Psikologi perkembangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Psikologi perkembangan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mempelajari perkembangan dan perubahan aspek kejiwaan manusia sejak dilahirkan sampai dengan meninggal. Terapan dari ilmu psikologi perkembangan digunakan di berbagai bidang seperti pendidikan dan pengasuhan, organisasi-industri, pengoptimalan kualitas hidup dewasa tua, dan penanganan remaja.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awal kemunculannya, psikologi perkembangan lebih dikenal sebagai psikologi anak. Hal ini disebabkan oleh fokus utamanya yang tertuju kepada perkembangan anak-anak. Sejarah psikologi perkembangan dimulai ketika para ahli mulai membahas mengenai hakikat anak. Perlakuan terhadap anak sebelum adanya pembahasan ini adalah sama dengan orang dewasa. Penyebabnya adalah pandangan bahwa anak hanyalah orang dewasa yang berukuran kecil. Kesadaran bahwa anak berbeda dengan orang dewasa telah meningkatkan penyelidikan mengenai kehidupan jiwa anak oleh para ahli.[1]

Ruang lingkup studi[sunting | sunting sumber]

Psikologi perkembangan membahas perkembangan psikis pada manusia sejak berusia bayi hingga masa tua. Perkembangan psikologi manusia dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu psikologi anak, psikologi pemuda, psikologi dewasa dan psikologi orang tua. Psikologi anak sudah mencakup masa bayi. Sedangkan psikologi pemuda ditandai dengan pubertas dan masa remaja.[2]

Psikoli perkembangan anak usia dini[sunting | sunting sumber]

Psikologi perkembangan anak usia dini mengkaji dan meneliti anak sejak lahir hingga berusia 8 tahun. Jenis perkembangan yang dikaji meliputi perkembangan jiwa, perilaku dan fisik.[3]

Konsep[sunting | sunting sumber]

Usia[sunting | sunting sumber]

Di dalam psikologi perkembangan, konsep usia terbagi menjadi usia kronologis dan usia psikologis. Usia kronologis merupakan rentang usia yang dilalui oleh individu. Batas usia kronologi mulai dari kelahiran hingga usia saat pengukuran dilakukan. Sedangkan usia psikologis adalah usia yang didasarkan kepada kemampuan adaptasi manusia terhadap perubahan-perubahan yang dialaminya sendiri. [4]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Psikologi perkembangan berguna untuk memperkirakan perilaku dari diri sendiri maupun orang lain. Perkiraan ini akan menghasilkan deskripsi dan pemahaman. Penguasaan atas psikologi perkembangan utamanya berguna bagi individu yang ingin memahami individu lainnya melalui komunikasi.[5] Kajian psikologi perkembangan juga penting bagi pemahaman atas proses perkembangan peserta didik.[6]

Penerapan dari psikologi perkembangan meliputi berbagai bidang, antara lain bidang kesehatan dan terapi, bidang pembelajaran dan pengasuhan, serta organisasi industri. Psikologi perkembangan juga bermanfaat bagi komunitas yang tujuan utamanya untuk mengoptimalkan kualitas kehidupan individu.[7]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sijabat, O. P., dkk. (2021). Perkembangan Peserta Didik Tingkat Dasar dan Menengah (PDF). Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia. hlm. 1. ISBN 978-623-6535-33-2. 
  2. ^ Saleh, Adnan Achiruddin (2018). Pengantar Psikologi (PDF). Makassar: Penerbit Aksara Timur. hlm. 25. ISBN 978-602-5802-10-2. 
  3. ^ Sit, Masganti (2015). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini Jilid I (PDF). Medan: Perdana Publishing. hlm. 5. ISBN 978-602-6970-00-8. 
  4. ^ Sari, E. P., dan Nuryoto, S. (2002). "Penerimaan Diri pada Lanjut Usia Ditinjau dari Kematangan Emosi" (PDF). Jurnal Psikologi (2): 79. ISSN 0215-8884. 
  5. ^ Ajhuri, Kayyis Fithri (2019). Lukman, ed. Psikologi Perkembangan: Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (PDF). Bantul: Penebar Media Pustaka. hlm. 7–8. ISBN 978-623-7135-48-7. 
  6. ^ Hidayah, N., dkk. (2017). Psikologi Pendidikan (PDF). Malang: Universitas Negeri Malang. hlm. 152. ISBN 978-979-495-934-3. 
  7. ^ Mariyati, L. I., dan Rezania, V. (2021). Psikologi Perkembangan Manusia I. Sidoarjo: UMSIDA Press. hlm. 1. ISBN 978-623-6292-34-1.