Yohanes 4

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 3       Yohanes 4       pasal 5
Papyrus 5, ~250 CE

Yohanes 16:14-22 pada sisi recto dari Papirus 5, yang ditulis sekitar tahun 250 M.
Kitab: Injil Yohanes
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 4
Kategori: Injil

Yohanes 4 (disingkat Yoh 4) adalah bagian dari Injil Yohanes pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, menurut kesaksian Yohanes, seorang dari Keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Yesus Melebihi Yohanes Pembaptis[sunting | sunting sumber]

Di ayat 1 dicatat bahwa orang-orang Yahudi dari kelompok Farisi mempersoalkan atau sengaja berusaha untuk menimbulkan rasa iri hati antara Yohanes Pembaptis dan Tuhan Yesus dengan mengabarkan bahwa Yesus Kristus saat itu sudah memiliki lebih banyak pengikut daripada Yohanes Pembaptis dan berita ini sampai kepada Yesus.[3] Karena hal itu dapat mengurangi fokus perhatian kepada Yohanes Pembaptis, Yesus Kristus memilih untuk menyingkir dari Yudea dan kembali ke Galilea.[4] Menurut penyusun Injil Yohanes, orang Farisi keliru dalam menyebutkan Yesus membaptis murid-murid-Nya, dengan menyatakan di ayat 2 bahwa:

"(meskipun) Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya"[5]

Yohanes Pembaptis sendiri mengetahui bahwa jumlah murid Yesus melebihi jumlah muridnya dan berkata bahwa:

"Ia [Yesus] harus makin besar, tetapi aku [Yohanes Pembaptis] harus makin kecil."[6]

Perempuan Samaria[sunting | sunting sumber]

"Christ and the Samaritan woman at the well" ("Yesus dan perempuan Samaria di tepi sumur") karya Angelica Kauffman, 1796.

Dalam salah satu perjalanan dari Yudea ke Galilea, Yesus dan murid-murid-Nya mengambil jalur yang melewati daerah Samaria.[7] Ketika hari kira-kira pukul dua belas, mereka sampai di sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar (diyakini sama dengan Sikhem), dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf[8] dan di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu,[9] sementara murid-murid-Nya pergi ke kota membeli makanan.[10]

Ketika itu datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Tetapi perempuan Samaria itu berkata kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Di pasal ini diberi catatan: "Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria".[11]) Hal ini mengarah kepada apa yang sekarang oleh pakar Alkitab disebut sebagai "Pengajaran mengenai Air Hidup" sebagai pasangan dari "Pengajaran mengenai Roti Hidup" di pasal 6.[12]

Berikut ini adalah dialog yang dicatat di pasal ini:[13]

  • Yesus Kristus (YK): "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
  • Perempuan Samaria (PS): "Tuhan (=tuan yang terhormat), Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
  • YK: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
  • PS: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
  • YK: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
  • PS: "Aku tidak mempunyai suami."
  • YK: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
  • PS: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
  • YK: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
  • PS: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
  • YK: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu? Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.[14] Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia." Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea.[15]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Dave Hagelberg: Tafsiran Injil Yohanes (Pasal 1-5) - Edisi Revisi: Teologi: 2009
  4. ^ Yohanes 4:3
  5. ^ Yohanes 4:2
  6. ^ Yohanes 3:30
  7. ^ Yohanes 4:4
  8. ^ Kejadian 33:19; Yosua 24:32
  9. ^ Yohanes 4:5-6
  10. ^ Yohanes 4:8
  11. ^ Yohanes 4:9
  12. ^ Yohanes 6:25-59
  13. ^ Yohanes 4:10-26
  14. ^ Yohanes 4:28-30
  15. ^ Yohanes 4:39-43

Pranala luar[sunting | sunting sumber]