Rumpun bahasa Kelt Benua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kelt Benua
(geografis)
Letak
persebaran
Daratan utama Eropa dan Anatolia
Penggolongan
bahasa
Indo-Eropa
Subbagian
Glottolognone
Celtes-carte.PNG
Bahasa-bahasa Kelt selama Zaman Besi dan Klasik. 1: daerah inti Zaman Besi awal (Hallstatt -H-, awal La Tène -L-) 2: iasumsikan ekspansi Keltik pada abad ke-4 SM. L: Situs La Tène, H: Situs Hallstatt, I: Iberia, B: Kepulauan Britania, G: Galatia, menetap pada abad ke-3 SM (setelah 279 SM)

Rumpun bahasa Kelt Benua adalah bahasa-bahasa Kelt telah punah yang pernah dituturkan di daratan utama Eropa dan Anatolia, sebagai pembeda dari rumpun bahasa Kelt Kepulauan yang masih dituturkan di Kepulauan Britania dan Bretagne, Prancis. "Kelt Benua" hanyalah penggolongan secara geografis dari bahasa-bahasa Kelt Kuno.

Bahasa-bahasa ini dituturkan oleh orang-orang yang dikenal oleh penulis Romawi dan Yunani sebagai Keltoi, Celtae, Galli, dan Galatae. Bahasa ini dituturkan di daerah yang membentang dari bagian utara Semenanjung Iberia di barat hingga bagian utara Belgia, dan hingga ke timur di Cekungan Pannonia dan Balkan, yaitu bahasa Norik, dan hingga ke Anatolia (kini Turki) yaitu bahasa Galatia.

Meskipun bahasa Breton dituturkan di daratan utama Eropa yang diketahui sejak abad ke-6, tetapi tidak dianggap sebagai salah satu bahasa Kelt Benua, karena merupakan bagian dari rumpun bahasa Britonik. Diguga ada substratum bahasa Galia dalam bahasa Breton, tetapi masih dipertanyakan.

Bahasa-bahasa yang terbukti[sunting | sunting sumber]

Meskipun kemungkinan bahwa bangsa Kelt Kuno menuturkan banyak bahasa dan dialek yang berbeda di seluruh Eropa pada zaman pra-Romawi, hanya sedikit yang dapat dibuktikan:

  • Leponti (abad ke-6 hingga ke-4 SM)[1] dituturkan di bagian selatan Pegunungan Alpen. Bahasa ini dibuktikan dalam sejumlah prasasti serta nama-nama tempat. Bahasa ini merupakan bahasa Kelt tertulis tertua yang terbukti.
  • Galia (abad ke-3 SM hingga ke-5 M)[2] dituturkan di Galia Raya. Bahasa ini dibagi menjadi dua dialek utama, yaitu Cisalpina (dituturkan di Pegunungan Alpen Italia) dan Transalpina (dituturkan di Pegunungan Alpen Prancis). Dialek-dialek tersebut dibuktikan dalam sejumlah prasasti serta nama tempat dan nama suku dalam tulisan-tulisan penulis zaman klasik. Dialek-dialek tersebut mungkin memiliki substratum dalam bahasa Breton (lihat di bawah).
  • Galatia, yang pernah dituturkan di sekitar Ankara, Turki. Penulis klasik mengatakan bahwa bahasanya mirip dengan bahasa Galia. Ada juga bukti penjelajahan dan permukiman wilayah Ankara oleh suku-suku Kelt dari Eropa.
  • Norik, yang merupakan nama yang kadang-kadang diberikan kepada bahasa-bahasa Kelt yang pernah dituturkan di Eropa Tengah dan Timur, tepatnya di Austria dan Slovenia; hanya dua pecahan prasasti yang terpisah-pisah yang dapat dibuktikan.
  • Keltiberia atau Kelt Hispania Timur Laut (abad ke-3 hingga ke-1 SM)[2] adalah nama yang digunakan untuk bahasa-bahasa Kelt di Iberia timur laut, antara hulu sungai Douro, Tagus, Júcar, dan Turía dan sungai Ebro. Hal ini dibuktikan dalam sekitar 200 prasasti serta nama-nama tempat.
  • Galaekia juga disebut Galaik atau Kelt Hispania Barat Laut, dibuktikan dalam satu prasasti berbahasa Latin yang berisi kata-kata dan kalimat asing yang dipastikan merupakan kata-kata khas bahasa Kelt.[3][4] Bahasa ini dituturkan di Semenanjung Iberia bagian barat laut, kini bagian dari daerah Galisia, Asturias barat, dan Castilla y León, serta di Região do Norte, Portugal.

Penggunaan nama[sunting | sunting sumber]

Istilah "Kelt Benua" sebagai pembeda dari "Kelt Kepulauan". Sementara banyak peneliti setuju bahwa Kelt Kepulauan adalah cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Kelt (Cowgill 1975; McCone 1991, 1992; Schrijver 1995), setelah mengalami inovasi fonologis umum, tidak ada bukti bahwa Kelt Kontinental dapat dikelompokkan dengan metode serupa. Sebaliknya, kelompok yang disebut "Kelt Benua" hanyalah parafili dan istilah tersebut hanya mengacu pada bahasa-bahasa Kelt non-Kepulauan. Karena sedikit bukti tertulis yang bertahan dalam bahasa-bahasa Kelt Benua, analisis linguistik historis berdasarkan metode perbandingan sulit dilakukan. Namun, peneliti lain melihat bahasa Britonik dan Galia sebagai bagian dari sub-kelompok bahasa Kelt yang dikenal sebagai P-Kelt berdasarkan inovasi fonologis.[5] Bahasa-bahasa Kelt Benua pada umumnya merupakan P-Kelt, kecuali Keltiberia, yang digolongkan sebagai Q-Kelt. Bahasa-bahasa tersebut memiliki banyak pengaruh ke dalam bahasa-bahasa Roman.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

  • Rumpun bahasa Kelt Kepulauan, sebagai pembeda dari bahasa-bahasa Kelt Kuno yang dituturkan di daratan utama Eropa.
  • P-Kelt, penggolongan bahasa-bahasa Kelt berdasarkan inovasi fonologis p.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pierre-Yves Lambert, La langue gauloise, éditions errance 1994. p. 14.
  2. ^ a b LAMBERT 14
  3. ^ "In the northwest of the Iberian Peninsula, and more specifically between the west and north Atlantic coasts and an imaginary line running north-south and linking Oviedo and Merida, there is a corpus of Latin inscriptions with particular characteristics of its own. This corpus contains some linguistic features that are clearly Celtic and others that in our opinion are not Celtic. The former we shall group, for the moment, under the label northwestern Hispano-Celtic. The latter are the same features found in well-documented contemporary inscriptions in the region occupied by the Lusitanians, and therefore belonging to the variety known as LUSITANIAN, or more broadly as GALLO-LUSITANIAN. As we have already said, we do not consider this variety to belong to the Celtic language family." Jordán Colera 2007: p.750
  4. ^ Prósper, B.M. (2005). Estudios sobre la fonética y la morfología de la lengua celtibérica in Vascos, celtas e indoeuropeos. Genes y lenguas (coauthored with Villar, Francisco). Ediciones Universidad de Salamanca, pp. 333-350. ISBN 84-7800-530-7.
  5. ^ Pierre-Yves Lambert, La langue gauloise, éditions errance 1994. p. 17.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Ball M and Fife J (1993). The Celtic Languages.
  • Cowgill, Warren (1975). "The origins of the Insular Celtic conjunct and absolute verbal endings". Dalam H. Rix. Flexion und Wortbildung: Akten der V. Fachtagung der Indogermanischen Gesellschaft, Regensburg, 9.–14. September 1973. Wiesbaden: Reichert. hlm. 40–70. ISBN 3-920153-40-5. 
  • Galliou, Patrick; Michael Jones (1991). The BretonsPerlu mendaftar (gratis). Oxford: Blackwell. ISBN 0-631-16406-5. 
  • McCone, Kim (1991). "The PIE stops and syllabic nasals in Celtic". Studia Celtica Japonica. 4: 37–69. 
  • McCone, Kim (1992). "Relative Chronologie: Keltisch". Dalam R. Beekes; A. Lubotsky; J. Weitenberg. Rekonstruktion und relative Chronologie: Akten Der VIII. Fachtagung Der Indogermanischen Gesellschaft, Leiden, 31. August–4. September 1987. Institut für Sprachwissenschaft der Universität Innsbruck. hlm. 12–39. ISBN 3-85124-613-6. 
  • Schrijver, Peter (1995). Studies in British Celtic historical phonology. Amsterdam: Rodopi. ISBN 90-5183-820-4. 
  • Stifter, David (2008), Old Celtic 2008 (classroom material), [1]