Curing (pengawetan makanan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Garam dapur ditambahkan pada ham (daging paha babi) untuk membuat prosciutto
Garam curing, disebut juga "tepung Praha" atau "garam merah muda", yang sering dibuat dari kombinasi sodium klorida dan sodium nitrit yang ditambahkan pewarna merah muda untuk membedakannya dari garam dapur.

Curing merupakan salah salah satu cara pengawetan makanan dengan melakukan pemberian kombinasi bahan-bahan preservatif seperti garam, nitrat, nitrit,[1] gula, dengan tujuan mengeluarkan cairan dari makanan tersebut dalam proses osmosis. Proses curing sering juga melibatkan mengasapi, membumbui, atau memasak makanan tersebut. Proses curing juga menambah cita rasa, yang biasanya dilakukan untuk mengawetkan serta memberikan rasa dan warna pada makanan, khususnya daging, ikan, atau sayuran.

Curing pada daging membutuhkan garam yang merupakan bahan pengawet pangan pertama yang digunakan manusia. Garam telah menjadi bahan penting dalam pengawetan produk-produk peternakan dan perikanan. Pada tingkat tertentu, garam mencegah pertumbuhan beberapa tipe bakteri yang bertanggung jawab dalam pembusukan daging. Garam dapat mencegah pertumbuhan bakteri, baik yang disebabkan oleh efek penghambat langsung dari bakteri maupun oleh efek pengeringan yang dimiliki bakteri dalam daging.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nummer, Brian A. (Mei 2002). "Historical Origins of Food Preservation" [Sejarah Awal Mula Pengawetan Makanan]. University of Georgia, National Center for Home Food Preservation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-12. 

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]