Lompat ke isi

Al-Baidhawi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Al-Baidlawi)
Abdullah
Al-Baidlawi
Kun-yahAbu Sa`id, Abu al-Khair
NamaAbdullah
Nisbahal-Baidlawi asy-Syirazi
KebangsaanPersia
EtnisPersia
ZamanAbad ke-7 Hijriyah
Minat utamaFikih, Ushul Fiqih, Ilmu Kalam, Hadits, Tafsir, Nahwu
Dipengaruhi  oleh
  • Umar bin Muhammad al-Baidlawi, Muhammad bin Muhammad al-Kahta'i
Mempengaruhi
  • Ahmad bin al-Hasan al-Jarbardi, Muhammad bin Abi Bakr al-Muqri'

Al-Imam al-Qadhi al-Mufassir Nashiruddin Abu Sa`id Abu al-Khair Abdullah bin Abi al-Qasim Umar bin Muhammad bin Abi al-Hasan Ali al-Baidlawi asy-Syirazi asy-Syafi`i (bahasa Arab: الإمام القاضي المفسر ناصر الدين أبو سعيد أو أبو الخير عبد الله بن أبي القاسم عمر بن محمد بن أبي الحسن علي البيضاوي الشيرازي الشافعي) lahir di al-Baidha', Persia pada awal abad ke-7 H wafat di Tabriz pada tahun 685 H/1292, namun sebagian riwayat menyebutkan bahwa ia wafat pada tahun 691 H, adalah seorang ulama di bidang Fikih, Ushul Fiqih, Ilmu Kalam, Hadits, Tafsir dan Nahwu. Karena ia lahir di kota al-Baidla` maka ia dinisbatkan sebagai al-Baidlawi (Orang al-Baidla').

Guru-gurunya

[sunting | sunting sumber]

Imam al-Baidlawi memiliki banyak guru, di antaranya:

  • Ayahnya, Al-Imam Abu al-Qasim Umar bin Muhammad bin Ali al-Baidlawi (Wafat pada tahun 672 H), ia mempelajari darinya fikih mazhab syafi'i, ayahnya adalah seorang Qadhi di Syiraz dan terkenal atas keilmuan dan ketakwaannya, ayahnya sangat memberikan pengaruh terhadap al-Baidlawi, dan ia menulis perkataan-perkataan ayahnya di dalam karya-karyanya.
  • Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad al-Kahta'i ash-Shufi, Sahabat al-Baidlawi, ia belajar darinya tentang zuhud dan ibadah.
  • Asy-Syaikh Syarafuddin Umar al-Busykani az-Zaki (wafat pada tahun 680 H), merupakan salah satu ulama besar.

Murid-muridnya

[sunting | sunting sumber]

Imam al-Baidlawi memiliki banyak murid, di antaranya:

  • Asy-Syaikh al-Imam Fakhruddin Abu al-Makarim Ahmad bin al-Hasan al-Jarbardi (Wafat pada tahun 746 H
  • Asy-Syaikh Jamaluddin Muhammad bin Abi Bakr bin Muhammad al-Muqri'
  • Asy-Syaikh Ruhuddin bin asy-Syaikh Jalaluddin ath-Thayyar
  • Al-Qadhi Zainuddin Ali bin Ruzbiha bin Muhammad al-Khanaji (Wafat pada tahun 707 H
  • Al-Qadhi Ruhuddin Abu al-Ma`ali (Wafat pada tahun 735 H
  • Tajuddin al-Hanaki
  • Tafsir yang bernama Anwar at-Tanzir wa Asrar at-Ta'wil, Tafsir ini dikenal dengan nama Tafsir al-Baidlawi
  • Minhaj al-Wushul ila Ilmi al-Ushul, dalam bidang ushul fiqih
  • Thawali` al-Anwar fi Ushuliddin), dalam bidang ilmu kalam
  • Al-Ghayatu al-Qashwa fi Dirayati al-Fatwa `ala Madzhab asy-Syafi`iyyah
  • Syarh al-Mahshul fi Ushul al-Fiqh ar-Razi, dalam bidang ushul fiqih
  • Mirshad al-Afham ila Mabadi' al-Ahkam, Syarh Mukhtashar Ibnu al-Hajib, dalam bidang ushul fiqih
  • Syarh at-Tanbih Abu Ishaq asy-Syirazi, dalam bidang fikih, kitab ini terdiri dari 4 jilid
  • Syarh al-Muntakhab fi Ushul al-Fiqh al-Imam Fakhruddin ar-Razi
  • Lubb al-Lubab fi 'ilmi al-I`rab merupakan ringkasan Kafiyah Ibnu al-Hajib
  • Al-Adzkiya
  • Mishbah al-Arwah fi al-Kalam
  • Muntaha al-Muna fi Syarhi al-Asma' al-Husna
  • Tuhfatu al-Abrar fi Syarhi Mashabih as-Sunnah al-Baghawi
  • Risalah fi Maudhu`at al-`Ulum wa Ta`arifuha
  • Nizhamu at-Tawarikh, menceritakan sejarah negeri Persia dan ia tulis dalam bahasa Persia
  • Tasbi` al-Burdah yang dinamakan Al-Kawakib ad-Dariyyah Tasbi` al-Burdah al-Bushairiyyah fi Madhi Khairi al-Bariyyah'

Ia wafat pada tahun 685 H/1292, dan ada sebagian riwayat menyebutkan bahwa ia wafat pada tahun 691 H. Quthbuddin asy-Syirazi mewasiatkan agar al-Baidlawi dimakamkan disebelahnya, maka ia dimakamkan di sebelahnya di Kharandab, Tabriz.

Referensi

[sunting | sunting sumber]