Daging babi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Potongan daging babi bagian perut yang kaya lemak.

Daging babi (bahasa Inggris: pork) adalah daging yang diproduksi dari babi untuk disembelih. Dalam beberapa kepercayaan agama abrahamik, babi tidak boleh untuk disentuh (najis) dan dianggap haram untuk dimakan. Contohnya adalah seperti ditulis dalam kitab suci agama Islam Al-Quran.[1] Babi juga diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Yahudi dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di agama Kristen.[2][3]

Potongan daging babi sistem Amerika Serikat.

Babi sendiri sebenarnya telah diternak dan dikonsumsi selama ribuan tahun oleh orang Eropa dan orang Asia kebanyakan. Babi adalah makanan yang umum di nusantara sebelum masuknya agama Islam dari Timur Tengah. Beberapa suku bangsa di Indonesia yang masih menjalankan tradisi aslinya selain suku Tionghoa-Indonesia masih mengonsumsi babi sebagai makanan keseharian, seperti suku Bali, Toraja, Papua, Batak, masyarakat Manado, dll. Dalam masyarakat Jawa, babi disebut celeng dan juga merupakan hewan ternak yang umum sebelum menyebarnya agama Islam yang mengharamkan babi di nusantara.

Makanan yang dimasak dari bahan daging babi[sunting | sunting sumber]

Hidangan babi panggang khas Batak.
  • Babi panggang merah (manis) khas Tionghoa.
  • Babi panggang putih (asin) khas Tionghoa.
  • Babi panggang khas Batak, kerap disingkat "B2" atau "panggang".
  • Sekba (berisi jeroan babi dengan kuah) khas Tionghoa (Jakarta, Bogor, Bandung, Tangerang).
  • Kitoba (irisan bagian kepala babi yang diolah dengan cara dikukus. Untuk menikmatinya harus dicelupkan ke dalam cuka aren yang disediakan khas Tionghoa Bogor.
  • Sate babi khas Tionghoa: sama seperti daging sate pada umumnya namun tusukannya lebih besar dan rasanya manis.
  • Ngo hiang / Go Hiong: Daging babi cincang yang dibungkus dengan kulit kembang tahu tipis. (Jakarta, Bogor, Bandung).
  • Babi cin: Hidangan daging babi dan minyak dengan kuah yang rasanya manis karena kecap manis.
  • Bakut: Hidangan khas Tionghoa yang merupakan paduan dari sayur asin dan kaldu iga babi (dapat dijumpai di seluruh Indonesia).
  • Saksang: Olahan daging babi khas daerah Tapanuli.
  • Babi rica-rica: Daging babi olahan khas Manado yang rasanya sangat pedas.
  • Babi guling: Olahan daging babi khas Bali.
  • Babi putar: Olahan daging babi khas Manado yang umumnya disajikan pada saat perayaan.
  • Se'i babi: Olahan daging babi asap khas Kota Kupang dan Timor. Pengasapan dengan memakai campuran susu, garam dan rempah-rempah memberikan cita rasa unik yang berbeda dengan daging asap manapun.

Daging babi menurut agama[sunting | sunting sumber]

Agama Islam dan Yahudi melarang umatnya untuk mengonsumsi daging babi. Contoh ayat yang melarangnya adalah Al-Quran surat al-Baqarah:ayat 173 dan Perjanjian Lama Imamat 11, 7-8.[2] Pelarangan ini menyebabkan pembatasan ketat terhadap impor atau konsumsi produk babi di berbagai negara, seperti Israel,[4] Iran,[5] Arab Saudi,[6] Qatar,[7] Mauritania,[8] Oman,[9] serta berbagai negara berpenduduk Muslim dan Yahudi lainnya.

"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama selain Allah) Tetapi siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (Terjemahan Surat Al-Baqarah 2:173)

"Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.." (Perjanjian Lama Imamat 11:7-8)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Qur'an 2:173
  2. ^ a b Leviticus, Chapter 11 Jewish Publication Society Bible]
  3. ^ Selected Biblical References to DietSeventh-day Adventist Dietetic Association
  4. ^ HOFESH Secular Israeli website
  5. ^ Travel Report for Iran Foreign Affairs and International Trade Canada.
  6. ^ Travel Report for Saudi Arabia Foreign Affairs and International Trade Canada.
  7. ^ Travel Report for Qatar Foreign Affairs and International Trade Canada.
  8. ^ Travel Report for Mauritania Foreign Affairs and International Trade Canada.
  9. ^ Travel Advice for Oman Australian Department of Foreign Affairs and Trade

Pranala luar[sunting | sunting sumber]