Lompat ke isi

Bahasa Tartessia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bahasa Tartessia
WilayahSemenanjung Iberia Barat Daya
KepunahanSetelah abad ke-5 SM
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

  • 0 (2023)
  • Belum diklasifikasi
    • Bahasa Tartessia
    • Bahasa Tartessia
    Aksara Paleohispanik Barat Daya
    Kode bahasa
    ISO 639-3txr
    LINGUIST List
    LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
    txr
    Glottologtart1237[1]
    IETFtxr
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Extinct

    Bahasa Tartessia diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    Referensi: [2][3]
    Lokasi penuturan
    Perkiraan persebaran bahasa Tartessia
    Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
     Portal Bahasa
    L B PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

    Bahasa Tartessia adalah bahasa Paleohispanik yang telah ditemukan di dalam prasasti-prasasti yang diukir dalam aksara Paleohispanik Barat Daya. Prasasti-prasasti ini ditemukan di Semenanjung Iberia barat daya, terutama di Portugal selatan (Algarve dan Alentejo selatan) dan Spanyol barat daya (Extremadura selatan dan Andalusia barat). Telah ditemukan paling tidak 95 prasasti, dan yang terpanjang memiliki 82 tanda yang dapat dibaca. Sekitar sepertiga prasasti tersebut ditemukan di nekropolis dari zaman besi awal atau situs-situs penguburan orang kaya lainnya. Prasasti-prasasti ini berasal dari abad ke-7 SM dan aksara barat daya dianggap sebagai aksara Paleohispanik paling kuno dengan karakter-karakter yang sangat mirip dengan bentuk huruf Fenisia yang ditemukan di prasasti-prasasti dari sekitar tahun 825 SM.

    Catatan kaki

    [sunting | sunting sumber]
    1. Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Tartessia". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    2. "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    3. "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.