Lompat ke isi

Kabupaten Belitung Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Belitung Timur
Belitong Timur
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiبليتوڠ تيمور 2°54′S 108°3′E / 2.900°S 108.050°E / -2.900; 108.050
Pantai Burong Mandi
Pantai Burong Mandi
Lambang resmi Kabupaten Belitung Timur
Motto: 
Satu hati bangun negeri
Peta
Peta
Kabupaten Belitung Timur di Sumatra
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur
Peta
Kabupaten Belitung Timur di Indonesia
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur (Indonesia)
Koordinat: 2°54′S 108°03′E / 2.9°S 108.05°E / -2.9; 108.05
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Bangka Belitung
Tanggal berdiri25 Februari 2003
Dasar hukumUU No. 5 Tahun 2003
Ibu kotaManggar
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 7
  • Kelurahan: 39
Pemerintahan
  BupatiKamarudin Muten
  Wakil BupatiKhairil Anwar
  Sekretaris DaerahMathur Noviansyah
  Ketua DPRDFezzi Uktolseja
Luas
  Total2.506,91 km2 (967,92 sq mi)
Populasi
  Total132.121
  Kepadatan51/km2 (130/sq mi)
Demografi
  AgamaIslam 95,78%
Buddha 2,44%
Kristen 1,64%
- Protestan 1,31%
- Katolik 0,33%
Konghucu 0,14%[1]
  IPMKenaikan 71,42 (2021)
Tinggi [2]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1906 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 719
Pelat kendaraanBN xxxx G*
Kode Kemendagri19.06 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 438.706.118.000.- (2017)[3]
Situs webwww.belitungtimurkab.go.id

Kabupaten Belitung Timur (bahasa Melayu: Belitong Timur) adalah kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Manggar. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Belitung. Kabupaten Belitung Timur pernah menjadi lokasi pertambangan timah sejak masa kolonial Belanda hingga masa Orde Baru. Setelah kemerdekaan, usaha pertambangan dijalankan oleh PN Timah. Kabupaten Belitung Timur ini merupakan lokasi yang ada di dalam novel serta film Laskar Pelangi yang ditulis Andrea Hirata, yang juga seorang tokoh asal Belitung Timur.[4]

Wilayah administratif

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Belitung Timur dibentuk melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003 yang disahkan pada tanggal 25 Februari 2003.[5] Status Kabupaten Belitung Timur sebagai salah satu kabupaten dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.[6] Pembentukan Kabupaten Belitung Timur merupakan hasil pemekaran dari 5 wilayah kecamatan yang berasal dari Kabupaten Belitung.[7] Wilayah Kabupaten Belitung Timur di Pulau Belitung berbagi dengan kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Belitung.[8] Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 menetapkan bahwa wilayah Kabupaten Belitung Timur berbatasan secara administratif dengan Kabupaten Belitung di sebelah barat. Di bagian utara, Kabupaten Belitung Timur berbatasan dengan Laut Natuna. Di sebelah timur, Kabupaten Belitung Timur berbatasan dengan selat Karimata. Sedangkan di sebelah selatan, Kabupaten Belitung Timur berbatasan dengan laut Jawa.[9]

Luas wilayah Kabupaten Belitung Timur adalah 17.967,93 km2. Pada tahun 2021, wilayah administratif Kabupaten Belitung Timur terbagi menjadi 7 kecamatan dan 39 desa. Titik koordinat untuk wilayah Kabupaten Belitung Timur ialah 107°45’ - 108°18’ Bujur Timur dan 02°30’ - 03°15’ Lintang Selatan.[10]

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Belitung Timur terdiri dari 7 kecamatan dan 39 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 119.807 jiwa dengan luas wilayah 2.506,91 km² dan sebaran penduduk 48 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Belitung Timur, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Desa
Daftar
Desa
19.06.05 Damar 5
19.06.03 Dendang 4
19.06.02 Gantung 7
19.06.04 Kelapa Kampit 6
19.06.01 Manggar 9
19.06.07 Simpang Pesak 4
19.06.06 Simpang Renggiang 4
TOTAL39

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Jabatan kepemimpinan tertinggi dalam pemerintahan di Kabupaten Belitung Timur ialah Bupati Belitung Timur dan Wakil Bupati Belitung Timur.[13] Ibu kota Kabupaten Belitung Timur terletak di Kecamatan Manggar.[14]

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[15] 2019–2024[16] 2024–2029
PKB 0 Steady 0 Kenaikan 1
Gerindra 2 Kenaikan 3 Penurunan 2
PDI-P 4 Steady 4 Kenaikan 5
Golkar 2 Steady 2 Kenaikan 3
NasDem 3 Steady 3 Penurunan 2
PKS 3 Steady 3 Penurunan 2
Hanura 3 Steady 3 Penurunan 2
PAN 3 Penurunan 1 Steady 1
PBB 3 Steady 3 Kenaikan 4
Demokrat 0 Kenaikan 1 Steady 1
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PPP 2 Penurunan 0 Kenaikan 1
Jumlah Anggota 25 Steady 25 Steady 25
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10 Kenaikan 12

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Belitung Timur tahun 2023 sebanyak 132.355 jiwa terdiri atas 67.398 laki-laki dan 63.899 perempuan dengan sex ratio 106. Kepadatan penduduk sebesar 53 jiwa per km² tertinggi di Kecamatan Manggar sebanyak 178 jiwa per km² dan terendah di Simpang Renggiang sebanyak 20 jiwa per km². Penduduk usia produktif (15–64 tahun) sebanyak 91.162 jiwa sedangkan rasio ketergantungan 40,03 persen. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,48 persen dengan jumlah pengangguran 1.735 jiwa atau 2,41 persen. Mayoritas penduduk angkatan kerja berpendidikan SD sebanyak 37,66 persen dan hanya 11,11 persen lulusan perguruan tinggi. Status pekerjaan didominasi buruh/karyawan/pegawai sebanyak 48,94 persen, berusaha sendiri 32,45 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap 7,3 persen, berusaha dibantu buruh tetap 4,31 persen, pekerja keluarga 6,09 persen dan pekerja bebas 0,9 persen. Jumlah penduduk yang bekerja di industri pengolahan sebanyak 25.152 orang atau 35,7 persen dari seluruh lapangan pekerjaan utama, lebih tinggi dibanding sektor pertanian 26,5 persen dan jasa 37,7 persen.[17]

Kesehatan

[sunting | sunting sumber]

Angka kesakitan di Kabupaten Belitung Timur tahun 2023 tercatat sebesar 10,38. Angka Harapan Hidup saat lahir mencapai 73,57 tahun. Jumlah tenaga kesehatan terdiri dari 67 dokter, 361 perawat, 157 bidan, 36 tenaga farmasi, dan 23 ahli gizi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur tahun 2024, tenaga kesehatan tersebut tersebar di tujuh kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Manggar, yaitu 22 dokter, 112 perawat, dan 48 bidan. Fasilitas pelayanan kesehatan meliputi 1 rumah sakit, 7 puskesmas, dan 8 poliklinik. Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Zein memiliki 29 dokter umum dan 15 dokter spesialis, termasuk spesialis penyakit dalam, bedah, anak, dan kandungan, sesuai data Sistem Informasi Rumah Sakit Kementerian Kesehatan per 2023.[18]

RSUD Muhammad Zein

Fasilitas kesehatan di Kabupaten Belitung Timur mencakup Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Zein dengan kapasitas 107 tempat tidur, termasuk 10 tempat tidur rawat intensif. Sebanyak 40,37 persen penduduk menggunakan jaminan kesehatan untuk berobat jalan. Cakupan Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Belitung Timur pada 2024 mencapai 98,2 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80 persen, sesuai laporan Dinas Kesehatan Belitung Timur.[19] Dari seluruh anak usia 0–59 bulan, 95,38 persen memiliki kartu imunisasi dan 78,65 persen telah menerima imunisasi lengkap pada 2023. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap di tingkat kabupaten/kota sebesar 90,2 persen. Pada 2024, program imunisasi Hepatitis B untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Belitung Timur menjangkau 1.245 tenaga medis dan kesehatan, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/2093/2023.

Jumlah fasilitas kesehatan swasta di Kabupaten Belitung Timur pada 2024 mencakup 12 klinik pratama dan 3 apotek, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur. Angka kematian ibu di kabupaten ini pada 2023 tercatat sebesar 112 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi sebesar 6,8 per 1.000 kelahiran hidup, sesuai laporan Dinas Kesehatan setempat.[20]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Angka Melek Huruf penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Belitung Timur tahun 2023 tercatat sebesar 99,14 persen. Fasilitas pendidikan pada tahun ajaran 2022/2023 mencakup 144 sekolah, terdiri atas 105 SD/MI, 25 SMP/MTs, dan 14 SMA/SMK/MA. Jumlah guru di SD/MI sebanyak 961 orang mengajar 13.323 murid, SMP/MTs memiliki 421 guru untuk 5.726 murid, sedangkan SMA/SMK/MA memiliki 325 guru dan 4.767 murid, dengan rasio murid terhadap guru sebesar 14:1 untuk SD dan SMP, serta 15:1 untuk SMA. Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SD/MI sebesar 97,98, SMP/MTs sebesar 85,98, dan SMA/SMK/MA sebesar 53,42. Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD/MI sebesar 109,23, SMP/MTs sebesar 100,44, dan SMA/SMK/MA sebesar 74,36. Harapan Lama Sekolah tahun 2023 sebesar 11,66 tahun sedangkan Rata-rata Lama Sekolah sebesar 8,90 tahun.[21]

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Belitung Timur tahun 2023 tercatat sebesar 4,72 persen dengan nilai PDRB atas dasar harga konstan sebesar 6,21 triliun rupiah dan nilai PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 10,56 triliun rupiah. Struktur ekonomi daerah ini didominasi oleh tiga sektor utama yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 25,64 persen; industri pengolahan sebesar 23,34 persen; serta pertambangan dan penggalian sebesar 11,93 persen. Sektor pertanian mengalami laju pertumbuhan sebesar 4,98 persen, sementara sektor pertambangan mengalami kontraksi sebesar 0,14 persen. Industri pengolahan mengalami penurunan dari 23,73 persen pada tahun 2022 menjadi 23,34 persen pada tahun 2023. Jumlah tenaga kerja yang bekerja pada sektor industri pengolahan sebanyak 25.152 orang dengan 45,3 persen sebagai buruh/karyawan dan 42,88 persen berusaha sendiri. Sebanyak 83 koperasi aktif beroperasi dari total 147 koperasi. Simpanan masyarakat didominasi oleh tabungan sebesar 765,55 miliar rupiah, simpanan berjangka 258,91 miliar rupiah, dan giro 192,53 miliar rupiah. Pada tahun 2023 realisasi pendapatan daerah mencapai 913,35 miliar rupiah dengan mayoritas bersumber dari pendapatan transfer sebesar 797,52 miliar rupiah dan pendapatan asli daerah sebesar 107,41 miliar rupiah. Belanja daerah mencapai 929,78 miliar rupiah dengan alokasi belanja tidak langsung sebesar 480,32 miliar rupiah dan belanja langsung sebesar 449,45 miliar rupiah.[22] Pengeluaran per kapita penduduk Belitung Timur tahun 2023 mencapai 12,536 juta rupiah per tahun atau 1.966.587 rupiah per bulan dengan 958.718 rupiah dialokasikan untuk makanan dan 1.007.869 rupiah untuk non makanan. Persentase pengeluaran makanan terbesar pada makanan dan minuman jadi sebesar 26,57 persen, rokok dan tembakau 17,29 persen, serta ikan/udang/cumi/kerang sebesar 12,80 persen. Untuk kelompok bukan makanan, pengeluaran terbesar pada perumahan dan fasilitas rumah tangga sebesar 57,11 persen serta aneka barang dan jasa sebesar 16,20 persen.

Komoditas unggulan

[sunting | sunting sumber]

Kelapa pandan wangi

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Belitung Timur merupakan salah satu sentra produksi kelapa pandan wangi di Indonesia. Dalam lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Belitung Timur menjadi salah satu dari dua kabupaten yang menjadi sentra produksi kelapa pandan wangi. Kabupaten lainnya yang juga menjadi sentra produksi kelapa pandan wangi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ialah Kabupaten Bangka Tengah.[23]

Arwana perak

[sunting | sunting sumber]

Arwana perak (Scleropages sp.) merupakan salah satu spesies ikan hias yang menjadi komoditas utama Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan budidaya arwana perak di Kabupaten Belitung Timur terletak di Balai Benih Ikan Kabupaten Belitung Timur. Pembudidayaannya juga dilakukan oleh kelompok tani ikan air tawar di wilayah Kabupaten Belitung Timur khususnya di Desa Kelubi dan Desa Gantung. Dalam bahasa lokal penduduk di Kabupaten Belitung Timur, arwana perak yang dibudidayakan disebut dengan nama tengkelesak. Permintaan pasar untuk arwana perak hasil budidaya di Kabupaten Belitung Timur berada dalam lingkup lokal maupun nasional di wilayah Indonesia.[24]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]

Pariwisata di Kabupaten Belitung Timur mengalami peningkatan sejak tahun 2008 akibat promosi keindahan pemandangan alamnya melalui film Laskar Pelangi. Film ini dirilis pada tahun 2008 dengan mengadaptasi isi novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata. Penayangan film Laskar Pelangi meningkatkan popularitas daerah Kabupaten Belitung Timur yang menjadi latar cerita dalam film sebagai salah satu tujuan wisata.[25] Pada tahun 2010, jumlah wisatawan di Kabupaten Belitung Timur sebanyak 10 ribu orang. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Belitung Timur terus meningkat menjadi sebanyak 81 ribu orang pada tahun 2014.[26]

Pada tahun 2023, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Kabupaten Belitung Timur menyumbang 2,74 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto. Terdapat satu hotel bintang dan 27 hotel non-bintang yang aktif, dengan jumlah kunjungan tamu domestik sebanyak 10.707 orang. Selama tahun 2022 hingga 2023, tidak terdapat kunjungan tamu asing. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat keberadaan ikon wisata utama yaitu sekolah replika Laskar Pelangi, Museum Kata, dan Rumah Keong/Dermaga Kirana. Pemerintah daerah melaksanakan pembinaan pariwisata di lingkungan desa dan sekolah. Jumlah kunjungan tamu hotel pada setiap bulan tahun 2023 bervariasi, dengan total tahunan mencapai 10.707 orang tanpa kehadiran wisatawan asing. Sektor pariwisata belum tercatat sebagai penyerap tenaga kerja utama, karena kategori industri pengolahan, jasa, dan pertanian mendominasi struktur ketenagakerjaan. Pemerintah setempat tercatat mendorong peningkatan peran sektor pariwisata melalui pembinaan di desa dan sekolah. Sementara itu, transportasi pendukung wisata seperti pelabuhan belum mendukung pelayaran penumpang dan infrastruktur jalan terdiri dari 66 persen kondisi baik serta 16 persen kondisi sedang. Dengan nilai IPM sebesar 73,31 poin dan rata-rata lama sekolah 8,90 tahun, sumber daya manusia Kabupaten Belitung Timur memiliki potensi mendukung sektor pariwisata. Nilai pengeluaran per kapita tahunan mencapai 12,536 juta rupiah, memperlihatkan daya beli yang dapat menunjang kegiatan wisata lokal.[27]

Beberapa pantai yang ada di Belitung Timur, yakni;

  • Pantai Nyiur Melambai
  • Pantai Serdang
  • Pantai Burong Mandi
  • Pantai Bukit Batu
  • Pantai Punai
  • Pantai Batu Pulas
  • Pantai Sengaran
  • Pantai Mudong
  • Pantai Selindang
  • Pantai Pangkalan Ba'un
  • Pantai Batu Lalang
  • Pantai Gusong Cine

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DUKCAPIL
  2. "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 6 Maret 2022.
  3. "RINCIAN ALOKASI DANA ALOKASI UMUM MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2017" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-08-26. Diakses tanggal 2019-01-15.
  4. "Biodata Profil dan Fakta Andrea Hirata". www.dailysia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-13. Diakses tanggal 13 Januari 2022.
  5. Rosyidi, Muchtar (2006). Penuntun Perundang-undangan Negara Republik Indonesia. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 18–19. ISBN 978-979-22-1975-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Erwin, L. T., Erwin, A., dan Gagas Ulung (2010). Enjoying Bangka Belitung. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 159. ISBN 9789792258950. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Haba, John (2013). Haba, J., dan Siburian, R. (ed.). Masyarakat Pesisir & Konservasi Mangrove. PMB-LIPI. hlm. 22. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Novianti (2016). Hardiani, Riza (ed.). Belitong: Nature of Paradise. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 4. ISBN 978-602-02-7835-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Bupati Belitung Timur (2024). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2025-2045 (PDF). Manggar: Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. hlm. 21. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (9 Agustus 2022). Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Belitung Timur Tahun 2022 (PDF). Manggar: Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. hlm. 1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  12. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  13. Nuraini (2007). Suarman (ed.). Sejarah Terbentuknya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PDF). Tanjungpinang: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. hlm. 21. ISBN 978-979-1281-13-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. Komandoko, Gamal (2010). Dedy GNR (ed.). Ensiklopedia Pelajar dan Umum. Yogyakarta: Pustaka Widyatama. hlm. 132. ISBN 978-979-610-371-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. Perolehan Kursi DPRD Belitung Timur 2014-2019
  16. Perolehan Kursi DPRD Belitung Timur 2019-2024
  17. Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  18. Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  19. "RS Online". sirs.kemkes.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  20. Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  21. Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  22. Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  23. Maskromo, Ismail (Oktober 2023). "Syarat Tumbuh Pandan Wangi". Trubus. LIV (647): 39.
  24. Pratama, D., Bidayani, E., dan Prasetiyono, E. (2021). "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Tengkelesak di Kabupaten Belitung Timur" (PDF). Prosiding Seminar Hukum dan Publikasi Nasional (Serumpun). III. Fakultas Hukum, Universitas Bangka Belitung: 2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  25. Paramita, Mahditia (Maret 2016). Strategi Membangun Kota. Caritra. hlm. 205. ISBN 978-602-742-612-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  26. Abrar, Ana Nadhya (April 2017). Jurnalisme Bisnis: Upaya Membangkitkan Nalar dan Naluri Bisnis. Yogyakarta: UGM Press. hlm. 120. ISBN 978-602-386-232-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  27. Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung. "Statistik Daerah Kabupaten Belitung Timur 2024". belitungtimurkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.