Antrozoologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sahabat Manusia: Perlombaan kereta luncur anjing di Alaska

Anthrozoologi, adalah ilmu tentang relasi antara manusia dan hewan (Human-Animal Studies - HAS). Ilmu ini mencakup bidang humaniora, ilmu sosial, perilaku binatang, dan biomedis.. Fokus utama penelitian anthrozoology adalah mengamati dan mengumpulkan relasi antara manusia dengan hewan dan studi tentang interaksi di antara manusia dan hewan. Kehidupan manusia dan hewan selalu terjalin di sepanjang sejarah manusia. Perkembangan ilmu anthrozoologi sebagai salah satu disiplin di bidang akademis dipicu oleh pengamatan, investigasi dan penelitian bahwa ternyata ada manfaat kesehatan dan manfaat psikologis saat manusia berinteraksi dengan hewan. Topik penelitian anthrozologi mencakup bidang psikologis dan biologis tentang keterikatan manusia pada hewan peliharaan, sikap terhadap pemanfaatan hewan, persamaan dan perbedaan lintas budaya dalam hubungan manusia dan hewan, perbedaan jenis kelamin dalam interaksi dengan spesies lain, dan kontribusi hewan dalam seni, agama, mitologi, olahraga, dan sastra.[1]

Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah beberapa pekerjaan profesional yang berhubungan dengan ilmu anthrozoology[2] : dokter hewan, perawat binatang, pelatih binatang, penjaga/pengawas anjing, penjaga kebun binatang, ahli konservasi, pekerja sosial, petugas kepolisian K-9, tim SAR, dll.

Sedangkan Bidang-bidang yang menggunakan jasa ahli anthrozoologist adalah sebagai berikut : peternakan, pusat riset hewan, konservasi alam, kebun binatang, hewan untuk perlombaan olahraga, vegetarian, pendamping hewan, dan lain-lain. Ahli anthrozoologist memiliki berbagai latar belakang disiplin ilmu seperti : ahli biologi, etologis, psikolog, sejarawan, sosiolog, dokter hewan, ahli zoologi, filsafat, pendidik, dan spesialis seni liberal.[3]

Daftar Universitas[sunting | sunting sumber]

Ada sekitar 28 perguruan tinggi yang menyediakan program studi interaksi manusia dan hewan di negara-negara Amerika Utara, Inggris Raya, dan Eropa daratan, seperti Jerman, Belanda,dll.

Di Inggris, University of Exeter menjalankan program studi Master of Arts dalam bidang Anthrozoology yang mengeksplorasi interaksi antara manusia dan hewan dari perspektif antropologis (lintas budaya).[2] Interaksi manusia dan hewan (HAI) yang melibatkan hewan pendamping juga dipelajari oleh Waltham Center for Pet Nutrition, salah satunya adalah program pengembangan tumbuh kembang anak relasinya dengan hewan peliharaan.[4].

Berikut adalah daftar Universitas di dunia yang menyediakan pendidikan bidang Anthrozoology[5] : Baylor, Bellarmine University, Canisius College, Carroll College, Community College of Baltimore County Dundalk, DePaul University - School for New Learning, Drury University, Eastern Kentucky University, Hiram College, Indiana University, School of Public and Environmental Affairs - Loyola Marymount University, Mercer University, Madonna University, New Century College/George Mason University, New York University, Portland State University, Tufts University, St. Cloud University, University of California Davis, University of New Mexico, University of Connecticut,,University of California, Santa Cruz, University of Vermont, University of Washington, University of Windsor, University of Wisconsin, Madison, Wesleyan University

Area Studi[sunting | sunting sumber]

Bidang antrozoologi meliputi area studi yang sangat luas yang bisa dipelajari dan dikembangkan, berikut adalah area studi[5] : Etika tentang interaksi manusia dan hewan; Kebijakan publik dan hukum mengenai hewan; Hewan sebagai kawan manusia dan bahan pangan bagi manusia; Metode penelitian di bidang Anthrozoology; Interaksi manusia dengan hewan yang pernah dianiaya; Ikatan emosional antara manusia dan hewan; Studi tentang domestikasi hewan; Perilaku dan komunikasi pada binatang; Studi tentang hewan dalam sastra dan seni; Studi tentang pelecehan dan eksploitasi hewan; Studi tentang kesejahteraan hewan; Etika dalam penelitian perilaku hewan; Studi tentang hak-hak binatang, dll.

Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 1980an, minat dalam mempelajari hubungan manusia dan hewan telah tumbuh dengan sangat cepat. Konferensi masyarakat internasional untuk Anthrozoology diselenggarakan pada tahun 1991, dan pusat-pusat penelitian universitas untuk interaksi manusia dan hewan sudah banyak di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Workshop dalam hubungan manusia dan hewan semakin sering diadakan di kampus-kampus, dan beberapa universitas menawarkan gelar sarjana dan pascasarjana. Dan ada juga beberapa konferensi HAS yang diakan setiap tahun, termasuk yang diselenggarakan oleh ISAZ (International Society for Anthrozoology).[1][6]

Para pengajar yang sedang meneliti atau mengajar memiliki ratusan buku tentang HAS untuk dijadikan acuan. Sebuah tinjauan terhadap daftar 300 teks kunci HAS menemukan bahwa lebih dari separuh dari buku-buku itu diterbitkan dalam delapan tahun terakhir, dengan dua lusin buku diterbitkan pada tahun 2009. Berikut adalah beberapa penerbit buku HAS : Brill yang menerbitkan buku seri Human-Animal Studies, Berg, Johns Hopkins, Purdue, Columbia, Reaktion, Palgrave-McMillan, University of Minnesota, University of Illinois, dan Oxford University.[7]

Untuk kursus-kursus HAS, banyak buku-buku bacaan seperti Between the Species oleh Arluke and Sanders (2009), Social Creatures oleh Flynn (2008), dan Ani-K. Shapiro, M. DeMello / Society and Animals 18 (2010) 307-318 309 mals Reader oleh Kalof and Fitzgerald (2007), and MD ditulis untuk Columbia University Press yang akan dirilis 2011. Beberapa koleksi esai termasuk "The Animal Ethics Reader" oleh Armstrong and Botzler (2003), Animals and Human Society oleh Manning and Serpell (1994), Representing Animals oleh Rothfels (2002), dan "Animal Rights: Current Debates and New Directions" oleh Sunstein and Nussbaum (2002).[7]

Beberapa konferensi diadakan pada tahun 2009, termasuk "Animals: Past, Present and Future," yang diadakan di Michigan State University pada bulan April, "Meet Animal Meat" diadakan di Universitas Uppsala pada bulan Mei, "Human-Animal Interaction: Impacting Multiple Species" diadakan pada bulan Oktober di Kansas City, dan konferensi HAS terbesar "Minding Animals" yang diadakan di University of Newcastle pada bulan Juli; yang direncanakan sebagai acara internasional tiga tahunan.[7]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Manfaat hewan pendamping terhadap kesehatan manusia dan kebahagiaan terus menjadi daerah penelitian yang sangat aktif. Dalam penelitian ditemukan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat menurunkan tekanan darah dan tingkat stres pada pemiliknya, dan kepemilikan hewan peliharaan dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup setelah serangan jantung bagi pemilik hewan peliharaan itu sendiri. Beberapa penelitian epidemiologi melaporkan bahwa pemilik hewan melakukan sedikit kunjungan ke dokter, aktif secara fisik, dan memiliki tingkat depresi yang lebih rendah. Namun, penelitian tentang pengaruh hewan peliharaan terhadap manusia telah menghasilkan hasil yang bertentangan, dan beberapa penelitian menemukan bahwa kesehatan dan kebahagiaan pemilik hewan peliharaan tidak lebih baik, dan dalam beberapa kasus lebih buruk daripada orang yang tidak memiliki hewan peliharaan.[1]

Berinteraksi dengan hewan telah digunakan sebagai terapi untuk gangguan seperti autisme dan untuk meningkatkan semangat juang di lembaga seperti panti jompo, rumah sakit, dan penjara. Uji coba klinis yang secara acak dilakukan dengan terapi dengan menggunakan bantuan hewan telah mendapatkan hasil yang cukup efektif secara jangka panjang, ternyata bahwa ada banyak manfaat yang memuaskan, jika manusia dapat membelai, berbicara, dan bermain dengan hewan pendamping.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]