Alexandra Feodorovna

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Alexandra Feodorovna
Alexandra sekitar tahun 1908
Alexandra sekitar tahun 1908
Permaisuri Rusia
Memerintah sebagai pasangan 26 November 1894 - 15 Maret 1917
Penobatan 14 Mei 1896
Lahir 6 Juni 1872
Istana Baru, Darmstadt, Hesse, Kekaisaran Jerman
Mangkat 17 Juli 1918 (umur 46)
Rumah Ipatiev, Yekaterinburg, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia
Makam 17 Juli 1998
Katredral Petrus dan Paulus, St. Petersburg, Federasi Rusia
Pasangan Kaisar Nicholas II dari Rusia
Anak
Adipati Wanita Agung Olga Nikolaevna dari Rusia
Adipati Wanita Agung Tatiana Nikolaevna dari Rusia
Adipati Wanita Agung Maria Nikolaevna dari Rusia
Adipati Wanita Agung Anastasia Nikolaevna dari Rusia
Alexei Nikolaevich, Tsesarevich dan Adipati Agung dari Rusia
Nama lengkap
Inggris: Alice Victoria Helena Louise Beatrice
Jerman: Alix Viktoria Helene Luise Beatrix
Rusia: Alexandra Feodorovna Romanova
Wangsa Hesse-Darmstadt
Ayah Louis IV, Adipati Agung Hesse dan oleh Rhine
Ibu Putri Alice dari Britania Raya
Agama Ortodoks Rusia; sebelumnya Lutheran

Alexandra Feodorovna (Bahasa Rusia: Александра Фёдоровна) lahir Putri Alix dari Hesse dan oleh Rhine (lahir Alix Viktotia Helene Luise Beatrix di Darmstadt, 6 Juni 1872 – meninggal di Yekaterinburg, 17 Juli 1918 pada umur 46 tahun) adalah istri dari Tsar Nicholas II dari Rusia, Kaisar terakhir Rusia.[1] Ia merupakan anak keenam dari tujuh orang bersaudara dari Louis IV, Adipati Agung Hesse dan oleh Rhine dan Putri Alice dari Britania Raya, juga cucu dari Ratu Victoria, Ratu yang memerintah Britania Raya [1] Ia dibaptiskan pada tanggal 1 Juli 1872.[1] Pada Perang Dunia I, keluarganya menjalani tahanan rumah untuk waktu yang lama setelah ia dijatuhkan oleh kaum Bolshevik.[2] Setelah dipindahkan selama beberapa kali dan tidak memiliki akses kepada dunia luar sama sekali, ia dan keluarganya dibunuh oleh polisi rahasia kaum Bolshevik pada tanggal 17 Juli 1918.[2] Ia dan keluarganya diangkat menjadi martir oleh Gereja Ortodoks Rusia pada tahun 1981.[3] Pada tanggal 17 Juli 1998, ia beserta seluruh keluarganya dibawa ke Katedral Petrus dan Paulus di Saint Petersburg, 80 tahun setelah kematian mereka.[3]

Putri Hesse[sunting | sunting sumber]

Putri Alix dari Hesse, 1881

Alexandra lahir pada tanggal 6 Juni 1872 di Istana Baru di Darmstadt sebagai Yang Mulia Putri Alix Viktoria Helene Luise Beatrix dari Hesse dan oleh Rhine, sebuah Keharyapatihan yang juga bagian dari Kekaisaran Jerman. Alix adalah anak keenam dan putri keempat dari Louis IV, Adipati Agung Hesse dan oleh Rhine dan Putri Alice dari Britania Raya, putri kedua dari Ratu Victoria dan Albert, Pangeran Pendamping.

Alix dibaptis pada tanggal 1 Juli 1872 (ulang tahun pernikahan orangtua Alix yang ke 10) menurut kepercayaan Lutheran. Namanya diambil dari nama ibu dan tantenya dari pihak ibu, yang diterjemahkan ke Bahasa Jerman. Kakak Alix, Pangeran Friedrich, meninggal pada bulan Mei 1873 karena jatuh ketika Alix hampir berusia satu tahun.

Alexandra Feodorovna (Alix dari Hesse) dan Putri Marie dari Hesse

Diantara semua saudaranya, Alix paling dekat dengan adiknya, Putri Marie. Alix dan Marie memiliki perawat yang sama, memakai baju yang sama dan mereka tidak bisa dipisahkan. ibunya, memanggilnya "Sunny" dan saudara sepupu atau kerabat yang berasal dari inggris memanggilnya "Alicky" agar membedakan Alix dengan Alexandra, Putri Wales yang dipanggil "Alix".

Pada November 1878, Keluarga Adipati Agung Hesse mengalami penyakit difteri. Alix, ketiga saudara perempuannya, saudara laki-lakinya (Ernest), dan ayahnya menderita penyakit ini. Salah satu kakaknya, Elisabeth, pindah ke rumah neneknya agar tidak menderita penyakit ini. Ibu Alix merawat anak-anak sendiri (daripada merawat anak-anak ke dokter). Alice (ibu Alix) menjadi sakit dan meninggal pada 17 tahun setelah ayahnya meninggal, pada tanggal 14 Desember 1878, waktu Alix hanya berusia enam tahun. Alix, Viktoria, Irene dan Ernest selamat dari penyakit ini, tetapi, adik yang paling muda, Putri Marie ("May"), tidak selamat dan meninggal pada tanggal 16 November 1878 sebelum kematian ibunya.

Putri Alix dari Hesse, dibawah kanan, dengan neneknya (Ratu Victoria) dan empat saudaranya dalam berduka setelah kematian ibunya dan adiknya. Januari 1879

Alix sangat terluka dengan kematian ibunya dan adiknya (saudara terdekatnya) dan Alix tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat tertutup. Setelah kematian ibu dan adiknya, Alix dan saudaranya menjadi dekat dengan saudara Inggrisnya dan Ratu Victoria. Alix adalah salah satu cucu favorit Ratu Victoria.

Dengan kakaknya (Putri Irene dari Hesse dan oleh Rhine), Alix menjadi pengiring pengantin di pernikahan ibu baptisnya dan bibi dari pihak ibu, Putri Beatrice dari Britania Raya dan Pangeran Henry dari Battenberg. Alix juga hadir di pesta Yubileum Emas neneknya (Ratu Victoria) pada tahun 1887.

Pertunangan[sunting | sunting sumber]

Alix tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Sepupunya, Pangeran Albert Victor, Adipati Clarence dan Avondale, jatuh cinta kepada Alix dan melamarnya. Tetapi, Alix menolaknya. Walaupun Ratu Victoria ingin Alix menjadi Ratu atau Permaisuri Inggris. Alix menikah di usia yang cukup tua pada zamannya.

Alix sudah bertemu dan jatuh cinta kepada Tsarevich Nicholas, pewaris tahta Kekaisaran Rusia, orangtuanya, Tsar Alexander III dan Tsarina Maria Feodorovna (Dagmar dari Denmark), adalah orangtua baptis Alix dan adik dan adik ipar dari Alexandra, Putri Wales (yang kemudian menjadi Ratu Inggris), dan paman Nicholas, Adipati Agung Sergei Alexandrovich dari Rusia menikah dengan saudara perempuan Alix, Putri Elisabeth dari Hesse dan oleh Rhine.

Tetapi, hubungan Alix dan Nicholas sangat ditentang oleh orangtua Nicholas (Tsar Alexander III dan Tsarina Maria Feodorovna), karena, mereka menilai Alix tidak cocok menjadi Permaisuri Rusia. Mereka sudah menjodohkan Nicholas dengan Putri Hélène d'Orléans dan Putri Margaret dari Prusia, tetapi, ditolak oleh orang tua kedua Putri tersebut, karena mereka tidak mau putrinya pindah agama ke Ortodoks Rusia. Ketika kesehatan Tsar Alexander III memburuk, Tsar dan Tsarina menyetujui hubungan Nicholas dengan Alix.

Nicholas sudah melamar Alix di pernikahan kakak Alix (Ernest Louis, Adipati Agung Hesse dan oleh Rhine) dan sepupu Nicholas (Putri Victoria Melita dari Saxe-Coburg dan Gotha), tetapi, Alix menolaknya dan Alix melempar surat lamaran itu ke tanah karena Alix tidak mau pindah agama ke Ortodoks Rusia. Tetapi karena paksaan Wilhelm II, Kaisar Jerman kalau pernikahan Alix dan Nicholas itu memperkuat relasi Jerman dan Rusia, dan juga paksaan kakak Alix (Elisabeth) yang meyakinkan Alix kalau tidak ada perbedaan di agama Lutheran dan Ortodoks sehingga alasan Alix untuk tidak menikahi Nicholas itu tidak masuk akal. Dan hati Alix pun goyah. Nicholas pun melamar Alix kedua kalinya dan Alix menerima lamaran Nicholas.

Tsar Nicholas II, di seragam hussar, dan Putri Alix dari Hesse. foto pertunangan, 1894.

Setelah Pertunangan, Alix kembali ke Inggris dengan neneknya. Pada Juni, Nicholas berkunjung ke Inggris untuk mengunjungi Alix. Nicholas juga membawa imam, Father Yanishev, yang akan membimbing dan menginstruksikan Putri Alix untuk berpindah agama. Selain mengunjungi Putri Alix dan Ratu Victoria, Nicholas menjadi ayah baptis dari anak pertama Pangeran George, Adipati York dan Putri Mary dari Teck yaitu calon Raja Edward VIII yang naik tahta pada tahun 1936.

Alix berpindah agama ke Ortodoks Rusia dan berharap mengambil nama Catherine, tetapi Nicholas mengusulkan nama Alexandra dan Alix akhirnya mengambil nama Alexandra Feodorovna Romanova.

Di usia ke-49 tahun, Tsar Alexander III meninggal dunia dan mewariskan kekaisaran Rusia kepada putra sulungnya. Sehari setelahnya, Alix diterima sebagai anggota baru dalam agama Kristen Ortodoks Rusia yang kemudian diberi gelar, “Istri Adipati Agung Alexandra Feodorovna yang tercerahkan.” sebagai imbalan dari pengorbanan besarnya mau meninggalkan kepercayaan lamanya dengan yang baru.

Permaisuri Rusia[sunting | sunting sumber]

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Lukisan dari Laurits Tuxen penikahan Tsar Nicholas II dan Putri Alix dari Hesse dan oleh Rhine, di Kapel di Istana Musim Dingin, St. Petersburg, pada 14/26 November 1894.

Pernikahan Nicholas dan Alexandra dilaksanakan di Grand Church di Istana Musim Dingin di St. Petersburg pada tanggal 26 November 1894, di hari ulang tahun ibu Nicholas, yang sekarang menjadi Janda Kaisar Maria Feodorovna.

Pernikahan Tsar Nicholas II dan Tsarina Alexandra Feodorovna itu dilakukan ketika masih dalam rangka berkabung setelah kematian dan pemakaman Tsar Alexander III.

Alexandra menulis surat kepada saudara perempuanya, “Pernikahan kami adalah kelanjutan dari proses liturgi pemakaman Tsar Alexander III, dengan satu perbedaan. Aku menggunakan gaun putih dan bukan hitam.

Namun rupanya acara pernikahan yang dilaksanakan setelah pemakaman menjadi buah bibir di masyarakat Rusia pada umumnya. Warga Rusia yang masih lekat percaya pada mitos dan tahayul jelas menganggap bahwa kehadiran Alexandra sebagai Permaisuri baru mereka dengan mengiringi peti mati mertuanya pada hari pernikahannya adalah merupakan sebuah tanda kesialan bagi negara tersebut.

Penobatan[sunting | sunting sumber]

Lambang Permaisuri Alexandra Feodorovna
Monogram Permaisuri Alexandra Feodorovna

Mungkin saja Alexandra Feodorovna kini adalah pendamping Tsar atau Tsarina setelah pernikahan mereka, namun baru dua tahun kemudian acara resmi penobatan mahkota untuk Tsar dan Tsaritsa baru rakyat Rusia terjadi pada tanggal 14 Mei 1896 di Katedral Assumption di Kremlin, Moscow.

Hari itu peristiwa penobatan mahkota untuk Tsar dan Tsarina menyebabkan pertumpahan darah. Sekitar 1,389 dan 1,300 luka-luka dari 100,000 warga yang menyaksikan Kaisar dan Permaisuri baru mereka dinobatkan teridentifikasi mati di lapangan Khodynka karena kehabisan nafas akibat berdesak-desakan dan mati terinjak. Rumor mengatakan bahwa sajian makanan yang disediakan untuk warga yang menyaksikan jumlahnya tidak memadai sehingga menimbulkan chaos terjadinya perebutan makanan, bir gratis dan suvenir cangkir porselen di antara pengunjung saat itu.

Alexandra terpengaruh oleh yang meninggal, "Permaisuri tampak sangat tertekan, matanya memerah karena air mata" Duta Besar Inggris menginformasikan kepada Ratu Victoria. Setelah Penobatan, Alexandra dan Tsar Nicholas II mengunjungi korban luka dan mengunjungi keluarga korban yang meninggal dan menawarkan untuk membayar peti mati mayat tersebut.

Rakyat Rusia percaya bahwa peristiwa banyaknya kematian warga yang menyaksikan jalannya penobatan itu sebagai tanda awal kesialan untuk bangsa Rusia dari sang Tsarina baru.

Musim gugur tahun itu pula Tsar Nicholas II mengajak istrinya dan putri pertama mereka Adipati Wanita Agung Olga ke Skotlandia untuk bertemu dengan nenek Alexandra, Ratu Victoria yang sangat mengasihi Alexandra sejak kecil. Sementara Tsar melewatkan hari dengan berburu dalam keadaan sakit gigi di tengah-tengah liburan dua kerajaan besar Eropa di Istana Balmoral itu. Namun itulah saat terakhir kalinya Alexandra bertemu dengan orang yang mengasihinya, karena pada setelah itu hingga tahun 1901 pada pemakaman Ratu Victoria, Alexandra tidak bisa hadir karena tengah mengandung anaknya yang keempat, Adipati Wanita Agung Anastasia.

Penolakan dari Rakyat Rusia[sunting | sunting sumber]

Tidak seperti ibu mertuanya yang sosialita dan populer. Tsaritsa tidak begitu disukai rakyat Rusia, karena ia dikenal sosok yang dingin, kaku, angkuh, tidak ramah dan acuh pada rakyatnya. Kalangan bangsawan Rusia sendiri melabeli Alexandra dengan sebutan wanita pemalu sehingga memilih lebih banyak diam dan menunduk ketika tampil di depan publik ketimbang banyak aksi dan liar. menurut salah satu teman dari Tsarina, Tsaritsa Alexandra sangat malu dihadapan rakyat Rusia.

Dia merasa perasaannya dipukul dan disakiti dari sifat "kebencian" Rakyat Rusia. Dia juga dikecam oleh orang kaya dan miskin untuk ketidaksukaannya terhadap budaya Rusia seperti cara memakan dan cara berdansa (Walaupun agama Ortodoks adalah agama yang dipeluknya). Ketidakbisaan Alexandra melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi pewaris tahta juga membuat rakyat sangat tidak menyukainya.

Waktu Sang Tsarevich Alexei ("Sunbeam") lahir, Alexandra lebih jauh mengisolasi dirinya dari Kekaisaran Rusia dengan menghabiskan hampir seluruh waktunya bersama Alexei. Penyakit Hemofilia Alexei semakin membuat Alexandra dan Alexei dekat, karena Alexandra juga seorang carrier hemofilia.

Alexandra sering berteman atau bersahabat dengan sosok yang lebih soliter seperti Anna Vyrubova dan Putri Sonia Orbeliani. Alexandra sangat tidak suka berteman dengan sosok yang sangat "sosialita". Orang-orang yang sangat sosialita ini selalu diabaikan oleh Tsarina yang "angkuh".

Sejarawan Barbara W. Tuchman di The Guns of August menulis tentang Alexandra sebagai Permaisuri Rusia, "Meski hampir tidak dapat bisa dikatakan bahwa Tsar memerintah Rusia sebagai seorang yang berkemauan keras tetapi mempunyai istri yang lemah. Cantik, histeris, mudah curiga, dia benci semua orang kecuali keluarga dekatnya dan serangkaian penipu fanatik atau gila yang menawarkan kenyamanan pada jiwanya yang putus asa".

Alexandra juga memiliki hubungan yang buruk dengan ibu mertuanya (Janda Kaisar Maria Feodorovna). Maria Feodorovna sudah mencoba untuk mengajari Alexandra Feodorovna untuk menjadi Permaisuri yang dicintai rakyatnya, Namun dijauhi oleh Alexandra. Tidak seperti Kerajaan di Eropa, Kekaisaran Rusia mengharuskan posisi Janda Kaisar lebih tinggi dari Permaisuri. Maria Feodorovna akan berada disamping Tsar Nicholas II dihadapan keluarga Kekaisaran Rusia dan publik, Sementara, Tsarina Alexandra Feodorovna wajib dibelakang mereka. Alexandra memiliki waktu yang jarang untuk mempelajari peraturan Kekaisaran Rusia, dan ini membuat Tsarina Alexandra menjadi sangat tidak populer. Alexandra setidaknya sangat bijaksana untuk tidak mengkritik wanita yang rakyat menyebutnya "Motherdear" (Maria Feodorovna).

Tetapi, Alexandra dan Maria, memiliki kesamaan, yaitu, tidak menyukai Istri Adipati Agung Maria Pavlovna, istri dari Adipati Agung Vladimir Alexandrovich (adik dari Tsar Alexander III). Ketika anak dari Maria Pavlovna dan Vladimir, Adipati Agung Boris, melamar putri Nicholas dan Alexandra, Olga Nikolaevna, Alexandra menolak.

Alexandra dan adik iparnya, Adipati Wanita Agung Xenia Alexandrovna, mempunyai hubungan yang sedikit buruk, karena, Xenia bisa melahirkan enam anak laki-laki yang sehat dan satu anak perempuan, sementara, Alexandra hanya mempunyai empat anak perempuan dan satu anak laki-laki, Tsarevich Alexei, yang menderita penyakit hemofilia. Kesehatan keenam anak laki-laki Adipati Wanita Agung Xenia merupakan sumber pemirikan antagonis dari Alexandra.

Waktu Perang Dunia I, Rakyat kompain tentang Alexandra sebagai Permaisuri Rusia. Karena kelahiran Jermannya, idenya yang kurang (selaku wali atau regent) dan hubungan Alexandra dengan Rasputin. Hal ini membuat Tsaritsa Alexandra sangat tidak populer di mata Rusia.

Hubungan dengan Anak[sunting | sunting sumber]

Keluarga Kekaisaran Rusia, 1913. Kiri ke kanan: Adipati Wanita Agung Maria, Tsarina Alexandra, Adipati Wanita Agung Olga and Tatiana, Tsar Nicholas II, and Adipati Wanita Agung Anastasia. Tsarevich Alexei duduk didepan orangtuanya.

Setelah hampir satu tahun pernikahan, Alexandra melahirkan anak pertamanya: anak perempuan yang dinamai Olga, yang lahir pada tanggal 15 November 1895. Tetapi, Olga tidak bisa menjadi pewaris sementara karena peraturan suksesi Kekaisaran Rusia harus diisi dengan anggota Dinasti Romanov berjenis kelamin laki-laki saja. Olga sangat dicintai orangtuanya. Tiga anak perempuan menyusul Olga: Tatiana pada 10 Juni 1897, Maria pada 26 Juni 1899 dan Anastasia pada 18 Juni 1901. Tiga tahun kemudian, Alexandra melahirkan pewaris yang ditunggu: Alexei Nikolaevich lahir di Peterhof pada 12 Agustus 1904. Tetapi, Alexei menderita penyakit hemofilia.

Alexandra mempunyai hubungan yang baik dengan keempat putrinya (Olga, Tatiana, Maria, Anastasia). Walaupun, kadang hubungan Alexandra dan keempat anak perempuanya memburuk. Olga sangat suka membaca dan mempunyai hubungan lebih dekat dengan ayahnya, Olga suka belajar politik dan membaca koran dan tidak suka dengan pekerjaan sekolah. Olga sangat manja, moody, malas, pemarah dan memiliki humor yang buruk. Kadang-kadang hubungan Alexandra dan Olga memburuk sejak Olga menjadi seorang remaja sampai kematian mereka. Tatiana sangat modis dan yang paling cantik diantara saudara perempuan yang lain. Tatiana mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan Alexandra dan dijuluki sebagai anak perempuan favorit Tsarina. Tatiana sangat praktis dan memiliki bakat untuk menjadi pemimpin. Saudaranya selalu memanggilnya "The Governess". Maria sangat suka membahas tentang pernikahan, keluarga dan anak. Maria ingin memiliki keluarga yang besar dan mempunyai anak yang banyak. Maria juga keras kepala dan terkadang malas. Diantara semua anak perempuan Nicholas dan Alexandra, Maria adalah anak perempuan yang sangat manis. Tsar yakin Maria akan menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Anastasia adalah anak yang sangat ceria, bersemangat dan aktris berbakat. Anastasia lebih suka memanjat pohon daripada belajar. Anastasia tidak menyukai pekerjaan sekolah. Diantara semua saudara perempuanya, Anastasia lebih dekat dengan Alexei, Anastasia sering menghibur Alexei dan bisa membuat Alexei lupa tentang penyakitnya sementara. Anastasia juga anak yang paling nakal diantara anak Nicholas dan Alexandra lainnya. Walaupun Anastasia anak yang paling ceria, dia juga anak yang paling sering sakit diantara saudaranya setelah Alexei.

Olga dan Tatiana sering dipasangkan bersama dan dijuluki "Pasangan yang Besar". Sementara, Maria dan Anastasia sering dipasangkan bersama dan dijuluki "Pasangan yang Kecil"

Tsarina Alexandra sangat memanjakan Alexei. Alexei menderita penyakit hemofilia, penyakit genetik yang berasal dari Alexandra yang juga seorang carrier hemofilia. Alexei adalah pusat dari keluarga Tsar Nicholas II dan Tsarina Alexandra. Keempat saudara perempuannya sangat memanjakan Alexei. Alexandra yang cenderung murung dan pesimistis, melampiaskan persoalannya pada doa selama berjam-jam. Ia pun merana karena merasa bersalah, menyadari bahwa ia telah memberikan penyakit itu kepada putranya. Alexandra menjadi terlalu protektif kepada Alexei. Dua orang dipekerjakan untuk mengikuti ke mana pun sang Tsarevich pergi dan mencegah anak itu untuk melukai dirinya sendiri.

Hemofilia dan Rasputin[sunting | sunting sumber]

Tsarina Alexandra Feodorovna dengan anaknya, Tsarevich Alexei, 1913

Tsarevich Alexei lahir pada saat Perang Rusia-Jepang pada 12 Agustus 1904. Alexei adalah pewaris tahta Kekaisaran Rusia. Alexandra telah memenuhi perannya yang paling penting sebagai Tsaritsa dengan melahirkan anak laki-laki yang akan menjadi pewaris tahta. Saat itu, Tsar dan Tsaritsa hampir kehabisan akal untuk memiliki seorang pewaris laki-laki. Pada awalnya, Alexei adalah anak yang sangat sehat dan normal. Tetapi, satu minggu kemudian, Alexei mengalami pendarahan dari pusar. Pendaharan itu berlangsung selama tiga hari sebelum akhirnya berhenti. Kelak kemudian, Alexei menderita memar yang tidak biasa setiap kali ia jatuh atau tersandung karena pendarahan di bawah kulit, begitu juga karena penderitaan mengerikan dari pendarahan di dalam atau pendarahan di antara sendi-sendi akibat cedera biasa. Setelah diselidiki, Tsarevich Alexei menderita penyakit hemofilia.

Hemofilia sangat fatal pada awal abad ke 20 dan memasuki dinasti di Eropa melalui Ratu Victoria, yang juga seorang carrier hemofilia. Alexandra sudah kehilangan kakak laki-lakinya, Pangeran Friedrich dari Hesse dan oleh Rhine, pada tahun 1873, dan juga pamannya, Pangeran Leopold, Adipati Albany, pada tahun 1884. Kakak perempuannya, Putri Irene dari Hesse dan oleh Rhine juga adalah seorang carrier hemofilia, dan setelah menikah dengan Pangeran Heinrich dari Prusia, Irene melahirkan dua anak laki-laki yang menderita penyakit hemofilia. Irene menyebarkan penyakit hemofilia kepada cabang junior di Keluarga Kerajaan Prusia. Putri Victoria Eugenie dari Battenberg, cucu Ratu Victoria yang lain dan sepupu dekat Alexandra, juga seorang carrier hemofilia. Victoria Eugenie menikah dengan Raja Alfonso XIII dari Spanyol dan dua anak laki-lakinya menderita penyakit hemofilia.

Setelah mengetahui penyakit hemofilia yang diderita Alexei, Alexandra yang cenderung murung dan pesimistis, melampiaskan persoalannya pada doa selama berjam-jam. Ia pun merana karena merasa bersalah, menyadari bahwa ia telah memberikan penyakit itu kepada putranya. Alexandra mulai mengalami gangguan-gangguan jantung dan menderita encok pangkal paha serta serangkaian gejala-gejala yang sekarang mungkin diistilahkan sebagai ‘psikosomatik’.

Penyakit hemofilia Alexei disimpan sebagai rahasia keluarga yang menakutkan. Para dokter, pelayan, anggota rumah tangga istana, dan siapa pun yang mungkin mengetahui atau menduga adanya hal yang tidak benar dilarang untuk membicarakannya.

Segala cara dan upaya Tsar dan Tsaritsa lakukan agar putra tunggal mereka dapat sembuh. Sedikit luka menganga yang didapat sang Tsarevich bisa mengancam jiwanya. Satu saja goresan ranting, atau tragedi terantuk batu dan mengalami lecet lutut bisa berakibat fatal bagi dirinya.

Tsarevich Alexei nyaris meninggal dunia akibat pendarahan hidung atau jatuh ringan lain yang membuatnya harus diam di ranjang selama berminggu-minggu. Jadi, pada tahun 1904, seorang orang suci atau starets dari Siberia yang bernama Grigori Rasputin tiba di istana kekaisaran di St. Petersburg. Seorang starets yang dianggap memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa, memiliki obat-obat melalui doa, dan bukan tidak umum bagi satu keluarga ningrat untuk memiliki salah satu petani mistik di dalam rumah tangga mereka untuk digunakan di saat keterampilan mereka diperlukan. Tentu saja pihak keluarga dalam istana kaget, sebab pada kenyataannya penyakit Alexei tak pernah diumbar keluar istana, sementara Rasputin adalah seorang yang tinggal di luar istana tiba-tiba datang dan mengaku mengetahui penyakit Tsarevich dan hendak membantu memulihkan kondisi sang tsarevich. Tak punya pilihan lain Tsar dan Tsaritsa mengizinkan Rasputin untuk mengobati Alexei. Untuk Alexandra, Rasputin adalah jawaban atas doa-doanya karena pria ini sepertinya memiliki kemampuan untuk menyembukan Tsarevich, bahkan ketika penyakit hemofilianya mengancam akan menewaskannya dan para dokternya sudah menyerah. Pada tahun 1905, Tsarevich Alexei sakit parah dan lemah akibat kesakitan karena kaki yang bengkak. Semalaman Rasputin memulihkan anak itu ke dalam kesehatan yang penuh meskipun tidak seorang pun melihat atau bahkan menduga bagaimana ia mendapatkan ‘mujizat’ itu. Rasputin dianggap bagai dewa penolong. Tsaritsa yang selalu khawatir dengan kondisi putranya mempercayai bahwa Rasputin memang benar utusan Tuhan untuk menolong putranya. Rasputin diminta untuk tinggal di istana sebagai “dokter” pribadi Alexei. Kerap kali ia diundang makan bersama satu meja dengan keluarga Tsar dan Alexei menjadi amat penurut dan menyenangi sosok Rasputin yang telah banyak membawa keajaiban untuk kondisi fisik Alexei yang sebelumnya lemah.

Biasanya setelah diobati Rasputin, Alexei yang biasa banyak menghabiskan waktu tidur-tiduran di kamarnya mampu berlari-lari mengelilingi istana. Sang Tsarevich yang biasanya mengalami kekakuan dan nyeri di kedua kaki pun akhirnya tak merasakannya setelah proses pengobatan.

Tsaritsa Alexandra akan marah kepada siapapun yang mempertanyakan kehadiran Rasputin di sisi anak laki-lakinya. Sang Tsaritsa pun menaruh hormat setinggi-tingginya kepada sosok pendeta tersebut.

Pada September 1912, Alexei hampir meninggal di Spała, Polandia Karena tergores ranting. Alexandra yang sangat putus asa menghubungi Rasputin dan ketika Rasputin tiba, Rasputin mengobati Tsarevich dan setelah itu, Alexei sembuh.

Rasputin mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan keluarga Tsar dan Tsarina. Karena hubungan dengan Grigori Rasputin, Keluarga Kekaisaran Rusia menjadi sangat tidak populer dimata masyarakat.

Anggota Kekaisaran Rusia (kecuali keluarga Tsar) juga tidak menyukai Rasputin. Karena Rasputin dianggap penyembuh yang berbahaya dan bisa merusak repurtasi Tsar dan Keluarga Kekaisaran Rusia.

Ketergantungan Alexandra kepada Rasputin meningkatkan kekuatan politik Rasputin, yang secara serius melemahkan pemerintahan Wangsa Romanov selama Perang Dunia Pertama.

Interferensi Rasputin dalam masalah politik akhirnya menyebabkan pembunuhannya pada tanggal 30 Desember 1916. Pembunuhan ini dipimpin oleh Pangeran Felix Yusupov (yang menikahi keponakan Tsar Nicholas II) dan Adipati Agung Dmitri Pavlovich (sepupu dekat Tsar Nicholas II).

Perang Dunia I[sunting | sunting sumber]

Gambar Tsaritsa Alexandra Feodorovna. Livadia, 1907

Pecahnya Perang Dunia I adalah momen yang sangat penting bagi Rusia dan Alexandra. Kekaisaran Rusia dari Dinasti Romanov melawan Kekaisaran Jerman dari Dinasti Hohenzollern yang jauh lebih kuat. Ketika Alexandra mempelajari mobilisasi Rusia, dia pergi ke suaminya dan berkata: "Perang! Aku tidak tau apa-apa! Ini adalah akhir dari segalanya!".

Keharyapatihan Hesse dan oleh Rhine, diperintah oleh kakaknya (Ernest Louis), adalah bagian dari Kekaisaran Jerman. Dan yang pasti, Tempat ini adalah tempat kelahiran Alexandra. Hal ini membuat Alexandra sangat tidak populer di mata rakyat Rusia. Kaisar Jerman, Wilhelm II juga sepupu dekat Alexandra. Ironisnya, kakaknya, Putri Irene dari Hesse dan oleh Rhine, yang menikah dengan adik Kaisar Wilhelm II, Pangeran Henry dari Prusia mendukung Jerman.

Ketika Tsar pergi dari kota pada tahun 1915 untuk mengkomando militer. Alexandra menjadi Bupati atau regent Rusia. Alexandra tidak mempunyai pengalaman dalam pemerintahan dan terus menunjuk dan menunjuk kembali menteri baru yang tidak kompeten. Alexandra juga meminta bantuan Rasputin.

Alexandra menjadi sangat tidak populer di kalangan anggota kekaisaran, kalangan bangsawan dan kalangan rakyat biasa. Alexandra dituduh sebagai mata-mata Kekaisaran Jerman di Russian Court dan bekerjasama dengan Kaisar Jerman.

Selama Perang, ada kekhawatiran besar dari Dinasti Kekaisaran tentang Alexandra dan Rasputin. Karena hal itu dianggal menjadi isu masyarakat dan membahayakan tahta Kekaisaran di Rusia dan kelangsungan Dinasti Romanov.

Istri Adipati Agung Elizabeth Feodorovna (Putri Elisabeth dari Hesse-Darmstadt) (kakak perempuan Alexandra) dan Putri Victoria Melita dari Saxe-Coburg dan Gotha (Istri Adipati Agung Victoria Feodorovna) (sepupu Nicholas II dan Alexandra; yang juga mantan kakak ipar Alexandra) sudah memperingatkan Tsarina Alexandra untuk mengusir Rasputin dari Kekaisaran, tetapi Alexandra tidak mendengarkan mereka. Dan para Adipati Agung atau Pangeran Rusia sudah memperingatkan Tsar, tetapi tidak didengarkan.

Banyak anggota Kekaisaran Rusia mencoba melakukan kudeta agar Nicholas turun tahta untuk menyelamatkan monarki. Seperti, menggantikan Nicholas II dengan anaknya, Alexei, agar bisa menjadi regent untuk Alexei yang masih dibawah umur. Setelah itu, Tsar Nicholas II dan Alexandra memutuskan kontak dengan keluarga Romanov.

Revolusi Rusia[sunting | sunting sumber]

Revolusi Rusia[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 9 Januari 1905, terjadi tragedi yang memilukan bagi seluruh bangsa Rusia. Sekelompok pengunjuk rasa menyampaikan protes mereka atas kebijakan kekaisaran yang dianggap memberatkan mereka. Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan foto sang Tsar sembari menyanyikan lagu “God Save The Tsar”. Pada pukul 2 siang mereka telah sampai ke depan halaman Istana Musim Dingin. Unjuk rasa itu berakhir tragis, nyatanya pasukan militer yang berjaga malah menembaki pengunjuk rasa.

Entah itu atas perintah Tsar atau tidak karena hingga hari ini penyebab penembakan brutal itu belum dapat dipastikan atas perintah Tsar atau boikot semata demi memuluskan jalan revolusi di bawah kepemimpinan pemerintah Komunis. Yang pasti dunia langsung mengutuk Tsar atas tragedi kemanusiaan itu, Tsar dijuluki dengan keji, tanpa ampun dan menjadi bulan-bulanan di media cetak internasional. Dan kejadian itu dikenal sebagai Minggu Berdarah.

Perang Dunia I membawa kekalahan pada Rusia. Pemerintahan yang sangat tidak kompeten dan ekonomi Rusia sangat memburuk. Kekaisaran Rusia sangat lemah. Dan banyak yang memprotes anggota keluarga Kekaisaran Romanov. Kerusuhan banyak terjadi di St. Petersburg dan kota lain. Rakyat Rusia memaksa Tsar Nicholas II turun tahta. Kekuatan militer Rusia juga sangat lemah. Alasan lain rakyat memprotes karena Perang Rusia-Jepang pada tahun 1904 - 1905 membawa kekalahan pada Rusia. Kekalahan ini merupakan hal yang memalukan bagi rakyat Rusia pada umumnya. Karena sebagai negara besar habis dipermalukan oleh Jepang yang negara kecil. Sejak itu rakyat Rusia yang sudah tidak menaruh rasa hormat pada Kekaisaran menjuluki Kaisar mereka sebagai “pecundang”. Rakyat Rusia juga menyalahkan Tsaritsa Alexandra di Perang Dunia I, karena dianggap membantu Jerman.

Keputusan Tsar untuk mengkomando militer sendirian adalah suatu bencana bagi Rusia, Tsar disalahkan karena kekalahan Rusia dan kerugian yang ada di Rusia.

Pada tanggal 15 Maret 1917, Tsar Nicholas II akhirnya memilih untuk mengundurkan diri setelah Revolusi Februari. Puluhan ribu warga St. Petersburg (dinamai saat itu Petrograd) turun ke jalan-jalan memprotes kekurangan makanan yang mereka derita dikarenakan pemerintahan Kekaisaran Rusia yang korup. Revolusi ini berhasil menggulingkan Tsar Nicholas II dan mengakhiri era pemerintahan para Tsar atau Kaisar di negeri itu. Alexandra sekarang menjadi istri dari mantan Tsar dan dibenci oleh rakyat Rusia. Awalnya Tsar ingin menyerahkan tahtanya ke putranya, Tsarevich Alexei, tetapi karena kesehatan Alexei yang memburuk membuat Nicholas mengurungkan niatnya untuk Alexei naik tahta. Tetapi, Tsar ingin adiknya, Michael, naik tahta. Tetapi Michael ingin naik tahta jika rakyat ingin melanjutkan kekaisaran. Tsar Nicholas II dan keluarganya tinggal di Istana Alexander di Tsarskoye Selo selama pemerintahan sementara Rusia.

Tahanan Rumah[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan sementara Rusia tetap mempertahankan Nicholas, Alexandra dan keluarganya di Rusia di Istana Alexander di Tsarskoye Selo. Kehidupan mereka tetap dalam kemewahan dan kemegahan (sama seperti ketika Wangsa Romanov masih berkuasa). Mereka dikunjungi oleh Kerensky dari pemerintah, yang mewawancarai Alexandra mengenai keterlibatannya dalam urusan negara dan keterlibatan Rasputin. Alexandra menjawab bahwa dia dan pasangannya tidak menyimpan rahasia satu sama lain, mereka sering mendiskusikan politik dan Alexandra tentu saja memberinya nasihat untuk mendukungnya; Adapun Rasputin, dia adalah seorang suci sejati dari Tuhan, dan nasihat Rasputin hanya untuk kepentingan kebaikan Rusia dan keluarga kekaisaran. Sebenarnya, pemerintah ingin mengungsikan mereka ke Inggris atau Prancis, tetapi, Raja Inggris tidak mau karena takut membuat Keluarga Kerajaan Inggris menjadi tidak populer dan pemerintah Prancis tidak mengabari.

Pada bulan Agustus 1917, keluarga tersebut dipindahkan ke Tobolsk di Siberia, sebuah langkah oleh Pemerintahan Kerensky yang berusaha mengeluarkan keluarga Tsar dari ibukota dan kemungkinan bahaya.

Setelah Bolshevik berkuasa atas Rusia, mereka tidak hidup dengan kemewahan dan kemegahan. Mereka hidup dengan sederhana dimana mereka belum merasakan hidup dengan kesederhanaan. Seperti: Olga dan Tatiana belajar membuat roti dan mereka tidak tidur dengan kasur yang empuk. Keluarga Tsar dijaga ketat oleh anggota militer. Keluarga Tsar tidak ada akses ke luar sama sekali. Yang berarti Tsar dan keluarganya menjadi tahanan rumah. Dan mereka pindah ke Rumah Ipatiev di Yekaterinburg. Disana, Nicholas dikatai "Nicholas si Peminum Darah" dan Alexandra dikatai "Wanita Jalang dari Jerman". Bagi Romanov, hidup di Rumah Ipatiev sangat buruk dengan ketidaktahuan dan ketakutan. Keluarga Kekaisaran tidak tahu apabila mereka tetap di Rumah Ipatiev dari hari ke hari atau mereka akan berpisah atau dibunuh.

Kematian[sunting | sunting sumber]

Eksekusi[sunting | sunting sumber]

Pukul 2.15 dini hari, ketika malam sunyi seluruh anggota keluarga Romanov dibangunkan dan diperintah untuk turun ke ruang bawah tanah Rumah Ipatiev, dan dikumpulkan di satu tempat di situ.

Alexei berada dalam gendongan ayahnya karena sakitnya kembali melanda, sementara Tsar yang menggendong Alexei duduk di atas kursi. Nicholas II; istrinya, Alexandra Feodorovna; anaknya, Alexei, Olga, Tatiana, Maria, dan Anastasia, dokter keluarga Kekaisaran Evgeny Botkin, dan staf rumah tangga Alexei Trupp, Anna Demidova, dan Ivan Kharitonov berkumpul dalam ketakutan di ruangan itu.

Alexandra sebagai istri dan seorang ibu jelas sangat geram karena dibangunkan ketika seharusnya mereka beristirahat saat itu. Belum lagi ia cemas dengan kondisi Alexei yang terlihat pucat dan bernafas dengan tersengal-sengal. Ia berteriak kesal, “Apa yang akan kalian lakukan malam-malam begini?

Awalnya alasan mereka disuruh ke ruang bawah tanah karena, mereka ingin difoto agar rakyat tahu mereka tidak kabur dan menlindungi mereka dari serangan. Tetapi, banyak Polisi Rahasia Bolshevik yang datang ke ruangan bawah tanah itu. Petugas pelaksana eksekusi Yakov Yurovsky berkata, “Keluargamu berusaha menyelamatkanmu, tetapi, mereka telah gagal dan kami harus menembakmu.

Ketika Tsar Nicholas II berdiri dan berkata, “Apa?!” belum sadar dari keterkejutannya tiba-tiba tubuh-tubuh mereka diberondong tembakan-tembakan dari petugas eksekusi. Selain ditembak, mereka juga ditusuk memakai bayonet dan dipukuli. Salah satu putri Nicholas dan Alexandra, Maria, berusaha untuk kabur melalui pintu yang menembus ke ruangan penyimpanan tetapi, pintunya telah dikunci. Peter Emarkov yang mendengar suara Maria langsung menangkap Maria. Dan mereka menembak semua Keluarga Tsar dan pegawainya. Peter Emarkov yang sedang mabuk juga membunuh Alexandra dengan luka peluru di kepala dan setelah itu, Emarkov menikam tubuh Alexandra dan suaminya, menghancurkan kedua tulang rusuk mereka dan memotong sebagian vertebra Alexandra.

Pembunuhan dan Pengungsian Romanov yang lain[sunting | sunting sumber]

Selain penembakan keluarga Tsar di Yekaterinburg, sebagian keluarga Romanov yang lain juga dibunuh di Alapaevsk (termasuk kakak Alexandra, Istri Adipati Agung Elizabeth Feodorovna yang setelah kematian suaminya menjadi biarawati) dimana mereka dibunuh memakai zat beracun di lubang pertambangan. Dan sebagiannya di St. Petersburg dimana mereka juga ditembak dan juga di Perm dimana adik Tsar Nicholas II, Adipati Agung Michael, ditembak mati. Banyak keluarga Romanov yang juga mengungsi ke luar negeri. Seperti: Adipati Wanita Agung Xenia Alexandrovna dan Adipati Agung Alexander Mikhailovich dan keluarganya mengungsi ke Inggris, Janda Kaisar Maria Feodorovna dan Adipati Wanita Agung Olga Alexandrovna mengungsi ke Denmark. Tetapi, sesudah Janda Kaisar Maria meninggal, Olga dan keluarganya pindah ke Kanada.

Identifikasi[sunting | sunting sumber]

Pada awal 1990an (setelah pembubaran Uni Soviet), Rakyat dan pemerintah Rusia mencari keberadaan Tsar, Tsaritsa dan keluarganya yang dibunuh setelah kemenangan kaum Bolshevik. Nicholas, Alexandra dan ketiga putrinya ditemukan di Ganina Yama, 12 mil (19 km) utara Yekaterinburg, pada Januari 1998, sesuai dengan catatan Yurovsky. Tetapi, salah satu putri Tsar dan Alexei belum ditemukan.

Pada 2008, salah satu putri Tsar antara Anastasia atau Maria dan Alexei ditemukan. Identifikasi, mencocokan DNA dengan keluarga atau relatif yang masih hidup. Pencocokan DNA dilakukan dengan scientists dari Rusia, Amerika, Inggris. Tetapi, para scientists tidak bisa memastikan jasad putri Tsar yang ditemukan bersama Alexei itu Maria atau Anastasia karena DNAnya sudah rusak.

Pemakaman[sunting | sunting sumber]

Nicholas II, Alexandra dan ketiga putrinya dimakamkan di Katedral Petrus dan Paulus di St. Petersburg pada tanggal 17 Juli 1998.

Sementara, jasad Alexei dan salah satu putri Tsar lainnya masih didalam penelitian para scientists.

Santa Gereja Ortodoks Rusia[sunting | sunting sumber]

Alexandra dikanonisasikan menjadi Santa di Gereja Ortodoks Rusia pada tahun 2000 dan mendapatkan gelar "Saint Alexandra the Passion Bearer", bersama suaminya; Nicholas; anaknya; Olga, Tatiana, Maria, Anastasia, Alexei; kakaknya Istri Adipati Agung Elizabeth Feodorovna (Putri Elisabeth dari Hesse). Karena kehidupannya yang religius dan mencerminkan kristus.

Kehormatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c (Inggris) Robert Massie.1967.Nicholas and Alexandra.London: Pan Book.
  2. ^ a b (Inggris) King Greg, Wilson Penny.2003.The Fate of the Romanovs.John Wiley and Sons, Inc. ISBN 0-471-20768-3.
  3. ^ a b (Inggris)Maxim Shevchenko.2000.The Glorification of the Royal Family. Nezavisimaya Gazeta
Alexandra Feodorovna
Lahir: 6 Juni 1872 Wafat: 17 Juli 1918
Gelar penyandang kekuasaan
Didahului oleh:
Maria Feodorovna (Dagmar dari Denmark)
Permaisuri Rusia
1894–1917
Tidak ada
Monarki dihapuskan