Aneka Tambang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Antam)
Lompat ke: navigasi, cari
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
Jenis BUMN / Publik
Simbol saham IDX: ANTM
Industri/jasa Pertambangan
Didirikan 1968
Kantor pusat Jakarta, Jakarta, Indonesia
Tokoh penting Tato Miraza (Direktur Utama)
Produk nikel, emas, batu bara
Induk Pemerintah Indonesia
Situs web antam.com

PT Aneka Tambang Tbk. atau yang biasa disebut dengan PT Antam merupakan perusahaan pertambangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (65%) dan masyarakat (35%). PT Antam didirikan pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan Antam mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Pendapatan PT Antam diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama Antam adalah pengolahan dan pemurian logam mulia serta jasa geologi.

Anak Perusahaan PT Antam[sunting | sunting sumber]

  • PT Indonesia Coal Resources (Indonesia)
  • PT Cibaliung Sumberdaya (Indonesia)
  • PT Gag Nikel (Indonesia)
  • Asia Pacific Nickel Pty., Ltd. (Australia)
  • PT Antam Resourcindo (Indonesia)
  • PT Borneo Edo International (Indonesia)
  • PT Mega Citra Utama (Indonesia)
  • PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)
  • PT Antam Jindal Stainless Indonesia (Indonesia)
  • PT Indonesia Chemical Alumina (Indonesia)

Perkembangan Bisnis[sunting | sunting sumber]

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyatakan kegiatan penambangan emas di Cikotok, kabupaten Lebak, Banten telah berakhir. Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Direktur Umum dan CSR PT Aneka Tambang I Made Surata menuturkan pertambangan emas Cikotok telah menjadi salah satu bagian dalam sejarah bangsa Indonesia saat dikuasai penjajah pada 1936 hingga akhirnya menjadi perusahaan negara pada 1960, dan menjadi bagian dari Antam pada 1968. “Setelah lebih dari 40 tahun, PT Aneka Tambang Tbk melaksanakan proses pengakhiran tambang Cikotok sebagai bagian dari implementasi praktik penambangan yang baik,” ujar Surata. [1]

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membentuk komite konsolidasi pertambangan. Komite tersebut akan bertugas mengkaji pembentukan induk usaha pertambangan (holding pertambangan) yang ditargetkan akan terbentuk akhir 2016. Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan anggota komite konsolidasi tersebut adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).[2]

PT Antam dan PT Inalum mendapat kepercayaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk membeli saham PT Freeport Indonesia sebesar 1,7 miliar dollar AS. Jika kedua perusahaan tersebut tidak mampu, maka akan dibantu PT Timah dan PT Bukit Asam sebagai bagian dari holding perusahaan tambang BUMN. [3]


Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://redaksi.co.id/46021/antam-akhiri-kegiatan-tambang-emas-di-cikotok.html
  2. ^ http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/01/22/473183/kaji-holding-perusahaan-tambang-bumn-bentuk-komite-konsolidasi
  3. ^ http://redaksi.co.id/46039/perusahaan-bumn-patungan-beli-saham-freeport-indonesia.html