Lompat ke isi

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
SingkatanMKGR
Tanggal pendirian3 Januari 1960; 66 tahun lalu (1960-01-03)
PendiriSugandhi Kartosubroto
Thoyib Pardjojo
Abas Tarwi
StatusOrganisasi Massa
Kantor pusatJakarta
Sekretaris Jenderal
1. Akmal Sinin (1978-1984)

2. Irsyad Sudiro (1984-1994)
3. Abdullah Puteh (1994-1998)
4. Zainal Bintang (1998-1999)
5. Zulkarnaen Djabar (1999-2005)
6. Roem Kono (2005-2010)
7. Bejo Rudiantoro (2010-2015)
8. Adies Kadir (2015-2020)

9. Ilham Permana (2020-sekarang)
Ketua Umum
1. Sugandhi Kartosubroto (1960-1991)

2. Mien Sugandhi (1991-1998)
3. Daryono (1998-2005)
4. Priyo Budi Santoso (2005-2015)
5. Roem Kono (2015-2020)

6. Adies Kadir (2020-sekarang)

Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong adalah organisasi yang ada di Indonesia dan didirikan pihak militer untuk membendung pengaruh Partai Komunis Indonesia. Organisasi anti-komunis lainnya seperti Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia didirikan pihak militer untuk mengimbangi keberadaan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia yang dianggap radikal dan kekiri-kirian. Militer mendirikan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong bersama SOKSI, Koperasi Serba Guna Gotong Royong (KOSGORO), Gerakan Karyawan Rakyat Indonesia (GAKARI), Gerwasi, Gertasi, Kartasi, P3I, Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI). Rezim Orde Baru menaruh perhatian khusus dalam memainkan politik bahasa sejak duduk dalam tampuk kekuasaan dan usaha melegitimasi kekuatan.[1][2][3][4][5][6][7]

Lihat juga

[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. Social Science and Power in Indonesia. Jakarta & Singapura: Equinox Publishing. 2005. hlm. 169. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. "Historical Dictionary of Indonesia". Maryland, Amerika: Scarecrow Press, Inc. 2004. {{cite web}}: |url= tidak ada atau kosong; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  3. "The Indonesian Military After the New Order". Singapur: Nias Press. 2005. {{cite web}}: |url= tidak ada atau kosong; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  4. Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) yang merupakan organ afiliasi didirikan untuk mengimbangi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang secara personal mayoritas tokohnya beraliran kiri dan dekat dengan Partai Komunis Indonesia
  5. "Illiberal Democracy in Indonesia: The Ideology of the Family State". Routledge. 2015. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan Di sisi lain ada organisasi yang bernama SOKSI dengan kepanjangan Serikat Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia yang berdiri pada 31 Mei 1961 sebagai payung untuk persatuan dagang dan kelompok fungsional (terkontrol militer) organisasi anti komunis yang di akhir 1960 bergabung ke dalam Golkar.
  6. "Cegah Neo-Orba, dan blejeti terus Golkar". Paris: Wirantaprawira.de. November 2000. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-28. Diakses tanggal 5 September 2015. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Kemudian, SOKSI membentuk juga ormas-ormas untuk mengimbangi ormas yang bernaung di bawah Partai Komunis Indonesia atau partai-partai lain. Umpamanya, didirikan P3I untuk mengimbangi Pemuda Rakyat, Gerwasi untuk menghadapi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Gertasi dan Kartasi untuk menghadapi Barisan Tani Indonesia (BTI), Lembaga Kebudayaan Rakyat Indonesia (LEKRI) untuk menghadapi Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA).