Lompat ke isi

Portal:Isi pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pintasan: WP:FCP:FCWP:ISIPILIHAN

Isi pilihan Wikipedia

Bintang yang mewakili isi pilihan di Wikipedia.
Bintang yang mewakili isi pilihan di Wikipedia.

Isi pilihan adalah karya-karya terbaik di Wikipedia, termasuk artikel, gambar, dan kontribusi lainnya yang menunjukkan hasil yang sangat baik dari usaha kolaborasi Wikipedia. Semua isi pilihan mengalami proses peninjauan menyeluruh untuk memastikannya memenuhi standar tertinggi untuk dijadikan contoh terbaik dari tujuan akhir Wikipedia.

Bintang emas kecil (Bintang untuk Isi Pilihan) disematkan di pojok kanan atas pada halaman dari akses desktop yang merupakan isi pilihan.

Jenis Isi Pilihan

Wikipedia bahasa Indonesia memiliki tiga jenis isi pilihan, yakni:

Artikel pilihan

Spesimen Archaeopteryx Berlin (A. siemensii)

Archaeopteryx adalah sebuah genus dinosaurus mirip burung. Nama genusnya berasal dari bahasa Yunani Kuno ἀρχαῖος (archaîos), yang berarti 'kuno', dan πτέρυξ (ptérux), yang berarti 'bulu, sayap'. Antara akhir abad ke-19 dan awal abad ke-21, Archaeopteryx secara umum diterima oleh para ahli paleontologi dan buku-buku referensi populer sebagai burung tertua yang diketahui (anggota dari kelompok Avialae). Sejak saat itu, avialan potensial yang lebih tua telah diidentifikasi, termasuk Anchiornis, Xiaotingia, Aurornis, dan Baminornis. Archaeopteryx hidup pada periode Jura Akhir sekitar 150 juta tahun yang lalu, di tempat yang sekarang menjadi bagian selatan Jerman, pada masa ketika Eropa merupakan sebuah kepulauan di lautan tropis hangat yang dangkal, jauh lebih dekat ke khatulistiwa dibandingkan sekarang. Memiliki ukuran yang mirip dengan murai eurasia, dengan individu terbesar yang mungkin mencapai ukuran gagak, spesies terbesar Archaeopteryx dapat tumbuh hingga panjang sekitar 50 cm (20 in). (Selengkapnya...)

Gambar pilihan

Pesawat tempur F/A-18 Hornet melesat di udara, membentuk awan kondensasi akibat gelombang kejut yang tercipta saat melaju dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini memperlihatkan interaksi dramatis antara kecepatan, tekanan udara, dan kelembapan di atmosfer.
Pesawat tempur F/A-18 Hornet melesat di udara, membentuk awan kondensasi akibat gelombang kejut yang tercipta saat melaju dengan kecepatan tinggi. Fenomena ini memperlihatkan interaksi dramatis antara kecepatan, tekanan udara, dan kelembapan di atmosfer.
(ukuran asli: 8.256 × 5.503 piksel, 14,92 MB)

Oleh: Erik Drost, diunggah oleh Юрий Д.К.
Lisensi: CC BY 2.0 Generic