) yang ditemukan pada periode Kapur Akhir di Eropa daratan dan Kepulauan Britania.

Pada periode Kapur awal, beberapa benua saat ini masih menjadi bagian dari benua super Pangaea. Lautan Tethys masih memisahkan benua Laurasia utara dari Gondwana selatan. Atlantik Tengah mulai terbuka pada akhir Periode Jura, tetapi Atlantik Utara dan Selatan masih tertutup. Pada pertengahan periode, permukaan laut jauh meninggi dan sebagian besar daratan yang ada saat ini masih berada di bawah permukaan air. Pada akhir periode, benua-benua mulai terlihat seperti pada konfigurasi modern. Afrika dan Amerika Selatan telah berbentuk khas mirip seperti sekarang namun anak benua India belum bertabrakan dengan Asia serta Australia masih menjadi bagian dari Antartika.[2]

Kondisi lingkungan[sunting | sunting sumber]

Paleogeografi[sunting | sunting sumber]

Posisi daratan Bumi berubah secara signifikan selama Periode Kapur. Pada awal periode terdapat dua superbenua, yaitu Gondwana di selatan dan Laurasia di utara. Di kawasan Samudra Hindia, Afrika dan Madagaskar terpisah dari India, Australia, dan Antarktika. India mulai bergerak ke utara, hingga berpuncak pada saat bertabrakan dengan benua Asia. Australia masih satu daratan dengan Antarktika.

Permukaan laut lebih tinggi hampir selama periode Kapur berlangsung. Lazimnya, ketinggian laut berada di sekitar 100 hingga 200 meter (330 hingga 660 kaki) lebih tinggi daripada saat ini. Tingginya permukaan air laut dianggap sebagai efek dari air di cekungan samudra yang tergeser oleh pelebaran pematang di tengah samudra.

Air laut menggenangi benua selama periode Kapur Akhir, menjadikan laut pedalaman yang relatif dangkal di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Rusia, Afrika, dan Australia. Maksimalnya, wilayah darat hanya menutupi sekitar 18 persen dari permukaan bumi, dibandingkan dengan kira-kira 28 persen pada saat ini. Sebagian besar Eropa Barat, Australia Timur, sebagian Afrika, Amerika Selatan, India, Madagaskar, Kalimantan, dan wilayah lain yang sekarang menjadi daratan seluruhnya tertutup oleh perairan laut.

Selama sebagian besar kelangsungan Zaman Kapur Awal, sebagian daratan Arktik Kanada, Rusia, dan Australia barat berada di bawah permukaan air, namun sebagian besar wilayah lainnya tidak. Selama pertengahan zaman Kapur, Australia timur dan tengah mengalami genangan besar—transgresi. Sebagian besar daratan benua tertransgresi namun tidak selalu pada waktu yang bersamaan. Salah satu penerangan atas kurangnya catatan yang sinkron adalah konsep eustasi geoidal, di mana lautan menggelembung di beberapa lokasi untuk mengkompensasi pergerakan daratan.

Lautan sering mengalami periode kondisi anoksik (tanpa oksigen) di dasar perairan yang menampakkan diri sebagai serpihan hitam. Sirkulasi dan pencampuran air tidak sebesar sekarang karena sebagian besar samudra menyempit, dan perbedaan suhu antara kutub dan khatulistiwa sangat kecil. Kadang-kadang, terutama selama pertengahan Kapur, kondisi tersebut meluas hingga ke lautan epikontinental, seperti yang dibuktikan oleh endapan serpih hitam di pedalaman barat Amerika Utara.

Zaman Kapur memiliki 3 pembagian geografis yang berbeda. Wilayah Tethyan memisahkan dua wilayah boreal dan dikenali dari keberadaan fosil bivalvia rudist pembentuk terumbu karang, karang, dan foraminifera. Fosil-fosil dari wilayah ini telah ditemukan di gunung-gunung laut Pasifik, Asia Tenggara, dan mungkin di Balkan.

Bukti menunjukkan bahwa batas antara wilayah boreal utara dan wilayah Tethys selatan tidak selalu konstan dari waktu ke waktu. Sedimen di Belanda menunjukkan beberapa perubahan suhu selama periode Kapur Akhir. Para ahli Rusia mengenali enam zona paleobiogeografi: boreal, yang dalam konteks ini setara dengan Arktik; Eropa; Laut Tengah; Pasifik; dan dua zonasi paleofloristik daratan.

Zaman Kapur relatif tenang dibandingkan dengan Zaman Paleogen berikutnya, dan pembalikan magnetik Bumi tidak tercatat selama sekitar 42 juta tahun. Lama waktunya bulan-bulan di Bumi telah berubah secara teratur setidaknya selama 600 juta tahun terakhir karena gesekan pasang surut dan kekuatan lain yang memperlambat rotasi Bumi. Laju perubahan bulan sinodis sangat kecil pada sebagian besar periode Kapur, namun semakin cepat sejak saat itu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ International Commission on Stratigraphy. "ICS - Chart/Time Scale". www.stratigraphy.org. 
  2. ^ January 2016, Mary Bagley-LiveScience Contributor 08. "Cretaceous Period: Animals, Plants & Extinction Event". livescience.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-25. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Stephen hawking, the greaytest barrier.›
  • Neal L Larson, Steven D Jorgensen, Robert A Farrar and Peter L Larson. Ammonites and the other Cephalopods of the Pierre Seaway. Geoscience Press, 1997.
  • Ogg, Jim; June, 2004, Overview of Global Boundary Stratotype Sections and Points (GSSP's) http://www.stratigraphy.org/gssp.htm Accessed April 30, 2006.
  • Ovechkina, M.N. and Alekseev, A.S. 2005. Quantitative changes of calcareous nannoflora in the Saratov region (Russian Platform) during the late Maastrichtian warming event. Journal of Iberian Geology 31 (1): 149-165. PDF
  • Rasnitsyn, A.P. and Quicke, D.L.J. (2002). History of Insects. Kluwer Academic Publishers. ISBN 1-4020-0026-X. 
  • Skinner, Brian J., and Stephen C. Porter. The Dynamic Earth: An Introduction to Physical Geology. 3rd ed. New York: John Wiley & Sons, Inc., 1995. ISBN 0-471-60618-9}
  • Stanley, Steven M. Earth System History. New York: W.H. Freeman and Company, 1999. ISBN 0-7167-2882-6
  • Taylor, P.D. and Wilson, M.A., 2003. Palaeoecology and evolution of marine hard substrate communities. Earth-Science Reviews 62: 1-103.[1] Diarsipkan 2009-03-25 di Wayback Machine.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Skala waktu geologi: eon dan era
(dalam juta tahun)

PaleoproterozoikumMesoproterozoikum

HadeanArkeanProterozoikumFanerozoikumPrakambriumera (geologi)eon

Pembagian zaman Kapur[sunting | sunting sumber]