Yesus memberi makan lima ribu orang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Yesus memberi makan lima ribu orang adalah suatu peristiwa mukjizat yang diperbuat oleh Yesus Kristus yang dicatat dalam pada bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Peristiwa ini secara khusus dicatat dalam keempat kitab Injil, yaitu pada Injil Matius pasal 14[1], Injil Markus pasal 6[2], Injil Lukas pasal 9[3], dan Injil Yohanes pasal 6.[4] Dikenal dengan sebutan "Mujizat lima (ketul atau jelai) roti dan dua ikan". Ada mukjizat serupa yang terjadi di waktu kemudian, yaitu "Yesus memberi makan empat ribu orang", tetapi mukjizat ini hanya dicatat dalam Injil Matius (pasal 15)[5] dan Injil Markus (pasal 8)[6]

Tempat[sunting | sunting sumber]

Tempat-tempat yang berkaitan dengan peristiwa mukjizat pemberian makanan.

Lokasi terjadinya peristiwa ini adalah di daerah bergunung sunyi, dekat sebuah kota yang bernama Betsaida,[7] di sisi timur laut Danau Galilea (atau Danau Tiberias),[8] yang termasuk wilayah Gaulanitis, di seberang Kapernaum, yang terletak di wilayah Galilea.[9]

Waktu[sunting | sunting sumber]

Peristiwa mukjizat ini terjadi menjelang hari raya Paskah (pada kalender Ibrani selalu jatuh pada bulan ke-1 atau Nisan; biasanya sekitar bulan Maret-April).[10]

Latar belakang kejadian[sunting | sunting sumber]

Dua peristiwa penting mendorong keberangkatan Yesus dari daerah sebelah barat Danau Galilea, yaitu wilayah sekitar Kapernaum, Galilea, naik perahu menuju ke seberang danau, yaitu daerah sebelah timur laut (Betsaida), yang termasuk wilayah Gaulanitis:[8]

  1. Berita kematian Yohanes Pembaptis yang dipenggal atas perintah raja Herodes Antipas. Raja ini adalah tetrark wilayah Galilea dan Perea,[11] sedangkan wilayah Gaulanitis ada di bawah kekuasaan saudara laki-lakinya, Filipus, tetrark Iturea dan Trakhonitis.[12]
  2. Kembalinya keduabelas rasul dari perjalanan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat atas pengutusan Yesus.[13]

Setelah Yesus menerima berita kematian Yohanes Pembaptis[14] serta rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan,[7] lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka menyingkirlah dari situ untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.[15]

Catatan peristiwa[sunting | sunting sumber]

Segera setelah mendarat di pantai, Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya.[16] Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.[17] Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka banyak hal tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.[18] Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."[19] Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak yang berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."[20] Kata murid-murid kepada Yesus: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!"[21] Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"[22] Murid-murid lain tidak mendapatkan apa-apa sehingga mereka hanya dapat menjawab: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."[23] Mereka menambahkan, "kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."[24] Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."[25] Lalu kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput.[26] Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok." Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.[27] Maka duduklah orang-orang itu berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya, di atas rumput hijau.[28] Lalu Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat syukur, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka yang duduk di situ, sebanyak yang mereka kehendaki.[29] Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.[30]

Jumlah yang diberi makan

Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki,[31] tidak termasuk perempuan dan anak-anak.[32]

Sisa makanan

Ketika semua orang sudah kenyang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."[33] Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan,[34] selain dari pada sisa-sisa ikan.[35]

Peristiwa sesudahnya[sunting | sunting sumber]

Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, maka Ia menyingkirkan diri.[36] Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang (ke arah barat, Betsaida menyebrang ke Kapernaum), sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.[37] Pada malam hari itu, terjadi peristiwa istimewa lain, yaitu "Yesus berjalan di atas air".[38]

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

"Church of the Multiplication" di Tabgha oleh sejumlah orang Kristen diyakini sebagai tempat terjadinya mukjizat pemberian makanan ini.

Sejumlah orang meyakini bahwa peristiwa pemberian makan lima ribu orang ini terjadi di dekat kota modern Tabgha, di mana didirikan sebuah gereja untuk memperingati kejadian itu yang dinamakan "Church of the Multiplication" ("Gereja pelipatgandaan"). Catatan tertua mengenai adanya gereja ini diberikan oleh seorang peziarah Spanyol, Egeria, pada sekitar tahun 380 M.[39]

"Tidak jauh dari sana (Kapernaum) ada beberapa anak tangga batu di mana Tuhan pernah berdiri. Dan di tempat yang sama dekat laut terdapat lapangan rumput dengan banyak jerami dan pohon palem. Di dekatnya ada tuju mata air, masing-masing mengalir deras. Dan inilah lapangan di mana Tuhan memberi makan orang banyak dengan lima jelai roti dan dua ikan. Faktanya, batu di mana Tuhan pernah meletakkan roti itu sekarang dibuat menjadi altar. Melewati tembok-tembok gereja ini adalah jalan raya umum di mana Rasul Matius pernah memiliki kantor pemungutan cukai. Di dekat sana pada sebuah gunung terdapat sebuah gua di mana Sang Juruselamat pernah mendaki dan mengucapkan "Kotbah di Bukit""[39]

Tidak ada kepastian apakah ini benar tempatnya, mengingat Tabgha terletak di sisi barat Danau Galilea, sedangkan Betsaida seharusnya terletak di sebelah timur laut danau.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]