Sosiologi pedesaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Sosiologi Pedesaan adalah[1][2] cabang dari disiplin ilmu sosiologi yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat pedesaan beserta segala hal yang terkait, termasuk struktur sosial, kondisi, proses dan sistem sosial.

Pengertian Menurut Para Ahli[sunting | sunting sumber]

T. Lynn Smith dan Paul E. Zapt

Menguraikan bahwa sosiologi pedesaan adalah kumpulan pengetahuan yang telah disistematisasi yang dihasilkan lewat penerapan metode ilmiah ke dalam studi tentang masyarakat pedesaan, struktur organisasinya, proses-prosesnya, sistem sosialnya yang pokok dan perubahan-perubahannya.

Jhon M. Gillette

Sosiologi pedesaaan adalah cabang sosiologi yang secara sistematis mempelajari komunitas-komunitas pedesaan untuk mengungkapkan kondisi-kondisi serta kecenderungan-kecenderungannya dan merumuskan prinsip-prinsip kemajuan.

Rogers

Sosiologi pedesaan didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena masyarakat dalam setting pedesaan.

Bertand

Sosiologi pedesaan adalah studi tentang hubungan manusia dalam lingkungan pedesaan.

F. Stuard Chapin

Sosiologi pedesaan adalah studi tentang penduduk pedesaan, organisasi sosial pedesaan dan proses-proses sosial komparatif dalam masyarakat pedesaan.

AR Desai

Sosiologi pedesaan adalah ilmu mengenai masyarakat pedesaan. Dikemukakan pula bahwa sosiologi pedesaan merupakan ilmu tentang hukum perkembangan masyarakat pedesaan.

D. Samderson

Sosiologi pedesaan adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari kehidupan di lingkungan pedesaan.

NL. Sims

mengemukakan bahwa sosiologi pedesaan adalah studi tentang asosiasi persekutuan antara orang-orang yang hidupnya kurang lebih tergantung pada pertanian.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum terjadi industrialisasi, masyarakat Amerika adalah agraris dengan kepemilikan lahan pertanian luas. Namun hal itu berubah ketika terjadi industrialisasi pada abad 19. Industrialisasi menyebabkan berkurangnya lahan pertanian, sehingga desa berubah menjadi kota, penduduk desa pergi ke kota, daerah pedesaan menjadi terbengkalai, bahkan beberapa daerah pedesaan di Amerika Serikat sempat mengalami depopulasi (tidak ada penduduknya). Hal ini berlangsung beberapa lama dan kemudian muncul keprihatinan yang meluas yang kemudian menyebabkan munculnya isu kemanusiaan dan pada akhirnya perlu perbaikan mengenai kehidupan di pedesaan. Dapat dikatakan dengan masalah tersebutlah yang melahirkan mata kuliah mengenai masalah sosial pedesaan di Amerika, terutama di Universitas Chicago, Michigan dan North Carolina. Karena akibat masalah tersebut, Presiden Amerika Serikat saat itu, Roosevelt membentuk Komisi Tentang Kehidupan Desa (Commision on Rural Life). Keputusan membentuk komisi ini juga dipengaruhi studi Sir Horace Plunkett di Irlandia mengenai rusaknya kehidupan desa di Irlandia. Jadi permasalahan desa saat itu memang dialami oleh benua Eropa dan Amerika, yang saat itu memang tengah dilanda revolusi industri dan revolusi sosial. Laporan Komisi Tentang Kehidupan Desa telah menarik perhatian para sosiolog Amerika Serikat. Dalam pertemuan para sosiolog yang tergabung dalam American Sociological Society tahun 1912, kehidupan desa menjadi topik utama. Pada tahun 1937 muncullah kelompok ahli sosiologi Amerika yang mengkhususkan diri pada kajian masyarakat pedesaan, dikenal sebagai Rural Sociology Society. Namun begitu, awalnya mereka mengalami kesulitan, pembangunan begitu pesat di Amerika Serikat menghilangkan desa-desa, menyebabkan para sosiolog Amerika sulit menemukan objek kajianya. Karena sebab itu akhirnya mereka melakukan penelitian di Amerika Selatan (Peru, Meksiko, Kuba, Brasil) yang masih memiliki masyarakat pedesaan. Pada tahun 1957 muncullah asosiasi sosiologi pedesaan di Eropa (European Society for Rural Sociology) dan Jepang yang mengkhususkan kajianya pada masyarakat pedesaan. Di Amerika Serikat sendiri semakin berkembang menjadi bidang akademik terpandang dan profesional, seperti pada tulisan Smith & Zopf (1970), Galeski (1972). Di Indonesia sendiri sejarah perkembangan sosiologi pedesaan tidak terlepas dari sentuhan Prof Dr Sajogyo. Ia mulai memperkenalkan sosiologi, mulanya sosiologi pertanian, sekitar tahun 1957 mulai di Universitas Indonesia kemudian berlanjut di IPB. Dalam usahanya memperkenalkan sosiologi pedesaan, Sajogyo mengajak dan merujuk pemikiran beberapa tokoh yang mempunyai latar belakang ilmu yang berbeda, seperti D.H. Penny yang banyak menulis tentang masalah pertanian di Sumatera Utara, serta AT. Mosher yang ahli di bidang ekonomi pertanian dan lama mengajar di India.

Kajian Utama[sunting | sunting sumber]

Dalam mempelajari kajian sosiolgi pedesaan terdapat 3 topik kajian utama[4],yaitu :

  1. Struktur dan organisasi sosial
  2. Sistem dasar masarakat
  3. Proses perubahan sosial

Konsep Struktur Sosial dan Struktur Pihak Desa[sunting | sunting sumber]

Di dalam konsep struktur sosial terkandung pengertian adanya hubungan-hubungan yang jelas dan teratur antara orang yang satu dengan yang lainnya. Untuk dapat membangun pola hubungan yang jelas dan teratur tersebut tentu ada semacam ‘aturan main’ yang diakui dan dianut oleh pihak-pihak yang terlibat. Aturan main tersebut adalah norma atau kaidah ini menjadi lebih konkret dan bersifat mengikat maka diperlukan lembaga (institusi). Pitirin Sorokin membedakan struktur sosial menjadi struktur sosial vertikal dan horizontal. Struktur sosial vertikal (pelapisan/stratifikasi sosial) menggambarkan kelompok-kelompok sosial dalam susunan yang bersifat hierarkis, sedangkan struktur sosial horizontal (diferensiasi sosial) menggambarkan variasi / beragamnya dalam pengelompokan-pengelompokan sosial. Berikut adalah pembagian struktur sosial tersebut,yaitu :

  1. Struktur biososial adalah struktur sosial (vertikal maupun horizontal) yang berkaitan dengan faktor-faktor biologis seperti jenis kelamin, usia, perkawinan, suku bangsa dan lainnya.
  2. Struktur sosial vertikal (stratifikasi/pelapisan sosial) merupakan gambaran dari kelompok-kelompok sosial dalam susunan hierarkis.
  3. Struktur sosial horizontal merupakan gambaran mengenai keberagaman pengelompokan sosial dalam masyarakat.  

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "You are being redirected..." www.pustaka.ut.ac.id. Diakses tanggal 2017-11-13. 
  2. ^ Prof. Dr. Damsar Dan Dr. Indrayani.2016.Pengantar Sosiologi Pedesaan.Jakarta : Kencana Prenada Media
  3. ^ Murdiyanto,Eko.2008.Sosiologi Perdesaan,Pengantar Untuk Memahami Masyarakat Desa.Yogyakarta : UPN “Veteran” Yogyakarta Press. halaman 31
  4. ^ Rahardjo. (1999). Pengantar sosiologi pedesaan dan pertanian (edisi ke-Cet. 1). Bulaksumur, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 9789794204597. OCLC 46367869.