Adies Kadir
Adies Kadir | |
|---|---|
| Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Bidang Ekonomi dan Keuangan) | |
| Mulai menjabat 1 Oktober 2024 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Ketua | Puan Maharani |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Mulai menjabat 1 Oktober 2014 | |
| Presiden | Joko Widodo Prabowo Subianto |
| Grup parlemen | Fraksi Partai Golongan Karya |
| Daerah pemilihan | Jawa Timur I |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 Oktober 1968 Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia |
| Partai politik | Golkar |
| Suami/istri | Lita Anastasia |
| Anak | 2 |
| Almamater | Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Merdeka Surabaya Universitas Merdeka Malang Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya |
| Pekerjaan | Politikus |
|
| |
Adies Kadir (lahir 17 Oktober 1968) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Anggota DPR-RI sejak 2014 hingga 2024 yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur I. Ia dikenal karena kontroversi pendapatnya terkait kenaikan tunjangan rumah dinas yang menjadi pemantik unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025 sehingga dinonaktifkan sebagai anggota DPR.
Kehidupan awal dan pendidikan
[sunting | sunting sumber]Adies lahir di Balikpapan pada tanggal 17 Oktober 1968 yang merupakan suku bugis.[1][2] Ayahnya merupakan mantan ketua pengadilan di Kabupaten Kapuas yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.[3] Ia memulai pendidikan dasar di SD Negeri VII Selat Hilir dari tahun 1974 hingga 1981. Kemudian, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Samarinda dari tahun 1981 dan lulus pada tahun 1984. Ia lulus dari SMA Negeri 3 Kupang pada tahun 1987.[4]
Ia menamatkan pendidikan sarjana teknik sipil di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang dari tahun 1987 dan lulus pada tahun 1993. Pada masa inilah dia menjadi manajer lapang pada tahun 1992 di Lamicitra Nusantara hingga tahun 1996. Selama tiga tahun dari tahun 1996, ia bekerja di Surya Inti Permata Tbk sebagai pengelola proyek sebelum menjabat sebagai direktur utama di Jaya Aditek sampai tahun 2005 dan kembali ke Lamicitra Nusantara sebagai manajer umum sampai tahun 2007. Ia kembali mengambil gelar sarjana hukum di Universitas Merdeka Surabaya dan lulus pada tahun 2003 dan melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Merdeka Malang dan lulus pada tahun 2007. Selepas lulus magister hukum, ia menjabat sebagai mitra pengelola firma hukum Syaiful Ma'arif & Partners.[5] Pada tahun 2017, ia meraih gelar doktoral hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.[6]
Karier
[sunting | sunting sumber]Partai Golkar
[sunting | sunting sumber]Ia menjabat Sekretaris Pengurus Daerah Angkatan Muda Partai Golongan Karya (Golkar) dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dan melanjutkan sebagai ketua hingga tahun 2009 bersamaan dengan posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda Dewan Perwakilan Daerah II Partai Golkar Kota Surabaya.[7] Lalu ia menjabat Ketua DPD II Partai Golkar dari tahun 2009 sampai 2015.[8] Ia digantikan oleh Muhammad Alyas karena keterlibatannya dalam Musyawarah Nasional di Bali sehingga ia dicopot oleh Musyawarah Nasional di Ancol yang merupakan musyawarah resmi.[9] Ia mulai menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum DPP Partai pada tahun 2018 di bawah kepemimpinan Airlangga Hartanto.[10] Pada tahun 2021, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Azis Syamsuddin yang terjerat korupsi.[11]
Organisasi masyarakat
[sunting | sunting sumber]Ia menjabat Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sampai tahun 2007. Lalu, ia menjabat Wakil Ketua Kompartemen KADIN Jawa Timur sampai tahun 2009. Selama menjabat, ia juga menjadi Ketua Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong Kota Surabaya hingga tahun 2013.[7] Ia terpilih menjadi Ketua Umum MKGR dari tahun 2020 hingga 2025.[12] Pada tahun 2025, ia kembali maju menjadi calon ketua umum organisasi ini pada periode 2025-2030.[13] Namun, rapat ini ditunda karena aksi protes unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustus–September 2025.[14]
Politik
[sunting | sunting sumber]Ia menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya dari tahun 2009 hingga 2014.[15] Pada tahun 2010, ia mengikuti Pemilihan umum Wali Kota Surabaya 2010 dan kalah dengan pasangan Tri Rismaharini bersama Bambang Dwi Hartono.[16] Pada tahun 2014, ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dalam pemilihan umum Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 dengan perolehan suara 30.090 suara dari daerah pemilihan Jawa Timur 1.[17] Selama menjabat, ia ditunjuk sebagai anggota dari Mahkaman Kehormatan Dewan pada tahun 2015 menggantikan Budi Supriyanto [18] Ia kembali mengikuti Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 dari daerah pemilihan yang sama dan kembali terpilih dengan perolehan 106.106 suara.[19]
Lalu, ia mengikuti Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024 dan meraih posisi kedua di daerah pemilihan yang dengan 147.185 suara.[20] Sejak terpilih, Adies menjabat sebagai Wakil Ketua DPR-RI bidang ekonomi dan keuangan[21] yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III dari tahun 2019.[22]
Kontroversi
[sunting | sunting sumber]Posisinya sebagai anggota DPR dinonaktifkan karena pendapatnya terkait tunjangan rumah bernilai 50 juta sebulan masuk akal karena tidak mendapatkan rumah dinas.[23] Ia juga mengklarifikasi bahwa tunjangan beras hanya sekitar 200 ribu, bukan 12 juta seperti serta tidak adanya kenaikan gaji pokok anggota DPR.[24] Ia juga meralat bahwa tunjangan perumahan hanya senilai 3 juta per bulan, bukan 50 juta.[25] Ia secara resmi dinonaktifkan pada tanggal 1 September.[26] Bila mengikuti perolehan suara dari partai yang sama, maka anaknya berpotensi akan menggantikan posisinya sebagai peraih suara kedua terbanyak dari partai golkar dari daerah pemilihan Jawa Timur I.[27]
Kehidupan personal
[sunting | sunting sumber]Ia menikah dengan Lita Anastasia dan memiliki dua anak.[28] Anaknya, Adiel Muhammad Kanantha terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2024.[29]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Panjaitan, Rafyq (31 Agustus 2025). "Dilengserkan Partai Golkar dari DPR RI, Ini Rekam Jejak Adies Kadir". Times Indonesia. Diakses tanggal 23 September 2025.
- ↑ "Kisah Sukses Adies Kadir di Dunia Politik dan Usaha". Teropong Senayan. Diakses tanggal 31 August 2025.
- ↑ "Wakil Ketua DPR RI Periode 2024-2029 Adies Kadir". Kompas. 3 November 2024. Diakses tanggal 31 August 2025.
- ↑ Zamzami, Faisal (1 September 2025). "Sosok dan Kekayaan Adies Kadir Blunder Sebut Tunjangan Beras Anggota DPR Hanya Rp 12 Juta Sebulan". Tribun-timur.com. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Mengenal Sosok Adies Kadir, Legislator Golkar DPR RI Asal Jawa Timur - Politiknesia" (dalam bahasa American English). 2022-10-07. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Adies Kadir Lulus Program Doktor Di UNTAG Surabaya". Warta17agustus. 24 Juli 2017. Diakses tanggal 2025-09-23.
- 1 2 Indra Gunawan, Pratama (18 Oktober 2024). Setiawan, Hendarto (ed.). "Mengenal Sosok Adies Kadir, Pengganti Arinal Djunadi Sebagai Ketua DPD Partai Golkar". radartvnews.com. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Ansar, ed. (3 September 2025). "Sosok dan Kekayaan Adies Kadir, Fraksi Cabut Hak Gaji dan Tunjangan DPR Usai Dinonaktifkan". Tribun timur. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Adies Kadir Hormati Keputusan DPP Partai Golkar". ANTARA News Jawa Timur. 12 April 2015. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Putri, Zunita Amalia (22 Januari 2018). "Ini Kabinet Airlangga di Sisa Periode Golkar 2014-2019". detiknews. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Golkar Tunjuk 3 Waketum Baru: Adies Kadir". Tempo. 2021-09-28. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Putri, Budiarti Utami (2021-03-19). "Airlangga Lantik Pengurus MKGR 2020-2025, Adies Kadir Ketua Umum". Tempo. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Fazli, Achmad Zulfikar (28 Agustus 2025). "Adies Kadir Kembali Maju Jadi Ketua Umum MKGR Periode 2025-2030". Metrotvnews. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ AR, Fadhel (2025-08-30). "Mubes Ormas MKGR Dibatalkan Usai Demo Anarkis Imbas Tewasnya Affan Kurniawan". AFU. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Saptohutomo, Aryo Putranto (1 Oktober 2024). "Profil dan Harta Adies Kadir yang Jadi Wakil Ketua DPR 2024-2029". Kompas. Diakses tanggal 23 September 2025.
- ↑ "Pilkada Surabaya: MK Menangkan Risma-Bambang". Politik Indonesia. 23 Agustus 2010. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Walah, Priyo Budi Santoso Tak Lolos ke Senayan?". Wartakotalive.com. 24 April 2014. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Hidayat ,, Qur'anul (2015-11-27). "Penjelasan Ical soal Perombakan Anggotanya di MKD - PAGE ALL : Okezone News". Okezone. Diakses tanggal 2025-09-23. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ↑ Faizal, Achmad (10 Mei 2019). Belarminus, Robertus (ed.). "Raih 40.148 Suara, Ahmad Dhani Dipastikan Tak Lolos Ke Senayan". Kompas. Diakses tanggal 24 September 2025.
- ↑ Farisa, Fitria Chusna (2024-03-15). "Ahmad Dhani Amankan Kursi DPR, Suaranya Ungguli Cucu Soekarno di Dapil Jatim I". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ antaranews.com (2024-11-26). "Profil Adies Kadir, wakil ketua DPR 2024-2029". Antara News. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Septianto, Bayu (29 Oktober 2019). "Daftar Anggota Komisi III DPR RI 2019-2024: Herman Hery Jadi Ketua". tirto.id. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Ni'am, Syakirun (1 September 2025). Akbar, Nawir Arsyad (ed.). "Profil Adies Kadir, Gara-gara Bicara Tunjangan Rumah DPR Kini Dinonaktifkan". Kompas. Diakses tanggal 23 September 2025.
- ↑ Tristiani, Novi Embun. "Wakil Ketua DPR Adies Kadir Klarifikasi: Tunjangan Beras Tetap Rp200 Ribu, Bukan Rp12 Juta". Wartajatim.co.id. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Adies Kadir Ralat Hitungan Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta". Tempo. 21 August 2025. Diakses tanggal 31 August 2025.
- ↑ Rahmawati, Dwi (31 Agustus 2025). "Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR". detiknews. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Verry, Valentino (3 September 2025). "Profil Adela Kanasya Adies, Pengganti Adies Kadir, Miliki Gelar Mentereng Tanpa Kampus". Wartakota. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ Bachtiar, Syamsul (28 MAret 2017). "Kisah Sukses Adies Kadir di Dunia Politik dan Usaha". Teropong Senayan. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ HM, Ahaddiini (2024-09-04). D, Yanuar (ed.). "Adiel Muhammad, Anggota DPRD Sidoarjo Termuda Lulusan Amerika Serikat". jatimnow. Diakses tanggal 2025-09-23.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Orang hidup berusia 58
- Kelahiran 1968
- Alumni Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
- Alumni Universitas Merdeka Surabaya
- Alumni Universitas Merdeka Malang
- Alumni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
- Tokoh Kalimantan Timur
- Tokoh Jawa Timur
- Tokoh dari Balikpapan
- Tokoh KNPI
- Politikus Indonesia
- Politikus Partai Golongan Karya
- Anggota DPR RI 2014–2019
- Anggota DPR RI 2019–2024
- Anggota DPR RI 2024–2029



